MOHON MAAF, PELAWISELATAN DOT BLOG SPOT DOT COM SEDANG DALAM PROSES RENOVASI. HARAP MAKLUM UNTUK KETIDAKNYAMANAN TAMIPLAN. Semoga Content Sharing Is Fun Memberikan Kontribusi Positif Bagi Pengunjungnya. Semua Artikel, Makalah yang Ada Dalam Blog Ini Hanyalah Sebagai Referensi dan Copast tanpa menyebutkan Sumber-nya Adalah Salah Satu Bentuk Pelecehan Intelektual. Terimakasih Untuk Kunjungan Sahabat

13 Mei 2010

Quantum Learning (Part Six)



Teori Kecerdasan Ganda

Sejauh mana kita mengenal diri sendiri? Apakah kita telah mampu mengidentifikasi apakah kita cenderung berpikir dengan mengandalkan otak kiri atau otak kanan? Apakah kita juga telah mengenal kecenderungan modalitas belajar kita? Visual, Auditorial, Kinestetik, atau gabungan ketiganya? Jika semua pertanyaan itu telah mampu kita jawab, mari kita lanjutkan dengan menyeimbangkan kekuatan pikiran yang menuju munculnya kecerdasan ganda.

Ketika kita telah mengetahui cara berpikir kita, maka kita akan menjadi pemikir yang lebih seimbang dengan sesekali memaksa diri untuk menggunakan cara berpikir dan menyerap informasi yang kurang sesuai bagi kita. Ned Herrman seorang ahli dalam dominasi otak mengajukan beberapa latihan untuk membantu mengembangkan kuadran-kuadran yang tidak begitu kita sukai. Maksudnya yang bertentangan dengan cara berpikir kita. Berikut adalah latihan-latihan yang dianjurkan beliau:

1. Jika Anda adalah Pemikir Dominan Otak Kanan

• Pelajarilah bagaimana sebenarnya cara kerja mesin yang sering Anda gunakan.
• Aturlah foto-foto anda ke dalam album
• Usahakanlah untuk tepat waktu sepanjang hari
• Aturlah pengeluaran pribadi
• Rangkaikanlah rakitan model berdasarkan instruksi
• Bergabunglah dengan klub investasi
• Atasi masalah yang ada dan analisis bagian-bagian utama.
• Belajarlah untuk mengoperasikan komputer pribadi
• Tulislah tinjauan kritis terhadap film favorit anda.
• Aturlah buku-buku Anda menurut urutan jenisnya.

2. Jika Anda adalah Pemikir Dominan Otak Kiri

• Usahakanlah untuk memahami perasaan binatang peliharaan Anda
• Temukan resep masakan dan siapkanlah
• Bermainlah dengan tanah liat dan temukan hakikatnya
• Buatlah lima ratus foto tanpa mengkhawatirkan biayanya.
• Ciptakan logo pribadi anda
• Kemudikan mobil “ke mana saja” tanpa merasa bersalah.
• Bermain-mainlah dengan anak-anak Anda dengan cara yang mereka inginkan (jika belum punya anak….ya main dengan anak orang lain lah.. he he he… ini apresiasi ku saja temans)
• Sisihkan waktu jeda “perasaan” sepuluh menit setiap hari.
• Pasang musik yang anda suka ketika Anda ingin mendengarkannya.
• Alami spiritualitas Anda dengan cara non-religius.
• Ambilah “belokan keliru” dan telusurilah lingkungan yang baru.


Menurut Ned Herrman jika kita ingin mengukur seberapa besar kita dapat mengendalikan dominasi otak kita, maka cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas ini selama dua atau tiga minggu, lalu lakukan tes lagi. Eiiittsss…ini saran beliau lo, bukan saran ku. He he he…! Do You wanna try…? Just do it…!

