MOHON MAAF, PELAWISELATAN DOT BLOG SPOT DOT COM SEDANG DALAM PROSES RENOVASI. HARAP MAKLUM UNTUK KETIDAKNYAMANAN TAMIPLAN. Semoga Content Sharing Is Fun Memberikan Kontribusi Positif Bagi Pengunjungnya. Semua Artikel, Makalah yang Ada Dalam Blog Ini Hanyalah Sebagai Referensi dan Copast tanpa menyebutkan Sumber-nya Adalah Salah Satu Bentuk Pelecehan Intelektual. Terimakasih Untuk Kunjungan Sahabat

10 September 2009

Sehari Ramadhan-an di Dusun Gotong Royong



Menyampaikan dakwah kepada anak-anak yang berusia 9 – 12 tahun (siswa SD) memang gampang-gampang susah. Sebagaimana yang kita ketahui, usia-usia segini bawaaannya gak bisa duduk diam. Ya seperti lagu Kumpul Bocah-nya mbak Vina Panduwinata…… Pinggulnya selalu goyang… menari jaipongan…. Ha ha ha…. Manalah bisa mereka duduk diam mendengarkan ceramah/dakwah dengan duduk tenang. Jikapun bisa gak lebih dari 10 menit. Nah pada hari Senin 7 September kemarin bertepatan dengan 17 Ramadhan 1430 H saya membantu seorang teman yang punya gawe kegiatan Studio Ramadhan di dusun Gotong Royong, sebuah dusun yang berada di wilayah Desa Tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat. Pada momen ini kami mencoba menyampaikan dakwah kepada anak-anak seusia Laskar Pelangi itu dengan menggunakan media IT. Wah seru banget temans respond anak-anak itu. Nih saya share selama perjalanan plus kegiatan di sana.

Sebenarnya partisipasi saya dalam kegiatan ini serba mendadak dan diluar rencana sebelumnya. Senin pagi itu, seorang teman bernama Muhammad Syaiful Amri, S.Pd.I call saya. Ingin pinjam CD yang bagus buat ditonton anak-anak dalam kegiatan Studio Ramadhan yang diprakarsainya. (jika temans masih ingat dengan artikel saya beberapa bulan yang lalu yang berjudul KUTEMUKAN TITISAN LINTANG DI SANA, tentu ingat dengan nama itu. Ya, dialah salah satu guru MTs Al Hidayah Sei Tualang, yang walaupun rumahnya di ujung dusun, yaitu Dusun Gotong Royong, tetapi memiliki nyali luar biasa untuk belajar dan membina Dusunnya. Sekarang ia sedang menyelesaikan program Pasca Sarjana-nya di IAIN Medan dan namanya termasuk dalam salah satu calon penerima beasiswa di kampusnya. Pokoke Te…..O…..Pe…. Be… Ge ….Te…. lah…!!).

Sayang sekali CD-CD saya karya Harun Yahya yang sangat bagus buat anak-anak, apalagi dalam membina aqidah mereka semua saya copy ke laptop, karena CD nya pun saya pinjem dari keponakan. Hanya satu CD tersisa yaitu Keajaiban Otak masih karya Harun Yahya juga. Tidak ingin mengecewakan seorang teman yang begitu gigih memperhatikan maslahat umat, apalagi itu untuk generasi seusia laskar pelangi, maka saya kasi ide aja untuk putar CD nya menggunakan in focus. Ketiadaan slide layar tidak masalah, yang penting ada dinding yang bagus pengganti layar. Tapi sebagai konsekuensi ide tersebut saya ya harus ikut ke lokasi kegiatan untuk mengoperasikan semua perangkat itu. Syaiful hampir tidak menduga jika saya mau ke kampungnya. Saking senangnya dia rela antar jemput saya. (he he he..belum tau dia kalo saya emang paling doyan mengunjungi kampung-kampung orang untuk urusan beginian…. Lagian saya hari ini emang pengen refreshing, setelah beberapa hari ‘kerja bakti’ di depan computer terus. Tapex dech…!)

