MOHON MAAF, PELAWISELATAN DOT BLOG SPOT DOT COM SEDANG DALAM PROSES RENOVASI. HARAP MAKLUM UNTUK KETIDAKNYAMANAN TAMIPLAN. Semoga Content Sharing Is Fun Memberikan Kontribusi Positif Bagi Pengunjungnya. Semua Artikel, Makalah yang Ada Dalam Blog Ini Hanyalah Sebagai Referensi dan Copast tanpa menyebutkan Sumber-nya Adalah Salah Satu Bentuk Pelecehan Intelektual. Terimakasih Untuk Kunjungan Sahabat

24 Juli 2010

Smart Teaching – For Great Teacher (Part Four)


Smart Teaching – For Great Teacher (Part Four)
Oleh: Syahrul Komara
(Direktur Eksekutif ABCO TRAINING CENTER Sumut)

Change Your Beliefs and You Change Your Destiny – Sterling W. Sill

Sebelum anda masuk pada pembentukan pola pikir (mindset), mari anda pahami dulu apa itu mindset. Mindset adalah kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang yang berikutnya menentukan perilaku dan pandangan, sikap serta masa depan seseorang.
Dengan demikian kalau anda mau merubah mindset maka anda harus merubah belief atau kumpulan kepercayaan anda.

Menurut filosofi Transformational Thinking, manusia terdiri atas tiga system yaitu Sistem Perilaku (Behaviour System), Sistem Berpikir (Thinking System) dan Sistem Kepercayaan (Belief System).

System Perilaku (Behaviour System) adalah cara anda berinteraksi dengan dunia luar, juga interaksi dengan realitas. Sehingga perilaku akan mempengaruhi pengalaman, dan pengalaman akan mempengaruhi sistem berpikir.

System Berpikir (Thinking System) berlaku sebagai filter dua arah yang menterjemahkan berbagai kejadian atau pengalaman yang anda alami menjadi suatu kepercayaan, yang selanjutnya kepercayaan akan mempengaruhi tindakan anda sehingga menciptakan realitas anda.

Sistem Kepercayaan (Belief System) inti segala sesuatu yang anda yakini sebagai realitas, kebenaran, nilai hidup, dan yang anda tahu tentang dunia ini.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan guru sulit berubah:

1. Merasa tidak punya masalah.
2. Mau berubah tapi tidak tahu caranya.
3. Tidak mau berubah walau tahu caranya.
4. Takut perubahan akan membawa dampak negatif.
5. Tidak mau merubah belief yang kurang tepat atau salah.

Bagaimana belief bisa terbentuk dari salah satu cara di bawah ini:
Sebelumnya anda perlu mengenal teori pikiran. Seperti anda tahu anda punya dua macam pikiran, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar.

Pikiran sadar memiliki empat fungsi spesifik, yaitu:

  1. Mengidentifikasi informasi yang masuk (diterima lewat panca indra; penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, sentuhan).
  2. Membandingkan (informasi yang masuk dibandingkan dengan database; referensi, pengalaman, dan segala informasi yang ada di pikiran bawah sadar).
  3. Menganalisis.
  4. Memutuskan.
Pikiran bawah sadar memiliki fungsi menyimpan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kebiasaan baik, buruk maupun reflek.
  2. Emosi (bagaimana anda mengenai keadaan, hal-hal tertentu atau terhadap guru lain.)
  3. Memori jangka panjang.
  4. Kepribadian
  5. Intuisi (perasaan mengetahui sesuatu secara instingtif)
  6. Kreatifitas
  7. Persepsi (melihat dunia berdasarkan sudut pandang anda).
  8. Belief.
Ada lima filter cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar sehingga terbentuklah pola pikir, yaitu:

1. Repetisi.

Suatu informasi yang diulang-ulang cepat atau lambat bila anda tidak hati-hati dan sadar akan anda temui sebagai kebenaran. Repetisi dapat menembus filter mental yang ada di pikiran sadar yang berikutnya masuk pada pikiran bawah sadar. Dalam berbagai seminar anda diajarkan untuk mengucapkan afirmasi yang dibaca berulang-ulang pagi, siang dan malam dengan harapan afirmasi masuk ke dalam pikiran bawah sadar.
Contoh afirmasi: “Saya adalah guru beruntung dan akan bertemu dengan guru yang membawa keberuntungan, dan apapun yang terjadi hari ini adalah tanda-tanda keberuntunganku.”

