<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783</id><updated>2012-01-11T00:06:59.878+07:00</updated><category term='Media Pembelajaran'/><category term='Taushiah'/><category term='Wise Words of The Day'/><category term='Award'/><category term='Makalah'/><category term='Opini'/><category term='Goresanku'/><category term='Interen Madrasah'/><category term='Model dan Metode Pembelajaran'/><category term='English Version'/><category term='Info Buku'/><category term='Sertifikasi Guru'/><category term='My Journey'/><title type='text'>Sharing is Fun</title><subtitle type='html'>"...Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara(ngobrol) yang buruk."
(H.R. Al Hakim)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>122</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-3222633483358960508</id><published>2011-07-26T20:32:00.002+07:00</published><updated>2011-07-26T20:43:38.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Konsep Pendidikan Ala James Marcus Bach</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ztFEhfSnB-E/Ti7ETNRVRXI/AAAAAAAAAWE/Kz1L6HFuSow/s1600/Tinggalkan%2Bsekolah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 204px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ztFEhfSnB-E/Ti7ETNRVRXI/AAAAAAAAAWE/Kz1L6HFuSow/s320/Tinggalkan%2Bsekolah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633656018145985906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background:#fffff; text-align:justify; font-size:120%"&gt; &lt;br /&gt;James Marcus Bach adalah seorang manajer di Apple Computer, pembicara dan pengajar di bidang pengujian perangkat lunak di sejumlah laboratorium dan universitas top di berbagai Negara. Sebagai seseorang yang pernah mengambil keputusan ‘bijak’ drop out dari SMA, reputasinya itu tentu mencengangkan, setidaknya bagi orang-orang yang begitu mengagungkan selembar kertas yang disebut ijazah. Dalam bukunya yang diberi judul cukup ‘nakal’ yaitu Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat; Belajar Cerdas Mandiri dan Meraih Sukses dengan Metode Bajak Laut,  James Marcus Bach mengungkapkan banyak hal yang berhubungan dengan pendidikan, walaupun menurut beliau ‘Buku Ini Bukan Tentang Sekolah’. Salah satu yang diungkapkannya adalah konsep tentang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan bukanlah setumpuk fakta. Bukan pula jam-jam yang kita habiskan di ruang-ruang kelas, atau bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian. Pendidikan bukan indoktrinasi, atau memuja para leluhur, atau patuh pada wewenang, bukan juga mempercayai begitu saja kata-kata siapa pun tentang apa yang benar, yang salah, yang penting, dan yang lazim. &lt;br /&gt;“Pendidikan adalah “Anda” yang muncul melalui pembelajaran yang Anda lakukan.” (hal. 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas sungguh ‘berenergi’. Menunjukkan betapa pendidikan itu tidak dapat dikotak-kotakkan. Mengisaratkan juga betapa pendidikan itu universal. Pendidikan sejatinya tidak mengenal istilah formal, non formal dan informal. Pengkotak-kotakan ini hanya member kesan betapa ketiga unsur tersebut tidak terintegrasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya James menguraikan bahwa semua orang di dunia ini, karenanya, sudah dididik dengan cara tertentu. Kita, umat manusia, membangun pikiran-pikiran kita sendiri, menganalisis, dan kemudian merekonstruksi pikiran-pikiran itu sepanjang hidup kita. Anda sedang melakukannya saat ini, ketika Anda membaca. Anda sedang bertanya-tanya, “Apa maksudnya mengatakan itu?”; dan barangkali ketika Anda membaca kata “membangun” dan “menganalisis”, Anda membayangkan potongan-potongan kayu, palang-palang baja, mesin, dan kekacauan. Gambar-gambar itu adalah bagian dari pemecahan puzzle, proses membuat model yang terbentuk sendiri. Ketika gambar-gambar dan gagasan-gagasan itu secara tiba-tiba Anda pahami dan membuat anda berfikir “oh, jadi begitu cara kerjanya,” Anda menambahkan sesuatu yang baru terhadap diri Anda. (hal. 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat di atas menunjukkan betapa radikal dan merdekanya jalan pemikiran James. Pemikiran-pemikiran yang tidak mungkin bisa ‘dikurung’ di dalam sebuah kelas. He he he. Ya, seorang guru bisa saja menjaga 40 siswa untuk tetap duduk di dalam kelas, tetapi ia tidak dapat menjaga pikiran seorang anak pun untuk tetap di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pengetahuan, James memiliki persepsi sendiri. Pengetahuan adalah bagian dari pendidikan saya, hanya jika dia mengubah saya. Pengetahuan tidak meningkatkan pendidikan saya, kecuali dia mengubah saya menjadi lebih baik. Pendidikan mungkin membuat saya lebih berkuasa, lebih berwawasan, lebih terlibat dengan kehidupan. Namun, saya harus menjadi lebih tertarik atau berguna bagi diri saya sendiri dengan cara tertentu, jika tidak maka peningkatan tidak terjadi. (hal. 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah berpesan bahwa ilmu yang baik adalah ilmu yang memperbaiki akhlak kita. Pernyataan ini relevan dengan ungkapan James di atas. James juga menitik beratkan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat memperbaiki keadaan di sekelilingnya, minimal memperbaiki diri sendiri. Oleh karena itu, banyak orang-orang di sekitar kita, terkenal atau tidak terkenal telah mengukir ‘kisah’ yang membuat Negara ini semakin terpuruk. Namun di depan dan di belakang namanya tertera embel-embel atau gelar yang fantastis. Konon gelar-gelar tersebut didapat setelah melewati berbagai jenjang pendidikan. Apakah yang seperti ini layak disebut orang yang berpendidikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut, James menjawab dengan bahasa yang rada berfilsafat: “Tidak seorangpun di dunia ini yang bisa memilih apakah dia perlu dididik atau tidak. Akan tetapi, kita bisa memilih bentuk pendidikan kita. Itu adalah tugas kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi pemikiran-pemikiran menarik yang ditulisa James Marcus Bach dalam bukunya ini. Pemikiran-pemikiran yang dapat kita jadikan refleksi untuk memperbaiki diri. Salah satu pemikirannya yang menarik adalah tentang belajar mandiri atau belajar secara otodidak dengan metode Bajak Laut. Bagaimanakah metode bajak laut ala James Marcua Bach? Insya Allah akan menyusul pada postingan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-3222633483358960508?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/3222633483358960508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/07/konsep-pendidikan-ala-james-marcus-bach.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/3222633483358960508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/3222633483358960508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/07/konsep-pendidikan-ala-james-marcus-bach.html' title='Konsep Pendidikan Ala James Marcus Bach'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ztFEhfSnB-E/Ti7ETNRVRXI/AAAAAAAAAWE/Kz1L6HFuSow/s72-c/Tinggalkan%2Bsekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2858093870283121151</id><published>2011-07-19T20:38:00.004+07:00</published><updated>2011-07-23T23:16:34.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum (Kedudukan, Problem dan Prospeknya)</title><content type='html'>&lt;div size="120%" style="background:#fffff; text-align:justify; "&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Sri Rahayu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, fleksibel dan nilai-nilai ajarannya selalu dapat diterima seperti apa pun dinamika perkembangan zaman. Tidak ada ajaran agama yang setolerir ajaran Islam. Sehingga sungguh bijak jika pemerintah menjadikan pendidikan agama Islam menjadi salah satu komponen yang dipelajari secara kontinyu dalam dunia pendidikan formal kita. Bahkan menjadi mata pelajaran wajib di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan mata kuliah wajib pada perguruan tinggi. Sekalipun pada perguruan tinggi umum.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pendidikan agama di perguruan tinggi merupakan kelanjutan dari pendidikan agama yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan sebelumnya. Yaitu mulai dari jenjang TK dilanjutkan ke SD, lalu ke SMP kemudian ke SMA. Dari SMA dilanjutkan ke perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Dinamika Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi Umum telah terukir dalam sejarah pendidikan di tanah air sejak awal hadirnya perguruan tinggi di negri ini. Bermula dari sebagai mata kuliah yang dianggap kehadirannya tidak diperlukan hingga eksistensinya ‘dihadirkan’ sebagai mata kuliah wajib.&lt;br /&gt;Makalah ini akan membahas tentang Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Bagaimana kedudukan, problem dan prospek Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi Umum, itu lah yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kedudukan Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia telah mencatat bahwa pada tahun 1910 pendapat umum masih menyatakan bahwa Indonesia belum matang untuk suatu perguruan tinggi, karena belum mempunyai sekolah menengah sebagai sumber murid yang potensial dapat menjadi calon mahasiswa dan lebih penting lagi Indonesia belum mempunyai suasana intelektual tempat ilmu dapat bersemi. Namun ada suara-suara yang menyatakan bahwa pada suatu saat Indonesia tak dapat tidak harus mempunyai perguruan tinggi untuk melatih para ahli dan pekerja untuk kedudukan tinggi. Sebaliknya ada pula pendapat bahwa pendidikan tinggi bagi orang Indonesia akan merusak pribadinya karena ia akan tidak sesuai lagi dengan lingkungannya dan akan mengalami konflik untuk mengasimilasikan dirinya dengan masyarakat Belanda. Ada pula keragu-raguan apakah orang Indonesia dapat dididik dalam ilmu pengetahuan yang setaraf dengan orang Barat, sekalipun orang Indonesia telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam mencapai gelar akademik.&lt;br /&gt;Secara historis sosial politik, pada saat itu Indonesia adalah Negara jajahan Belanda. Salah satu ciri Belanda dalam menjajah ialah melakukan pembodohan terhadap Negara jajahannya. Jadi tidaklah mengherankan jika situasi seperti ini yang muncul pada saat itu. Cara Belanda menjajah sangat berbeda dengan cara Inggris. Kalau Inggris justru mencerdaskan Negara jajahannya. Apabila Negara jajahannya mulai ‘cerdas’ mereka memberi kemerdekaan.&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan dan dukungan terhadap perguruan tinggi di Indonesia bertambah kuat. Perang Dunia I yang menghalangi banyak lulusan HBS melanjutkan pelajarannya di negeri Belanda membuat perguruan tinggi di Indonesia sangat urgen. Sebagai tindakan darurat suatu lembaga untuk Pendidikan Tinggi mengumpulkan dana di Nederland untuk membuka kursus persiapan dua tahun. Pada tahun 1919 dimulai pembangunan gedung perguruan tinggi teknik di Bandung yang secara resmi dibuka pada tahun 1920. Dengan ini lengkaplah sistem pendidikan di Indonesia yang memungkinkan seorang anak menempuh pendidikan dari sekolah rendah sampai pendidikan tertinggi melalui suatu rangkaian sekolah yang saling bertalian. Bagi anak Indonesia jalan ini masih sempit, akan tetapi jalan itu telah ada.&lt;br /&gt;Dalam tahun akademis 1920-1921 Technische Hogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi (yang kemudian menjelma menjadi ITB) mempunyai 28 mahasiswa di antara 22 orang Belanda, 4 Cina dan 2 orang Indonesia. Sekolah ini menghasilkan lulusannya pertama pada tahun 1923-1924 yakni 9 Belanda 3 Cina dan tak seorang pun orang Indonesia. Orang Indonesia pertama lulus pada tahun akademis 1925-1926, yakni sekaligus 4 orang di antaranya Ir.Soekarno yang kemudian menjadi Presiden pertama Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Pembelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa ini adalah jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Karena Allah sendiri telah mengingatkan kita bahwa Dia tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali oleh kaum itu sendiri (Q.S;13;11). Keep spirit and never give up.&lt;br /&gt;Kemudian dalam perjalan sejarah pendidikan di Indonesia, pada tanggal 2 April 1950 tepatnya di Yogyakarta muncullah UU No. 4 tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah untuk seluruh Indonesia. Jika kita tinjau dari segi politik pada saat itu bentuk Negara Indonesia adalah Republik Indonesia Serikat (RIS) dan ibukota Negara berada di Yogyakarta (RIS berdiri 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950). Undang-Undang ini seluruhnya terdiri dari 17 bab dan 30 pasal. Uniknya Undang-Undang ini tidak begitu dikenal, sehingga sulit menemukannya dalam referensi Undang-Undang pendidikan.&lt;br /&gt;Kedudukan pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum dalam UU No. 4 tahun 1950 belum dibicarakan secara spesifik. Baik itu dalam tujuan umum pendidikan maupun dalam tujuan pendidikan tinggi. Berikut kutipan bunyi pasal 3, pasal 7 ayat 4 dan pasal 20 yang menunjukkan hal tersebut:&lt;br /&gt;Pasal 3.&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;4. Pendidikan dan pengajaran tinggi bermaksud memberi kesempatan kepada pelajar untuk menjadi orang yang dapat memberi pimpinan di dalam masyarakat dan yang dapat memelihara kemajuan ilmu dan kemajuan hidup kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Pasal 20.&lt;br /&gt;1. Dalam sekolah-sekolah Negeri diadakan pelajaran agama; orang tua murid menetapkan apakah anaknya akan mengikuti pelajaran tersebut.&lt;br /&gt;2. Cara menyelenggarakan pengajaran agama di sekolah-sekolah Negeri diatur dalam peraturan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, bersama-sama dengan Menteri Agama.&lt;br /&gt;Dari rumusan pasal-pasal di atas, dapat dinyatakan bahwa tidak tercermin adanya perhatian terhadap usaha pembinaan mental spiritual dan keagamaan secara terus menerus melalui proses pendidikan. Dengan kata lain kedudukan pendidikan agama Islam dalam Undang-Undang ini masih sangat lemah. Kondisi ini bisa dipahami jika kita meninjau perjalanan hadirnya Undang-Undang ini, bahwa Undang-Undang No. 4 tahun 1950 tidak lahir dengan begitu saja, tapi melalui proses panjang seperti halnya pembentukan UU Sisdiknas tahun 2003 yang sulit untuk disahkan karena banyak kepentingan, baik secara politik, sosial, budaya, ekonomi dan emosi (sentiment) keagamaan  turut ikut serta di dalamnya (terutama jika mengingat tahun 1950-an Partai Komunis Indonesia masih ‘berkuku’ di parlemen).&lt;br /&gt;Selanjutnya Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi baru dimulai sejak tahun 1960 dengan adanya ketetapan MPRS No. II/ MPRS/1960 yang berarti pendidikan agama sebelum itu secara formalnya baru diberikan di Sekolah Rakyat sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat atas saja. Adapun dasar operasionalnya, pelaksanaan pendidikan Agama di Perguruan Tinggi tersebut ditetapkan dalam UU No. 22 Tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi. Dalam BAB III Pasal 9 ayat 2 sub b, terdapat ketentuan sebagai berikut: ”Pada Perguruan Tinggi Negeri diberikan Pendidikan Agama sebagai mata pelajaran dengan pengertian bahwa mahasiswa berhak tidak ikut serta apabila menyatakan keberatan”.&lt;br /&gt;Jika merujuk pada sejarah, dapat dipahami bahwa sebelum tahun 1965 salah satu organisasi politik yang berpengaruh di parlemen adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Maka tidak heran jika dalam mengambil kebijakan tentang pendidikan di parlemen, mereka tentu berusaha memasukkan missi-nya. Agar segala sesuatunya tetap terlihat ‘bijak’, unsur pendidikan agama tetap dimasukkan dalam mata kuliah, namun diberi kebebasan jika tidak berkenan untuk mengikutinya.&lt;br /&gt;Kemudian setelah meletusnya G.30.S.PKI pada tahun 1965, diadakan sidang umum MPRS pada tahun 1966, maka mulai saat itu status pendidikan agama di sekolah-sekolah berubah dan bertambah kuat. Dengan adanya ketetapan MPRS XXVII/ MPRS/1966 Bab I pasal 1 berbunyi: “Menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari SD sampai dengan Universitas-Universitas Negeri.”&lt;br /&gt;Peristiwa G.30.S.PKI memang rajutan sejarah yang telah memberikan luka mendalam serta pelajaran mahal bagi bangsa Indonesia. Terlepas dari beberapa fakta yang memunculkan ada skenario apa sebenarnya di balik peristiwa G.30.S.PKI, yang jelas peristiwa tersebut telah membuka mata bangsa Indonesia untuk lebih waspada akan menyelusupnya paham-paham yang menjauhkan bangsa ini dari kehidupan beragama.&lt;br /&gt;Berikutnya pada tanggal 27 Maret 1989 hadirlah UU No. 2 tahun 1989. Kedudukan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi dalam Undang-Undang ini secara umum tertuang dalam tujuan Pendidikan Nasional tercantum dalam Bab II pasal 4 yang berbunyi:&lt;br /&gt;Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan&lt;br /&gt;Kemudian dari segi kurikulum, telah dinyatakan dalam pasal 39 ayat 2, yaitu:&lt;br /&gt;Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikah wajib memuat:&lt;br /&gt;a. pendidikan Pancasila;&lt;br /&gt;b. pendidikan agama; dan&lt;br /&gt;c. pendidikan kewarganegaraan.&lt;br /&gt;Kemudian diperjelas dalam PP No. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi tanggal 10 Juli 1990. Dalam PP ini tepatnya pada Bab II pasal 2 tentang Tujuan Pendidikan Tinggi dinyatakan:&lt;br /&gt;(1) Tujuan pendidikan tinggi adalah:&lt;br /&gt;1.  Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian;&lt;br /&gt;2.  Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.&lt;br /&gt;(2) Penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berpedoman pada:&lt;br /&gt;1. tujuan pendidikan nasional;&lt;br /&gt;2. kaidah, moral dan etika ilmu pengetahuan;&lt;br /&gt;(3) Kepentingan masyarakat; serta memperhatikan minat, kemampuan dan prakarsa pribadi.&lt;br /&gt;Dari kutipan pasal-pasal di atas, terlihat bahwa walaupun tujuan Pendidikan Tinggi menekankan pada nilai-nilai akademik dan professional namun tetap berpedoman pada tujuan pendidikan nasional. Maka dapat dinyatakan ada ‘benang merah’ antara UU No. 2 tahun 1989 dengan PP No. 30 tahun 1990, yang semuanya menunjukkan kedudukan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi umum semakin diperhitungkan.&lt;br /&gt;Begitu juga dalam UU No. 20 tahun 2003, dalam Bab II pasal 3 dinyatakan bahwa “Pendidikan  nasional  berfungsi  mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak serta  peradaban  bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan bangsa,  bertujuan  untuk  berkembangnya  potensi  peserta  didik  agar menjadi manusia yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak mulia,  sehat, berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga  negara  yang  demokratis  serta bertanggung jawab”. Kemudian dalam pasal 37 ayat 2 tentang kurikulum dinyatakan:&lt;br /&gt;(2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat:&lt;br /&gt;a. pendidikan agama;&lt;br /&gt;b. pendidikan kewarganegaraan; dan&lt;br /&gt;c. bahasa.&lt;br /&gt;Mengacu pada kutipan di atas, maka jelaslah bahwa kedudukan pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Umum dalam UU No. 2 tahun 1989 dan UU No. 20 tahun 2003 menempati posisi yang diperhitungkan, yaitu sebagai mata kuliah wajib. Ataupun dengan kata lain pendidikan agama islam telah menjadi bagian dalam sistem pendidikan nasional. Namun sayangnya masih ada Perguruan Tinggi Umum yang belum melaksanakannya, terutama Perguruan Tinggi Umum swasta yang tidak memiliki political will yang jelas.&lt;br /&gt;Mata kuliah Pendidikan Agama pada perguruan tinggi dalam proses belajarnya menggunakan sistem kredit semester yang masing-masing perguruan tinggi menggunakan jumlah dan besar SKS yang bervariasi. Rata-rata pendidikan agama Islam di perguruan tinggi hanya mendapat 2 SKS dalam satu semester awal yang dimasukkan dalam komponen mata kulian MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum).&lt;br /&gt;Kemudian muncul SK Mendiknas No.232/U/2000 pada tanggal 20 Desember 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pada Bab I; Ketentuan Umum, yaitu pada pasal 1 ayat 7 dinyatakan bahwa Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.&lt;br /&gt;Selanjutnya PAI di perguruan tinggi umum, menurut Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI Nomor: 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi menjelaskan Visi dan Misi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian serta Kompetensi MPK sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Visi Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)&lt;br /&gt;Visi kelompok MPK di perguruan tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia Indonesia seutuhnya.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Misi Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)&lt;br /&gt;Misi kelompok MPK di perguruan tinggi membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudyaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggungjawab.&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Kompetensi Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)&lt;br /&gt;(1) Standar kompetensi kelompok MPK yang wajib dikuasai mahasiswa meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama, budaya, dan kewarganegaraan dan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari; memiliki kepribadian yang mantap; berpikir kritis; bersikap rasional, etis, estetis, dan dinamis; berpandangan luas; dan bersikap demokratis yang berkeadaban.&lt;br /&gt;(2) Kompetensi dasar untuk masing-masing mata kuliah dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Pendidikan Agama&lt;br /&gt;Menjadi ilmuwan dan profesional yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan memiliki etos kerja, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan.&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas, jelaslah bahwa kedudukan pendidikan agama Islam di perguruan tinggi umum secara yuridis telah mengalami restrukturisasi yang cukup signifikan. Eksistensinya semakin diakui dan dibutuhkan dalam mengembangkan potensi sumber daya generasi muda (mahasiswa) di masa depan. Kondisi ini tentu tidak terlepas dari para pengambil kebijakan di parlemen yang pasca reformasi makin kelihatan upaya ‘cerdas’-nya, walaupun masih ada kebijakan dalam segmen lain yang mengecewakan.&lt;br /&gt;Sementara itu Aminuddin dalam Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum  memaparkan bahwa untuk mewujudkan visi dan misi PAI di perguruan tinggi seperti yang diuraikan di atas maka diberikan pokok-pokok ajaran Islam dengan materi-materi ajar antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Konsep Ketuhanan, alam, dan manusia.&lt;br /&gt;2. Sumber-sumber kebenaran.&lt;br /&gt;3. Sumber-sumber ajaran Islam.&lt;br /&gt;4. Akidah.&lt;br /&gt;5. Syariah.&lt;br /&gt;6. Khilafah.&lt;br /&gt;7. Akhlak.&lt;br /&gt;8. Akhlak dalam bidang ekonomi.&lt;br /&gt;9. Islam, Pengetahuan, dan teknologi.&lt;br /&gt;10. Keadilan, kepemimpinan, dan kerukunan.