Orang-orang berbakat tampaknya dapat belajar dengan cara yang sama baik secara visual, auditorial, dan kinestetik (Aiihhh…kok tiba-tiba jadi inget om_rame ya….? Kan beliau tu yang ngaku-ngaku gabungan dari 3 komponen itu… berarti om_rame…. B**B***T…! Sengaja gak dilengkapi… Ntar ‘terbang’ doi… hi hi hi..!). Mereka lebih seimbang dalam menggunakan belahan otak kanan dan otak kiri. Kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk belajar dan berhubungan dengan orang lain dengan mengembangkan modalitas yang paling tidak kita sukai. Karena pada dasarnya tidak ada satu cara berpikir atau modalitas mana pun yang lebih baik atau lebih buruk daripada yang lainnya. Mereka hanya berbeda saja. Setiap cara dapat berhasil. Kuncinya menyadari yang mana yang paling berhasil untuk kita, dan juga mengembangkan yang lain-lainnya.

Referensi:

Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum Learning, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.

20 komentar:

  1. Semua kegiatan itu apa harus dicoba?
    tapi sayangnya selama ini lembaga persekolahan lebih menekankan berpikir dengan otak kanan dengan pelajaran matematika, kimia dan lainnya ketimbang dengan otak kiri seperti musik dan sebagainya. Alhasil, kita tercetak sebagai individu yang kurang kreativitas.

    BalasHapus
  2. G' ad istilah 'harus' Mbak. Itu hanya saran dari si Ned Herrman. Jika kita justru merasa 'terganggu' ya just leave it. he he he...!

    O,ya sekedar koreksi, jika menyerap informasi dari ilmu Matematika, Kimia dan 'konco-konco'-nya maka itu jatah otak kiri, sedangkan musik and 'the gang' itu jatah otak kanan. Kewalek iku Mbak. Just sharing...he he he...!

    Nah supaya balance...coba deh blajar sambil denger musik. Mbak mungkin g' percaya, kadang saya beresin 'PR' sambil YM-an lo... ho ho ho...!! Supaya g' jomplang aj..ha ha ha.. Yg penting tetap fokus pd 'jalur' masing-masing...! (weii...guru PR nya lbh byk dr mrd na lo...)

    Thanks Mbak sdh mampir. Salam utk Laskar Pelanginya...!

    BalasHapus
  3. aku pengen banget memperdayakan otak kanan dan dominan otak kanan, belajar beralih :)

    BalasHapus
  4. Wah, tulisannya keren2, Mbak. Bawa2 Daniel Golman lagi :)

    BalasHapus
  5. belajar menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri ah.........thank sarannya.

    BalasHapus
  6. saya pilih otak kanan saja deh, sepertinya lebih bisa saya ikuti dibanding harus belajar matematika lagi hahahaha...

    BalasHapus
  7. segaLa sesuatu apapun agar dapat kita dapat menyukai haL tersebut, sudah tentu harus beLajar (dimuLai) untuk menyukai hal-haL yang paLing tidak disukai. nah, jadi bingungkan bacanya. hehehe.
    maksud biLa kita hanya meLakukan haL-haL yang disukai saja sudah tentu itu akan mempersempit pengembangan modaLitas, oLeh karena itu biLa dimuLai dengan meLakukan apa-apa yang tidak disukai maka itu akan menciptakan suatu pengembangan pengetahuan dan penyeimbangan antara kedua beLah otak tersebut.
    --------
    disamping itu juga perLunya motivasi untuk meLakukan haL tersebut, maotivasi yang dibutuhkan adaLah keberanian daLam pengambiLan keputusan sampai pada mereaLisasikannya, bukan hanya sekedar memutuskan saja tetapi tidak mereaLisasikannya. biasanya karena takut, misaLnya.
    segaLa sesuatu yang akan diLakukan pasti akan mengandung resiko, tinggaL bagaimana caranya untuk memiLih resiko yang paLing keciL, bahkan biLa perLu diminimaLisir.
    "segaLa sesuatu pasti ada resikonya, yang Lebih beresiko adaLah orang yang tidak tau iLmunya".
    nah, dari kutipan di atas sudah jeLas bahwa meLakukan haL yang paLing tidak disukai untuk pengembangan modaLitas, sehingga di dapatLah sebuah penyeimbang antara kedua beLah otak tersebut untuk mensoLusikan suatu masaLah (resiko dari reaLisasi sebuah keputusan).
    -----------
    maaf yah Bu, tuLisan Ibu_Guru cukup bagus tetapi Lebih bagus Lagi kaLau kata-kata om_rame pLus (+) ditempeL tuh fotonya disitu, biar pada kangen sama si_om. wkwkwkwk (PD-red). hehehehe.
    ----------
    mengenai penjeLasan "B**B***T" idu adaLah kata "BERBOBOT" yang dimaksudkan, betoLkan. heheheheehe. jadi tambah gue'errrrr deh si_om.
    -------------
    sebagai penutup mohon maaf Lagi ach kaLau komennya dianggap nyaingi yang up-date artikeL ini, haL ini hanya sekedar untuk menanggapi tuLisan-tuLisan Ibu_Guru yang menjadi sumber inspirasi bagi artikeL di bLog bututnya si_om.

