MOHON MAAF, PELAWISELATAN DOT BLOG SPOT DOT COM SEDANG DALAM PROSES RENOVASI. HARAP MAKLUM UNTUK KETIDAKNYAMANAN TAMIPLAN. Semoga Content Sharing Is Fun Memberikan Kontribusi Positif Bagi Pengunjungnya. Semua Artikel, Makalah yang Ada Dalam Blog Ini Hanyalah Sebagai Referensi dan Copast tanpa menyebutkan Sumber-nya Adalah Salah Satu Bentuk Pelecehan Intelektual. Terimakasih Untuk Kunjungan Sahabat

24 Mei 2010

Award dari yang Mengaku 'Ngangenin'



‘Gak Ganteng tapi Ngangenin’, demikianlah jargon sobat blogger ku yang satu ini. Dengan nick name ‘om_rame’ telah membuktikan pada dunia blogger memang sungguh rame lah dirinya. Ke-rame-annya juga lah yang selalu ngangenin. Cucok banget antara jargon dengan nick name (kecuali ‘Gak Ganteng-nya itu… karena dari potonya… hmm… handsome bo’. Semoga masih cecah ke bumi tu kaki jika si om baca ini. Hue he he he…!).

Selain ngangenin beliau juga baik hati (ehemm….). buktinya minggu lalu berbagi kebahagian dengan bagi-bagi Award untuk sahabat blogger-nya. Sharing is Fun pun kebagian pada nomor urut 17. (Bu Guru Sriayu). Wow…tau aja si om, jika diriku sweetseventeen (Whaattt….?? Oh no..lebay makin kronis). Katanya sih Award ini diberikan sebagai apresiasi karena posting coment pada artikel-artikelnya. Jadi malu, karena sebenarnya lebih sering si om yang send coment di blog diriku. Apa lagi dengan ulasannya yang wuiihh…mirip kupas tuntas deh. He he he…! Pokoke coment si om_rame… Te…O…Pe…Be…Ge…Te…lah…! Mantrab wal gud-gud…! Big syukron om..!

Kepada semua sahabat blogger mohon maaf jika Sriayu jarang berziarah ke rumah maya sahabat-sahabat. Harap maklum, PR bu guru terkadang lebih banyak dari PR muridnya. Ketika senggang menyapa, justru jaringan yang tidak bersahabat. Yeaahh…beginilah tinggal di kampung friends, teknologi cenderung tidak berhati nurani. Demikian kata sahabat blogger-ku Aan. Hikss…!

Semoga Award ini akan semakin menambah semangat diriku untuk keep posting. Semoga juga postingan yang gentayangan di Sharing is Fun dapat memberikan kontribusi positif bagi siapa saja yang mampir dan menyempatkan diri baca-baca di sini. Sebagaimana motto pemiliknya: "Fastabiqul Khairat". Bagi yang sudah send comment, there’s only one that I wanna say…. Thanks friends….! Jazakillahi Khairan Katsira.
Selengkapnya...

18 Mei 2010

Sang Dermawan dari Dunia Maya



Writing is magic. Ya menulis itu memiliki daya tarik yang luar biasa. Sejarah telah membuktikan betapa banyak hasil tulisan seseorang yang mampu merubah pemikiran dan paradigma orang lain. Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, La Tahzan-nya Dr. ‘Aidh al Qarni, Ayat-ayat Cinta-nya Habiburrahman, Quantum Learning dan Quantum Teaching-nya Bobbi DePorter, dan masih banyak tulisan-tulisan hasil karya penulis besar lainnya yang telah mampu mengobrak-abrik motivasi hidup berjuta manusia dan memberi spirit kepada sesama. Setiap tulisan tentu memiliki power sendiri-sendiri. Maka ketika saya mengetahui Anazkia aja dengan sponsornya denai hati mengadakan Kontes Blog Berbagi Kisah Sejati, saya pun ingin ikutan. Saya sangat tertarik dengan jargonnya Berbagi Kisah Sejati. Kebetulan saya juga memiliki kisah sejati yang tidak terlupakan seumur hidup saya. Seseorang yang begitu dermawan membaca tulisan saya di dunia maya dan hanya mengenal saya melalui dunia yang serba maya itu begitu percaya menitipkan amanah kepada saya. Sungguh ini adalah training ESQ secara live…!