2. Identifikasi Kelompok atau Keluarga.

Hal-hal yang dipercayai keluarga atau kelompok anda lambat laun akan masul kedalam diri anda dan berikutnya anda adopsi sebagai belief anda. Contoh sederhana tentang mitos hantu, hari baik, hari sial, nomor sial dan sebagainya.

3. Ide yang Disampaikan Figur yang Dipandang Memiliki Otoritas.

Hati-hati terhadap figur otoritas, seperti bintang film, dokter, pembicara public atau siapa saja yang dipandang pakar. Apa yang disampaikan mereka cenderung masuk ke pikiran bawah sadar dan diterima sebagai kebenaran. Anda cenderung mudah dipengaruhi guru yang memiliki otoritas lebih tinggi dari anda. Hati-hati dengan pengaruh negatifnya.

4. Emosi yang Intens.

Sebuah pengalaman yang dialami dengan emosi yang intens akan sangat mudah menjadi belief yang kuat.
Contoh: seseorang yang senantiasa melihat ayah dan ibunya sering ribut dan bertengkar soal uang, akan percaya uang sebagai sumber keributan keluarga, maka anak tersebut tumbuh dengan belief yang menghambat dirinya dibidang financial.

5. Kondisi Alfa (Hipnosis)

Kondisi ketika seseorang dalam gelombang otak alfa. Apa yang masuk dalam otak bawah sadar melalui sugesti akan diterima sepenuhnya sebagai suatu kebenaran, dan anak usia balita masih berada dalam gelombang alfa tersebut. Hati-hati.

===================================================

Tulisan ini adalah oleh-oleh dari Bapak Syahrul Komara, Direktur ABCO (Attitude Behaviour and Competence) Training Center Sumut pada Seminar Nasional dengan tema “Guru Jitu Selalu Dirindu; Perpaduan Otak Kiri dan Otak Kanan” di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut tanggal 11 Juli 2010 yang lalu. Semoga bermanfaat…!

15 komentar:

  1. Wah..bu Sri pasti contoh guru yang profesional ya?amin..

    artikelnya selalu pelajaran menarik..

    BalasHapus
  2. @Aisya: Ammiinn Y Rabb..!
    Komen-mu adalah do'a-ku Ukhti.
    Smua artikel ttg Smart Teaching-For Great Teacher ini masih dlm proses pemblajaran saya. Sepertinya bakal jd long life education lo. G' tau kpn khatam-na. Yg penting....U...S..A...H...A...!
    HE HE HE...!

    Thanks for visiting

    BalasHapus
  3. terima kasih udah berbagi ilmu....isinya sangat bermanfaat sekali....buatku

    BalasHapus
  4. m au donk jadi guru sukses!

    Follow ah bloh ini..

    BalasHapus
  5. ehem.
    beberapa faktor yang menyebabkan seorang guru suLit untuk berubah, itu merupakan faktor individuaL. sehingga pentingnya tema-tema seperti seminar seperti di atas agar menciptakan kuaLitas guru yang Lebih baik Lagi, seperti Ibu Sri Rahayu.
    ehem Lagi.

    BalasHapus
  6. @Johan: trimakasih kembali

    @Faisal: thanks for following me

    @om rame: ehem na kurang tu om. Biasanya kan 2x. he he he...!! I am still learning uncle. Don't be overload about me, please...!

    BalasHapus
  7. referensi mantap, nih bisa juga diaplikasi di keluarga. Trims Bu Sri Rahayu :D

    BalasHapus
  8. Belief System akan menentukan perilaku seseorang. Bahkan menurut Alber Ellis. penggagas RET, bahwa penyimpangan perilaku dikarenakan adanya kekeliruan dalam Belief System.
    Terima kasih atas infonya

    BalasHapus
  9. halo bu sri yang ayu... seneng deh ke rumah guru, kalo rajin mungkin aku jadi smart yah...

    BalasHapus
  10. Ibu sri,Jasmine jadi inget guru Jasmine dulu,namanya Sri juga,orangnya kalem,baik,ehmmm jadi kangen

    BalasHapus
  11. @Inung Gunarba: Your welcome, friend

    @Pak Akhmad Sudrajat: thanks input-nya..! Sukses untuk anda

    @Triz: Belajar bareng yukk... Karedok-mu jg OK. he he he..!

    @Jasmine: Walaahh.. Bu Sri yg ini jauh dari kalem lo. ha ha ha.. Norak malah...! BTW, thanks kunjungannya...!

    BalasHapus

Komentar 'Yes' but Spam...oh...'No'...!