Alhamdulillah, Allah selalu kasi kemudahan pada orang-orang yang mempunyai niat baik. In focus kami dapatkan pagi itu juga. Setelah beres semua perangkat, kami berangkat. Dari kota Pangkalan Brandan sampai Simpang Bukit Mas Besitang jalan masih nyaman-nyaman saja. Begitu mulai menuju desa Sei Tualang…hmmm….mulai seru deh. Dan klimaksnya ketika Desa Sei Tualang dilewati menuju ke Dusun Gotong Royong, lokasi kegiatan… Woowww…. Subhanallaah…. Jalan yang harus ditempuh naik turun bukit dengan kondisi jalan tidak beraspal, hanya tanah kuning yang dilapisi kerikil. Berkenderaan sepeda motor dengan merek Suzuki sambil membawa laptop plus infocus hmm… perlu kehati-hatian ekstra jika tidak ingin barang-barang jatuh (atau orangnya sendiri yang jatuh…hiiiii). Belum lagi tanjakan plus tekongan-tekongan dengan jurang di sampingnya. Tapi saya tidak merasa khawatir, karena saya bersama orang yang sudah cukup terlatih bertahun-tahun melalui jalan-jalan ini. Saya cuma mikir, jika malam hari jalan di sini seperti apa ya ? (karena si Syaiful ini sering malam-malam berangkat ke Medan memburu masuk kuliah pagi hari di IAIN Medan). Waktu saya tanya hal ini dengan nyantai dia bilang…. “Ya Ibu, namanya juga kampung sendiri. Kalopun ada setannya, sudah jadi kawan saya mereka itu Bu.” Busyeet dah… Tapi ia juga sih…. Segala sesuatu itu “Alah bisa karena biasa…”

Setelah lebih kurang 1 jam perjalanan (saya perkirakan jarak yang kami tempuh sekitar 60 km….. lebih mungkin…..) kamipun sampai di lokasi kegiatan, yaitu Mesjid dusun Gotong Royong (ups maaf teman…saya lupa nama mesjidnya). Ternyata di sana kami telah ditunggu kira-kira 40-an orang anak. Begitu mereka melihat kami tiba, langsung bersorak….. “Hore…..jadi nonton pake laptop…!!” (Ternyata Syaiful dah kasi bocoran ke mereka sebelum jemput saya. Lagian program 4 mata ala Tukul telah membuat seluruh lapisan masyarakat kita segala umur begitu familiar dengan kata ‘laptop’, walaupun cuma lihat di TV. He he he….). Dan bocah-bocah itu berebutan menyalami saya…. Wuih….bener-bener pemandangan yang menakjubkan…!! Benar-benar sikap khas bocah-bocah di kampung….. polos…jujur….spontan….dan…energik..tapi….tetap santun….!!
Setelah semua perangkat terpasang dengan baik, mereka mulai menonton. Pertama yang saya sajikan adalah kisah Semut yang memiliki kehidupan sosial sungguh menakjubkan, dilanjutkan dengan kisah Lumba-lumba yang menjadi inspirasi manusia dalam menciptakan teknologi. Ketika mereka asyik menonton saya justru asyik melihat ekspresi mereka yang lucu-lucu. Lihat aja poto-poto ini… he he he….



Ketika mendekati waktu zuhur kegiatan break, siap-siap shalat zuhur berjamaah. Ada lagi pemandangan yang lucu temans. Yaitu ketika mengambil air wudhu. Diantara jamaah ada yang masih berusia 3 - 5 tahun, so bisa dibayangin repotnya kakak-kakak panitia membantu bocah-bocah ini mengambil air wudhu.
Sebenarnya kegiatan ini telah berjalan selama 3 hari, dimulai Jum’at 4 September 2009. Kegiatan mereka cukup padat. Selama 3 hari anak-anak tersebut belajar menghafal bacaan shalat lengkap dengan artinya, menghafal surat-surat pendek, berlatih mimpim do’a setelah selesai shalat berjamaah, dan berlatih ceramah layaknya Da’i cilik (selama kegiatan mereka tidak pulang, menginap di mesjid). Terkadang mereka diajak belajar secara outdoor untuk lebih mendekatkan dengan lingkungan dan mengagumi ciptaan Allah SWT. Wilayah dusun Gotong Royong yang berbukit-bukit sangat mendukung kegiatan ini. Mereka diajak hiking bareng, kalau sudah capek maka mereka meneriakkan kalimat takbir….. Allahu Akbar….!!! Sungguh….beda dampak takbir yang mereka kumandangkan di telinga… ada yang bergetar di sudut hati. Terus terang saya salut dengan metode-metode yang digunakan Syaiful.
Iseng sempat saya bertanya, “Apa gak ada yang ngambek minta pulang?” (karena ada yang masih kecil banget). Eh ternyata di hari pertama ada juga yang nangis, kangen sama mamak katanya. Tapi setelah dibujuk kakak-kakak panitia gak jadi tuh. Malahan ada diantara mamak-mamak mereka yang datang berkunjung justru nangis melihat anaknya mengikuti kegiatan. Gak tau juga apakah itu tangisan terharu atau kangen sama anaknya. He he he…..

