MOHON MAAF, PELAWISELATAN DOT BLOG SPOT DOT COM SEDANG DALAM PROSES RENOVASI. HARAP MAKLUM UNTUK KETIDAKNYAMANAN TAMIPLAN. Semoga Content Sharing Is Fun Memberikan Kontribusi Positif Bagi Pengunjungnya. Semua Artikel, Makalah yang Ada Dalam Blog Ini Hanyalah Sebagai Referensi dan Copast tanpa menyebutkan Sumber-nya Adalah Salah Satu Bentuk Pelecehan Intelektual. Terimakasih Untuk Kunjungan Sahabat

20 Februari 2009

Maryamah Karpov: Pamungkasnya Tetralogi Laskar Pelangi


“Intinya tekanan, Kawan! Tekanan adalah keniscayaan semesta, dasar keseimbangan galaksi-galaksi. Kita tegak berdiri akibat tekanan dari keseluruhan system kosmos. Bumi berputar-putar, air mengalir, angin bertiup, burung-burung terbang, mekanika sendi-sendi tubuh, laut pasang surut, mulut berbunyi, semuanya karena tekanan. Tanpa tekanan, alam raya akan musnah. Tekanan bersembunyi dalam setiap serpih cahaya dan gerak halus benda-benda, disanalah tersimpan rahasia, mengapa kita ada.”

Kawan, bahasa filsafat dengan nuansa science yang sangat kental di atas dapat anda temui dalam Novel Maryamah Karpov karya Andre Hirata tepat di halaman 330. Novel ini terbit pertama kali November 2008. Dalam bulan yang sama telah dua kali turun cetak ulang dan pada Desember 2008 adalah turun cetak yang ke tiga. Sungguh dinamika frekuensi yang fantastis untuk level novel dengan warna berbagai cabang ilmu tumpah ruah di sana. Mulai dari Ilmu Biologi, Astronomi, Psikologi, Sosiologi, Filsafat, Religion…alaah..terlalu panjang jika harus disebut satu persatu kawan.

Maryamah Karpov merupakan Pamungkas-nya Tetralogi Laskar Pelangi. Novel Fenomenal yang telah banyak memberikan new spirit kepada beribu insan di bumi pertiwi ini. Sungguh kurang lengkap jika kawan membaca Laskar Pelangi tetapi tidak dilanjutkan ke Sang Pemimpi. Dan mimpi-mimpi itu tidak akan menjadi mimpi yang sempurna jika tidak diteruskan ke Edensor. Jika anda ingin reuni atas segala Mozaik yang terdapat pada ketiga buku tersebut….ayo…tuntaskan jawaban semuanya di Maryamah Karpov, setebal 504 halaman… he he he..masih unggul Laskar Pelangi ya…yang mencapai 534 halaman.

Andrea Hirata merupakan salah satu penulis dinegri ini yang telah berhasil menulis novel dengan ‘mendobrak’ rhetorical steps of Narrative. Maka jangan heran jika menemukan alur yang kesana-kesini tetapi tetap mampu menghipnotis mata kita untuk terus melanjutkan dari halaman yang satu ke halaman berikutnya. Dengan bahasa-bahasa yang terkadang bisa membuat jidat kita berkerut (karena bahasa filsafat-nya), termehek-mehek (karena kisah yang mengharu-biru), cengar-cengir sendiri (aih…seperti orang sinting ya ?) dan terkadang terbahak-bahak karena tidak mampu mengendalikan tawa. Misalnya aja pada kutipan yang rada panjang ini. Bukan apa-apa kawan, supaya dapet ‘feel’-nya aja…. Boleh dong….

“Archimedes, Boi, ia dituduh gila, lalu dipenggal kepalanya oleh kopral balok satu Romawi. Galileo dipaksa membaca tujuh mazmur pertobatan lantaran menentang bapak tua Aristoteles. Muhammad dilempari batu. Columbus terbirit-birit dipanah orang Indian, Marie Curie megap-megap kena radiasi, Faraday senewen keracunan merkuri. Ghandi ke penjara seperti ke jamban saja.”

Semangat Ketua Karmun berapi-api.

“Namun, merekalah para pembaru! Merekalah pahlawan! Keajaiban akan muncul bagi orang yang berani mengambil resiko untuk mencoba hal-hal yang baru!”

Hebat betul kata-kata mutiara Ketua.

“Kamu bisa seperti mereka, Kal! Jika kau ke klinik gigi itu, kau akan jadi pelopor pengobatan modern di kampung ini, kau bisa jadi pahlawan!”

Pahlawan? Archimedes pahlawan fisika, Galileo pahlawan astronomi, Marie Curie pahlawan radiasi, Gandhi pahlawan hak asasi, dan aku pahlawan gusi! Terima kasih …

(Maryamah Karpov, hal. 440-441)

Ha ha ha… memang bahasa humor Andrea Hirata….lain dari yang lain…. Apalagi teori-teori penyakit gila-nya dan pelajaran moral-nya. Misalnya aja yang satu ini:
…Pelajaran moral nomor Sembilan belas dari dua kejadian di atas: cinta, bisa saja berbanding terbalik dengan waktu, tapi pasti berbanding lurus dengan gila.

(Maryamah Karpov, hal. 492)

Kwa…kwa…kwa…sungguh tidak keliru jika ada yang menjuluki Andrea Hirata sebagai seniman kata-kata. Terkadang untuk mendeskripsikan sebuah istilah ia mengungkapkan dengan bahasa metafora yang cukup sederhana. Misalnya begini:

…Karena sejak kejadian khitan dulu, aku telah berjanji pada diriku sendiri dan pada alam semesta raya, apapun yang terjadi, aku tak mau ke rumah sakit. Dalam bahasa modern, Kawan, keadaan ini disebut trauma.

