MOHON MAAF, PELAWISELATAN DOT BLOG SPOT DOT COM SEDANG DALAM PROSES RENOVASI. HARAP MAKLUM UNTUK KETIDAKNYAMANAN TAMIPLAN. Semoga Content Sharing Is Fun Memberikan Kontribusi Positif Bagi Pengunjungnya. Semua Artikel, Makalah yang Ada Dalam Blog Ini Hanyalah Sebagai Referensi dan Copast tanpa menyebutkan Sumber-nya Adalah Salah Satu Bentuk Pelecehan Intelektual. Terimakasih Untuk Kunjungan Sahabat

16 April 2009

Model Pembelajaran Cooperative dengan Metode Make a Match



Model pembelajaran Cooperative memang sangat menarik untuk dipraktekkan. Selain memiliki nilai falsafah homo homini socius, model ini juga mengalihkan proses pembelajaran sistem teacher center menjadi student center. Salah satu ragam metode dengan model pembelajaran cooperative adalah metode make a match.
Metode make a match atau mencari pasangan ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Bagaimana dengan langkah-langkahnya? Yuuukkk….kita mulai…!!

Aplikasi dari metode make a match dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7. Demikian seterusnya
8. Kesimpulan/penutup

Metode ini dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Saya sendiri pernah menggunakannya untuk me-review tugas dirumah (PR) yang berhubungan dengan kosa kata yang lumayan sulit. Hasilnya sungguh diluar dugaan ketika pertama kali melakukannya. Waktu yang dipergunakan untuk me-review lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan menggunakan metode terjemah. Iseng saya minta pendapat siswa apakah mereka enjoy dengan metode ini, ternyata sambutannya positif. Hmmm….jadi pengen ber-PTK dengan metode ini neh. Maybe one day.

Akan tetapi seperti biasa tidak ada gading yang tak retak, tidak ada metode yang sempurna. Demikian juga dengan metode make a match. Keunggulan dari metode ini ialah
1. Suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran (Let them move)
2. Kerjasama antar sesama siswa terwujud dengan dinamis.
3. Munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh siswa.

Sedangkan kelemahan dari metode ini ialah jika kelas anda termasuk kelas gemuk (lebih dari 30 0rang/kelas) berhati-hatilah. Karena jika anda kurang bijaksana maka yang muncul adalah suasana seperti pasar dengan keramaian yang tidak terkendali. Tentu saja kondisi ini akan mengganggu ketenangan belajar kelas di kiri kanannya. Apalagi jika gedung kelas tidak kedap suara. Tapi jangan khawatir. Hal ini dapat diantisipasi dengan menyepakati beberapa komitmen ketertiban dengan siswa sebelum ‘pertunjukan’ dimulai. Pada dasarnya menendalikan kelas itu tergantung bagaimana kita memotivasinya pada langkah pembukaan.

Sedangkan sisi kelemahan yang lain ialah ya…mau tidak mau kita harus meluangkan waktu untuk mempersiapkan kartu-kartu tersebut sebelum masuk ke kelas. Ihh…tapek dech… he he he… Tapi jangan khawatir kawan, sesuatu yang dikerjakan dengan gembira dan ikhlas (ini yang paling penting), maka kita akan mendapat ‘energi’ tambahan. Aih…begaya kasi wejangan diriku. Yo wes, yang sudah pernah coba kita bisa share di kolom komentar, and yang belum, coba deh. Terus hasilnya share juga di kolom komentar. Haayyuuuukkk…!!

37 komentar:

  1. Model pembelajaran yg variatif mmg tdk mmbosankan.Alangkah senangny bila sswa mgatakn "Ibu bsk kta main game lg ya?",dn tak sbr mnggu khadiran kt d kls ny.

    BalasHapus
  2. Betul...3x (Upin 'n Ipin style). Hr Jumat kemarin sy cb combine dgn NHT, hasil na, cukup seronok (Upin 'n Ipin style again). Cuma ya tapek deh...he he he

    BalasHapus
  3. Wah blognya hebat Bu Sri..kalau boleh link blog Ibu saya simpan di blog saya Bu Sri..
    http://asepsuhendar.wordpress.com
    http://asepsuhedar.info

    NB.
    Sekalian mengundang Bu Sr, jika berkenan mohon berpartisipasi dalam penelitan saya tentang pengaruh pemanfaatan internet terhadap kompetensi guru dgn mengisi angket: berpartisipasi dengan mengisi angket di http://research.asepsuhendar.info/index.php?sid=49316&lang=id .