&lt;br /&gt;Kesepuluh poin tersebut pada umumnya direalisasikan dengan alokasi waktu 2 SKS. Maka dapat dinyatakan betapa perguruan tinggi umum membutuhkan tenaga pendidik (dosen) yang memiliki skill yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Bayangkan hanya dengan 2 SKS tujuan tersebut harus tercapai. Hanya tenaga pendidik (dosen) yang memiliki ketrampilan mumpuni yang mampu menjalani tugas ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Problem Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian kedudukan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum di atas, maka ditemukan beberapa problem yang masih menjadi batu sandungan. Bagaimana mewujudkan tujuan-tujuan tersebut seefektif mungkin.&lt;br /&gt;Beberapa problem tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Beban SKS yang Minimalis (hanya 2 SKS)&lt;br /&gt;Frekuensi perkuliahan agama yang hanya 2 (dua) SKS dirasa kurang memadai mengingat harapan yang demikian besar kepada pendidikan agama. Oleh karena itu bobotnya dipandang perlu untuk ditingkatkan menjadi 4 (empat) SKS. Kecuali tenaga pendidik (dosen) di perguruan tinggi umum mampu mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam mata kuliah lain. Begitu juga dosen untuk mata kuliah pendidikan agama Islam. Namun skill ini masih sulit didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pola Pembelajaran Yang Berkelanjutan&lt;br /&gt;Perlunya menjabarkan pendidikan agama di perguruan tinggi, sebagai kelanjutan dari materi pendidikan agama dari TK sampai dengan SLTA. Apabila pada tingkat TK materi pendidikan agama tekanannya kepada akhlak, tingkat SD kepada ibadah, tingkat SLTP kepada muamalat, tingkat SLTA kepada munakahat, maka pada perguruan tinggi materi pendidikan agama diarahkan kepada pengenalan terhadap perkembangan pemikiran dalam Islam. Penyusunan program seperti ini secara berkelanjutan dapat pula disusun pada mata kuliah agama lain.&lt;br /&gt;Namun pola ini lah yang belum muncul, bahkan terkadang kita jumpai ada tenaga pendidik yang menganggap pembelajaran pendidikan agama islam itu ya itu-itu saja dari SD sampai perguruan tinggi. Paradigma tenaga pendidik yang seperti ini menunjukkan betapa PAI cenderung dinilai dari segi simbolis-kuantitatif,  dan bukan substansial-kualitatif.  Hal ini menunjukkan bahwa tenaga pendidiknya pun belum mampu menumbuhkan kesinambungan pendidikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pola Pengembangan Pendidikan Agama Islam&lt;br /&gt;Fenomena pengembangan pendidikan agama Islam di sekolah atau Perguruan Tinggi Umum tampaknya sangat bervariasi. Dalam arti ada yang cukup puas dengan pola horizontal lateral (independent), yakni bidang studi (non-agama) kadang-kadang berdiri sendiri tanpa dikonsultasikan dan berinteraksi dengan nilai-nilai agama, dan ada yang mengembangkan pola relasi lateral-sekuensial, yakni bidang studi (non agama) dikonsultasikan dengan nilai-nilai agama. Ada pula yang mengembangkan pola vertical linier, mendudukkan agama sebagai sumber nilai atau sumber konsultasi dari berbagai bidang studi. Namun demikian, pada umumnya dikembangkan ke pola horizontal-lateral (independent), kecuali bagi lembaga pendidikan tertentu yang memiliki komitmen, kemampuan, atau political will dalam mewujudkan relasi/hubungan lateral-sekuensial dan vertical linier.&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas dapat dinyatakan bahwa masih banyak perguruan tinggi umum yang menjadikan PAI sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri. Tidak terintegrasi dengan mata kuliah yang lain. Ibarat syair lagu “Kau di sana, dan aku di sini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tenaga Pendidik/dosen Agama Islam.&lt;br /&gt;Faktor inilah yang memegang central core (intinya) pelaksanaan pelajaran agama Islam di Perguruan Tinggi. Bagaimanapun dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi harus sarjana dari suatu Perguruan Tinggi. Hal ini menyangkut gezaag di mata mahasiswa. Akan ada persoalan : apakah dosen tersebut harus sarjana agama Islam ataukah sarjana umum yang beragama Islam? Bilamana kedua-duanya dapat dipandang qualified sudah tentu harus mendapat upgrading dalam pengetahuan-pengetahuan yang diperlukan : sarjana agama di-upgrade dalam pengetahuan umum menurut corak dasar fakultas dimana ia mengajar, sedangkan sarjana umum yang beragama Islam juga harus di-upgrade dalam pengetahuan agama Islam yang secara luas. Kedua-duanya mungkin dapat dipakai dengan persyaratan-persyaratan antara lain punya kepribadian yang dapat jadi suri tauladan mahasiswa serta masyarakat sekitarnya, memahami metode-metode penyajian yang menarik minat mahasiswa, punya sikap sosio-kultural yang baik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Selain dari itu, kesediaan dari para pengasuh pendidik agama di perguruan tinggi untuk mengembangkan kemampuan penalaran akademisnya. Misalnya, untuk mengikuti program S-2 dan S-3 merupakan hal yang sangat dianjurkan. Karena dengan demikianlah diharapkan munculnya kemampuan untuk mengembangkan memahami ajaran-ajaran agama secara komprehensif, dan atas dasar itu tumbuhlah rasa kebanggaan terhadap ajaran agama yang dianutnya. Karena mengikuti kuliah agama diharapkan tidak hanya bagi mahasiswa sekedar mengejar target  2 (dua) SKS, tetapi yang lebih penting lagi semakin meyakini akan kebenaran ajaran agama yang dianutnya.&lt;br /&gt;Namun kebijakan ini terkadang ditanggapi sebagai suatu pemaksaan. Sehingga tidak jarang, banyak dosen yang melanjutkan jenjang pendidikannya, tetapi tidak mengikuti proses pembelajaran yang semestinya. Dosen-dosen seperti ini cenderung beranggapan ijazah lebih penting daripada proses tersebut. Inilah yang menyebabkan banyak sarjana-sarjana ‘mandul’ di Indonesia. Sarjana-sarjana yang motivasi belajarnya telah mati, namun masih tergiur dengan iming-iming tahta. Mereka tak ubahnya sebagai penyembah berhala di era digital ini. Maka jika kita sekarang meributkan tentang pendidikan karakter, muncullah suatu pertanyaan; dari manakah pendidikan karakter itu harus dimulai? Fenomena ini tak ubahnya bagaikan lingkaran setan.&lt;br /&gt;Kemudian seiring perkembangan Teknologi Informasi saat ini, maka tenaga pendidik untuk Pendidikan Agama di perguruan tinggi umum juga harus berperan aktif. Karena dunia IT telah merambah ke berbagai disiplin ilmu. Salah satu cara untuk mengantisipasi dampak negatif IT adalah dengan memperkenalkan IT dari segi positif-nya. Tenaga pendidik PAI adalah salah satu personil yang tepat untuk memperkenalkan ini kepada peserta didik (mahasiswa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Perilaku mahasiswa yang menyimpang dari nilai-nilai akademik.&lt;br /&gt;Melalui media cetak atau pun media elektronik kita selalu mendapati berita yang menunjukkan berbagai perilaku mahasiswa yang jauh dari nilai-nilai akademik. Misalnya saja banyak mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa amoral, seperti kasus VCD porno, aksi tawuran, perkelahian, tindak kriminalitas yang tinggi (seperti pembunuhan yang dilakukan mahasiswa terhadap pacarnya yang sedang hamil), dan lain-lain.&lt;br /&gt;Fenomena di atas menunjukkan betapa pendidikan agama di perguruan tinggi nyaris ‘tidak tepat sasaran’. Problem pendidikan agama ini tidak lain cerminan problem hidup keberagamaan di Tanah Air yang telah terjebak ke dalam formalisme agama. Pemerintah merasa puas sudah mensyaratkan pendidikan agama sebagai mata kuliah wajib dalam kurikulum. Guru agama/dosen merasa puas sudah mengajarkan materi pelajaran sesuai kurikulum. Peserta didik merasa sudah beragama dengan menghafal materi pelajaran agama. Semua pihak merasa puas dengan obyektifikasi agama dalam bentuk kurikulum dan nilai rapor atau nilai mata kuliah, namun jauh dari implementasinya.&lt;br /&gt;Perlu juga kita cermati, semata-mata menyalahkan  (menganggap gagal) pendidikan agama untuk kasus seperti ini adalah tidak bijak. Tetapi itulah image yang terkadang hadir di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lingkungan Kampus.&lt;br /&gt;Lingkungan perguruan tinggi berada harus juga dijadikan perhatian pendidik yang bersangkutan dalam arti lingkungan sosio-kulturilnya; yang menjadi persoalan dalam hubungan ini ialah : apakah dosen dan mahasiswa harus menyesuaikan diri secara alloplastis atau secara autoplastis ?&lt;br /&gt;Juga masih dalam masalah lingkungan yaitu yang langsung berpengaruh pada mahasiswa dalam kampus, atau bahkan dalam kelas perlu diciptakan religious environment seperti adanya musholla dalam kampus, peringatan-peringatan hari besar Islam, tatasusila dalam pergaulan, berpakaian, bertingkah laku sopan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal ini Azyumardi Azra juga mengemukakan bahwa pendidikan memberikan kepada anak didik dorongan dan rasa berprestasi melalui penguasaan pelajaran dengan sebaik-baiknya. Prestasi akademis yang mereka capai, pada gilirannya, juga mendorong munculnya rasa elitisme, yang kemudian memunculkan sikap dan gaya hidup tersendiri, termasuk dalam kehidupan politik. Semakin terpisah lingkungan sekolah dari lingkungan masyarakat pada umumnya, maka semakin tinggi pula sikap elitisme tersebut. Elitisme yang bersumber dari sekolah ini kemudian memunculkan elitisme “terpisah” dari masyarakat; tetapi pada saat yang bersamaan, mereka memegangi pendapat bahwa dengan keunggulan dan priveleges yang mereka miliki, mereka mempunyai “hak” alamiah untuk memerintah masyarakat.&lt;br /&gt;Mengacu pada beberapa kutipan di atas, lingkungan kampus juga mendukung keberhasilan pendidikan agama Islam di perguruan tinggi umum. Lingkunga yang dimaksud bukan hanya dari segi hardware, tetapi juga software.&lt;br /&gt;Beberapa problem yang dipaparkan di atas hanyalah segelintir dari berbagai problem kompleks yang hadir di sekitar kita. H.M. Ridwan Lubis mengemukakan kekhawatirannya akan fenomena problem tersebut yang nantinya berujung pada kegagalan pendidikan agama di perguruan tinggi. Ini dikhawatirkan akan menimbulkan problem yang serius bagi jalannya pembangunan di masa depan karena dikhawatirkan munculnya ilmuan yang disatu sisi memiliki tingkat keahlian yang tinggi dalam disiplin ilmu yang ditekuninya tetapi mengalami kekosongan batin yaitu landasan etik, moral dan dari ketinggian profesionalisme itu membawa dampak negatif yaitu tidak diimbanginya penemuan itu dengan kokohnya prinsip-prinsip moral. Padahal tujuan pendidikan itu sesungguhnya adalah memanusiakan manusia.&lt;br /&gt;Kemudian jika dihubungkan dengan tujuan pendidikan Islam itu sendiri, sebagaimana yang dinyatakan Alhaji A.D. Ajijola dalam Restructure of Islamic Education, yaitu “Islamic education is an education which trains the sensibility of pupils in such a manner that in their attitude to life, their actions, decisions and approach to all kinds of knowledge, they are governed by the spiritual and deeply felt ethical values of Islam. They are trained, and mentally disciplined, so that they want to acquire knowledge not merely to satisfy an intellectual curiosity or just for material worldly benefit, but to develop as rational, righteous beings and bring about the spiritual, moral and physical welfare of their families, their people, their country and mankind”.&lt;br /&gt;Terjemahan bebasnya adalah Pendidikan Islam adalah pendidikan yang melatih kepekaan murid sedemikian rupa dalam menyikapi kehidupan, tindakan mereka, keputusan dan pendekatan untuk semua jenis pengetahuan, mereka dibangun secara spiritual dan sangat merasakan nilai-nilai etika Islam. Mereka dilatih, secara mental disiplin, sehingga mereka ingin memperoleh pengetahuan bukan hanya untuk memuaskan keingintahuan intelektual atau hanya untuk keuntungan materi duniawi, melainkan untuk berkembang secara rasional, makhluk sebenarnya dan bermental spiritual, moral dan sumber kesejahteraan bagi keluarga mereka, masyarakat disekitar mereka, negara mereka dan umat manusia.&lt;br /&gt;Berdasarkan kutipan tujuan pendidikan Islam di atas, maka dapat dinyatakan betapa pentingnya solusi guna menyelesaikan beberapa problem tersebut. Karena problem-problem tersebut jika dibiarkan bisa ber-transformasi menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Prospek Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum.&lt;br /&gt;Beranjak dari beberapa problem yang telah dipaparkan di atas maka kenyataan tersebut telah mendorong pihak-pihak yang perduli akan pendidikan untuk melakukan terobosan baru yang dapat mencerahkan prospek pendidikan agama di perguruan tinggi umum. Beberapa terobosan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Paradigma Baru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama.&lt;br /&gt;Muhaimin dalam Rekonstruksi Pendidikan Islam memaparkan tentang perbedaan model-model pengembangan PAI di perguruan tinggi umum. Perbedaan model ini muncul karena adanya perbedaan pemikiran dalam memahami aspek-aspek kehidupan. Apakah agama merupakan bagian dari aspek kehidupan, sehingga hidup beragama berarti menjalankan salah satu aspek dari berbagai aspek kehidupan, ataukah agama merupakan sumber nilai-nilai dan operasional kehidupan, sehingga agama akan mewarnai segala aspek kehidupan itu sendiri? Maka dalam konteks ini muncullah model dikotomis, model mekanisme dan model organism/sistemik.&lt;br /&gt;Model dikotomis memandang segala sesuatu hanya dilihat dari dua sisi yang berlawanan, seperti laki-laki dan perempuan, ada dan tidak ada, bulat dan tidak bulat, pendidikan agama dan pendidikan non agama, demikian seterusnya. Pandangan dikotomis tersebut pada gilirannya dikembangkan dalam memandang aspek kehidupan dunia dan akhirat, kehidupan jasmani dan rohani, sehingga pendidikan agama Islam hanya diletakkan pada aspek kehidupan akhirat saja atau kehidupan rohani saja.&lt;br /&gt;Sedangkan model mekanisme memandang kehidupan terdiri atas berbagai aspek, dan pendidikan dipandang sebagai penanaman dan pengembangan seperangkat nilai kehidupan, yang masing-masing bergerak dan berjalan menurut fungsinya, bagaikan sebuah mesin yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen-elemen, yang masing-masing menjalankan fungsinya sendiri-sendiri, dan antara satu dengan lainnya bisa saling berkonsultasi atau tidak.&lt;br /&gt;Model organism/sistemik dalam konteks pendidikan Islam bertolak dari pandangan bahwa aktifitas kependidikan merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang hidup bersama dan bekerja sama secara terpadu menuju tujuan tertentu, yaitu terwujudnya hidup yang religius atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;Pandangan semacam itu menggaris bawahi pentingnya kerangka pemikiran yang dibangun dari fundamental doctrines dan fundamental value yang tertuang dan terkandung dalam Al Qur’an dan al-sunnah ash-shahihah sebagai sumber pokok. Ajaran dan nilai-nilai Ilahi/agama/wahyu didudukkan sebagai sumber konsultasi yang bijak, sementara aspek-aspek kehidupan lainnya didudukkan sebagai nilai-nilai insan yang mempunyai hubungan vertikal-linier dengan nilai Illahi/agama.&lt;br /&gt;Dari ketiga model tersebut maka model organism/sistemik yang paling ideal jika disandingkan dengan Visi dan Misi PAI di perguruan tinggi umum. Hal ini sudah tergambar dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 43/DIKTI/Kep/2006. Jika hal ini dapat terealisasi, maka PAI di perguruan tinggi umum akan cerah prospeknya di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Integrasi Inklusivitas Islam dalam Pendidikan Agama Islam.&lt;br /&gt;Dadan Muttaqien dalam Prospek Pendidikan Agama Islam di Tengah Perubahan Zaman menawarkan paradigm yang hampir senada dengan yang telah diuraikan di bagian ‘a’. Paradigma tersebut dalam bentuk Integrasi Inklusivitas Islam dalam Pendidikan Agama Islam. Pemaparannya dalam hal ini yaitu :&lt;br /&gt;Jika masih ingin eksis dan survive, semangat inklusivitas ajaran Islam harus benar-benar integral dalam materi ajar dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Namun yang perlu menjadi catatan jangan sampai terjebak oleh inklusivitas menurut retorika Barat dalam hal-hal teori tentang pluralisme, HAM dan lain-lainnya karena semua itu harus dikembalikan kepada sumbernya yang asli yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah meskipun tetap dengan semangat yang mengkritisi setiap interpretasi terhadap kedua sumber tersebut.&lt;br /&gt;Sikap Islam terhadap pluralitas misalnya, merupakan sikap pertengahan di antara dua kutub ekstrim pandangan manusia terhadap pluralitas: yang menolak pluralitas mentah-mentah dan yang menerima pluralitas mentah-mentah. Pandangan manusia yang menolak pluralitas mentah-mentah adalah pandangan yang menganggap pluralitas sebagai sebuah bencana yang membawa pada perpecahan sehingga pluralitas harus dihilangkan dan keseragaman mutlak harus dimunculkan. Hal tersebut dapat dilihat pada “totaliterisme Barat” yang diwakili oleh Uni Soviet saat itu. Pandangan manusia yang menerima pluralitas mentah-mentah adalah pandangan yang menganggap pluralitas sebagai sebuah bentuk kebebasan individu yang tidak ada keseragaman sedikit pun. Hal ini terlihat pada model “liberalisme Barat” di banyak negara. Sikap Islam yang moderat, yang menerima pluralitas sekaligus menerima keseragaman, dapat dilihat dari penerimaan Islam terhadap beragam mazhab fikih, tetapi tetap dalam kerangka kesatuan atau keseragaman syariat Islam.&lt;br /&gt;Pernyataan di atas juga relevan dalam upaya memprotek mahasiswa yang cenderung ‘darah muda’ yang gampang berapi-api dan labil. Terutama dalam menerima paham-paham dengan atas nama agama, seperti paham-paham Negara Islam Indonesia (NII) yang marak akhir-akhir ini. Disamping itu konsep integrasi inklusivitas ini sangat tepat jika diterapkan pada Perguruan Tinggi Umum yang masih menyajikan Pendidikan Agama Islam hanya 2 SKS. Karena ada juga beberapa perguruan tinggi umum yang menyajikan mata kuliah Pendidikan Agama lebih dari 2 SKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi agama Islam tidak ada pemisahan antara pengajaran dengan pendidikan. Jika dapat dibedakan hanya sebatas maknanya saja. Pengajaran merupakan strategi untuk mengaktualkan pendidikan, sedangkan pendidikan merupakan suatu nilai (value) yang terus berjalan agar dapat diwujudkan. Namun dalam prosesnya pengajaran dan pendidikan merupakan sebuah proses yang integral.&lt;br /&gt;Perjalanan panjang kebijakan yang menunjukkan eksistensi Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum bukanlah hal yang mudah. Mulai dari kehadiran UU Pendidikan No. 4 tahun 1950 hingga kehadiran SK Mendiknas No.23/U/2000 pada tanggal 20 Desember 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, kemudian Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, telah menempatkan Pendidikan Agama sebagai Mata Kuliah Pengembangan. Ini berarti PAI di perguruan tinggi umum telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan.  Ada nuansa integrasi antara mata kuliah Pendidikan Agama dengan mata kuliah lainnya. Dinamika ini telah melalui pergolakan berbagai kepentingan, baik kepentingan secara politik, sosial, budaya, ekonomi dan emosi (sentiment) keagamaan  turut ikut serta di dalamnya.&lt;br /&gt;Jika proses pengajaran dan pendidikan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum terintegrasi secara kontekstual maka akan menghadirkan cendekiawan muda yang bukan hanya memiliki value, tetapi juga bermental spiritual yang dapat diandalkan untuk pembangunan masyarakat bahkan pembangunan peradaban manusia di masa yang akan datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR BACAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Ali Riyadi, Politik Pendidikan; Menggugat Birokrasi Pendidikan Nasional (Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2006), h. 179-180S.Nasution, Sejarah Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001)&lt;br /&gt;Alhaji A.D. Ajijola, Restructure of Islamic Education (Delhi: Adam publisher &amp;amp; Distributors, 1999)&lt;br /&gt;Aminuddin, Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005)&lt;br /&gt;Azyumardi Azra, Pendidikan Islam; Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999)&lt;br /&gt;H.M.Arifin, Kapita Selecta Pendidikan (Semarang: Toha Putra, 1981)&lt;br /&gt;M.Ridwan Lubis, Aktualisasi Nilai-nilai Keislaman Terhadap Pembangunan Masyarakat (Medan: Media Persada, 2000)&lt;br /&gt;Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Raja GRafindo Persada, 2009)&lt;br /&gt;Muhaimin, Rekonstruksi Pendidikan Islam (Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 2009)&lt;br /&gt;Salinan UU No. 4 Tahun 1950 Tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran&lt;br /&gt;Salinan UU No. 22 Tahun 1961 Tentang Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;Salinan UU No. 2 Tahun 1989 Tentang Sisdiknas&lt;br /&gt;Salinan PP No. 30 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Tinggi&lt;br /&gt;Salinan SK Mendiknas No.232/U/2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa&lt;br /&gt;Salinan UU No. 23 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas&lt;br /&gt;Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia No : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;S.Nasution, Sejarah Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001)&lt;br /&gt;Sumardi, Muljanto, Sejarah Singkat Pendidikan Islam di Indonesia 1945-1975, (Jakarta: LPIAK Balitbang Agama Depag, 1977)&lt;br /&gt;Dadan Muttaqien, Prospek Pendidikan Agama Islam di Tengah Perubahan Zaman, http://master.islamic.uii.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=90&amp;amp;Itemid=57, diakses tanggal 25 April 2011, pukul: 21.39 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2858093870283121151?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2858093870283121151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/07/pendidikan-agama-islam-pada-perguruan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2858093870283121151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2858093870283121151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/07/pendidikan-agama-islam-pada-perguruan.html' title='Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum (Kedudukan, Problem dan Prospeknya)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2156246769089015408</id><published>2011-05-20T08:02:00.003+07:00</published><updated>2011-05-20T08:18:55.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>Salam Kebangkitan Nasional Ke-103</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-W8hgSxZlUlk/TdW-3FSVXcI/AAAAAAAAAVw/XoSeUjDhMUo/s1600/Logo_103_Tahun.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-W8hgSxZlUlk/TdW-3FSVXcI/AAAAAAAAAVw/XoSeUjDhMUo/s400/Logo_103_Tahun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608598764480978370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div size="3" style="background:#fffff; text-align:justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bangun pemudi pemuda Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tangan bajumu singsingkan untuk negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masa yang akan datang kewajibanmu lah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi tanggunganmu terhadap nusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi tanggunganmu terhadap nusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak usah banyak bicara trus kerja keras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertingkah laku halus hai putra negri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertingkah laku halus hai putra negri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bait-bait lagu di atas mengingatkan saya pada masa-masa SMA. Bangun pemudi-pemuda karangan C. Simanjuntak ini termasuk lagu favorit saya jika latihan paduan suara. Dengan hentakan stakato-nya, aura spirit terasa hingga ke relung jiwa. Lagu-lagu nasional kita memang sungguh ‘bernyawa’.