(Maryamah Karpov, hal. 204)

Kawan, jika anda ingin menemukan jawaban tentang mimpi-mimpi Lintang si genius yang terpaksa putus sekolah karena terbentur masalah biaya (Laskar Pelangi)….bacalah Maryamah Karpov…

Jika anda ingin menemukan jawaban mimpi-mimpi Arai dalam meraih cinta si Perempuan Saraf Tegang, Zakiah Nurmala binti Berahim Matarum (Sang Pemimpi)… Temukanlah jawabannya di Maryamah Karpov…

Sedangkan bagaimana ending dari pencarian dan penantian Ikal akan kehadiran A Ling….(Edensor) duh..kawan…gak tega diriku mengatakannya…. Baca ajalah..Maryamah Karpov. Hiks…..hiks…hiks….

Terlepas dari apakah Tetralogi Laskar Pelangi termasuk novel fiksi atau non fiksi, dan saya gak perduli dengan polemik yang muncul ke permukaan tentang itu. Yang jelas…Tetralogi Laskar Pelangi benar-benar buku yang ‘bergizi’, begitu kata Haidar Bagir dan Hernowo dalam buku “Laskar Pelangi The Phenomenon” yang ditulis Asrori S. Karni, seorang penulis muda penuh talenta yang memenangkan penghargaan jurnalistik tertinggi Indonesia Mochtar Lubis Award 2008, kategori Layanan Publik (Public Service).

Buku bukanlah benda mati, tapi seperti makhluk hidup yang bisa membuat sedih, semangat, tertawa atau termenung… begitu kata Andrea Hirata. Buku bergizi itu adalah buku yang mampu menggerakkan pikiran.” (Laskar Pelangi The Phenomenon, hal. 53)

Tetapi saran saya kawan, jangan pernah baca Tetralogi Laskar Pelangi di tempat terbuka and sendirian. Ssst….ntar ada yang mengira anda sinting lo… ho..ho…ho….!!

9 komentar:

  1. Punya ide kenapa judul pamungkas tetraloginya "mimpi-mimpi lintang maryamah karpov"?

    BalasHapus
  2. Hmm.. Lintang adlh tokoh sentral yg tlh menghipnotis pembaca LP, dgn memberi 'clue' Mimpi2 Lintang di bk Pamungkasnya, mk daya serbu pembc ttp sedahsyat bk pertama. Mungkin efek na beda kali klo cm ditls Mariamah Karpov doang. So, slain trik pasar jg trik meng-create penasaran pembaca. Setuju kawan ? Gak... Akurlah, makin beda makin seru. He..he..he..

    BalasHapus
  3. Mmm mungkin juga, tapi kalo menurutku Mimpi-mimpi Lintang itu kan nama kapal yang dibuat Ikal..buku itu isinya tentang asal muasal kenapa mimpi-mimpi lintang di buat sampai berhasilnya ikal mencapai tujuannya bersama minmpi-mimpi lintang...bagaimana kawan?

    BalasHapus
  4. Waow...mantap btl analisa kawan ni. Tp sepertinya Andrea jg berusaha menjawab berbagai keraguan public ats kevalid-an memoar novel itu. So smua tokohpun dikumpulin disitu, termsk si Mak Cik Mariamah Karpov emaknya si Nurmi yg pinter maen biola (seperti di Cover na kan). Cuma kayak na janji Andrea yg mengatakan Mariamah Karpov menampilkan perjuangan 'wanita' kok blm 'terasa', yg ad perjuangan para laskar pelangi. Gimana kawan? (besok2 ganti nama sapa lagi ya? He..he..he..)

    BalasHapus
  5. hahaha...lagi bingung mencari identitas diri kali nih...

    BalasHapus
  6. kalo menurut saya yang buku ke empatnya ini kurang maut daripada ketiga buku sebelumnya.
    sangat fiktif, jadi sebagian besar semacam imajinasinya saja.
    tapi saya tetap sangat menyukai bukunya dar satu sampai tiga yang tentang pengalaman pribadi dan petualanganyya. .
    setuju?? ^^

    BalasHapus
  7. Setuju teman. Emang Tetralogi LP... B...E...D...A...! Makaci kunjungannya.

    BalasHapus
  8. SIAPA PAHLAWAN LASKAR PELANGI?
    sepuluh anak belitong asuhan ibu guru Halimah patut di beri penghargaan sebagai pahlawan motivasi.
    Tetapi ada yang menarik dari 10 anak tersebut, yaitu Harun pendaftar terakhir pada sekolah muhammadiyah itu.
    Harun, sepatutnyalah memperoleh penghargaan dan apresiasi yang luar biasa, kenapa ? karena tanpa Harun tidak ada itu yang namanya Laskar Pelangi. Dimana dan bagaimana nasib Harun sekarang? Harunlah yang menyelamatkan sekolah itu sehingga diijinkannya proses belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah muhammadiyah belitong yang akhirnyan menghantarkan Andrea Hirata menjadi seperti sekarang ini.
    bagaimana nasibmu Harun??????

    BalasHapus
  9. Setuju Om Yosa...
    Harun lah yang menjadi 'klik' dalam kisah ini...
    Tapi saya juga gak tau...
    Dimanakah Harun...??
    Ah, Pakcik Ansrea pun jarang menyebut dia lagi di novel-novel berikutnya...
    Trimakasih sudah mampir Om...

    BalasHapus

Komentar 'Yes' but Spam...oh...'No'...!