    BalasHapus
  4. Wah.. U make me flatter kang Asep. BTW request anda adlh kehormatan bt sy. Ya bolehlah. About undgn na dah sy krm tu 'n ad usul by mail. Tlg dibc ya. Dah ttp psn jg di blog anda tp g' tau tu dah dipublikasikn pa blm. Nunggu modernisasi kt na. Yap senang bs partspasi dlm penelitian anda. Good luck!

    BalasHapus
  5. Bu apa boleh untuk belajar matematika ngga...??? saya minta referensinya boleh ya Bu untuk skipsi saya,,,kirim ke email saya (dessymayaut@yahoo.co.id) makasih

    BalasHapus
  6. Pada dasarnya bisa untuk mata pelajaran apa pun. Request by mail Insya Allah, sebelumnya maaf, baru kevaca hari ini comment na Des. Ternyata metode ini banyak juga yang request by FB. Sukses buat mu Dessy.

    BalasHapus
  7. saya mau tanya untk metode make a matc ini ada teori bukunya ga bu?klo iya apa yah bukunya?untuk referensi...

    BalasHapus
  8. Maaf baru d jwb Hen,

    Buku yg bs jd reff, a.l:

    1. Dr. Suyatno, M.Pd. Menjelajah Pembelajaran Inovatif, 2009 (maaf penerbit na lupa. Krn bk na d pinjem kawan yg lg nyusun PTK)

    2. Ibrahim, H. Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press

    3. Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Grasindo.

    Semoga Bermanfaat.

    Makasi sdh mampir

    BalasHapus
  9. terimakasih bu...Insya Allah bermanfaat

    BalasHapus
  10. Hmm pengalaman yang menarik pastinya buat peserta didik kita kalau kita bisa melaksanakan metode ini, untuk sedikit meringankan kita pembuatan kartu pun bisa ditugaskan kepada siswa bu.Biasanya kalau diberi petunjuk yang tepat hasil karya mereka menakjubkan kita lho, dengan memanfaatkan teknologie dan memanfaatkan barang bekas mereka dapat menghasilhan sebuah karya tepat guna.Saya biasa menawarkan pada siswa untuk memperoleh nilai dari tugas mandiri, bahannya bisa menggunakan kartu remi bekas yg dilapisi kertas berwarna yang menarik ntuk menempelkan rumus matematik maupun soal.
    Setelah jadi, kartu2 itu bisa kita gunakan untuk quiz di awal pertemuan maupun diakhir pertemuan.Siswa jadi punya kesempatan memperoleh nilai tambahan dan biasanya mereka antusias menyiapkan dan menantikan hal ini.Itu diantara pengalaman saya dalam mengajar matematika bu..

    BalasHapus
  11. @deep yudha: Wow...keren input-nya Bu. Trims...! Sukses untuk Ibu. Salam Pendidikan

    BalasHapus
  12. wah... bagus sekali Blog Ibu.. bisa dijadikan bwt PTK saya nantinya...Trmakasih bu ya atas infonya, mgkn blh saya konsultasi dgn ibu mengenai metode ini?? hehe

    BalasHapus
  13. Konsultasi..? Walah Ibu bukan konsultan lo. he he he.! Kita diskusi aj ya..!
    Thanks sdh mampir and comment plus add FB

    Semoga sukses studinya

    BalasHapus
  14. bu,metode ni cck ga buat pelajaran biologi??


    makasih sblum'a

    BalasHapus
  15. bu saya boleh minta alamat emailnya ga??

    BalasHapus
  16. @Anonim: Metode ini bisa digunakan utk mapel apapun, terutama yang berhubungan dengan pemahaman konsep

    BalasHapus
  17. Mantap Bu Sri.. Keren.. Sangat Attractive...
    Pasti ga akan bosen siswa-siswa jika gurunya kreatif seperti Anda...

    BalasHapus
  18. saat awak sekolah dulu tak ada model begini, yg ada CBSA, upz... maksudnya Catat Buku Sampai Abis pakcik...!
    dasar tangan tak seni, sampai sekarang tulisan awak tetep aja "cantik".
    Sharing is Fun...!