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apalagi waktu itu guru kesenian kami Ibu Dra. Yoyok Juriah, guru cerdas yang begitu menguasai bidangnya. Bagi beliau membagi-bagi suara sopran, alto, tenor dan bas, seperti bagi-bagi snack saja. Ingat masa-masa itu, aiihhh…ingin rasanya mengulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-VpoxWmXWNNg/TdXBQPXovXI/AAAAAAAAAV4/uS65RfTZ7tE/s1600/paduan%2Bsuara.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 277px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-VpoxWmXWNNg/TdXBQPXovXI/AAAAAAAAAV4/uS65RfTZ7tE/s400/paduan%2Bsuara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608601395707559282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetapi akhir-akhir ini ada yang mengusik di hati. Banyak murid-murid saya yang tidak mengenal lagu-lagu nasional. Bahkan ada yang tidak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketika hal ini  saya bicarakan dengan beberapa teman yang mengajar di sekolah lain, bahkan di sekolah yang berstatus SSN (Sekolah Standar Nasional), mereka juga menyampaikan hal yang sama. Seketika jadi mikir, adakah yang keliru…?  Sehingga semua jadi begini? Apakah ini juga akibat dari pendidikan? (Semoga ini hanya kasuistik, teman). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita tidak dapat mengukur jiwa nasionalis seseorang hanya dari sebuah lagu. Tetapi melalui lagu kita dapat membangkitkan semangat nasional seseorang. Betapa inginnya membangkitkan semangat nasionalis itu untuk melawan gaya hidup hedonisme yang mulai menggerogoti anak negeri. Melawan kemusykilan kenyataan dinamika pendidikan yang sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya. UN sebagai exit exam… Terperdaya dengan persentase keberhasilan UN yang mencapai 99,xxx%. Sudah kredibel katanya. Oh angka-angka… ternyata semuanya bisa dipuaskan sebatas angka-angka. Lalu bagaimana sarana dan prasarana yang masih serba minimalis? Tenaga pendidik yang masih perlu di up grade? Belum lagi melawan carut-marut dunia olah raga, sehingga ajang PSSI-pun harus dipolitisasi. Ah..terlalu banyak sebenarnya yang ingin dilawan. Kalau sudah begini kembali hati ingin mendendangkan lagu di atas. Sungguh bernyawa…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga di 20 Mei 2011 ini, masih bisa diri ini menemukan kobaran-kobaran nyali kebangkitan nasional. Seperti gemuruh kobaran semangat kebangkitan yang dicetuskan bung Tomo seratus tiga tahun yang lalu, seperti dinamika retorika Soekarna di masa lalu. Seperti denyut nadi Sudirman yang enggan terhenti hanya karena rongrongan penyakit dan desingan peluru. Yang pasti seperti bangsa yang tidak pernah melupakan jasa-jasa para pahlawannya. Bangsa yang menghargai sejarah. Kita pun akan menjadi bagian dari sejarah. Oleh karena itu tugas kita adalah untuk mengukir sejarah yang lebih indah. Sebagai warisan untuk generasi mendatang. Semoga yang Maha Memberi Petunjuk selalu memberi kemudahan kepada kita untuk B..A..N..G..K..I..T …!! Bangkit mengganyang kebodohan dan ke-naif-an…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kebangkitan Nasional ke-103,..!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2156246769089015408?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2156246769089015408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/05/salam-kebangkitan-nasional-ke-103.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2156246769089015408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2156246769089015408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/05/salam-kebangkitan-nasional-ke-103.html' title='Salam Kebangkitan Nasional Ke-103'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-W8hgSxZlUlk/TdW-3FSVXcI/AAAAAAAAAVw/XoSeUjDhMUo/s72-c/Logo_103_Tahun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7321698219952972358</id><published>2011-05-02T16:09:00.003+07:00</published><updated>2011-05-02T16:52:28.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sebuah Catatan di Hardiknas 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa&lt;br /&gt;dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya,&lt;br /&gt;yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa&lt;br /&gt;terhadap Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;dan berbudi pekerti luhur,&lt;br /&gt;memiliki pengetahuan dan keterampilan,&lt;br /&gt;kesehatan jasmani dan rohani,&lt;br /&gt;kepribadian yang mantap dan mandiri&lt;br /&gt;serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah isi Bab II Pasal 4 dari UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sungguh indah kalimat-kalimat itu.&lt;br /&gt;Sungguh bijak yang telah merangkai kata tersebut.&lt;br /&gt;Amboii…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi entah mengapa indahnya kalimat-kalimat&lt;br /&gt;Sarat maknanya yang tersirat maupun tersurat&lt;br /&gt;Tidak mampu menghalau kegalauan yang sarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh anak negeri…&lt;br /&gt;Inilah kenyataan yang harus dihadapi&lt;br /&gt;Ketika aku mendengar &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/19/14072880/Memberantas.Penyakit.Examen.Cultus"&gt;berita ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku membaca &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/22/nurdin-halid-dan-ujian-nasional/"&gt;berita itu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menyaksikan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.mediaindonesia.com/citizen_read/1599"&gt;kenyataan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; di depan mata&lt;br /&gt;Haruskah missi itu hanya terukir di dalam kitab&lt;br /&gt;Yang disebut Undang-Undang…??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika fakta dan Undang-Undang tak seirama&lt;br /&gt;Yang satu di Selatan, yang satu di Utara&lt;br /&gt;Kepada siapakah harus berbagi cerita…?&lt;br /&gt;Haruskah kutunggu hadirnya&lt;br /&gt;Ki Hajar Dewantara jilid ke-dua…??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nelangsa…?? Putus Asa…??&lt;br /&gt;Ku coba halau semua&lt;br /&gt;Karena ‘Rajawali’ Bang Iwan Fals masih menggema&lt;br /&gt;Begini katanya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“…Jiwa anggun teman sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jiwa gagah pasti diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertahan pada godaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prahara atau topan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keberanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setia kepada budi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setia pada janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kegagahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menembus kabut malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menguak cadar fajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mendatangi matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memberi inspirasi…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…semoga hati ini masih terinspirasi&lt;br /&gt;Untuk menjadikan missi indah itu bukan hanya sekedar prasasti&lt;br /&gt;Walau tak ada ‘sistem’ yang mengakui..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL…!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7321698219952972358?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7321698219952972358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/05/sebuah-catatan-di-hardiknas-2011.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7321698219952972358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7321698219952972358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/05/sebuah-catatan-di-hardiknas-2011.html' title='Sebuah Catatan di Hardiknas 2011'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2241612710467642636</id><published>2011-03-12T20:03:00.010+07:00</published><updated>2011-03-30T21:26:00.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Interen Madrasah'/><title type='text'>Daftar Nama Siswa Kelas IX MTs Al Washliyah yang  Laporan Tugas via Email-nya Diterima</title><content type='html'>&lt;div style="background:#fffff; text-align:justify; font-size:120%"&gt;&lt;br /&gt;Kepada seluruh ananda siswa/i MTs Al Washliyah Pangkalan Brandan, berikut ini adalah nama-nama siswa kelas IX  T.P 2010-2011 yang telah mengirimkan laporan via email dan laporan diterima sebagai ujian praktek TIK. &lt;br /&gt;Berikut nama-nama siswa yang laporannya diterima (up date 30 Maret 2011, pukul 21.30 WIB)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1 Rizqa Kahirunnisa (IX B)&lt;br /&gt;2 Dina Marini (IX A)&lt;br /&gt;3 Delima Siani Bancin (IX B)&lt;br /&gt;4 Putri Annisa (IX B)&lt;br /&gt;5 Putri Herdiana (IX A)&lt;br /&gt;6 Ramadani Yanti (IX A)&lt;br /&gt;7 Ziar Nadila (IX A)&lt;br /&gt;8 Ami Rizki (IX A)&lt;br /&gt;9 Rahmad Ariansyah (IX B)&lt;br /&gt;10 Dian Utami (IX A)&lt;br /&gt;11 Nurmala Sari.A (IX B)&lt;br /&gt;12 Iin Santana (IX B)&lt;br /&gt;13 Dina Al Husna (IX B)&lt;br /&gt;14 Anju Brutu (IX B)&lt;br /&gt;15 Parman Manik (IX C)&lt;br /&gt;16 M. Joni Bancin (IX A)&lt;br /&gt;17 Mukhsin Bancin (IX A)&lt;br /&gt;18 Rahma Widya Sari (IX A)&lt;br /&gt;19 Ari Pangestu (IX A)&lt;br /&gt;20 M. Fauzan. Nst (IX A)&lt;br /&gt;21 Rika Ulandari (IX B)&lt;br /&gt;22 Trisna Sekar Tias (IX B)&lt;br /&gt;23 Putri Hartati (IX B)&lt;br /&gt;24 Yoga Prastiadiputra (IX B)&lt;br /&gt;25 Rahayu Anggraini (IX B)&lt;br /&gt;26 Abdurahman Qosim (IX B)&lt;br /&gt;27 Rizki Pratama (IX C)&lt;br /&gt;28 Taufik Abdillah (IX A)&lt;br /&gt;29 Tri Kumala Dewa (IX C)&lt;br /&gt;30 Irma Wati (IX A)&lt;br /&gt;31 Ina Kirana (IX A)&lt;br /&gt;32 Surya Handika Pratama (IX C)&lt;br /&gt;33 Putri Herdiana (IX A)&lt;br /&gt;34 Sumiati (IX C)&lt;br /&gt;35 Ummi Atiyah (IX A)&lt;br /&gt;36 Awaliani Husna (IX A)&lt;br /&gt;37 Dina Supratika (IX C)&lt;br /&gt;38 Siti Nurbaiti (IX C)&lt;br /&gt;39 Haswindu (IX A)&lt;br /&gt;40 Edi Sudrajat (IX A)&lt;br /&gt;41 Ali Mukdin (IX B)&lt;br /&gt;42 Mutia Dewi (IX B)&lt;br /&gt;43 Dinda Lestari (IX A)&lt;br /&gt;44 Heri Suseno (IX A)&lt;br /&gt;45 Oktafia Umami (IX C)&lt;br /&gt;46 Walila Oktari (IX C)&lt;br /&gt;47 Desi Reni Harahap (IX C)&lt;br /&gt;48 Sri Ramadhani (IX C)&lt;br /&gt;49 Risma Risdianti (IX C)&lt;br /&gt;50 Nurmalasari. C (IX B)&lt;br /&gt;51 Rahmayana (IX A)&lt;br /&gt;52 Joko Suprianto (IX B)&lt;br /&gt;53 Alia Maliani Lbs (IX C)&lt;br /&gt;54 Guruh Pratama (IX B)&lt;br /&gt;55 Andani Simorangkir (IX B)&lt;br /&gt;56 M. Amrizal Hafis (IX A)&lt;br /&gt;57 Sumarni (IX A)&lt;br /&gt;58 Bahya Ibnu Mulkan (IX A)&lt;br /&gt;59 Rika Wulandari (IX A)&lt;br /&gt;60 Rismal Berutu (IX A)&lt;br /&gt;61 Susi Susanti (IX B)&lt;br /&gt;62 Sumartik (IX B)&lt;br /&gt;63 Rajak Priadi (IX A)&lt;br /&gt;64 Helmi Pramuja (IX C)&lt;br /&gt;65 Ely Erviana (IX A)&lt;br /&gt;66 Mhd Sholeh (IX B)&lt;br /&gt;67 M. Amar Adli (IX C)&lt;br /&gt;68 Panca Akbar (IX B)&lt;br /&gt;69 Dewi Nursiam (IX A)&lt;br /&gt;70 Rahmat Fauzi (IX C)&lt;br /&gt;71 Muhammad Syahputra (IX C)&lt;br /&gt;72 Muhammad Yusuf (IX C)&lt;br /&gt;73 Heru Herdiansyah (IX C)&lt;br /&gt;74 Irfan Suhendra (IX C)&lt;br /&gt;75 Purwanty (IX C)&lt;br /&gt;76 Ayu Riski (IX B)&lt;br /&gt;77 Fitria Ningsih (IX C)&lt;br /&gt;78 Hernita Wahdini (IX B)&lt;br /&gt;79 Rina Afriani (IX B)&lt;br /&gt;80 Fitria Erviana (IX B)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa yang merasa telah mengirim email tetapi namanya tidak terdaftar pada daftar di atas, diharapkan segera menjumpai guru TIK. Karena ada 2 siswa yang laporannya tidak diterima, dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengirim melalui jejaring social&lt;br /&gt;2. Menggunakan identitas yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siswa/i yang belum mengirimkan laporannya diharap segera menyelesaikan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2241612710467642636?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2241612710467642636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/03/daftar-nama-siswa-kelas-ix-mts-al.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2241612710467642636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2241612710467642636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/03/daftar-nama-siswa-kelas-ix-mts-al.html' title='Daftar Nama Siswa Kelas IX MTs Al Washliyah yang  Laporan Tugas via Email-nya Diterima'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7783580714942387075</id><published>2011-02-25T20:00:00.002+07:00</published><updated>2011-02-25T20:04:06.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><title type='text'>Anecdote; The Story of Nasruddin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-SbiQjCN6P98/TWeoqgPQpJI/AAAAAAAAAVo/X8FpT73si9w/s1600/Nasruddin.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SbiQjCN6P98/TWeoqgPQpJI/AAAAAAAAAVo/X8FpT73si9w/s400/Nasruddin.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577612111683560594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background:#fffff; text-align:justify; font-size:120%"&gt;&lt;br /&gt;Anecdotes is to tell an unusual and funny event. Anecdote is similar with Recount intended to show views of an event or events of the past. The main difference is that Anecdote usually tells an unusual occurrence for the purpose of entertaining or amusing. Because of these differences, so the structure of the Anecdote generic is so different with structure of the Recount generic. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This text is an important part in daily life because it can be easily found in various mass media, electronic and print, in the language learning books (textbook), etc.. Therefore, mastering this kind of text can also be used as the benchmark level of literacy. Learning of this type will not only influential the affect of the development of literacy skills in English, but also in Indonesian, and even though the mother tongue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The story of Nasruddin is one of Anecdote. Here is his story:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nasruddin put two big baskets of grapes on his donkey and went to market. At midday it was very hot, so he stopped in the shade of a big tree. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There were several other men there, and all of them had donkeys and baskets of grapes too. After their lunch they went to sleep. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After some time, Nasruddin began to take grapes out of the other men’s baskets and put them in his.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suddenly one of the men woke up and saw him. “What are you doing ?” he said angrily.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh,” said Nasruddin. “Don’t worry about me. I am half mad, and I do a lot of strange things”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, really?” said the other man. “Then why don’t you sometimes take grapes out of your baskets and put them in somebody else’s baskets?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“You did not understand me,” said Nasruddin. “I said that I was half mad, not quite mad”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7783580714942387075?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7783580714942387075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/02/anecdote-story-of-nasruddin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7783580714942387075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7783580714942387075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/02/anecdote-story-of-nasruddin.html' title='Anecdote; The Story of Nasruddin'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SbiQjCN6P98/TWeoqgPQpJI/AAAAAAAAAVo/X8FpT73si9w/s72-c/Nasruddin.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-4021624173395815568</id><published>2011-02-11T17:29:00.004+07:00</published><updated>2011-02-18T18:23:27.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Menguak Sejarah Mencari 'Ibrah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TVURXZZqwuI/AAAAAAAAAVQ/OqW9VczLsdU/s1600/Hasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TVURXZZqwuI/AAAAAAAAAVQ/OqW9VczLsdU/s200/Hasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572379207594066658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Menguak Sejarah Mencari ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Dr. Hasan Asari, MA (sekarang sudah Profesor)&lt;br /&gt;Penerbit : Cita Pustaka Media Bandung, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengulas dunia pendidikan adalah sebuah topik yang tidak akan ada habis-habisnya. Seluruh aktifitas kehidupan manusia tidak lepas dari unsur pendidikan. Sebagaimana yang dinyatakan Andrea Hirata dalam novelnya Cinta Di Dalam Gelas bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tata cara bertutur kata, bergaul pria wanita, berbaju, menggaruk kalau gatal, atau berjoget dangdut, semuanya akibat dari pendidikan"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguak Sejarah Mencari ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibrah&lt;/span&gt; merupakan salah satu buku yang mengulas dunia pendidikan dengan pendekatan history (Sejarah). Dalam buku ini kita akan menjumpai bagaimana pendekatan dan metodologi dalam pengkajian pendidikan Islam dalam perpsektif sejarah. Bagaimana kita dapat menemukan ‘Ibrah (pelajaran) dari sebuah catatan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah ibarat sebuah celah yang dipakai oleh sebuah komunitas untuk ‘mengintip’ dan mengail pelajaran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘ibrah&lt;/span&gt;) dari masa lalunya. Keinginan melihat dimensi yang lebih luas dari masa lalu itu mendorong orang untuk terus menerus membuka celah baru, atau setidaknya menguak lebih lebar celah historis yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini penulis menyatakan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dibandingkan dengan model penulisan sejarah konvensional, model sejarah sosial-dengan ciri lebih menyeluruh dan menekankan pemberian makna terhadap fakta-fakta sejarah-membuka kemungkinan yang lebih besar bagi kita untuk memperoleh pesan sejarah (‘ibrah). Sesungguhnya, pencarian ‘ibrah dan kemudian menjadikannya sebagai bahan pelajaran dalam memahami masa kini dan merencanakan masa mendatang adalah merupakan inti terpenting dari kegiatan pengkajian sejarah. Karenanya, semakin detail pengetahuan kita tentang sejarah pendidikan Islam, semakin besar kemungkinan kita memberinya penafsiran yang komprehensif, dan pada waktu yang sama, semakin besar pula kemungkinan kita memperoleh pelajaran berharga daripadanya guna menyusun perencanaan masa depan yang lebih baik”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku ini kita juga dihadapkan dengan pemikiran-pemikiran pendidikan Al Ghazali. Diantara pemikiran-pemikiran pendidikan Al Ghazali yang dibahas dalam buku ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mekanisme Psikologis Proses Belajar&lt;br /&gt;2. Hambatan-hambatan Belajar&lt;br /&gt;3. ‘Cara Lain’ Untuk Mengetahui (topik ini sangat menarik)&lt;br /&gt;4. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;5. Murid dan Kewajibannya&lt;br /&gt;6. Guru dan Kewajibannya (wajib diketahui oleh pendidik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bagaimana dinamika Intelektual Muslim Klasik dan Muslim Dalam Kontak Peradaban juga dihadirkan dalam buku ini dengan pengolahan yang menarik. Apalagi didukung dengan berbagai referensi dari Bahasa arab. Sungguh membuka paradigma pemikiran pendidikan kita menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;open minded&lt;/span&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang merasa pendidik, perlu lo baca buku ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-4021624173395815568?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/4021624173395815568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/02/menguak-sejarah-mencari-ibrah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4021624173395815568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4021624173395815568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/02/menguak-sejarah-mencari-ibrah.html' title='Menguak Sejarah Mencari &apos;Ibrah'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TVURXZZqwuI/AAAAAAAAAVQ/OqW9VczLsdU/s72-c/Hasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-8056715638005894920</id><published>2011-01-13T15:11:00.012+07:00</published><updated>2011-02-19T18:18:41.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Buku Bergizi; La Tahzan for Teacher</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TS63W_703iI/AAAAAAAAAVE/NrsQLjKQEnM/s1600/La%2BTahzan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TS63W_703iI/AAAAAAAAAVE/NrsQLjKQEnM/s200/La%2BTahzan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561584195596508706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bagi anak berkebutuhan khusus, model pendidikan inklusif memberikan rasa hormat dan kebanggaan pada diri sendiri, sedang bagi anak normal, pendidikan inklusif mengajarkan mereka bersyukur dan menerima perbedaan. Semua siswa, termasuk juga gurunya, jadi memiliki kesempatan memperkaya hati, tentu bila guru dapat mengarahkannya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kalimat diatas dikutip dari buku La Tahzan for Teacher pada halaman 6 yang ditulis oleh dua orang guru muda yaitu Ibu Irmayanti dan Gita Lovusa. Saya merasa ‘tertampar’ dengan pernyataan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“…memiliki kesempatan memperkaya hati…” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat tersebut mengingatkan saya pada sebuah kelas di madrasah tempat saya tugas. Di kelas ini siswanya beraneka ‘warna’. Ada seorang siswa perempuan yang perkembangan kognitif dan afektifnya jauh tertinggal dibandingkan dengan perkembangan seks-nya (gaya bicaranya pun seperti anak autis). Ada siswa yang emosinya cenderung tidak terkendali gampang merampang (marah membabi buta tidak perduli siapa dihdapannya). Ada juga siswa yang banyak bicara tetapi tidak mampu ‘mendengar’ dengan baik, sehingga sering menimbulkan salah paham tidak hanya dengan teman-temannya, tetapi juga dengan guru, tentu saja semuanya akan berakhir dengan keributan. Huufff…itu baru sebahagian. Jadi jangan heran jika guru yang masuk di kelas ini bakal mendendangkan ‘lagu’ complain yang berkepanjangan. Mungkin kondisi-kondisi seperti inilah yang tidak pernah didiskusikan di Perguruan Tinggi tempat calon tenaga pendidik dipersiapkan, sehingga begitu ‘turun gunung’, banyak tenaga pendidik yang jadi stress dalam menghadapi keaneka ragaman ‘warna’ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La Tahzan for Teacher merupakan salah satu buku ‘bergizi’ yang perlu ‘dikonsumsi’bukan saja oleh guru tetapi juga oleh orang tua. Karena pada dasarnya guru adalah orang tua siswa di sekolah (walaupun terkadang banyak guru yang tidak dapat menganggap murid sebagai anaknya di sekolah), apalagi yang memang orang tua yang telah diamanahkan anak. Selain itu problem yang dimunculkan dalam buku ini berdasarkan kisah nyata yang dialami penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ‘keunikan’ anak dan fenomena kelas/sekolah yang kadang terabaikan yang dimunculkan dalam buku ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Doni, siswa dengan kondisi emosi yang tidak stabil, terkadang mengamuk di kelas tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;2. Rahmi, siswa yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, sehingga cenderung sering menyakiti diri sendiri dengan menyilet bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;3. Ferro, siswa yang harus ‘bertekuk lutut’ dengan ambisi orang tua.