Berawal dari aktifitas sehari-hari yang selalu berinteraksi dengan ratusan siswa dari berbagai ‘warna kehidupan’ yang berbeda, maka pada tanggal 10 November 2009 saya mem-posting sebuah artikel di blog saya Sharing is Fun yang berjudul Gadis Kecil itu Bernama Halimatussakdiyah. Tulisan ini menceritakan tentang kerasnya kehidupan yang dialami seorang anak yang berasal dari keluarga yang memprihatinkan baik secara ekonomi maupun pendidikan. Apalagi ibu Halimah bisu. Ketika mem-posting tulisan ini tidak ada niat untuk mengekspos kepapaan seseorang ataupun mengundang rasa iba berbagai pihak. Yang ada hanya niat ingin berbagi kisah kehidupan untuk diambil pembelajarannya sehingga kita dapat menjadi manusia yang mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan oleh sang Maha Hidup kepada kita.

Mulanya artikel itu mendapat sambutan komentar pengunjung blog saya biasa-biasa saja, dan tidak begitu ramai. Sampai tepat pada tanggal 23 November, ketika saya sedang membersihkan inbox email, tiba-tiba muncul sebuah email dengan subject Salam Kenal dari seseorang yang tidak begitu saya kenal. Begini isi emailnya:

Apa kabar Bu! Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya juga sudah berkunjung ke blog Anda dan telah membaca kisah Halimatussa'diyah yang sangat menyentuh tersebut. Saya ingin membantunya. Bagaimana caranya?

Gubraakkk…! Mata saya terbelalak. Seolah-olah saya tidak percaya dengan apa yang saya baca. Langsung saya beranjak ke TKP, ya tentunya ke blog sendiri… Sharing is Fun. Tepat pada artikel Gadis Kecil itu Bernama Halimatussakdiyah saya lihat ada tambahan komentar. Begini komentarnya teman:

Anonim mengatakan...

Tulisan yang sangat menyentuh, Bu!
Kalau saya ingin membantu halimatusssa'diyah bagaimana caranya?
Senin, November 23, 2009 11:12:00 AM

OMG…tanpa sadar keharuan yang dahsyat menerpa sanubari. Langsung saya reply email tersebut:

Subhanallah... Salam kenal kembali.

Jika Bapak percaya dengan saya, Bapak bisa membantunya dalam bentuk uang dan barang keperluan sekolah. Jika ingin membantu dalam bentuk uang, saya akan kirim no. rek saya tapi confirm dulu. Jika bapak ingin membantu dalam bentuk barang keperluan sekolah nanti saya tanyak dia dulu, keperluan sekolah seperti apa yang dia butuhkan. Supaya bantuan tersebut menjadi efisien dan efektif....

Pak, sungguh ketika saya mengetik email ini, saya tidak mampu menahan keharuan. Allah Maha Adil. Waduh jadi berair ni mata. Nanti saya kirim poto2 rumahnya dan keadaan keluarganya.

Saat itu saya nge-net di warnet. Mata benar-benar basah ketika saya mengetik email tersebut. Saya coba-coba ingat beberapa blog yang saya kunjungi akhir-akhir ini. Sampai saya menemukan kembali blog sang dermawan itu. (Maaf, saya tidak dapat menyebutkan nama beliau, karena ini permintaan beliau untuk dirahasiakan. Beliau tidak ingin publikasi). Beberapa menit setelah email itu saya posting, ya Allah pada menit itu juga saya menerima balasannya:

Terima kasih atas jawaban kilatnya. Saya senang sekali. : Anda tinggal dimana?
Saya ingin membantu Halimatusssa'diyah dalam bentuk :

1. memberinya kursus-kursus yang bermanfaat bagi masa depannya. Bisa kursus komputer, kursus memasak, menjahit, atau apa saja. Sila tanyakan padanya pengetahuan dan ketrampilan apa yang ia ingin kuasai dan cari tahu dimana bisa memperolehnya dan berapa biayanya.

2. buku-buku bacaan. Saya ingin ia membaca buku-buku bermanfaat. Anda bisa membantunya mencari buku-buku yang ia sukai. Kalau ada alamatnya saya mungkin juga akan emngirimkan buku-buku yang bermanfaat baginya.

3. peralatan sekolah yang ia butuhkan dan juga kebutuhan pribadi. Saya ingin ia tampil percaya diri di hadapan teman-temannya.

Saya juga ingin ia bisa berkomunikasi dengan saya baik melalui SMS atau email. Untuk itu ia perlu belajar menggunakan internet. Tolong ajari ia menggunakan komputer dan internet. nanti biaya dari saya.
Tolong kirimkan alamat Anda, no HP, dan no rekening di mana saya bisa mengirim dana. Sykur-syukur kalau ada no rek BCA.