    BalasHapus
  8. @om-rame:

    Woww..mantrab surantab komen-na... Up date abizzz.... tengkiu om... Aih...jd g' rani ambil resiko nih... itu tu..resiko 'ngangenin'. he he he..!!

    "Mau tanya om... ad ap dgn huruf 'L'.. kok sampek segitu konsisten-na..?? ini pertanyaan serius om... Wajib d jawab..!

    BalasHapus
  9. begini bu, mengenai hurup "L" koq kenapa harus dibentuk seperti itu?.
    jawab:
    pada beberapa jenis tuLisan tertentu huruf "l atau L" sering kaLi tersamarkan oLeh huruf "i atau I", daLam persepsi om_rame itu berarti 'abu-abu atau kurang jeLas'. nah si_om enggak suka tuh sama yang namanya 'abu-abu' (bukan warna), jadi ini adaLah mencerminkan ketegasan dari penuLisnya. sehingga pada tuLisan-tuLisan yang bersifat non-formaL si_om menggunakan tuLisan jenis ini, tetapi daLam penuLisan yang sifatnya formaL sudah tentu berupaya untuk menggunakan EYD dan tata penuLisan yang baik.
    -----------
    aLasan Lain adaLah bahwa menyatakan si_om adaLah orang yang berbeda dari orang Lain "saya adaLah saya, kamu adaLah kamu". maksudnya agak ideaLis geto dueh.
    tapi dampak buruknya sebagian orang di dunia nyata menganggap kaLo si_om ini sinting atau orang aneh, hehehehe.
    nah makanya waktu itu pernah si_om sampaikan pertanyaan kepada ibu_guru, adaLah "menurut ibu_guru, si_om ini orang yang bagaimana diLihat dari bahasa tuLisannya?". hehehehe.
    kan katanya ada tiga bahasa yang mencerminkan pribadi penuLisanya, yaitu bahasa Lisan, bahasa tuLisan, dan bahasa tubuh. betoL, betoL, betoL.

    BalasHapus
  10. Okelah kalo begeto Om... Bu guru understood lah. Tapi Bu guru kadang demen jg dgn yg 'abu-abu;. Buat Bu guru jd doyan mikir... So mencerdaskan gt loh. wkkk.... (colly narcis mode is on now..!)

    Anyway...menurut bu Guru bukan 3, tapi 4 bahasa Om. Yg 3 sdh om sebutkan, yg atu lg itu tu...Bahasa Kalbu.. HUe he he he...!!

    BalasHapus
  11. kaLau kaLbu juga bisa berbahasa, kita tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.
    sekarang gantian dong si_om yang bertanya, hehehehe.
    -----
    mohon maaf nih, kaLau diperhatikan jumLah foLLower ibu tidak begitu banyak, tetapi koq bisa mendapatkan page_ranking (PR) 3. caranya bagaimana tuh?.
    pertanyaan yang daLam tempo sesingkat-singkatnya tetapi mohon di jawab dengan segambLang-gambLangnya, jangan pakai 'abu-abu' (bLack or white). hehehehe
    kata pak_patah: jangan peLit dengan rahasia (iLmu) kaLau tuh iLmu disimpan aja Lama-keLamaan bisa Lumutan. hahahahaha, enggak nyambung.

    BalasHapus
  12. ha ha ha... ternyata si om penasaran.