&lt;br /&gt;4. Herman, siswa yang ‘biasa-biasa’ saja dari segi kognitif, tetapi memiliki kecerdasan interpersonal yang patut diperhitungkan (inilah kecerdasan anak yang kadang diabaikan guru)&lt;br /&gt;5. Arlan Soebarna, siswa yang memiliki kecerdasan verbal (banyak omong dan jago berbalas pantun), tetapi banyak guru yang dibuatnya BT karena sering nyeletuk ketika guru mengajar.&lt;br /&gt;6. Siswa-siswa yang telah terlibat dengan seks bebas&lt;br /&gt;7. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada anak&lt;br /&gt;8. Kepercayaan yang jarang diberikan guru kepada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus poin ke delapan, saya sempat terpaku membaca bagian ini. Yaitu pada kutipan-kutipan kalimat yang diambil dari film Kungfu Panda, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;You’re not my teacher. You don’t even believe me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;To make something special, you just have to believe that it is special&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya sudah menonton film ini. Ketika itu saya sempat senyum-senyum dan manggut-manggut menyadari betapa film ini sarat dengan nilai-nilai pendidikan. Namun manggut-manggut saya ketika itu semakin menemukan ‘klik’-nya setelah membaca buku ini. Ya…trust… kepercayaan itu adalah salah satu modal membangkitkan kreatifitas siswa. Bagaimana mungkin mereka ‘nyaman’ melakukan sesuatu jika kita tidak mempercayainya…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi problem-problem yang sering kita jumpai di lingkungan sekolah, dimana problem itu terkadang kita selesaikan dengan cara yang tidak bijak (termasuk saya sendiri, pengakuan dari lubuk hati terdalam. Hiikkss) yang dihadirkan dalam buku ini. Problem yang terkadang sekolah tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikannya. Seperti yang dinyatakan penulis pada halaman 16:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sayangnya, sekolah bukanlah tempat yang terlalu ramah pada anak. Kurikulum padat, dan guru harus berkejaran dengan waktu karena semua harus selesai untuk Ujian Nasional. Tak banyak waktu tersisa untuk memperhatikan anak didik, mencari akar masalah mereka, mengobati luka yang menganga. Padahal anak-anak ini manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 147 penulis selaku guru ‘muda’ memaparkan apresiasinya terhadap guru ‘tua’. Pada bahagian ini saya senyum-senyum membacanya, terutama pada pernyataan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jadi ingat heboh sertifikasi guru kemarin. Lama mengajar merupakan komponen kedua yang dinilai setelah gelar sarjana. Makin lama mengajar, makin besar poinnya. Tentu kesempatan jadi certified teacher yang (katanya) mumpuni dan sejahtera juga makin lebar. Kenapa begitu, ya? Hmm…, mungkin karena makin lama mengajar, kualitas guru jadi makin bagus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Begitukah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mungkin saja sih. Tapi ingatkah kita pada sosok guru yang makin sulit didebat, makin sok tau, dan makin membosankan saja setiap dia masuk kelas? Bukankah biasanya guru demikian adalah guru yang ‘lama’ mengajar, yang dibilang banyak pengalaman?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tentu saja usia muda tak berarti selalu baik. Kadang ‘muda’berarti mentah, emosional, dan mengedepankan ego. Kadang juga bertindak serampangan dan kurang pertimbangan. Sementara, kita banyak menemui guru tua yang makin lama makin berisi, setidaknya mereka mendukung perubahan dan angin baru di dunia pendidikan tanpa kecurigaan dan apatisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ah, usia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Usia yang bertambah memang bisa menunjukkan kematangan dan kebijaksanaan. Tapi, usia yang bertambah juga bisa mengikis idealism, mematikan antusiasme, dan menghilangkan kreatifitas. Ah, akankah hal itu terjadi pada saya, pada Chaerul, dan banyak guru lainnya? Akankah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca bagian ini, tiba-tiba saja saya teringat pada diri sendiri. Walaupun saya tidak pernah merasa ‘tua’ (aih…gejala tidak tau diri kah ini..? ‘Ntahlah… he he he), tetapi setidaknya saya lebih tua dari penulis buku ini. Berdasarkan apa yang mereka paparkan, kok saya merasa mereka lebih bijaksana dari saya. Apakah saya termasuk orang yang merugi (Q.S Al-‘Ashr) ? Ya Robb, jangan biarkan aku menjadi hambaMu yang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 163 penulis juga mengajak guru untuk berlapang dada jika apa yang sudah diupayakannya tidak bersambut dengan baik. Untuk kasus ini penulis mengangkat kejadian-kejadian sederhana yang sering kali muncul di kelas dan sesering itu juga menjadi akar ‘konflik’ antara guru dan murid hanya karena guru tidak mampu berlapang dada. Topik ini sangat menarik, karena saya sendiri terkadang terlibat dalam ‘konflik’ tersebut. Misalnya saja ketika guru mengajar ada siswa yang keluar kelas dan makan di kantin. Tidak hadir dengan alasan yang tidak layak, seperti membantu orang tua menyuci. Kejadian-kejadian ini menunjukkan betapa guru tidak mampu ‘bersaing’ dengan ‘keadaan-keadaan’ seperti itu.&lt;br /&gt;Untuk kasus ini saya jadi teringat dengan soal ujian semester ganjil kemarin. Untuk menguji kompetensi siswa dalam mengeluarkan pendapat saya membuat soal dengan redaksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What do you think of your school ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengoreksi lembar jawaban, salah seorang siswa saya menjawab begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bad. If rain banjir. Sorry my teacher but it is my opinion.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya tertawa sendiri membacanya (saat mengetik kalimat ini pun saya senyam-senyum). Inggris-nya itu lo. Perasaan tidak pernah mengajarkan struktur kalimat seperti itu, tetapi itulah ‘struktur kejujuran’. Ha ha ha… dan saya harus berlapang dada. Saya beri anak ini nilai sempurna untuk poin soal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menarik dari buku ini adalah penulis memberikan ulasan psikologi dalam menghadapi kasus-kasus yang disajikan. Jadi benar-benar menambah wawasan pedagogik seorang guru dalam menghadapi dinamika di lingkungan sekolah. Sangat bermanfaat bagi guru BP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja karena buku ini diangkat dari kisah nyata yang dialami penulisnya, walaupun dibarengi dengan tinjauan psikologis, tetapi tidak menyajikan bagaimana ‘hasil terapi’ yang telah mereka lakukan pada berbagai ‘kejadian-kejadian unik’ yang mereka alami itu. Sehingga terkesan ‘kedahsyatan’ kajian psikologis tersebut baru sebatas level ‘teoritis’ belum menyentuh level ‘praktis’. Bisa jadi saya yang keliru menafsirkan, karena setelah membaca buku ini, hati kecil saya berteriak…. I’M A BAD TEACHER…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun secara keseluruhan, seperti yang saya nyatakan di bagian awal tulisan ini, La Tahzan for Teacher merupakan salah satu buku ‘bergizi’ yang perlu dibaca oleh tenaga pendidik dan orang tua. Salam hormat buat kedua penulis buku ini. Tenaga Pendidik muda tetapi memiliki aura ‘pencerah’.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-8056715638005894920?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/8056715638005894920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/01/buku-bergizi-la-tahzan-for-teacher.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/8056715638005894920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/8056715638005894920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/01/buku-bergizi-la-tahzan-for-teacher.html' title='Buku Bergizi; La Tahzan for Teacher'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TS63W_703iI/AAAAAAAAAVE/NrsQLjKQEnM/s72-c/La%2BTahzan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-9223203679273037961</id><published>2011-01-11T12:39:00.004+07:00</published><updated>2011-01-11T13:21:19.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Penelitian Deskriptif - Penelitian Kebijakan</title><content type='html'>&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENELITIAN DESKRIPTIF – PENELITIAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;Oleh: Sri Rahayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan zaman, tatanan kehidupan manusia pun melaju dengan dinamis. Tatanan kehidupan modern (modern life order) memungkinkan munculnya berbagai konsep penelitian yang bersinergi dengan berbagai gejala kehidupan modern tersebut dengan serasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai fenomena kebijakan yang diterapkan oleh para pengambil kebijakan (policy maker) telah memungkinkan bersandingnya konsep penelitian dan kebijakan itu dalam suasana yang harmonis. Kerja penelitian yang dilakukan hanya untuk tujuan pengembangan ilmu di ruangan kosong adalah sia-sia, terutama penelitian terapan yang berajangkan prilaku kehidupan, terutama pada prilaku manusia dengan segala efeknya. Dinamika pembangunan dan teknologi telah menimbulkan dua sisi yang berlawanan; positif dan negatif. Hal ini berdampak luas terhadap pola prilaku pembuat dan pelaksana kebijakan, terutama dalam tatanan gejala sosial yang muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak dapat dipungkiri bahwa para peneliti gejala sosial ini sering dianggap sebagai pengganggu atau perusak citra oleh pembuat kebijakan, mereka hanya mampu menyalahkan kebijakan pemerintah tanpa menawarkan alternatif solusi. Dewasa ini, penelitian dan kebijakan telah menjelma sebagai field of study yang disebut dengan Penelitian Kebijakan. Proses kerjanya merujuk pada proses kerja penelitian pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini akan membahas tentang Penelitian Kebijakan secara umum. Namun agar pembahasan tidak melebar maka penyusun memberikan batasan-batasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Penelitian Kebijakan&lt;br /&gt;2. Urgensi dan Fokus Penelitian Kebijakan&lt;br /&gt;3. Karakteristik Penelitian Kebijakan.&lt;br /&gt;4. Metode Penelitian Kebijakan.&lt;br /&gt;5. Naskah Kebijakan (Police Paper).&lt;br /&gt;6. Penutup (kesimpulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PENGERTIAN PENELITIAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian kebijakan merupakan salah satu dari jenis penelitian deskriptif. Suharsimi Arikunto dalam bukunya Manajemen Penelitian memberikan batasan pengertian tentang penelitian deskriptif, yaitu Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang sesuatu variable, gejala atau keadaan. Memang ada kalanya dalam penelitian ingin juga membuktikan dugaan tetapi tidak terlalu lazim. Yang umum adalah bahwa penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membahas tentang pengertian penelitian kebijakan, perlu kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan kebijakan. Makna kebijakan yang dimaksud dalam pembahasan ini yaitu suatu ketetapan yang memuat prinsip-prinsip untuk mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara terencana dan konsisten dalam mencapai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Edi Suharto dalam bukunya yang berjudul Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik mengemukakan bahwa Kebijakan (policy) adalah sebuah instrument pemerintahan, bukan saja dalam arti government yang hanya menyangkut aparatur Negara, melainkan pula governance yang menyentuh pengelolaan sumber daya publik. Kebijakan pada intinya merupakan keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan tindakan yang secara langsung mengatur pengelolaan dan pendistribusian sumberdaya alam, financial dan manusia demi kepentingan publik, yakni rakyat banyak, penduduk, masyarakat atau warga Negara. Kebijakan merupakan hasil dari adanya sinergi kompromi atau bahkan kompetisi antara berbagai gagasan, teori, ideology, dan kepentingan-kepentingan yang mewakili sistem politik suatu Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa kebijakan yang dimaksud sebagai latar penelitian kebijakan (policy research) adalah tindakan-tindakan yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah sosial. Pemecahan masalah sosial oleh policymaker dalam hal ini dilakukan atas dasar rekomendasi yang dibuat oleh policy researcher berdasarkan hasil penelitiannya. Kebijakan di sini tidak dipersepsikan dari sudut pandang politik pemerintah, melainkan kebijakan sebagai objek studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan definisi penelitian kebijakan adalah penelitian kebijakan dapat didefinisikan sebagai kegiatan penelitian yang dilakukan untuk mendukung kebijakan. Ada juga yang berpendapat bahwa penelitian kebijakan adalah usaha mengumpulkan informasi secara komprehensif untuk merumuskan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian James H.Mc Millan dan Sally Schumacher dalam buku mereka yang berjudul Research in Education menyatakan Policy analysis evaluates government policies to provide policymakers with pragmatic action-oriented recommendations. Policy is both what is intended to be accomplished by government action and the cumulative effort of actions, assumptions, and decisions of people who implement public policy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jika kita menyinggung kata penelitian maka hal ini akan bersentuhan dengan sesuatu yang bernuansa ilmiah. Jadi dapat dinyatakan bahwa penelitian kebijakan hadir untuk mengilmiahkan kebijakan atau menghasilkan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dalam batas-batas yang tidak berbenturan keras dengan political will atau lingkungan sosial politik disuatu Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. URGENSI DAN FOKUS PENELITIAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perumus kebijakan merumuskan kebijakan atas dasar prioritas yang paling urgen, khususnya yang berkenaan dengan pemecahan masalah sosial atau pun masalah publik. Semakin kompleks dan luas tugas-tugas keorganisasiannya, maka semakin banyak pula masalah yang dihadapi, sehingga tidak dapat dipecahkan sendiri tanpa pendapat atau informasi yang memadai, baik kuantitatif maupun kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah hadir urgensi penelitian kebijakan. Sebagaimana yang dipaparkan Sudarwan Danim berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian kebijakan (policy research) secara spesifik ditujukan untuk membantu pembuat kebijakan (policymaker) dalam menyusun rencana kebijakan, dengan jalan memberikan pendapat atau informasi yang mereka perlukan untuk memecahkan masalah yang kita hadapi sehari-hari. Dengan demikian, penelitian kebijakan merupakan rangkaian aktifitas yang diawali dengan persiapan peneliti untuk mengadakan penelitian atau kajian, pelaksanaan penelitian, dan diakhiri dengan penyusunan rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu penelitian kebijakan juga dipersepsikan sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basic social research&lt;/span&gt;; yakni penelitian kebijakan harus dilaksanakan secara sesuai prosedur kerja ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Technical social researh&lt;/span&gt;; yakni bahwa penelitian kebijakan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang dapat dikembangkan instrumen-instrumen teknisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Policy research&lt;/span&gt; harus menghasilkan kebijakan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Komprehensif yakni penelitian kebijakan harus menjangkau seluruh variabel yang terkait dan relevan dengan persoalan yang sedang dikaji untuk dirumuskan kebijakan penyelesaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan dua kutipan di atas dapat dinyatakan bahwa penelitian kebijakan harus dipersepsi dari sisi kemanfaatannya. Walaupun sebuah penelitian semestinya bernuansa ilmiah, namun penelitian kebijakan kiranya belum perlu dipersepsikan sebagai kajian ilmiah atau tidak, melainkan harus dilihat dari kemanfaatannya bagi pemecahan masalah sosial atau masalah publik. Tentu saja jika rekomendasai yang dihasilkan oleh peneliti kebijakan dapat diimplementasikan oleh pembuat kebijakan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian kebijakan memiliki sifat yang sangat khas. Kekhasan penelitian ini terletak pada fokusnya. Sudarwan Danim menjelaskan fokus penelitian kebijakan secara umum adalah:&lt;br /&gt;… berorientasi kepada tindakan untuk memecahkan masalah sosial yang unik, yang jika tidak dipecahkan akan member efek negatif yang sangat luas. Tidak ada ukuran pasti mengenai luas atau sempitnya suatu masalah sosial. Sebagai missal, rendahnya kualitas pendidikan dapat dipersepsi dari banyak sisi yang menyebabkan rendahnya kualitas itu, seperti:&lt;br /&gt;1. Kualitas guru&lt;br /&gt;2. Kualitas proses belajar mengajar&lt;br /&gt;3. Kualitas kurikulum&lt;br /&gt;4. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta sumber belajar&lt;br /&gt;5. Kualitas raw input lembaga pendidikan&lt;br /&gt;6. Kondisi lingkungan sosial budaya dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena penelitian kebijakan berorientasi kepada fokus, maka pengkajian atau penelitian mengenai rendahnya kualitas pendidikan, misalnya, akan dititikberatkan kepada fokus mana – kualitas guru, kualitas proses belajar mengajar dan sebagainya. Jika penelitian kebijakan difokuskan kepada kualitas proses belajar mengajar, misalnya, maka fokus kajian dapat menyangkut masalah yang luas, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Intensitas proses belajar siswa di kelas.&lt;br /&gt;2. Intensitas proses belajar siswa di luar kelas&lt;br /&gt;3. Kualitas guru dalam mengajar&lt;br /&gt;4. Kualitas interaksi guru dengan siswa&lt;br /&gt;5. Kualitas jaringan-jaringan belajar&lt;br /&gt;6. Kualitas menu sajian dalam proses belajar mengajar&lt;br /&gt;7. Kualitas kegiatan ko dan ekstra kurikuler yang mendukung kegiatan inti di lembaga pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jika penelitian kebijakan dikhususkan dalam dunia pendidikan, maka James H.Mc Millan berpendapat bahwa fokus penelitian kebijakan adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Policy analyses focus on (1) policy formulation, especially deciding which educational problems to address; (2) implementations of programs to carry out policies; (3) policy revision; and (4) evaluation of policy effectiveness and/or efficiency. A program can be analyzed as separate from a policy or it can be defined as a specific means adopted for carrying out a policy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fokus penelitian kebijakan pada dasarnya adalah beorientasi pada solusi dari permasalahan yang muncul akibat diterapkannya sebuah kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. KARAKTERISTIK PENELITIAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jenis penelitian tentu memiliki karakteristik masing-masing. Demikian juga dengan penelitian kebijakan. Kekhususan karakteristik penelitian kebijakan terutama pada proses kerjanya. Menurut Ann Majchrzak sebagaimana yang dikutip Sudarwan Danim dalam bukunya Pengantar Studi Penelitian Kebijakan, karakteristik penelitian kebijakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fokus penelitian bersifat multidimensional atau banyak dimensi&lt;br /&gt;2. Orientasi penelitian bersifat empiris-induktif&lt;br /&gt;3. Menggabungkan dimensi masa depan dan masa kini&lt;br /&gt;4. Merespon kebutuhan pemakai hasil studi&lt;br /&gt;5. Menonjolkan dimensi kerja sama secara eksplisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas senada dengan apa yang dinyatakan oleh James H.Mc Millan and Sally Schumacher dalam bukunya Research in Education, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Generally, policy analysis tends to 1) be multidimension in focus; 2) use deductive and inductive research orientations; 3) incorporate the future as well as the past; 4) respond to study users; and 5) explicity incorporate values.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa nilai special karakteristik penelitian kebijakan adalah pada penekanan-penekanan khusus dari masing-masing karakteristik tersebut serta kepaduannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. METODE PENELITIAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya penelitian kebijakan merupakan penawaran kompromi, terutama antara peneliti dengan klien atau stakeholder. Menurut Coleman sebagaimana yang dikutip Sudarwan Danim dalam bukunya Pengantar Studi Penelitian Kebijakan bahwa dikarenakan penelitian kebijakan beroperasi pada batas metodologi penelitian pada umumnya (terutama penelitian ilmu-ilmu sosial), maka tidak ada metodologi tunggal, metodologi yang komprehensif untuk melaksanakan analisis teknikal dari penelitian kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bersumber dari buku yang sama, Sudarwan Danim menyatakan bahwa ada beberapa metode penelitian kebijakan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sintesis terfokus&lt;br /&gt;2. Analisis data sekunder&lt;br /&gt;3. Eksperimen lapangan&lt;br /&gt;4. Metode kualitatif&lt;br /&gt;5. Metode Survai.&lt;br /&gt;6. Penelitian kasus&lt;br /&gt;7. Analisis biaya-keuntungan&lt;br /&gt;8. Analisis keefektifan biaya&lt;br /&gt;9. Analisis kombinasi&lt;br /&gt;10. Penelitian tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Sintesis Terfokus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut James H.Mc Millan, sintesis terfokus adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Focused synthesis is the selective review of written materials and prior research relevant to the policy question. The synthesis differs from the traditional literature review by discussing information obtained from a variety of sources beyond published articles-interviews with experts and stakeholders, hearings, anecdotal stories; personal experiences of the researcher, unpublished documents, staff memoranda, and published materials. An entire policy analysis study can employ this method. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh dari metode sintesis terfokus adalah Studi Lembaga Pembangunan Internasional (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agency for International Development = AID&lt;/span&gt;) atau study for AID, yaitu suatu studi tentang masalah penyediaan air di pedesaan di Negara-negara berkembang. Usaha penelitian kebijakan ini menurut Burton (seorang peneliti dari Inggris), sebagaimana yang dikutip oleh Sudarwan Danim dalam bukunya Pengantar Studi Penelitian Kebijakan, dilakukan dengan cara:&lt;br /&gt;a. Mengkaji sumber-sumber pustaka mutakhir yang tersedia dan relevan dengan masalah atau fokus penelitian.&lt;br /&gt;b. Menuangkan pengalamannya di lapangan selama lima tahun terakhir di Afrika dan Amerika Latin.&lt;br /&gt;c. Mengadakan diskusi-diskusi dengan individu-individu di Ross Institute, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;International Reference Centre for Community Water Supply&lt;/span&gt; di Hague, Organisasi Keehatan Dunia (WHO) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The British Ministry for Overseas Developmnet&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam metode sintesis terfokus mengaitkan tiga hal pokok, yaitu sumber pustaka ter-up date yang relevan, pengalaman penelitian dan hasil diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Analisis Data Sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James H.Mc Millan memaparkan bahwa metode analisis data sekunder ialah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Secondary analysis is the analysis and reanalysis of existing databases. However, the policy questions or decision models that guide the reanalysis differ from the traditional research question in a meta-analysis study. Rather than examining the databases to determine the state of knowledge about the effect size of a single educational practice, the policy analysis generates different policy models and questions from which to examine the databases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kutipan di atas jika diterjemahkan secara bebas maka analisis sekunder adalah analisis dan reanalisis database yang ada. Namun, pertanyaan kebijakan atau keputusan yang memandu reanalisis model lain dari pertanyaan penelitian tradisional dalam studi meta-analisis. Alih-alih memeriksa database untuk menentukan keadaan pengetahuan tentang ukuran pengaruh praktik pendidikan tunggal, analisis kebijakan menghasilkan model kebijakan yang berbeda dan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan database untuk memeriksa database.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Sudarman Danim juga menyatakan bahwa Metode analisis data sekunder sebegitu jauh dikatakan sebagai metode yang dilihat dari dimensi biaya paling efisien. Tujuannya adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian kebijakan. Tidak terdapat ketentuan pasti mengenai pada jenjang mana data tersebut dikatakan sebagai data sekunder. Untuk memudahkan pemahaman mengenai perbedaan antara data primer dengan data sekunder dapat dijelaskan, bahwa setiap data yang bukan diperoleh dari sumber utamanya disebut dengan data sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa metode analisis data sekunder hanya mungkin dilakukan jika data dasar yang diinginkan diperoleh secara mencukupi. Apabila tidak mencukupi maka perlu membangun data dasar baru (new database) yang diseleksi dari kombinasi data dasar yang berbeda. Jika data dasar tidak tersedia, peneliti harus memakai metode lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Eksperimen Lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Eksperimen Lapangan yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Field experiments and quasi-experiments investigate the effect or change as a result of policy implementation. Because experimental approaches attempt to explain existing educational conditions, the result may not be useful in projecting into the future. Policy conditions may be so dynamic that the result are confined to that particular period of implementation.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kutipan di atas dapat dinyatakan bahwa tujuan metode ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara pengeksposan satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metode Kualitatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bentuk metode kualitatif yang digunakan untuk mencari data primer dalam penelitian ini antara lain wawancara, observasi dan kelompok terfokus. Kelompok terfokus ialah salah satu jenis teknik yang dapat dipakai, dimana individu dicari secara terseleksi dalam kelompok dan diarahkan kepada diskusi yang terfokuskan pada topik pra spesifik. Kelompok semacam ini sangat baik untuk membangun isu dan menjejaki faktor-faktor potensial sebagai penyebab suatu peristiwa.&lt;br /&gt;Aplikasi metode kualitatif dalam penelitian kebijakan dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Merumuskan masalah sebagai fokus studi penelitian kebijakan.&lt;br /&gt;b. Mengumpulkan data lapangan.&lt;br /&gt;c. Menganalisis data.&lt;br /&gt;d. Merumuskan hasil studi.&lt;br /&gt;e. Menyusun rekomendaasi untuk pembuatan kebijakan.&lt;br /&gt;5. Metode Survai&lt;br /&gt;Secara umum aplikasi metode survai dalam penelitian kebijakan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Perencanaan dan perancangan survai.&lt;br /&gt;b. Memilih subject.&lt;br /&gt;c. Menyusun instrument.&lt;br /&gt;d. Menentukan prosedur pengumpulan data.&lt;br /&gt;e. Melatih pewawancara atau pengumpul data.&lt;br /&gt;f. Pengumpulan data.&lt;br /&gt;g. Pengolahan dan analisis data.&lt;br /&gt;h. Penyusunan laporan dan rekomendasi hasil peneltian untuk pembuatan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penelitian Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian atau studi kasus seringkali digunakan dalam metode penelitian kebijakan sebagai studi yang cepat, biaya efisien dan ada ruang yang memungkinkan untuk mendalami sebuah situasi. Beberapa langkah-langkah studi kasus dalam konteks penelitian kebijakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Merumuskan tujuan penelitian yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;b. Menentukan atau merancang pendekatan yang akan digunakan.&lt;br /&gt;c. Mengumpulkan data yang relevan.&lt;br /&gt;d. Menganalisis data.&lt;br /&gt;e. Membuat laporan dan rekomendasi hasil penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Analisis Biaya Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis biaya keuntungan me-refer kepada set metode dimana peneliti kebijakan membandingkan biaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(cost)&lt;/span&gt; dengan keuntungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(benefit)&lt;/span&gt; yang akan diperoleh oleh masyarakat berdasarkan alternatif pilihan kebijakan.&lt;br /&gt;Dalam makna yang lebih luas, analisis biaya-keuntungan untuk aplikasi sebuah kebijakan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, keuntungan jangka pendek dari biaya yang diinvestasikan. Kedua, keuntungan jangka panjang dari biaya yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Analisis Keefektifan Biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam metode ini Sudarwan Danim dalam bukunya Pengantar Studi Penelitian Kebijakan menyatakan Dalam analisis keefektifan biaya, biaya moneter pilihan kebijakan dapat dihitung. Bagaimanapun keuntungan dari kebijakan dapat dituangkan dalam terminologi biaya aktualnya atau hasil yang diharapkan. Analisis semacam ini relative sangat mudah dilakukan, oleh karena yang dihitung adalah biaya yang paling fisibel, dalam arti tidak berlebihan dan tidak pula terlalu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kutipan di atas metode ini bertujuan untuk mempertimbangkan tuntutan pembiayaan yang menjadi dasar dalam menentukan kebijakan oleh pembuat kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Analisis Kombinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi analisis biaya keuntungan dengan analisis keefektifan biaya dipandang cocok bagi usaha untuk merumuskan kebijakan, mengingat pada kedua analisis tersebut dimensi biaya dinilai dari variable sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sudarwan Danim, ada tiga jenis variable biaya, yaitu:&lt;br /&gt;a. Biaya-biaya langsung, seperti untuk keperluan personalia dan fasilitas fisik.&lt;br /&gt;b. Biaya-biaya tidak langsung.&lt;br /&gt;c. Biaya-biaya oportunitas, seperti apa yang akan dicapai jika sumber-sumber digunakan secara berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganalisi biaya dari sudut keefektifanya relatif mudah dilakukan, namun untuk menganalisis variasi biaya yang muncul sebagai dampak kebijakan itu tidak jarang sangat sulit. Disinilah diperlukannya peranan para peneliti dari sebuah kebijakan melalui penelitian kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Penelitian Tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya penelitian tindakan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan atau pendekatan-pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah-masalah social dengan aplikasi langsung di ruangan atau pada situasi dunia kerja.&lt;br /&gt;Sedangkan relevansinya dengan penelitian kebijakan adalah Bahwa penelitian tindakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;action research&lt;/span&gt;) mengkombinasikan dua sisi secara langsung, yaitu sisi penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan sisi kebijakan atau tindakan yang dilakukan oleh klien atau pembuat kebijakan untuk mencapai tujuan tertentu berupa ketrampilan prakits dan pendekatan baru yang relevan bagi perbaikan atau pengembangan tatanan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan diatas dapat dinyatakan bahwa ada titik temu antara penelitian tindakan dengan penelitian kebijakan, meskipun tidak dapat dikatakan identik. Beberapa titik temunya adalah:&lt;br /&gt;Pada tahap perumusan masalah, baik pada penelitian tindakan maupun pada penelitian kebijakan, kerja sama antara peneliti dengan pembuat kebijakan mutlak diperlukan. Kedua jenis penelitian ini sama-sama bersifat empiris dan lemah ketertiban ilmiahnya, sama-sama berpijak pada acuan teoretis yang tajam. Sebagai salah satu metode dalam penelitian kebijakan, penelitian tindakan harus diakhiri dengan rekomendasi yang aplikatif bagi pembuat kebijakan untuk memecahkan masalah sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Out Line Naskah Kebijakan (Policy Paper)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis naskah kebijakan, yaitu: penelitian kebijakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;policy study&lt;/span&gt;), ringkasan kebijakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;policy brief)&lt;/span&gt; dan memo kebijakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;policy memo)&lt;/span&gt;. Secara struktural naskah kebijakan ini memiliki elemen-elemen naskah (out line) yang sama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul.&lt;br /&gt;2. Daftar Isi.&lt;br /&gt;3. Abstrak atau Executive Summary.&lt;br /&gt;4. Pendahuluan.&lt;br /&gt;5. Deskripsi Masalah.&lt;br /&gt;6. Pilihan-pilihan Kebijakan.&lt;br /&gt;7. Kesimpulan dan Rekomendasi.&lt;br /&gt;8. Catatan Akhir.&lt;br /&gt;9. Apendik/Lampiran.&lt;br /&gt;10. Bibliography.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah penjelasan dari elemen-elemen tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan judul ialah:&lt;br /&gt;• Bersifat deskriptif: menjelaskan subjek dan masalah yang dibahas.&lt;br /&gt;• Jelas.&lt;br /&gt;• Ringkas dan tegas&lt;br /&gt;• Menarik pembaca&lt;br /&gt;Beberapa prinsip judul adalah:&lt;br /&gt;• Sebagian besar judul tidak terdiri dari kalimat-kalimat penuh.&lt;br /&gt;• Kata-kata kunci merupakan dasar sebuah judul.&lt;br /&gt;• Beberapa penulis membagi judul ke dalam dua bagian dengan menggunakan colon. Misalnya: “Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Anak: Dari Residual ke Institusional”&lt;br /&gt;• Beberapa penulis mengindikasikan beberapa penemuan utama dalam judul policy paper.&lt;br /&gt;• Hurup kapital biasanya digunakan untuk keseluruhan kalimat, kecuali kata sambung (dan), conjunction (tetapi), preposition (dari), pronoun (kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Daftar Isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi dalam sebuah policy paper membantu pembaca dalam beberapa hal:&lt;br /&gt;• Daftar isi berperan sebagai pembimbing yang membantu pembaca memahami keseluruhan paper.&lt;br /&gt;• Daftar isi membantu pembaca yang berminat mengetahui bagian-bagian tertentu (saja) dari sebuah paper.&lt;br /&gt;• Sistem penomoran dalam daftar isi dapat membedakan bagian-bagian dan sub-subnya dari suatu paper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Abstrak atau Executive Summary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bahagian ini memuat:&lt;br /&gt;• Definisi dan deskripsi masalah kebijakan.&lt;br /&gt;• Tujuan naskah kebijakan.&lt;br /&gt;• Evaluasi kebijakan yang ada.&lt;br /&gt;• Alternatif-alternatif kebijakan yang diusulkan.&lt;br /&gt;• Kesimpulan dan rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pendahuluan.&lt;br /&gt;Pada umumnya ada beberapa hal yang terdapat pada pendahuluan, yaitu konteks masalah kebijakan, definisi masalah kebijakan, pernyataan tujuan, metodologi dan keterbatasan studi, alur atau ringkasan isi paper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Deskripsi Masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi masalah memuat dua hal penting: (a) latar belakang masalah dan (b) masalah dalam konteks kebijakan saat ini. Lebih lanjut Edi Suahrto dalam bukunya Analisis Kebijakan Publik menjabarkan bahwa deskripsi masalah dalam sebuah policy paper harus mampu:&lt;br /&gt;• Menjelaskan masalah yang menjadi fokus analisis kebijakan. Bisa dimulai dengan mendiskusikan beberapa isu atau masalah sosial yang ‘serumpum’ atau berkaitan. Kemudian menyatakan satu isu atau masalah kebijakan yang dipilih.&lt;br /&gt;• Meyakinkan pembaca bahwa isu yang diangkat memerlukan perhatian audien kebijakan (pemerintah, LSM atau analis kebijakan yang lain). Karenanya, isu yang diangkat hendaknya lebih dari sekedar asumsi, hipotesis dan apalagi gossip. Sebaiknya diback-up oleh data hasil penelitian kita maupun penelitian orang lain (boleh juga mengemukakan informasi dari ahli, media massa, pejabat pemerintah sebagai pendukung data).&lt;br /&gt;• Memfokuskan dan menggarisbawahi masalah dalam konteksnya secara spesifik, termasuk didalamnya mendiskusikan sebab-sebab dan akibat-akibat dari masalah tersebut.&lt;br /&gt;• Membangun kerangka dengan mana pilihan-pilihan kebijakan memiliki dasar argument secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pilihan-pilihan Kebijakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bahagian ini membahas:&lt;br /&gt;…alternatif kebijakan (biasanya antara 5 s.d 7 opsi). Kemudian diikuti dengan alternative kebijakan yang dipilih (biasanya antara 2 s.d 3 opsi). Pilihan-pilihan kebijakan (atau alternative kebijakan yang dipilih) terdiri dari dua elemen penting: (a) kerangka analisis, dan (b) evaluasi alternatif-alternatif kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kesimpulan dan Rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edi Suharto, ada tiga elemen penting yang harus termuat dalam kesimpulan dan rekomendasi, yaitu:&lt;br /&gt;• Sintesis temuan-temuan utama (synthesis of major findings).&lt;br /&gt;• Seperangkat rekomendasi-rekomendasi kebijakan (set of policy recommendations).&lt;br /&gt;• Kalimat atau pernyataan penutup (concluding remarks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Catatan Akhir (endnotes).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi catatan akhir ialah&lt;br /&gt;• Memberikan diskusi dan penjelasan tambahan atau definisi terhadap beberapa istilah.&lt;br /&gt;• Untuk menarik pembaca kepada sumber-sumber yang menjelaskan latarbelakang informasi yang didiskusikan pada teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Apendik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran dicantumkan jika diperlukan. Jadi tidak harus ada. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam apendik (lampiran) ialah:&lt;br /&gt;• Apendik bersifat mendukung argument-argumen utama yang dikembangkan dalam keseluruhan policy paper.&lt;br /&gt;• Kriteria umum yang digunakan dalam menentukan apa yang harus dimuat dalam apendik adalah tipe, panjang dan rincian informasi.&lt;br /&gt;• Apendik biasanya dibagi dan diidentifikasi melalui penggunaan judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bibliography atau Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka memungkinkan pembaca dapat mengakses sumber-sumber bacaan yang mendasari argument penulis. Daftar pustaka juga berfungsi sebagai pembeda antara naskah akademis dengan naskah non akademis. Daftar pustaka juga merupakan kewajiban insan akademis agar terhindar dari status plagiator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat kebijakan duduk sebagai aktor kebijakan karena status formalnya. Mereka sering pula disebut pembuat keputusan formal. Termasuk di sini adalah ketua lembaga, administrator departemen, hakim, jaksa, rektor perguruan tinggi, gubernur, bupati, pembuat Undang-Undang seperti DPR dan lain-lain.&lt;br /&gt;Pembuat keputusan formal ini bekerja atas dasar prioritas yang mendesak, mereka bertanggung jawab atas proses pembuatan kebijakan, pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. Keluasan dan kekompleksan tugas yang diemban membuat mereka tidak mungkin lagi menjadi “penguasa tunggal” seperti diuraikan di atas. Untuk menentukan prioritas dari sekian banyak prioritas yang mungkin sama bobotnya itu, pembuat keputusan formal memerlukan bantuan partisipan atau aktor lain, seperti peneliti kebijakan.&lt;br /&gt;Peneliti kebijakan akan menentukan prioritas yang harus dipilih oleh pembuat kebijakan tidak hanya dari sisi penting atau tidak, melainkan atas dasar pertimbangan-pertimbangan, seperti cost benefit analysis, cost effectiveness, sumber daya, dampak negatif dan dampak positifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR BACAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Suharto, Analisis Kebijakan Publik, (Bandung, Alfabeta, 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Suharto, Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik, (Bandung, Alfabeta, 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James H.Mc Millan and Sally Schumacher, Research in Education, (United States; Long Man Inc. 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudarwan Danim, Pengantar Studi Penelitian Kebijakan, (Jakarta, Bumi Aksara, 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta, Rineka Cipta, 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ilmumetodepenelitian.blogspot.com/2009/11/penelitian-kebijakan.html, diakses tanggal: 18 Oktober 2010, pukul: 21.43 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-9223203679273037961?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/9223203679273037961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/01/penelitian-deskriptif-penelitian.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9223203679273037961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9223203679273037961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2011/01/penelitian-deskriptif-penelitian.html' title='Penelitian Deskriptif - Penelitian Kebijakan'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-8200518251378672052</id><published>2010-12-07T11:02:00.003+07:00</published><updated>2010-12-07T11:10:13.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taushiah'/><title type='text'>Introspeksi Diri di 1 Muharam 1432 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-size: 120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Demi masa.&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,&lt;br /&gt;Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh&lt;br /&gt;dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran&lt;br /&gt;dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&lt;br /&gt;(Q.S; 103:1-3)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TP2yv73jErI/AAAAAAAAAUo/I5mv7oKzANM/s1600/Blog%2Bthn%2Bbaru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 259px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TP2yv73jErI/AAAAAAAAAUo/I5mv7oKzANM/s400/Blog%2Bthn%2Bbaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547786852584592050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hasil pemikiran Amirul Mukminin Umar bin Khattab adalah penetapan kalender Hijriah. Hijrah-nya Rasul dari Mekah ke Medinah dijadikan tonggak penetapan satu Hijriah. Umar bin Khattab yang dikenal dengan pola pikirnya yang rasional, cukup banyak memberikan kontribusi pemikiran yang hingga detik ini masih digunakan kaum Muslimin seluruh dunia. Selain penetapan kalender Hijriah, juga pembentukan baitul Maal, memberikan santunan/pensiunan pada veteran perang, melaporkan harta kekayaan pejabat sebelum dan setelah menjabat juga termasuk kebijakan-kebijakan yang diwariskan Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Selasa 7 Desember 2010M bertepatan dengan 1 Muharam 1432H, merupakan Tahun Baru Islam. Semoga momen ini dapat kita jadikan ajang introspeksi diri, guna membenahi amal ibadah yang mungkin masih jauh dari nilai taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada insan yang sempurna. Maka sudah semestinya dan seharusnya dibalik ketidak sempurnaan tersebut kita terus berbenah diri guna mencapai tujuan hakiki dari kehidupan ini. Yaitu mengabdi kepada-NYA demi mencapai Ridho sang Maha Pencipta. Allah Subhanahu Wata’ala. Amin ya Robbal ‘Alamin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-8200518251378672052?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/8200518251378672052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/12/demi-masa.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/8200518251378672052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/8200518251378672052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/12/demi-masa.html' title='Introspeksi Diri di 1 Muharam 1432 H'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TP2yv73jErI/AAAAAAAAAUo/I5mv7oKzANM/s72-c/Blog%2Bthn%2Bbaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-999523772117225054</id><published>2010-11-29T16:24:00.005+07:00</published><updated>2010-11-29T16:38:49.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi Guru'/><title type='text'>Kompetensi VS Sertifikat dan Pendidikan Karakter</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TPNz1ZhshQI/AAAAAAAAAUY/tmTNpJI2ZMw/s1600/baby.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TPNz1ZhshQI/AAAAAAAAAUY/tmTNpJI2ZMw/s400/baby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544902927445689602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background:#fffff; text-align:justify; font-size:120%"&gt;&lt;br /&gt;Istilah ‘Profesional’ begitu akrab ditelinga para pendidik seiring dengan digulirkannya program Sertifikasi Guru pada tahun 2006 yang lalu. Sebagai indikator ke-profesional-an tersebut ditentukan oleh dua kompetensi. Yaitu Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TPN0CSj573I/AAAAAAAAAUg/K9hLRYr2l8s/s1600/buku.