Hu hu hu…. Lengkaplah sudah keharuan ini, kejadian deh tragedy termehek-mehek di warnet. Masih setengah terbengong-bengong, karena masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada saya balas email tersebut pada saat yang sama. Saya kirimkan alamat plus nomor HP. Tetapi nomor rekening belum. Selain masih ragu (maafkan saya Pak, jika Bapak membaca kisah ini. Maafkan jika awalnya sempat meragukan niat tulus Bapak), juga karena tidak hafal nomor rekening sendiri. Setelah email dikirim, saya log out dan siap-siap pulang. Karena harus berkemas untuk tugas sore hari. Ya back to school lah. Namun dalam perjalanan pulang, sambil bersepeda pikiran saya masih ke email dari sang dermawan itu. Apa iya..? Apa beliau gak salah kirim…? Menerima amanah di alam nyata itu sih saya sudah biasa, tetapi ini amanah itu datangnya dari dunia maya ? Ah…entahlah…semua pertanyaan muncul begitu saja tanpa bisa dicegah…!

Begitu saya tiba di rumah, HP saya berbunyi. Sebuah SMS masuk. Langsung saya buka… wow….dari sang dermawan. Isinya beliau minta saya segera mengirimkan nomor rekening. Subhanallah…semuanya begitu cepat terjadi. Sehingga saya tidak dapat lagi berpikir secara sistematis. Yang ada di kepala hanya pertanyaan…. Duh…bagaimana ini…?? SMS saya balas dengan pesan bahwa saya ingin sang dermawan berbicara langsung dengan Halimah terlebih dahulu. Nomor rekening tetap masih saya pending.

Keesokan harinya niat itu terlaksana. Setelah Halimah berbicara langsung dengan sang dermawan barulah saya mengirimkan nomor rekening. Kira-kira beberapa jam kemudian, saya terima lagi SMS yang isinya bahwa uang sudah ditransfer sejumlah Rp 500.000,- untuk keperluan sekolah Halimah (sampai saat kisah ini saya posting, beliau sudah memberikan bantuan sejumlah 1 juta). Subhanallah…saya menghela nafas panjang dan tiada henti-hentinya memanjatkan doa syukur. Namun tetap saja di hati masih muncul seribu satu pertanyaan… Mengapa sang dermawan ini begitu percayanya pada saya ? Diera digital, dunia maya yang penuh dengan trik penipuan, krisis kepercayaan dimana-mana, tetapi saya justru mendapat kepercayaan begini mudahnya ? Sambil mikir begitu ya aktifitas termehek-mehek masih berlanjut. Lebay memang. Tetapi saya menyadari semua ini adalah rezeki buat Halimah dan ujian buat saya. Sugguh rezeki itu tidak pernah salah kamar dan selalu datang dari pintu yang tidak terduga-duga.

Sebagai menepati janji dan menambah kepercayaan sang dermawan maka beberapa hari kemudian saya kirimkan poto-poto keadaan rumah Halimah. Itulah poto-poto yang terserak pada postingan ini.

Komunikasi saya dengan sang dermawan pun berlanjut lewat email. Harapan-harapan beliau pun saya penuhi, seperti mengajak Halimah jalan-jalan ke toko buku Gramedia dan membelikan dia buku-buku yang ia sukai. Melengkapi keperluan sekolahnya dan lain-lain. Yang belum saya penuhi adalah mendaftarkan Halimah ke salah satu kursus, karena Halimah belum memberikan jawaban yang pasti kursus apa yang dia inginkan, dan menyediakan fasilitas email untuk berkomunikasi dengan sang dermawan.

Hingga detik ini, ketika saya mengetik tulisan ini, saya belum pernah bertemu dengan sang dermawan tersebut. Yang saya tahu beliau tinggal di Balik Papan, Kalimantan. Tetapi komunikasi masih berlanjut lewat email. Saya jadi teringat dengan sebaris kata-kata yang terdapat pada novel Tetralogi Laskar Pelangi, yang berjudul Edensor:

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis,
namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistic yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan
bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan.
Ini fakta penciptaan yang tak tebantahkan.

- Diinterpretasikan dari pemikiran agung Harun Yahya -

Begitu juga dengan Halimah. Jika dahulu ia bersekolah dengan hati gundah karena memikirkan biayanya, sekarang Halimah sudah dapat bersekolah dengan gembira. Apa yang dialami Halimah merupakan desaign kehidupan yang tidak seorangpun dapat menduganya. Allah SWT adalah Maha Adil. Ada orang yang membuang anak, tetapi ada juga yang memungut anak, ada orang yang tidak perduli dengan pendidikan anaknya sendiri, tetapi justru ada juga yang perduli bukan hanya dengan pendidikan anaknya sendiri, melainkan juga dengan pendidikan anak orang lain. Begitu banyak orang jahat di dunia ini, tetapi tidak sedikit pula orang baik di dunia ini. Life is balance. Semoga orang-orang baik seperti sang dermawan ini selalu mendapat lindungan dan keberkahan hidup dari Allah SWT, dan semoga juga Allah SWT selalu menjaga hatiku untuk tetap istiqomah dalam menjaga amanah. Amin…!!
Selengkapnya...