    BalasHapus
  19. @Catur: ya bosen jg kali Pak, krn kreatif-nya kadang2 kiding2 kudung2. he he he
    Trims sdh menyempatkan mampir

    @Dewa: Skrg CBSA 'gituan' msh ada kok, bahkan d lakukan oleh mereka2 yg telah 'bersertifikat' profesional. Hiikksss. Qta berantas yuukk... he he he

    BalasHapus
  20. bu..boleh sy minta refrensi untuk modelpembelajaran make a match ini tidak?untuk tugas PTK sy.bunga_amarilys@yahoo.com

    BalasHapus
  21. Lihat komen sebelumnya ya. Pertanyaan senada pernah Ibu jawab d komen sebelumnya.
    Salam Sukses

    BalasHapus
  22. bu sy mo nanya,kira2 klo model ni saya gunakan dalam kelompok cocok apa tidak ya bu?

    BalasHapus
  23. make a match dilakukan secara berpasangan. Maksudnya mencari pasangan. Maka bisa saja dilakukan dalam kelompok dengan tujuan mencari pasangan dalam kelompok tersebut. Mengenai jumlah anggota kelompok disesuaikan dengan kebutuhan.
    Selamat Mencoba

    BalasHapus
  24. assalamu'alaikum
    menurut penulis, kalo model pemebelajaran ini diterapkan di sekolah kejuruan misal teknik mesin bisa efektif gak ?

    BalasHapus
  25. Tergantung materi pembelajarannya. Jika itu berhubungan dengan pemahaman konsep, why not..??
    Good luck..

    BalasHapus
  26. bu..boleh sy minta refrensi untuk modelpembelajaran make a match ini tidak?untuk proposal saya. tlg bales ke ginnadesari@yahoo.com
    trims :)

    BalasHapus
  27. Wah, kan sudah Ibu cantumkan di komen sebelumnya. Baca komen dari awal ya...! he he he
    Goog luck..

    BalasHapus
  28. menurut ibu, make a match ini teknik/tipe/ model/metode?? krn, saya bingung :( terimakasih

    BalasHapus
  29. Sepertinya jawabannya ada doartikel ini lo. Model pembelajaran Cooperative Learning dgn metode Make a match. Tapi kamu akan lbh paham setelah membaca buku-buku di atas. Ok...??

    BalasHapus
  30. Assalamualaikum.......
    bu q pernah baca di blog lo make a match 2 model, yg bener model p metode y bu???

    BalasHapus
  31. Askum........
    bu make a match sama g ya dgn index card match??? trima kasih.

    BalasHapus
  32. Yang saya tau make a match adalah sebuah metode yang termasuk dalam model pembelajaran cooperative learning. Coba baca perbedaan strategi, model dan metode pembelajaran. OK..?
    Apakah ini yg bertanya Yuda yg 'protes' di buku tamu? he he he...
    Maaf, beberapa bulan ini jarang buka blog sendiri. Setiap hari OL, tapi banyak skali yg harus disimak. he he he...

    BalasHapus
  33. kekurangan dan kelebihan model ini ada nggak bu

    BalasHapus
  34. Tentu saja ada. Coba simak lagi ya tulisan di atas. Sudah diuraikan plus 'n minusnya.

    Salam

    BalasHapus
  35. maaf saya mau tanya , dalam metode ini , apa qt harus menjleas kan dlo materi yang di ajar akn agar siswa paham selanjut nya baru permaianan make a match ?? apa seprti itu
    atau langsung k model make a match tanpa penjelasan dari guru ?
    mohon pencerahan nya saya bnggung
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung mapel-nya. Kebetulan ini pada pelajaran Bahasa Inggris, jd temanya saja yang disampaikan. Jika mapel lain, mungkin bisa konsep tentang apa yang disampaikan terlebih dahulu. Namun hanya sebatas keyword saja.
      Demikian menurut saya.
      Trimakasih atas kunjungannya

      Hapus
  36. oh, berarti dalam hal murid harua lebih paham terlebih dahulu sebelom melakukan motede ini ,
    guru menjelas kan akan tetapi tdak secara detail namun secara singkat saja atau berupa keyword seperti yg anda kata kan

    okk , maksih ya info na

    BalasHapus

Komentar 'Yes' but Spam...oh...'No'...!