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TPN0CSj573I/AAAAAAAAAUg/K9hLRYr2l8s/s400/buku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544903148914208626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun indikator Kompetensi Kepribadian adalah:&lt;br /&gt;1. Kedisiplinan&lt;br /&gt;2. Penampilan&lt;br /&gt;3. Komitmen&lt;br /&gt;4. Keteladanan&lt;br /&gt;5. Semangat&lt;br /&gt;6. Tanggung Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan indikator Kompetensi Sosial adalah:&lt;br /&gt;1. Kesantunan Berprilaku&lt;br /&gt;2. Kemampuan Bekerja Sama&lt;br /&gt;3. Kemampuan Berkomunikasi&lt;br /&gt;4. Empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indikator-indikator yang sangat ‘indah’ terdengar. Namun sayang, semua tuntutan kompetensi tersebut diuji hanya melalui lembaran-lembaran kertas yang disebut Sertifikat/dokumen (termasuk ijazah). Lembaran-lembaran tersebut termaktub dalam kumpulan yang kita sebut Porto Folio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana efektifitas Porto Folio dapat kita lihat dari berbagai fenomena yang muncul ke permukaan. Ada yang menawarkan penyusunan porto folio lengkap dengan sertifikat/dokumen dengan biaya sekian juta. Belum lagi transaksi jual beli sertifikat seminar tanpa harus mengikuti kegiatannya. Status S1 yang merupakan akses utama menuju istilah ‘profesional’ ini pun menjadi ajang bisnis yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hadirnya ‘kenyataan’ ini, dari manakah kita harus memulai Pendidikan Karakter ? Dua kata yang akhir-akhir ini ‘didendangkan’ para pengambil kebijakan pendidikan negri ini? (Bukankah sejak jaman Ki Hajar Dewantara Pendidikan Karakter telah ditanamkan dalam pola pendidikan Indonesia tanpa harus meributkan istilah dari ‘Pendidikan Karakter’ itu sendiri ?).  Sistem dari sebuah program yang salah atau memang mental hedonisme yang begitu melekat di diri kita ? (Wallahu’alam bishawab). Karena program sertifikasi lebih condong ditargetkan pada Tunjangan Profesi dari pada peningkatan kompetensi diri. Sehingga jangan heran, lebih banyak tenaga pendidik yang ‘berupaya’ sedemikian rupa menge-set porto folio-nya agar tidak masuk PLPG. Padahal justru PLPG adalah ajang yang paling tepat untuk mengasah kompetensi diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu tuntutan untuk meningkatkan tingkat pendidikan di kalangan para pendidik, maka dianjurkan untuk melanjutkan studinya. Program ini pun bertujuan positif. Tetapi sayangnya, hanya segelintir yang memang benar-benar melanjutkan studi karena ingin meningkatkan kompetensi diri. Kebanyakan hanya untuk berupaya meningkatkan tingkat golongan kepegawaian karena smakin tinggi tingkat golongan semakin tinggi juga pendapatan setiap bulan. Sungguh sesuatu yang mubazir (gelar ‘melimpah’ tetapi kompetensi ‘payah’). Bahkan terkadang semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tidak terkendali juga budaya copast. Namun hal ini tidak akan terjadi jika lagi-lagi Sertifikat/dokumen bukanlah acuan mutlak untuk menguji semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai kenyataan yang muncul tersebut, pendidikan karakter tak ubahnya seperti missing link, yang membingungkan…dari mana harus dimulai ? Apakah ini kesalahan sebuah system atau mental bangsa yang benar-benar perlu di-up grade ? Jika ya…dari manakah harus dimulai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan sahabat yang membaca artikel ini untuk mengungkapkan komentarnya di kotak komentar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-999523772117225054?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/999523772117225054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/11/kompetensi-vs-sertifikat-dan-pendidikan.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/999523772117225054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/999523772117225054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/11/kompetensi-vs-sertifikat-dan-pendidikan.html' title='Kompetensi VS Sertifikat dan Pendidikan Karakter'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TPNz1ZhshQI/AAAAAAAAAUY/tmTNpJI2ZMw/s72-c/baby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7499210090829522239</id><published>2010-10-05T12:06:00.003+07:00</published><updated>2010-10-05T12:19:00.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>5 Oktober Hari Guru Sedunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TKq0eXQO8hI/AAAAAAAAAUI/2V7vdFN0JUI/s1600/teacher%27s+day.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TKq0eXQO8hI/AAAAAAAAAUI/2V7vdFN0JUI/s320/teacher%27s+day.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524426326654513682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Selasa 5 Oktober diperingati sebagai Hari Guru Sedunia. Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah. Tema peringatan hari guru sedunia tahun 2010 ini adalah Recovery begins with teacher.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kutipan deskripsi selengkapnya dari tema tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;On World Teachers’ Day 2010 hundreds of thousands of students, parents and activists around the world will pay homage to all teachers who have been directly or indirectly affected by a major crisis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Be it a humanitarian crisis, such as the earthquake in Haiti and China, or the global economic crisis that has devastated many developed economies over the past year, the role of teachers and other education personnel is vital to social, economic and intellectual rebuilding.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;All those who are fighting to provide quality education to children of the world can join teachers and their representative organisations to celebrate the profession and show them their support!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu setiap Negara memperingati hari guru pada tanggal yang berbeda-beda sesuai dengan histori yang melatari peringatan tersebut. Seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Argentina: 11 September&lt;br /&gt;Hari peringatan wafatnya Domingo Faustino Sarmiento, Seorang pendidik dan politisi Argentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Brazil: 15 Oktober (sejak 1963)&lt;br /&gt;Pertama kali dirayakan tahun 1947 di São Paulo oleh sejumlah guru dari sebuah sekolah kecil. Tanggal 15 Oktober disepakati sebagai hari guru karena pada tanggal tersebut, Dom Pedro I menyetujui dekrit penataan kembali sekolah dasar di Brazil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Chili: 16 Oktober&lt;br /&gt;Pada tahun 1974, tanggal 10 Desember disepakati sebagai hari guru karena penyair Chili Gabriela Mistral menerima Penghargaan Nobel pada 10 Desember 1945. Sejak tahun 1977, hari guru diubah menjadi tanggal 16 Oktober untuk memperingati berdirinya Institut Guru Chili (Colegio de Profesores de Chile).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meksiko: 15 Mei (sejak 1918)&lt;br /&gt;• Peru: 6 Juli (sejak 1953)&lt;br /&gt;Pejuang kemerdekaan José de San Martín mendirikan sekolah umum untuk laki-laki setelah José Bernardo de Tagle meloloskan resolusi pendidikan pada 6 Juli 1822.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 5 Oktober&lt;br /&gt;Peringatan hari guru (bahasa Tagalog: Araw ng mga Guro) ditetapkan tanggal 5 Oktober berdasarkan Perintah Presiden No. 479.[3] Walaupun demikian, hari guru biasanya dirayakan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah menengah sekitar bulan September dan Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hong Kong: 10 September (hingga 1997: 28 September)&lt;br /&gt;• India: 5 September&lt;br /&gt;Hari ulang tahun Presiden India Dr. Sarvapalli Radhakrishnan yang juga seorang guru ditetapkan sebagai hari guru. Di sekolah-sekolah diadakan perayaan, dan murid yang paling senior memainkan peran sebagai guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Indonesia: 25 November&lt;br /&gt;Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Iran: 2 Mei&lt;br /&gt;Peringatan wafatnya Morteza Motahari sebagai martir pada 2 Mei [[1979].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Korea Selatan: 15 Mei&lt;br /&gt;Hari guru dirayakan sejak tahun 1963 di Seoul, dan sejak tahun 1964 di kota Chuncheon. Perayaan ini dimulai oleh sekelompok anggota palang merah remaja yang mengunjungi guru-guru yang sedang sakit di rumah sakit. Perayaan hari guru secara nasional tidak dilangsungkan dari tahun 1973 hingga 1982, dan baru dilanjutkan kembali sejak 1983. Guru menerima hadiah bunga anyelir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Malaysia: 16 Mei&lt;br /&gt;Tanggal 16 Mei ditetapkan sebagai Hari Guru di Malaysia, karena pada 16 Mei 1956, Majelis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu menerima rancangan kurikulum dari Laporan Jawatankuasa Pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pakistan: 5 Oktober&lt;br /&gt;• RRC: 10 September&lt;br /&gt;Murid-murid biasanya memberikan hadiah balas jasa kepada guru, seperti kartu ucapan dan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Singapura: 1 September (hari libur sekolah)&lt;br /&gt;Perayaan dilakukan sehari sebelumnya, dan murid-murid dipulangkan lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Taiwan: 28 September (ulang tahun Konfusius)&lt;br /&gt;• Thailand: 16 Januari (sejak 1957)&lt;br /&gt;• Turki: 24 November (sejak 1981)&lt;br /&gt;• Vietnam:20 November&lt;br /&gt;Hari libur sekolah untuk mengunjungi guru dan mantan guru di rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Albania: 7 Maret&lt;br /&gt;• Ceko: 28 Maret&lt;br /&gt;• Rusia: 5 Oktober&lt;br /&gt;Sejak tahun 1994, hari guru dirayakan tanggal 5 Oktober bertepatan dengan Hari Guru Sedunia. Dari tahun 1965 hingga 1993, hari guru dirayakan pada minggu pertama di bulan Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Polandia: 14 Oktober&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Selamat Hari Guru Kepada Semua Guru di seluruh Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Semoga Kita benar-benar menjadi guru yang layak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Untuk digugu dan ditiru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.5oct.org/index.php/en/index#"&gt;http://www.5oct.org/index.php/en/index#&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;sumber gambar: &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;://farm5.static.flickr.com/4092/5047547480_25b30870f9_o.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7499210090829522239?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7499210090829522239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/10/5-oktober-hari-guru-sedunia.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7499210090829522239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7499210090829522239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/10/5-oktober-hari-guru-sedunia.html' title='5 Oktober Hari Guru Sedunia'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TKq0eXQO8hI/AAAAAAAAAUI/2V7vdFN0JUI/s72-c/teacher%27s+day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-4793003674567179860</id><published>2010-09-09T20:46:00.005+07:00</published><updated>2010-09-09T21:01:34.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taushiah'/><title type='text'>Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat Datang Fajar 1 Syawal 1431 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TIjmaCwDV1I/AAAAAAAAATw/3V5pQjVNIXw/s1600/kartu+lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TIjmaCwDV1I/AAAAAAAAATw/3V5pQjVNIXw/s320/kartu+lebaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514911078804576082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;Seiring gema takbir yang mulai berkumandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;Memberi isyarat Ramadhan akan segera kita tinggalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;Namun akhir Ramadhan bukanlah muara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;Ia merupakan hulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;Titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;Pribadi yang membawa manfaat bagi kemaslahatan umat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Dengan segala kerendahan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Izinkan Sharing is Fun mengucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TIjmqj79V-I/AAAAAAAAAT4/KVehCFixRbQ/s1600/lebaran+card.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TIjmqj79V-I/AAAAAAAAAT4/KVehCFixRbQ/s400/lebaran+card.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514911362590791650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-4793003674567179860?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/4793003674567179860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/09/selamat-tinggal-ramadhan-selamat-datang.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4793003674567179860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4793003674567179860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/09/selamat-tinggal-ramadhan-selamat-datang.html' title='Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat Datang Fajar 1 Syawal 1431 H'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TIjmaCwDV1I/AAAAAAAAATw/3V5pQjVNIXw/s72-c/kartu+lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-863860539131855496</id><published>2010-09-04T21:37:00.003+07:00</published><updated>2010-09-04T22:10:19.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taushiah'/><title type='text'>Dua Umar yang Sama 'Dahsyat'-nya</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab RA dikenal sebagai khalifah yang bergelar Amirul Mukminin selalu melakukan ‘sidak’ (Inspeksi mendadak). Ia tidak mau menerima laporan dari pejabat-pejabatnya begitu saja. Hatinya tidak puas, jika tidak langsung melihat kondisi rakyatnya. Suatu malam beliau seperti biasa melakukan perjalanan di kota Madinah. Setiap sudut kota tak luput dari pengamatannya hingga dini hari. Setelah lelah meninjau kesana-kemari, beliau pun beristirahat di sebuah tempat. Tanpa sengaja didengarnya percakapan seorang ibu dengan anak gadisnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tapi banyak orang melakukannya, nak, campurlah sedikit saja. Toh Insya Allah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab terperanjat mendengar kata-kata anak gadis ini. Keharuan menyelusup relung kalbunya, hingga air matanya pun berderai. Akan tetapi karena hari telah menjelang subuh, maka beliau segera bergegas meninggalkan tempat itu menuju mesjid untuk menunaikan tugas memimpin shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan Ramadhan, kita melaksanakan ibadah shaum. Ada keunikan dalam ibadah yang satu ini. Karena shaum adalah ibadah yang kita lakukan semata-mata untuk Allah. Kita tidak makan dan minum bukan karena kita tidak mampu mendapatkan makanan dan minuman. Namun karena kita menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat membatalkan ibadah kita, ataupun hanya sekedar mengurangi nilai ibadahnya. Sekalipun kita mempunyai peluang untuk makan dan minum, namun kita tetap kukuh untuk tidak melakukannya, karena kita meyadari Allah Maha Mengetahui apa yang kita lakukan. Jangankan apa yang kita lakukan, apa yang kita niatkan pun Allah mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya jika dalam kehidupan sehari-hari, sekalipun diluar Ramadhan kita juga mampu menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji, terutama hal-hal yang berhubungan dengan kemaslahatan umat. Misalnya saja korupsi, manipulasi, memancing-mancing kekeruhan suasana dan sejenisnya. Sekalipun peluang itu hadir di depan mata. Sekalipun sejagad orang tidak mengetahui kita melakukannya. Kita menahan diri karena menyadari Allah Maha Mengetahui. You’re not alone, seperti judul lagu Jacko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada kisah Umar bin Khatab. Setelah peristiwa itu, Umar bin Khatab sangat ‘terkesan’ dengan anak gadis tersebut. Sehingga dipanggilnya lah putranya Ashim bin Umar bin Khattab. Umar bin Khattab menyuruh putranya untuk menyelidiki keluarga gadis tersebut. Setelah mendengar hasil penyelidikan putranya, Umar memutuskan untuk melamar gadis tersebut dan dinikahkan dengan putranya, Ashim bin Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis itu. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim. Suatu malam, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dia memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, Ummi Ashim setelah dewasa menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M) yang merupakan kakaknya. Abdul Mallik bin Marwan adalah seorang shaleh, ahli fiqh dan tafsir, serta raja yang baik terlepas dari permasalahan ummat yang diwarisi oleh ayahnya (Marwan bin Hakam) saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pernikahan ini mereka dikaruniai seorang putra bernama Umar bin Abdul Aziz. Beliau dilahirkan di Halawan, kampung yang terletak di Mesir, pada tahun 61 Hijrah. Umar kecil hidup dalam lingkungan istana dan mewah. Saat masih kecil Umar mendapat kecelakaan. Tanpa sengaja seekor kuda jantan menendangnya sehingga keningnya robek hingga tulang keningnya terlihat. Semua orang panik dan menangis, kecuali Abdul Aziz seketika tersentak dan tersenyum. Seraya mengobati luka Umar kecil, dia berujar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bergembiralah engkau wahai Ummi Ashim. Mimpi Umar bin Khattab Insya Allah terwujud, dialah anak dari keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mimpi Umar bin Khattab menjadi kenyataan. Pada usia 37 tahun Umar bin Abdul Azis diangkat sebagai Khalifah. Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan keadilannya telah menjadikan keadilan sebagai keutamaan pemerintahannya. Beliau ingin semua rakyat dilayani dengan adil tidak memandang keturunan dan pangkat supaya keadilan dapat berjalan dengan sempurna. Keadilan yang beliau perjuangkan adalah menyamai keadilan di zaman kakeknya, Khalifah Umar Al-Khatab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Azis adalah seorang reformis ekonomi yang mumpuni. Hal ini terbukti dengan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Azis semakin banyaknya rakyat yang membayar zakat, dan semakin berkurang rakyat yang menerima zakat. Bahkan sampai-sampai pegawainya di Afrika tidak menemukan orang yang mengambil zakat.&lt;br /&gt;Subhanallah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bandingkan dengan keadaan Negara kita sekarang. Sering media cetak maupun elektronik memberitakan betapa ricuhnya pembayaran zakat di beberapa daerah. Sehingga terkadang menimbulkan korban. Apakah memang segitu parahnya perekonomian rakyat Indonesia atau memang mental bangsa kita yang masih betah memposisikan diri sebagai ‘tangan yang di bawah’ daripada ‘tangan yang di atas’? Wallahu’alam bissawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sosok dua Umar yang masih berada pada satu garis keturunan yang dahsyat, yang patut kita teladani.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-863860539131855496?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/863860539131855496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/09/dua-umar-yang-sama-dahsyat-nya.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/863860539131855496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/863860539131855496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/09/dua-umar-yang-sama-dahsyat-nya.html' title='Dua Umar yang Sama &apos;Dahsyat&apos;-nya'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-9129173160210855111</id><published>2010-08-30T21:35:00.010+07:00</published><updated>2010-08-30T22:12:33.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Komunikasi Nonverbal Dalam Proses Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvDtgLFnvI/AAAAAAAAATQ/lr6RW4wK0dM/s1600/non+verbal+emoticon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvDtgLFnvI/AAAAAAAAATQ/lr6RW4wK0dM/s400/non+verbal+emoticon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511213755515903730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi merupakan suatu aktifitas yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Terkadang kwalitas proses pembelajaran tergantung pada efektif atau tidaknya komunikasi yang terjalin selama proses pembelajaran berlangsung. Komunikasi efektif akan mampu menimbulkan arus komunikasi dua arah (feedback).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Namun komunikasi nonverbal cenderung sering diabaikan. Dianggap perannya tidak efektif. Padahal komunikasi nonverbal justru dapat ‘menghidupkan’ suasana proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Akan tetapi bukan berarti komunikasi non verbal dianggap sama dengan komunikasi non lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis komunikasi non verbal yang paling umum adalah penggunaan pakaian (penggunaan objek). Penampilan seseorang dalam bentuk pakaian terkadang menjadi sorotan perdana, walaupun hal ini cenderung stereotype. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang selalu menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Menarik bukan berarti harus mewah dan mahal. Maka sudah selayaknya seorang guru sebelum perform di depan kelas, memperhatikan dandanannya terlebih dahulu. Sehingga penampilannya di depan kelas nyaman dilihat. Paling tidak jangan sampai siswa memberikan julukan yang aneh-aneh pada guru hanya karena cara berpakaian (cara berdandan) guru yang tidak nyaman dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan juga termasuk jenis komunikasi nonverbal. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif. Ketika seorang siswa kelihatan ragu untuk melakukan sesuatu, maka sentuhan guru berupa tepukan halus di pundaknya akan meyakinkan siswa bahwa ia mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvD5UJ1ykI/AAAAAAAAATY/2dhck4djOD4/s1600/non+verbal+ssttt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvD5UJ1ykI/AAAAAAAAATY/2dhck4djOD4/s400/non+verbal+ssttt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511213958447876674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan guru yang memukul-mukul meja ketika menenangkan siswanya yang berantakan adalah salah satu contoh komunikasi nonverbal yang patut dipertimbangkan untuk diteruskan. Sebagai gantinya mungkin kita bisa menggantinya dengan bertepuk tangan dua atau tiga kali untuk menarik perhatian siswa. Pemandangan ini akan kelihatan lebih elegan daripada menggebrak-gebrak meja. Jika keriuhannya tidak begitu keras bisa juga dengan meletakkan jari telunjuk di bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi nonverbal, seorang guru semestinya memperhatikan gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Ketika saya di Peguruan Tinggi ada seorang dosen yang jika mengajar, selalu menghindari kontak mata dengan mahasiswanya. Baik mahasiswa maupun mahasiswi. Sehingga kesannya, beliau asyik dengan dunianya sendiri. He he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvEb18HLqI/AAAAAAAAATg/es9wW4zCMDM/s1600/non+verbal+karikatur.