13 Mei 2010

Quantum Learning (Part Six)



Teori Kecerdasan Ganda

Sejauh mana kita mengenal diri sendiri? Apakah kita telah mampu mengidentifikasi apakah kita cenderung berpikir dengan mengandalkan otak kiri atau otak kanan? Apakah kita juga telah mengenal kecenderungan modalitas belajar kita? Visual, Auditorial, Kinestetik, atau gabungan ketiganya? Jika semua pertanyaan itu telah mampu kita jawab, mari kita lanjutkan dengan menyeimbangkan kekuatan pikiran yang menuju munculnya kecerdasan ganda.

Ketika kita telah mengetahui cara berpikir kita, maka kita akan menjadi pemikir yang lebih seimbang dengan sesekali memaksa diri untuk menggunakan cara berpikir dan menyerap informasi yang kurang sesuai bagi kita. Ned Herrman seorang ahli dalam dominasi otak mengajukan beberapa latihan untuk membantu mengembangkan kuadran-kuadran yang tidak begitu kita sukai. Maksudnya yang bertentangan dengan cara berpikir kita. Berikut adalah latihan-latihan yang dianjurkan beliau:

1. Jika Anda adalah Pemikir Dominan Otak Kanan

• Pelajarilah bagaimana sebenarnya cara kerja mesin yang sering Anda gunakan.
• Aturlah foto-foto anda ke dalam album
• Usahakanlah untuk tepat waktu sepanjang hari
• Aturlah pengeluaran pribadi
• Rangkaikanlah rakitan model berdasarkan instruksi
• Bergabunglah dengan klub investasi
• Atasi masalah yang ada dan analisis bagian-bagian utama.
• Belajarlah untuk mengoperasikan komputer pribadi
• Tulislah tinjauan kritis terhadap film favorit anda.
• Aturlah buku-buku Anda menurut urutan jenisnya.

2. Jika Anda adalah Pemikir Dominan Otak Kiri

• Usahakanlah untuk memahami perasaan binatang peliharaan Anda
• Temukan resep masakan dan siapkanlah
• Bermainlah dengan tanah liat dan temukan hakikatnya
• Buatlah lima ratus foto tanpa mengkhawatirkan biayanya.
• Ciptakan logo pribadi anda
• Kemudikan mobil “ke mana saja” tanpa merasa bersalah.
• Bermain-mainlah dengan anak-anak Anda dengan cara yang mereka inginkan (jika belum punya anak….ya main dengan anak orang lain lah.. he he he… ini apresiasi ku saja temans)
• Sisihkan waktu jeda “perasaan” sepuluh menit setiap hari.
• Pasang musik yang anda suka ketika Anda ingin mendengarkannya.
• Alami spiritualitas Anda dengan cara non-religius.
• Ambilah “belokan keliru” dan telusurilah lingkungan yang baru.


Menurut Ned Herrman jika kita ingin mengukur seberapa besar kita dapat mengendalikan dominasi otak kita, maka cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas ini selama dua atau tiga minggu, lalu lakukan tes lagi. Eiiittsss…ini saran beliau lo, bukan saran ku. He he he…! Do You wanna try…? Just do it…!

Orang-orang berbakat tampaknya dapat belajar dengan cara yang sama baik secara visual, auditorial, dan kinestetik (Aiihhh…kok tiba-tiba jadi inget om_rame ya….? Kan beliau tu yang ngaku-ngaku gabungan dari 3 komponen itu… berarti om_rame…. B**B***T…! Sengaja gak dilengkapi… Ntar ‘terbang’ doi… hi hi hi..!). Mereka lebih seimbang dalam menggunakan belahan otak kanan dan otak kiri. Kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk belajar dan berhubungan dengan orang lain dengan mengembangkan modalitas yang paling tidak kita sukai. Karena pada dasarnya tidak ada satu cara berpikir atau modalitas mana pun yang lebih baik atau lebih buruk daripada yang lainnya. Mereka hanya berbeda saja. Setiap cara dapat berhasil. Kuncinya menyadari yang mana yang paling berhasil untuk kita, dan juga mengembangkan yang lain-lainnya.