Selesai shalat zuhur, sebagai akhir kegiatan kami menyajikan film Laskar Pelangi. Film yang mereka tunggu-tunggu. Ya, karena ini hari terakhir mereka dibiarkan relax, tapi tetap memberikan nilai-nilai pembelajaran yang islami. Rencananya ba’da ashar mereka dilepas pulang ke rumah orang tuanya masing-masing.

Sehari ngikutin kegiatan Ramadhan-an bersama anak-anak di dusun gotong royong ini sungguh seru. Walaupun mereka anak-anak kampung tapi sangat familiar diajak ngobrol. Mereka juga sangat interest dengan perangkat IT. Beruntung lah dusun gotong royong, memiliki pemuda berdedikasi mulia seperti Syaiful ini. Sangat sulit mencari pemuda berpendidikan Pasca Sarjana yang masih mau memperhatikan generasi muda di kampungnya. Sehari saya di sana, saya lihat betapa patuh dan hormatnya anak-anak dan remaja mesjid di sana kepadanya. Memang dia layak menerima perlakuan itu. Semoga sukses selalu untukmu teman, dan namamu yang tercantum sebagai calon penerima beasiswa itu, akan menjadi kenyataan sebagai penerima bea siswa….bukan calon. Insya Allah….!!!
Dalam perjalanan pulang saya jadi teringat dengan dua sahabat blogger saya, yaitu Beranda Brandan dan Brandankoe. Mereka juga doyan travelling ke kampung-kampung seperti ini.
Selengkapnya...

29 Agustus 2009

Satu Motivasi Lagi



Temans,
Tanggal 27 Agustus kemarin saya menerima email dari sekolahorangtua.com. Saya memang berlangganan artikel-artikel dari website ini. Tapi ada sesuatu yang sangat berkesan dalam pemikiran saya ketika menerima newsletter yang kemarin itu, sehingga pengen saya share di sini isi email tersebut. Paling tidak setelah membaca email ini, saya semakin mencintai dunia kerja saya. Alaaah….jadi begaya idealis neh…. He he he..!!
Inilah isi email tersebut….!!

Ada sebuah formula sukses sederhana yang menyatakan bahwa ‘be x do = have’. Artinya saat kita menjadi seseorang yang mampu mengenali diri sendiri dengan baik maka apapun yang kita lakukan akan menghasilkan sesuatu yang akan membuat hidup kita makmur dan bahagia.

Namun banyak orang hanya berfokus pada apa yang mereka lakukan saja. Apa akibatnya? Mereka merasakan bahwa sukses itu harus ditempuh dengan usaha yang sangat keras.

Ya dari rumus di atas bisa dilihat jika kita misalkan “have=10” dimana bisa diartikan kita ingin memiliki kekayaan senilai 10 maka orang-orang yang bekerja keras bisa jadi memaknainya dengan “1 x 10”. Artinya adalah “be = 1” dan “do = 10”. Jadi mereka sedikit mengenal dan memahami diri mereka sendiri namun bekerja sangat keras dan sukses.

Namun ada juga yang mendapatkan 10 itu dengan cara “2 x 5”. Artinya mereka lebih mengenal dirinya sehingga hanya perlu melakukan usaha sebesar 5 (separo dari yang pertama bukan?) untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup.