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 71px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvEb18HLqI/AAAAAAAAATg/es9wW4zCMDM/s400/non+verbal+karikatur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511214551632653986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian singkat diatas, maka komunikasi nonverbal memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Bahkan terkadang komunikasi nonverbal dianggap lebih efisien daripada komunikasi verbal. Setidaknya komunikasi nonverbal lebih menghemat waktu. Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam komunikasi verbal terkadang terdapat redundansi, repetisi, ambiguity, dan abstraksi. Untuk mejelaskan ini diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang guru dapat ‘mengawinkan’ komunikasi verbal dengan komunikasi nonverbal dengan ‘indah’, maka Insya Allah akan tercipta suasana komunikasi yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-9129173160210855111?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/9129173160210855111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/komunikasi-nonverbal-dalam-proses.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9129173160210855111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9129173160210855111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/komunikasi-nonverbal-dalam-proses.html' title='Komunikasi Nonverbal Dalam Proses Pembelajaran'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/THvDtgLFnvI/AAAAAAAAATQ/lr6RW4wK0dM/s72-c/non+verbal+emoticon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-8151739011373095072</id><published>2010-08-27T14:46:00.003+07:00</published><updated>2010-08-27T15:04:51.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>Ramadhan yang Bergejolak</title><content type='html'>&lt;div style="background:#fffff; text-align:justify; font-size:120%"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang ku lalui dulu&lt;br /&gt;Adalah Ramadhan nan syahdu&lt;br /&gt;Berbagi dengan wajah-wajah yang semula sendu&lt;br /&gt;Lalu berbinar ceria karena terharu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di hari-hari Ramadhan ku kali ini&lt;br /&gt;Ada nuansa pilu ku temui&lt;br /&gt;Wajah-wajah marah di sana sini&lt;br /&gt;Kata-kata hujatan tak terkendali&lt;br /&gt;Aksi protes sebagai curahan isi hati&lt;br /&gt;Semua menghiasi media negri ini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Duhai Bunda Pertiwi&lt;br /&gt;Semua yang dilakukan anak negri&lt;br /&gt;Dengan alasan membela harga diri&lt;br /&gt;Dari prilaku negri ‘jiran’ yang melukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi&lt;br /&gt;Hanya Engkau yang Maha Mengetahui&lt;br /&gt;Apa yang terbaik bagi negri kami&lt;br /&gt;Beri petunjukMu pada para pemimpin negri&lt;br /&gt;Menentukan langkah sebagai solusi&lt;br /&gt;Lindungi saudara-saudari kami&lt;br /&gt;Yang memperjuangkan hidup sebagai TKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi&lt;br /&gt;Ampuni saudara-saudara kami&lt;br /&gt;Yang marah tanpa kendali&lt;br /&gt;Hujani Nur RamadhanMu pada kami&lt;br /&gt;Agar ditemukan pembelajaran dari amarah ini..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi&lt;br /&gt;Jauhkan kami dari nafsu angkara&lt;br /&gt;Dalam mengapresiasi makna Merdeka&lt;br /&gt;Sungguh kami cinta Indonesia…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-8151739011373095072?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/8151739011373095072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ramadhan-yang-bergejolak.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/8151739011373095072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/8151739011373095072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ramadhan-yang-bergejolak.html' title='Ramadhan yang Bergejolak'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-5700677559637119068</id><published>2010-08-23T22:12:00.002+07:00</published><updated>2010-08-23T22:18:36.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>Ketika Ramadhan Menjadi Kenangan (Lagi)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Nyaris dua purnama telah berlalu&lt;br /&gt;Namun hanya maaf yang bisa kuberikan padamu&lt;br /&gt;Mencoba untuk mengerti khilafmu&lt;br /&gt;Betapa sulit menemukan celah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak kita telah mengundang banyak mata&lt;br /&gt;Mereka mencerna dan menganalisa&lt;br /&gt;Sementara aku tiada pernah menduga&lt;br /&gt;Layaknya air mengalir begitu saja&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan di Ramadhan ini&lt;br /&gt;Jika ku khatamkan, bukan berarti ku akhiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi….&lt;br /&gt;Sungguh tak bisa ku hindari&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan Menjadi Kenangan Lagi…!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Namun RamadhanMU tetap ku rindu..!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-5700677559637119068?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/5700677559637119068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ketika-ramadhan-menjadi-kenangan-lagi.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/5700677559637119068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/5700677559637119068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ketika-ramadhan-menjadi-kenangan-lagi.html' title='Ketika Ramadhan Menjadi Kenangan (Lagi)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-4183066508687128725</id><published>2010-08-15T23:05:00.004+07:00</published><updated>2010-08-16T11:45:07.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sinergi Nur Ramadhan dan Semangat Merah Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TGgSfi2WMxI/AAAAAAAAASw/_NV6VQAubK8/s1600/ANIMASI+17-AN.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 208px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TGgSfi2WMxI/AAAAAAAAASw/_NV6VQAubK8/s400/ANIMASI+17-AN.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505670877600428818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan sebagai bulan barokah, bulan dengan ‘nur’ istimewa dengan segala keutamaan yang telah disebarkan Allah SWT pada bulan ini. Harapan kita ‘nur’ atau cahaya Ramadhan akan tetap membias pada bulan-bulan lain di luar Ramadhan. Khusus Ramadhan tahun ini, memiliki nilai plus bagi bangsa Indonesia. Nilai plus itu ialah pada tanggal 7 Ramadhan 1431 H, bertepatan dengan 17 Agustus 2010. Hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Momen yang sangat tepat bagi kita untuk lebih khusyuk mensyukuri anugrah dan nikmat kemerdekaan ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada hitungan kemerdekaan yang ke-65, sudah semestinya kita mengevaluasi berbagai hal yang sudah kita raih, program yang belum terlaksana, atau program yang gagal, dan segala sesuatu yang masih berantakan. Menghujat semua kegagalan bukanlah suatu penyelesaian. Namun terbuai dengan berbagai kesuksesan hanya akan membuat kita menjadi lengah. Walaupun kita pernah dijajah jepang selama 3,5 tahun, waktu yang singkat jika dibandingkan masa penjajahan Belanda yang mencapai 3,5 abad, namun menorehkan ‘luka’ yang cukup dalam, akan tetapi ada baiknya kita mencontoh kebangitan Jepang. Negri mereka yang diluluh lantakkan bom oleh Amerika, membuat mereka menjadi bangsa yang bersatu. Bersatu menata puing-puing kehancuran. Sebagai Negara yang rentan dengan bencana gempa, justru hal ini membuat ilmu mereka semakin terasah, mereka terus melakukan penelitian dan uji coba bagaimana ‘bertahan’ dengan bencana yang tidak mungkin mereka hindari ini. Sedangkan kita jika terjadi bencana, kita malah sibuk menyalahkan berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus dalam dunia pendidikan, masih banyak hal-hal yang harus kita benahi. Mencermati &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2010/01/gonjang-ganjing-un-2010.html"&gt;polemik UN&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;yang tiada habis-habisnya, setiap tahun &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/dibalik-kebijaksanaan-un-2010.html"&gt;kebijaksanaan UN mengundang kontroversi&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;amp;nid=145885"&gt;program RSBI yang bernuansa trial and error dan dipaksakan&lt;/a&gt;. Namun apakah semua masalah itu selesai hanya dengan saling menyalahkan? Tentu tidak teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah negri ini adalah jika kita semua sama-sama berusaha ‘belajar’ untuk dapat menempatkan diri sebagai ‘sumber solusi’ bukan ‘sumber masalah’. Seperti pesan Rasulullah; Ibda’ binafsih. Dengan nuansa iman dan kesucian Ramadhan kita introspeksi diri, apa yang telah kita lakukan untuk Indonesia sesuai dengan posisi profesi kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kutipan pesan-pesan dari George Carlin, seorang komedian di era 70-an dan 80-an. Sungguh tepat jika pesan-pesan beliau ini kita jadikan renungan di HUT RI ke 65 tahun ini. Walaupun beliau seorang comedian, ternyata ia mampu menulis sesuatu yang sangat menyentuh dan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Paradoks dalam zaman di masa hidup kita adalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;bahwa kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi&lt;br /&gt;tetapi kesabaran yang pendek,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;jalan bebas hambatan yang lebih lebar&lt;br /&gt;tetapi sudut pandang yang lebih sempit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita mengeluarkan uang lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita membeli lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita memiliki rumah yang lebih besar dan keluarga yang lebih kecil,&lt;br /&gt;lebih nyaman, tetapi waktu yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih sedikit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita lebih banyak pengetahuan, tetapi penilaian yang lebih sedikit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita lebih banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita minum dan merokok terlalu banyak,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;marah terlalu besar, tidur terlalu larut, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;bangun terlalu lelah, membaca terlalu sedikit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;menonton TV terlalu banyak, dan berdoa terlalu jarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah melipatgandakan barang milik kita, tetapi mengurangi nilai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita terlalu banyak berbicara,  terlalu jarang mencintai,&lt;br /&gt;dan terlalu sering membenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah belajar bagaimana mencari uang, tetapi bukan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah menambah tahun-tahun dalam hidup kita,&lt;br /&gt;tetapi bukan kehidupan dalam tahun tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah mencapai bulan, tetapi memiliki masalah&lt;br /&gt;dalam menyeberang jalan dan menemui tetangga baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi bukan dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori sang jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah mengalahkan atom, tetapi bukan rasa diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita menulis lebih banyak, tetapi mempelajari lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita berencana lebih banyak, tetapi mencapai lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita telah belajar untuk terburu-buru, tetapi bukan menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Kita membuat lebih banyak komputer&lt;br /&gt;untuk menampung lebih banyak informasi,&lt;br /&gt;menghasilkan fotocopy yang lebih banyak,&lt;br /&gt;tetapi kita berkomunikasi semakin lebih sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Ini adalah zaman dimana makanan siap saji dan pencernaan yang lambat, orang besar dengan karakter yang kecil,&lt;br /&gt;keuntungan yang tinggi dan hubungan yang renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Ini adalah zaman dimana ada dua penghasilan&lt;br /&gt;tetapi lebih banyak perceraian, rumah yang lebih mewah&lt;br /&gt;tetapi keluarga yang berantakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Ini adalah zaman dimana perjalanan dibuat singkat,&lt;br /&gt;popok sekali pakai buang, moralitas yang mudah dibuang,&lt;br /&gt;hubungan satu malam, berat badan berlebihan, dan pil-pil yang melakukan segalanya dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;DAN INGATLAH SELALU:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, tetapi oleh saat-saat yang menghabiskan nafas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Oya, terimakasih kepada &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.pgtk--darunnajah.blogspot.com/"&gt;Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak&lt;/a&gt; yang telah mengizinkan saya memboyong banner animasi HUT RI ke-65. Jazakillahi Khairan Katsir. Salam Merdeka...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-4183066508687128725?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/4183066508687128725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/sinergi-nur-ramadhan-dan-semangat-merah.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4183066508687128725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4183066508687128725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/sinergi-nur-ramadhan-dan-semangat-merah.html' title='Sinergi Nur Ramadhan dan Semangat Merah Putih'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TGgSfi2WMxI/AAAAAAAAASw/_NV6VQAubK8/s72-c/ANIMASI+17-AN.gif' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2003145343856247479</id><published>2010-08-12T15:42:00.002+07:00</published><updated>2010-08-12T15:56:12.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>Ketika Ramadhan Menjadi Kenangan</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Ada yang meyusup di sudut kalbu&lt;br /&gt;Lembut … menyentuh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Ada getar tak berdawai&lt;br /&gt;Berdenting… membuai…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Ada aura menari-nari di depan mata&lt;br /&gt;Menyapa… mempesona…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Ada yang menghentak di ruang jiwa&lt;br /&gt;Meronta… membahana….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Sejauh apapun aku menghindari&lt;br /&gt;Sekeras apapun aku mengingkari&lt;br /&gt;Namun aura itu terus membayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb…&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Jangan biarkan kenangan itu&lt;br /&gt;Mengikis kerinduanku akan Ramadhan-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb…&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Jadikanlah kenangan itu pemicu ibadahku&lt;br /&gt;Yang membuatku semakin tidak berjarak dengan MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb…&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Jadikanlah kenangan itu mengasah kedewasaanku&lt;br /&gt;Mempertajam kebijaksanaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb…&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Kusadari…Betapa Maha Guru-nya ENGKAU&lt;br /&gt;ENGKAU putar balikkan semua yang dulu pernah ku TIDAK-kan&lt;br /&gt;ENGKAU tunjukkan semua yang dulu pernah kusebut… Bagaimana bisa..!!&lt;br /&gt;ENGKAU ajarkan kepadaku…. Inilah hidup..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb….&lt;br /&gt;Ketika Ramadhan menjadi kenangan&lt;br /&gt;Ampuni aku….&lt;br /&gt;Yang naif membaca isyarat-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, goresanku ini apakah layak disebut puisi, syair atau apa. Yang pasti untaian kata itu mengalir begitu saja on Thursday, April 1, 2010 dan ku posting di Note FB ku at 9:42pm. Jika hari ini tepat pada 2 Ramadhan 1431H ku posting kembali &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;di sini&lt;/a&gt; (maaf, semoga tidak ada yang jingkrak-jingkrak karena ku sebut &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Hiks..!), itu karena kenangan itu kembali menari-nari disudut sanubari. Ya Rabbi, beri aku kemampuan mengendalikan semua ini. Amin...!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2003145343856247479?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2003145343856247479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ketika-ramadhan-menjadi-kenangan.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2003145343856247479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2003145343856247479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ketika-ramadhan-menjadi-kenangan.html' title='Ketika Ramadhan Menjadi Kenangan'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-6254482084758339414</id><published>2010-08-07T12:47:00.004+07:00</published><updated>2010-08-07T15:24:15.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taushiah'/><title type='text'>Ramadhan Sebagai Madrasah I’dadun Nufus</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;serta sebagai pembeda (antara hak dan batil).&lt;br /&gt;Karena itu, barang siapa diantara kamu ada dibulan itu, maka berpuasalah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Al-Baqarah 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TFz0f7m2mnI/AAAAAAAAARg/PC25NCo9owM/s1600/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 269px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TFz0f7m2mnI/AAAAAAAAARg/PC25NCo9owM/s400/ramadhan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502541674153679474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita telah sampai di penghujung bulan Sya’ban. Insya Allah sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;barokah&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maghfirah&lt;/span&gt;. Sebagaimana kutipan terjemahan dari surah Al Baqarah di atas, bahwa pada bulan ini berabad-abad yang lalu Al Qur’an diturunkan sebagai Kitab suci dan merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Furqan&lt;/span&gt; (pemisah) antara hak dan bathil. Di bulan ini juga kita diwajibkan berpuasa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shaum&lt;/span&gt;). Suatu panggilan kewajiban yang diserukanNya hanya bagi orang-orang yang beriman. Ya, hanya orang yang beriman saja lah yang merasa terpanggil dengan seruan ini (Al Baqarah 183).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;As-Shaum&lt;/span&gt; berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Imsaak&lt;/span&gt;, menahan diri. Yang dimaksud adalah menahan diri bukan hanya dari makan dan minum melainkan juga menahan diri dari hawa nafsu, keserakahan, kemarahan dan kecenderungan-kecenderungan berlebihan kepada materi dan kecintaan kepada kepuasan, kekuasaan dan kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan tidak ubahnya sebagai ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kawah candradimuka&lt;/span&gt;’. Di bulan ini kita melatih diri dengan niat dan kemauan yang kuat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;taqwiyatul iradah&lt;/span&gt;). Selain itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shaum&lt;/span&gt; juga merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tarbiyah&lt;/span&gt; (pembelajaran) untuk melatih kesabaran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tarbiyatul ‘alash-shabr&lt;/span&gt;), kesabaran dalam menjalani hidup dan cobaan, kesabaran dalam menjauhi kemaksiatan serta kesia-siaan dan kesabaran dalam bertaat kepada Allah, menjalankan perintah-perintah dan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada kita. Shaum juga memberikan kesempatan kepada kita untuk melatih diri mengenal nikmat Allah SWT (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta’rifun ni’mah&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bisa merasakan manis adalah mereka yang pernah merasakan pahit. Kita bisa merasakan nikmatnya kenyang setelah kita tahu bagaimana rasanya lapar.&lt;br /&gt;Dengan demikian Ramadhan adalah madrasah untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’daadun nufus&lt;/span&gt; dalam rangka jihad fi sabilillah, persiapan mental menghadapi jihad di jalan Allah. Mental yang kita harapkan tetap melekat dalam diri sekalipun telah keluar dari bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memasuki Ramadhan, izinkan saya mohon maaf kepada semua sahabat-sahabat blogger dan kepada siapa saja yang pernah berkunjung di sini, yang mengenal saya di dunia maya maupun di alam nyata. Selama kita bersilaturahmi, mungkin ada kekhilafan yang sungguh tiada pernah disengaja apa lagi diniatkan, yang mungkin pernah menjadi ‘kesan’ tidak nyaman di sanubari anda semua. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Untuk itu dengan segala kerendahan hati saya mohon dimaafkan. Agar kita semua dapat memasuki bulan suci ini dengan hati yang suci pula. Sehingga kita dapat kembali fitri di 1 Syawal 1431 H nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat mengaplikasikan program Ramadhan kita dengan rencana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Qiyaam&lt;/span&gt; Ramadhan tahun ini untuk meraih ‘door prize’ yang telah disediakan Allah SWT di 10 hari pertama sebagai bulan Barokah, 10 hari kedua sebagai bulan Rahmah dan 10 hari terakhir sebagai bulan Maghfirah yaitu bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-‘Itqu minan-naar&lt;/span&gt;; membebaskan diri dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepada kita serta kemampuan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang tak kunjung berhenti ini. Semoga bertambah iman dan amal kita. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan Bagi yang Menjalankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;Taqobbalallahu Mingkum Minna wa Mingkum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-6254482084758339414?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/6254482084758339414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ramadhan-sebagai-madrasah-idadun-nufus.html#comment-form' title='36 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6254482084758339414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6254482084758339414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/ramadhan-sebagai-madrasah-idadun-nufus.html' title='Ramadhan Sebagai Madrasah I’dadun Nufus'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TFz0f7m2mnI/AAAAAAAAARg/PC25NCo9owM/s72-c/ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-1288738060786484136</id><published>2010-08-02T20:10:00.003+07:00</published><updated>2010-08-02T20:18:54.