Referensi:

Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum Learning, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.
Selengkapnya...

8 Mei 2010

Quantum Learning (Part Five)


Mengenal VAK

Setiap aktifitas yang kita lakukan biasanya membutuhkan modal. Minimal modal kemauan. Begitu juga dengan belajar. Hal inilah yang disebut Modalitas Belajar (Learning Modalities). Modalitas Belajar (Learning Modalities) adalah cara-cara terbaik yang ditempuh oleh seseorang ketika dia sedang belajar. Atau secara sederhana adalah gaya belajar seseorang. Untuk menyerap sebuah informasi setiap orang memiliki style (gaya/cara) masing-masing. Ini sifatnya unik dan tidak dapat dipaksakan kepada seseorang untuk menggunakan gaya tertentu.

Secara umum ada 3 Modalitas belajar seseorang, yaitu Visual (Belajar dengan cara melihat), Auditorial (Belajar dengan cara mendengar) dan Kinestetik (Belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh).

A. Ciri-ciri orang-orang Visual:

1. Rapi dan teratur
2. Berbiara dengan cepat
3. Perencanaan dan pengaturan jangka panjang yang baik
4. Teliti terhadap detail
5. Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi
6. Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
7. Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar
8. Mengingat dengan asosiasi visual
9. Biasanya tidak terganggu oleh keributan
10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering kali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
11. Pembaca cepat dan tekun
12. Lebih suka membaca daripada dibacakan
13. Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek
14. Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat
15. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
16. Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak
17. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
18. Lebih suka seni daripada music
19. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata
20. Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan

B. Ciri-ciri Orang Auditorial

1. Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
2. Mudah terganggu oleh keributan
3. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
4. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
5. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
6. Merasakan kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
7. Berbicara dalam irama yang terpola
8. Biasanya pembicara yang fasih
9. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
10. Suka bebicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar
11. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain.
12. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
13. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

C. Ciri-ciri Orang Kinestetik

1. Berbicara dengan perlahan
2. Menanggapi perhatian fisik
3. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
4. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
5. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak gerak
6. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
7. Belajar memulai memanipulasi dan praktik
8. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
9. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
10. Banyak menggunakan isyarat tubuh
11. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
12. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu
13. Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
14. Menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot-mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
15. Kemungkinan tulisannya jelek
16. Ingin melakukan segala sesuatu
17. Menyukai permainan yang menyibukkan

Nah sekarang mulailah mengidentifikasi yang manakah modalitas belajar anda ? Bagi seorang pendidik mengidentifikasi ketiga cirri-ciri ini pada diri peserta didik akan menemukan keasyikan tersendiri. Karena setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing.

Referensi:

Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum Learning, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.
Selengkapnya...

6 Mei 2010

Tiga Award Dari Maulana Firmansyah




Memang asyik ya jika teman yang ulang tahun, tetapi kita yang kebagian kado Award…he he he. Ya sahabat blogger ku yang bernama Maulana Firmansyah alias Aan yang meng-create weblog Coretanku dan A Question 2 Mei 2010 kemarin ulang tahun. Begitu juga dengan blog-nya genap satu tahun berkibar. Di hari bahagianya, beliau juga berbagi kebahagiaan dengan menganugerahkan tiga award kepada Sharing is Fun, my lovely blog (sengaja menggunakan kata ‘menganugerahkan’, supaya dramatis aja… wkkk…!)


Tiga award tersebut adalah:

"Blog Walking Award"
"The Best Coment Award "
“The Best Follower Award”

Terimakasih sobat, bagiku Award-award ini sebagai symbol support darimu untuk terus eksis di dunia maya. Saling berbagi segala sesuatu yang bermanfaat untuk perbaikan diri siapa saja yang mengunjungi rumah maya kita umumnya, dan rumah mayaku khususnya (halaaahhh jadi lebay deh bahasanya..)

Khusus buat Maulana Firmansyah alias Aan, usia adalah anugerah. Ada 4 metode dalam menghitung usia. Metode penjumlahan (cara anak TK), metode pengurangan (metode yang sedikit lebih dewasa), metode perkalian (metode yang cerdas), dan metode pembagian (metode yang bijaksana). Silahkan pilih mau menggunakan metode yang mana.

Oya, sebagai sahabat yang cukup pengertian (harap maklum, narcis lagi kumat…hue he he he), semoga segera menemukan jawaban yang bijak jika your mom mengajukan pertanyaan sepihak…. “kapan n***h..?” Ha ha ha ha..!

Okelah kalo begeto… akhirul kalam… Big syukron friend for everything…and God Bless You….!!
Selengkapnya...