Fenomena seperti di atas sering kita jumpai di masyarakat. Kita tentu pernah berpikir mengapa si A yang kelihatannya santai namun hidupnya penuh kelimpahan dan bahagia lahir batin sedangkan si B yang bekerja membanting tulang siang dan malam menjadi kaya namun tetap saja kekurangan dan dihinggapi banyak kecemasan. Apakah yang membedakan?

Menyiapkan seorang anak untuk bisa memahami siapa dirinya yang sesunguhnya akan sangat membantu hidupnya kelak. Emosi negatif adalah sinyal bahwa kita harus melakukan sesuatu. Emosi negatif ada untuk dikelola sehingga menguntungkan kita bukan untuk dihindari. Kita tak mungkin menghindari munculnya emosi negatif karena mekanisme itu adalah hasil ciptaan Yang Maha Kuasa.

Selain itu kita perlu memberikan kesempatan pada anak kita mengambil keputusan dan menjalankannya. Dengan begitu mereka merasa memiliki kendali atas hidup mereka. Seorang anak yang merasa memiliki kendali atas hidupnya akan tumbuh jauh lebih percaya diri dari pada seorang anak yang terus dilindungi dan diatur oleh orangtuanya.

Persiapkan anak anda untuk "menjadi" karena dunia akan menyiapkannya untuk "mempunyai"


Bagaimana ? Semoga kutipan di atas bermanfaat buat yang membacanya, apalagi buat saya… ha ha ha…..
Jika anda belum registrasi di website ini, buruan lo. Silahkan klik aja link-nya di salah satu link pendidikan yang saya pajang di sidebar kiri blog ini.

Sekalipun Shaum Ramadhan, tetap semangat beraktifitas. Entah kenapa, semakin Ramadhan saya merasa waktu semakin cepat berlalu. Kenapa ya…???
Selengkapnya...

18 Agustus 2009

Dua Kegembiraan yang Berdampingan



Pada tahun 2009 ini ada dua kegembiraan yang hadir secara berdampingan. Kegembiraan merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-64 dan kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan. Dua momen yang memiliki nilai tersendiri di hati kita tentunya selaku muslim dan mukmin yang sangat menyadari bahwa kemerdekaan yang kita raih dan kita nikmati sekarang adalah selain hasil perjuangan para syuhada negri ini juga adalah anugrah dan nikmat Allaw SWT yang tiada terhingga.

Hari ini 18 Agustus 2009 bertepatan dengan 27 Sya’ban 1430 H. Beberapa hari lagi kita akan meninggalkan bulan Sya’ban dan menyongsong Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah.
"Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian bershaum, sebagaiman telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah [2] : 183)
Demikian seruan Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 183. Ya..panggilan shaum (puasa) hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Maka kaum mukmin jugalah yang menyahuti panggilan tersebut dengan kegembiraan.
Shaum merupakan ibadah yang penuh totalitas. Pengendalian diri total, baik pada tataran fisik, akal, maupun jiwa. Pada tataran fisik, kita menahan diri dari berbagai kenikmatan yang sebenarnya halal untuk kita nikmati. Pada tataran akal, kita berusaha mengendalikan segenap perbuatan kita dengan kekuatan rasio, bukan hawa nafsu. Pada tataran jiwa, kita belajar untuk memahami makna sabar yang sebenarnya. Sungguh ibadah paripurna.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang lebih baik dari 1000 bulan. Bertaburan berbagai bonus dan doorprize ibadah di dalamnya. Maka jangan sia-siakan momentum ini. Marilah sama-sama kita meraih bonus dan doorprize ibadah demi sebuah cita-cita termulia yaitu meraih taqwa.
Sebelum Ramadhan tiba, selayaknya kita saling maaf memaafkan. Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan, selaku makhluk Allah….manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Agar hati benar-benar bersih selama menjalankan ibadah…jauh dari segala syak prasangka. Semoga kita nantinya mampu menjadi hamba yang kembali fitrah di awal Syawal. Amin…!!
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SHAUM RAMADHAN 1430 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN…!!
Selengkapnya...