    Ap iya follower ngaruh d PR ? Yg bu guru tau, PR itu anugrah dari google. Semakin byk link Qta terserak d site2 lain, ya makin byk yg berkunjung dr berbagai penjuru kan. Dan g' smua pengunjung sempet klik kotak follow, bs jd mrk mampir krn ad yg d butuhkan d artikel2 Qta. Sejauh mana link Qta terserak, bs d cek d Life Traffic Feed. Gitu lo pemahaman bu guru. Dgn kt lain PR tergantung pada byk na pengunjung. Tp jgn d percaya kali om, kadang pemahaman bu guru rada-rada jg. Coba deh konsultasi k biang na. Bu guru jauuuhhhhh dari biang nge-blog. he he he..

    Ssssttt...sebenernya bu guru g' gitu2 amat dgn PR. Ad yg mampir aj dah syukur, ap lg baca artikel truz send komen. Waahhh...wes sueenneenngg lah itu...! Kdg ad yg g' puas trus add d FB and make further discuss by inbox... or chat room.... Just simple...right..??

    BalasHapus
  13. okeLah kaLo beg beg beg begono.
    sebenarnya si_om juga enggak terLaLu tertarik dengan yang namanya PR, karena memang konsep bLog si_om hanya sebatas jejaring sosiaL. tetapi tertarik untuk mengungkap apa itu PR yang sebenarnya dan kenapa para bLogger begitu berbondong-bondong untuk mengejarnya, serta bagaimana sfesifikasi bLog yang berhak untuk mendapatkan itu.
    terima kasih atas jawabannya. diskusi ini kita Lanjutkan pada media Lain (FB)

    BalasHapus
  14. Wah,pelajaran penting sekali nih sis.Thanks ya sharingnya.

    BalasHapus
  15. Bu Guru..kalo ngetes dominasi otak kanan dan otak kiri pake software, itu dapat dkatakan valid ga bu?
    Soalnya saya pernah ngetes pake software yang isinya seperti kuis-kuis yang aneh gitu...
    Alhasil...otak saya kanan kiri hasilnya imbang 50%-50%... itu gimana bu?

    BalasHapus
  16. Hmm...valid-kah...? Bu guru cuma bisa bilang... maybe yes... maybe no.. ho ho ho... payah ya jawaban bu guru. Ne jawaban g' valid banget. wkkk..
    Ya namanya jg media... menurut bu guru 'relatif' sih. Nah kan ujung-ujungnya maybe yes...maybe no jg. he he he...

    Kalo hasilnya fifty-fifty bagus dong...! Balance...!

    Thanks ya sdh berkunjung 'n add FB Ibu. Semoga silaturahmi dunia maya kita dpt membuat kita saling mengisi utk perbaikan diri.

    BalasHapus
  17. wah aku kok bingung ya bu guru aku ni termasuk yang pakai otak kanan pa kiri?hehe

    BalasHapus
  18. Ass..nama saya hendra setiawan tinggal di batam..demi allah cerita ini benar adanya.saya mohon kepada admin tolong sampaikan cerita ini kepada para dermawan2 dimanapun brada..awal kejadian bln 6 ..saat itu istri saya menjaminkan teman untuk pengambilan uang dan barang setelah semua didapatteman istri saya itu kabur dan tinggal kami yg mendrita disuruh membayar hutang2nya total uang yg dijaminkan istri saya Rp 80 juta kepada dermawan yg budiman tolonglah kami ini no reg bca saya an hendra setiawan no reg 3264146513 semoga para dermawan sekalian sudi kiranya membantu kami yg lagi kesusahan trima kasih wasalam

    BalasHapus
  19. Ass..nama saya hendra setiawan tinggal di batam..demi allah cerita ini benar adanya.saya mohon kepada admin tolong sampaikan cerita ini kepada para dermawan2 dimanapun brada..awal kejadian bln 6 ..saat itu istri saya menjaminkan teman untuk pengambilan uang dan barang setelah semua didapatteman istri saya itu kabur dan tinggal kami yg mendrita disuruh membayar hutang2nya total uang yg dijaminkan istri saya Rp 80 juta kepada dermawan yg budiman tolonglah kami ini no reg bca saya an hendra setiawan no reg 3264146513 semoga para dermawan sekalian sudi kiranya membantu kami yg lagi kesusahan trima kasih wasalam

    BalasHapus

Komentar 'Yes' but Spam...oh...'No'...!