8 Agustus 2009

Wise Words of The Day


Dapatkah Anda bayangkan kesepian yang lebih buruk
dibandingkan yang satu ini?
‘Manusia adalah orang yang asing bagi dirinya sendiri'
- sekolahorangtua.com -

Jadi inget lagu-nya Oppie Andarista....
I'm single...but very happy...
(Mungkin karena merasa tidak pernah asing
dengan diri sendiri kali ye...
he...he...he...
Selengkapnya...

4 Agustus 2009

Chain Card Game





Hari ini 4 Agustus 2009 saya menerima seorang mahasiswa IAIN Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris untuk melakukan research di sekolah saya. Namanya Khairul Ikhsan, tinggal di Pasar 3 Dondong Stabat, kira-kira 40-an km dari kota Pangkalan Brandan. Eh bener gak ya ? Gak pasti juga sih…habisnya gak pernah ngukur sendiri sih. He he he.

Ikhsan melakukan research untuk melengkapi data-data yang ia butuhkan dalam penyusunan skripsinya yang berjudul A COMPARATIVE STUDY OF USING CHAIN CARD AND NUMBER HEADS TOGETHER TECHNIQUES IN TEACHING SIMPLE SENTENCE. Anak muda ini cukup cerdas, ulet dan bukan ‘penggemar jalur aman’ seperti yang saya posting bulan lalu alias tidak gampang nyerah. Buktinya ia mau bersusah payah menyusun skripsi sendiri dengan menggunakan alat pengumpul data yang langsung observasinya masuk ke kelas mengajar siswa. Jarang-jarang lo ada yang mau begini. Beberapa mahasiswa research yang pernah saya layani, mereka hanya melakukan pengumpulan data melalui angket atau list wawancara. Bernyali juga neh anak muda.

Dari proses research-nya tersebut ada yang ingin saya share buat teman-teman. Sesuai dengan judul skripsinya, Ikhsan menggunakan Chain Card Game untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat kalimat-kalimat sederhana berdasarkan pola Simple Sentence. Strategi Chain Card Game (Permainan Kartu Berantai) ini dikolaborasikan dengan Model Pembelajaran Cooperative Number Head Together (NHT).

Chain Card Game adalah sebuah terjemahaan bebas dari Permainan Kartu Berantai. Para pemain memainkan kartu ini layaknya seperti bermain kartu remi. Dalam permainan ini, pemain ditugaskan menyusun kartu-kartu yang dimiliki agar menjadi sebuah kalimat atau jika ingin lebih asyik bisa juga memainkan kartunya untuk meneruskan kalimat pemain lawan yang belum selesai, bisa di awal atau di akhir susunan kartu.

Permainan ini dapat dimainkan oleh empat pemain atau lebih, dengan jumlah kartu 60 lembar setiap setnya. Jumlah ini dapat saja ditambah atau dikurangi. Ya disesuaikanlah dengan kondisi yang ada termasuk kondisi kita sendiri sebagai guru untuk menyiapkan kartu-kartu tersebut. Di setiap kartu tertulis satu kosa kata dalam bahasa Inggris, yaitu sebuah penggalan-penggalan kalimat yang telah diatur sehingga jika kartu dimainkan dengan benar akan terbentuk suatu kalimat bahasa Inggris yang benar.

Selayaknya Kartu-kartu tersebut terbuat dari karton dengan ukuran 5 x 8 cm. Akan tetapi ukuran ini dapat saja disesuaikan dengan selera pembuat kartu.
Proses pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan strategi Chain Card Game ini banyak nilai positifnya. Salah satu yang paling penting ialah timbulnya suasana fun dalam proses pembelajaran. Namanya juga game…permainan…anak-anak pasti doyan. He he he…
Tapi seperti biasa….harus pinter-pinter me-manage kelas. Jika tidak ingin kelas jadi rame tidak terkendali seperti pasar.

Yap kepada teman-teman yang belum pernah mencoba Chain Card Game, coba deh. Ayo kita ramaikan suasana kelas dengan berbagai model pembelajaran cooperative dan strategi yang menyenangkan.

Selengkapnya...