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Menumbuhkan Minat Belajar Anak Melalui Metode Cerita</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu salah seorang teman di FB saya, yang kebetulan ketika ia masih mahasiswa praktek mengajar di madrasah tempat saya tugas, meminta saya sharing dalam menghadapi keunikan siswa. Terutama siswa di tingkat Madrasah Ibtidaiyah yang cenderung tidak bisa duduk diam dalam mengikuti pelajaran. Cenderung jahil pada teman, sulit diatur dan prilaku lainnya yang sejenis dengan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat lagu Kumpul Bocah-nya Vina Panduwinata. Anak seusia siswa yang duduk di Madrasah Ibtidaiyah (sederajat SD) memang cenderung tidak bisa duduk diam, dan itu menurut saya wajar alias ‘sehat’. Tetapi bukan berarti mereka tidak dapat dikenalkan dengan peraturan. Mereka bahkan masih dapat diajak kerja sama dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bijak mengatakan, You can’t teach your student if you can’t reach them. Dalam falsafah Quantum Teaching juga dinyatakan Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Maka sebelum kita mampu ‘meraih’ mereka, dan mengenal dunia mereka, maka jangan salahkan mereka jika mereka lebih asyik dengan dunianya sendiri, lalu kita yang di depan kelas dicuekin. He he he..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pusat perhatian siswa, itu adalah trik pertama yang harus kita lakukan untuk berkolaborasi dengan anak-anak ‘sehat’ yang tidak bisa diam ini. Tawarkanlah sesuatu yang paling mereka suka. Salah satu hal yang paling disukai oleh anak-anak ini adalah CERITA. Ya ajak mereka bercerita. Tentu saja bukan cerita omong kosong atau bebual belaka. Tapi cerita yang punya ‘isi’, alias bukan ‘pepesan kosong’. Misalnya saja cerita tentang kisah-kisah yang dialami para Rasul. Diantara kisah Rasul yang relevan dengan menumbuhkan minat belajar anak adalah Kisah Bergurunya Nabi Musa kepada Nabi Khaidir (sebagian riwayat menyebut namanya Nabi Khidir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lengkap tentang hal ini disebutkan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al Qur'an pada Surah Al-Kahfi ayat 60-82. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dapat menemukan Kisah ini dalam buku Akhlak Yang Mulia karangan Drs. Humaidi Tatapangarsa, Penerbit PT. Bina Ilmu Surabaya tahun 1980. Jadul memang, tetapi isinya bagus banget. Atau jika ingin membaca secara online-nya silahkan simak &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.jalanakhirat.wordpress.com/2010/03/06/kisah-nabi-khidir-as-2/"&gt;di sini&lt;/a&gt; dan &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.jafarsoddik.com/cerita/03/Kisah-Nabi-Musa-yang-belajar-kepada-Nabi-Khidir"&gt;di sini&lt;/a&gt;. He he he.. Maaf temans, mulanya ingin mengetik langsung di sini, tetapi ini jari sudah dari tadi menari-nari di atas keyboard, twapex dweh..! Jadi langsung tadi muncul pikiran…aihh…kenapa gak googling aja. Ha ha ha..! Sekalian cari tambahan pahala share link-link bermanfaat. Boleh dong..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyampaikan cerita ini kepada anak-anak, bisa saja menggunakan bahasa narasi yang kita sesuaikan dengan bahasa gaul mereka sekarang. Yang penting pesan dari kisah ini tersampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa nilai pembelajaran dari kisah ini. Antra lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di atas langit masih ada langit; maksudnya jangan pernah merasa lebih pintar dari orang lain. Karena pasti ada orang lain yang juga jauh lebih pintar dari kita. (Nabi Musa yang seorang Rasul masih tetap ingin menambah ilmu dengan belajar, bahkan rela mencari gurunya Nabi Khaidir. Bukan Sumur yang mencari timba, tetapi timba lah yang mencari sumur. Bukan Guru yang mencari murid, tetapi murid lah yang mencari guru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belajar harus sabar. Segala sesuatu perlu proses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berbicara/bertanya kepada guru harus tahu adabnya. Harus tahu peraturan dan sopan santun. Tidak boleh bertanya sembarang waktu karena hal ini dapat mengganggu proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah mempraktekkan metode bercerita ini, dan biasanya anak-anak yang semula lasak gak bisa di atur, begitu ditawarin… “Mau dengar cerita gak…?” Langsung deh jawabnya ….. “Maaauuu…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo ‘klik’ ini sudah dapat, bisa dibumbui dengan beberapa komitmen selama kita bercerita. Misalnya yang mengganggu jalannya cerita harus cerita didepan kelas. He he he…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya (seperti yang sudah saya alami), anak-anak sangat berkesan dengan kisah ini. Hal ini terbukti terkadang mereka mulai menegur teman-temannya yang tidak tertib belajar dengan komentar…. “Belajar tu harus sabar…. Ingat kisah Nabi Musa….!”&lt;br /&gt;Terkadang metode ini tidak hanya dapat digunakan untuk tingkat SD/MIS saja untuk menumbuhkan minat belajar atau menarik perhatian mereka, tetapi untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/MA pun bisa juga. Tentu saja dengan kwalitas bahasa yang sesuai dengan usia dan pola pemikiran mereka. Bukankah pada umumnya semua tingkat usia masih doyan cerita…?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-1288738060786484136?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/1288738060786484136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/menumbuhkan-minat-belajar-anak-melalui.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1288738060786484136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1288738060786484136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/08/menumbuhkan-minat-belajar-anak-melalui.html' title='Menumbuhkan Minat Belajar Anak Melalui Metode Cerita'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-6370597186364206546</id><published>2010-07-28T20:01:00.005+07:00</published><updated>2010-07-28T20:34:43.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award dari Dek Nilla Gustian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TFArHlDzVOI/AAAAAAAAARY/rk1hWQQ5GuQ/s1600/AWARD+NABILA.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TFArHlDzVOI/AAAAAAAAARY/rk1hWQQ5GuQ/s400/AWARD+NABILA.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498942554226513122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-size: 120%;"&gt;&lt;br /&gt;Puitis, cenderung romantis dan berkarakter, itulah kesan pertama ketika berkunjung ke salah satu blog yang diberi title &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.nillagustian.blogspot.com/"&gt;Aku Ingin Pulang di Kala Senja&lt;/a&gt; oleh pemiliknya, &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.nillagustian.blogspot.com/"&gt;Nilla Gustian&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt; Sebuah blog yang tulisan-tulisannya sarat makna. Jika berkunjung ke sini, kesejukan selalu menyelimuti kalbu, meskipun terkadang terharu biru. Tulisan-tulisannya selalu membuat saya menikmatinya sembari bermain antara otak kiri dan otak kanan. Bahkan terkadang menyerempet ke otak tengah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Juli kemarin adik Nilla mampir ke blog saya, dan di buku tamu menitipkan pesan begini &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Assalammu'alaikum kakakku....ada award, silahkan diambil ya..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aih, jadi terharu. Begitu perhatiannya Dek Nilla dengan blog mbakyu-nya ini. Terimakasih award-nya, semoga award ini menambah semangat saya untuk tetap eksis nge-blog, dan content Sharing is Fun semakin bermanfaat bagi pengunjungnya, terutama bagi pemiliknya sendiri. Buat Dek Nilla, mbak gak bisa membalas segala perhatian dan kebaikanmu. Tapi mbak yakin semoga Allah SWT akan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda. Insan tegar dan mandiri seperti dirimu layak untuk mendapatkan kebahagiaan disetiap relung kehidupannya. Semoga segala kebaikan dan kebahagiaan selalu tertuju padamu Dek Nilla. Waduuhh…maaf ne postingan jadi rada curhat. Halaahhh sebodo lah. All out is much be better. He he he..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam Cinta di dalam Gelas-nya Andrea Hirata ada tokoh Enong yang menjadi Guru Kesedihan bagi Ikal, maka Nilla Gustian tidak ubahnya seperti Guru Kehidupan bagi saya. Karena saya sering menemukan pembelajaran hidup dari content blog-nya. Sungguh ini pengakuan dari lubuk hati yang terdalam. (Tapi jika ada yang pengen bilang …. L…e…b…a…y… Yeee….EGP lah.. he he he..!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;seseorang&lt;/a&gt; (gak berani nyebut namanya… atut disomasi… Hiks…!) yang telah ‘menuntun’ saya sehingga saya mengenal Dek Nilla dengan blog-nya Aku Ingin Pulang di Kala Senja. Senang mengenal anda semua di dunia maya ini..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep blogging…. Keep Posting… Keep smiling…. And…. Keep be my friends…!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-6370597186364206546?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/6370597186364206546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/award-dari-dek-nilla-gustian.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6370597186364206546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6370597186364206546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/award-dari-dek-nilla-gustian.html' title='Award dari Dek Nilla Gustian'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TFArHlDzVOI/AAAAAAAAARY/rk1hWQQ5GuQ/s72-c/AWARD+NABILA.png' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-800175349875909196</id><published>2010-07-24T20:02:00.002+07:00</published><updated>2010-07-24T20:09:29.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Smart Teaching – For Great Teacher (Part Four)</title><content type='html'>&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Smart Teaching – For Great Teacher (Part Four)&lt;br /&gt;Oleh: Syahrul Komara&lt;br /&gt;(Direktur Eksekutif ABCO TRAINING CENTER Sumut)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Change Your Beliefs and You Change Your Destiny – Sterling W. Sill&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda masuk pada pembentukan pola pikir (mindset), mari anda pahami dulu apa itu mindset. Mindset adalah kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang yang berikutnya menentukan perilaku dan pandangan, sikap serta masa depan seseorang.&lt;br /&gt;Dengan demikian kalau anda mau merubah mindset maka anda harus merubah belief atau kumpulan kepercayaan anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut filosofi Transformational Thinking, manusia terdiri atas tiga system yaitu Sistem Perilaku (Behaviour System), Sistem Berpikir (Thinking System) dan Sistem Kepercayaan (Belief System).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System Perilaku (Behaviour System) adalah cara anda berinteraksi dengan dunia luar, juga interaksi dengan realitas. Sehingga perilaku akan mempengaruhi pengalaman, dan pengalaman akan mempengaruhi sistem berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System Berpikir (Thinking System) berlaku sebagai filter dua arah yang menterjemahkan berbagai kejadian atau pengalaman yang anda alami menjadi suatu kepercayaan, yang selanjutnya kepercayaan akan mempengaruhi tindakan anda sehingga menciptakan realitas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Kepercayaan (Belief System) inti segala sesuatu yang anda yakini sebagai realitas, kebenaran, nilai hidup, dan yang anda tahu tentang dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang menyebabkan guru sulit berubah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa tidak punya masalah.&lt;br /&gt;2. Mau berubah tapi tidak tahu caranya.&lt;br /&gt;3. Tidak mau berubah walau tahu caranya.&lt;br /&gt;4. Takut perubahan akan membawa dampak negatif.&lt;br /&gt;5. Tidak mau merubah belief yang kurang tepat atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana belief bisa terbentuk dari salah satu cara  di bawah ini:&lt;br /&gt;Sebelumnya anda perlu mengenal teori pikiran. Seperti anda tahu anda punya dua macam pikiran, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran sadar memiliki empat fungsi spesifik, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengidentifikasi informasi yang masuk (diterima lewat panca indra; penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, sentuhan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Membandingkan (informasi yang masuk dibandingkan dengan database; referensi, pengalaman, dan segala informasi yang ada di pikiran bawah sadar).&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Menganalisis.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Memutuskan.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Pikiran bawah sadar memiliki fungsi menyimpan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebiasaan baik, buruk maupun reflek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Emosi (bagaimana anda mengenai keadaan, hal-hal tertentu atau terhadap guru lain.)&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Memori jangka panjang.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Kepribadian&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Intuisi (perasaan mengetahui sesuatu secara instingtif)&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Kreatifitas&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Persepsi (melihat dunia berdasarkan sudut pandang anda).&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Belief.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Ada lima filter cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar sehingga terbentuklah pola pikir, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Repetisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu informasi yang diulang-ulang cepat atau lambat bila anda tidak hati-hati dan sadar akan anda temui sebagai kebenaran. Repetisi dapat menembus filter mental yang ada di pikiran sadar yang berikutnya masuk pada pikiran bawah sadar. Dalam berbagai seminar anda diajarkan untuk mengucapkan afirmasi yang dibaca berulang-ulang pagi, siang dan malam dengan harapan afirmasi masuk ke dalam pikiran bawah sadar.&lt;br /&gt;Contoh afirmasi: “Saya adalah guru beruntung dan akan bertemu dengan guru yang membawa keberuntungan, dan apapun yang terjadi hari ini adalah tanda-tanda keberuntunganku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Identifikasi Kelompok atau Keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang dipercayai keluarga atau kelompok anda lambat laun akan masul kedalam diri anda dan berikutnya anda adopsi sebagai belief anda. Contoh sederhana tentang mitos hantu, hari baik, hari sial, nomor sial dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Ide yang Disampaikan Figur yang Dipandang Memiliki Otoritas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati terhadap figur otoritas, seperti bintang film, dokter, pembicara public atau siapa saja yang dipandang pakar. Apa yang disampaikan mereka cenderung masuk ke pikiran bawah sadar dan diterima sebagai kebenaran. Anda cenderung mudah dipengaruhi guru yang memiliki otoritas lebih tinggi dari anda. Hati-hati dengan pengaruh negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Emosi yang Intens.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman yang dialami dengan emosi yang intens akan sangat mudah menjadi belief yang kuat.&lt;br /&gt;Contoh: seseorang yang senantiasa melihat ayah dan ibunya sering ribut dan bertengkar soal uang, akan percaya uang sebagai sumber keributan keluarga, maka anak tersebut tumbuh dengan belief yang menghambat dirinya dibidang financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Kondisi Alfa (Hipnosis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ketika seseorang dalam gelombang otak alfa. Apa yang masuk dalam otak bawah sadar melalui sugesti akan diterima sepenuhnya sebagai suatu kebenaran, dan anak usia balita masih berada dalam gelombang alfa tersebut. Hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah oleh-oleh dari Bapak Syahrul Komara, Direktur ABCO (Attitude Behaviour and Competence) Training Center Sumut pada Seminar Nasional dengan tema “Guru Jitu Selalu Dirindu; Perpaduan Otak Kiri dan Otak Kanan” di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut tanggal 11 Juli 2010 yang lalu. Semoga bermanfaat…!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-800175349875909196?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/800175349875909196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part_24.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/800175349875909196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/800175349875909196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part_24.html' title='Smart Teaching – For Great Teacher (Part Four)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7013885528403596529</id><published>2010-07-19T20:59:00.004+07:00</published><updated>2010-07-19T21:18:11.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Smart Teaching - For Great Teacher (Part Three)</title><content type='html'>&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Smart Teaching – For Great Teacher (Part Three)&lt;br /&gt;Oleh: Syahrul Komara&lt;br /&gt;(Direktur Eksekutif ABCO TRAINING CENTER Sumut)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kekuatan Pikiran dan Kedahsyatan Kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TERd-crhOeI/AAAAAAAAARQ/CWdk7zI-hn0/s1600/dahsyat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 95px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TERd-crhOeI/AAAAAAAAARQ/CWdk7zI-hn0/s400/dahsyat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495620772730845666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika anda percaya, pikiran anda mencari jalan untuk melaksanakannya. Sikap menentukan tindakan. Anda bukanlah sebagaimana yang anda kira. Apa yang anda pikir, itulah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seorang merasa sedih dan kesal karena melihat bunga mawar itu dikelilingi oleh semak berduri. Seseorang yang lain merasa senang dan bersyukur karena diantara semak-semak berduri itu terdapat sekuntum bunga mawar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda berpikir bahwa anda telah ditaklukan, maka sebenarnya anda telah kalah. Bila anda berpikir bahwa anda tidak mampu, maka anda memang lemah. Bila anda ingin menang, tapi anda berpikir bahwa anda tidak bisa menang, maka pastilah anda tidak bakal menang. Bila anda berpikir bahwa anda akan menderita rugi, maka anda benar-benar rugi. Karena dimana pun seluruh jagad ini, sukses itu hanya berpangkal dari kemampuan seseorang mewujudkan jalan pikirannya. Bila anda berpikir bahwa kedudukan anda akan tersisih dalam masyarakat, maka anda akan mengalami perlakuan yang demikian. Karena itu anda harus yakin benar akan diri anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dengan apa yang anda pikirkan, karena ia bisa menjelma menjadi kata-kata. Pilihlah kata-kata dengan bijak karena kata-kata anda akan melahirkan tindakan. Waspadalah dengan tindakan anda karena ia akan menjadi kebiasaan. Mawaslah dengan kebiasaan anda karena kebiasaan bisa membentuk kepribadian, dan kepribadianlah yang akan menghantarkan anda kepada keberuntungan atau kebuntungan (kerugian). Ketika anda berpikir sukses, maka pikiran anda akan bekerja untuk anda dan membantu anda untuk mencari cara dan jalan bagaimana caranya agar anda sukses dan terdoronglah anda untuk melaksanakannya. Sebaliknya ketika anda percaya bahwa sesuatu itu tidak mungkin, maka pikiran anda akan mencari pembuktian yang membenarkan kenapa sesuatu itu layak untuk dikatakan tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecaya dengan penuh keyakinan akan membuahkan kekuatan kreatif dan akan senantiasa mencari dan menemukan cara bagaimana untuk bisa. Percaya dan yakin akan berbuah pikiran membangun (konstruktif) dan keragu-raguan akan menjadi penghambat kreatifitas dan anda pun akan mulai berpikir destruktif (pesimis) yang berbuah pada karakter mudah menyerah, daya juang rendah, menunda, malas dan banyak alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mencoba kedahsyatan kata-kata dalam mempengaruhi pikiran kepada teman anda. Bekerjasamalah dengan dua teman anda. Tanpa sepengetahuan anda bertiga, katakanlah kepada seorang teman anda sebagai target uji coba, anggap saja namanya Bayu. Katakan pada Bayu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Yu kok kamu hari ini tampak pucat, kamu sakit ya…?”&lt;/span&gt;, biarkan dia bereaksi apa adanya, tunggu 10 menit kemudian tugaskan teman anda yang pertama untuk mengucapkan kalimat yang sama sebagaimana yang anda katakana pada Bayu. Beberapa saat kemudian aturlah teman anda yang kedua mengucapkan kalimat yang sama. Lihatlah kejadian berikutnya, bisa jadi teman anda benar-benar merasakan sakit dan minta ijin dari aktivitasnya saat itu. Begitupun sebaliknya kalau anda mengatakan hal positif pada teman anda, misalnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bayu serasi banget bajumu hari ini, kamu tampak keren deh…”,&lt;/span&gt; Coba libatkan teman anda sebagaimana skenario di atas, maka bisa dipastikan Bayu akan lebih percaya diri dan senang dibandingkan kalau anda bilang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bayu sepertinya bajumu tidak nyambung deh, tidak serasi amat…”&lt;/span&gt;. Mau coba..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pengaruh kata-kata pada kita. Karenanya pandai-pandailah memilih kata-kata positif yang akan memompa diri anda, teman anda dan orang-orang yang anda temui, sehingga suatu saat nanti anda akan dikenang sebagai pendongkrak motivasi dan bukan sebagai penghancur motivasi. Sekali lagi hapuslah kata-kata negative dalam kamus kehidupan anda, dan mulailah dari saat ini ucapkanlah kata-kata terbaik untuk diri anda, dan orang lain yang anda temui.&lt;br /&gt;Bagaimana agar pikiran anda mampu menemukan gagasan-gagasan kreatif dalam meraih keberhasilan yang anda idamkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; kali yang harus anda lakukan adalah serap dan tangkaplah gagasan dan ide-ide kreatif yang berhamburan dalam pikiran anda ataupun di sekitar anda, jangan biarkan gagasan itu lepas begitu saja. Belajarlah untuk menyerap hal-hal positif disekitar anda, temui orang-orang berkarakter positif yang anda kenal atau bahkan yang hanya anda lihat di TV atau majalah anda. Saya yakinkan anda lambat laun tapi pasti cara berpikir anda akan membuahkan gagasan-gagasan positif dan melahirkan aksi positif. Karena itu tulis dan tuangkanlah gagasan tersebut pada kertas. Berikutnya tinjaulah gagasan tersebut berdasarkan sudut pandang pikiran anda, singkirkan yang menurut anda tidak bernilai dan arsipkanlah yang bagi anda bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, pupuklah gagasan bernilai yang anda tulis dan hapuskan kata “tidak mungkin” dalam hidup anda, baik dalam pikiran ataupun dalam kosa kata anda. Katakana dengan tegas “mungkin” dan yakinlah di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Mustahil adalah kata mutiara bagi orang-orang yang tidak mau mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, tentukanlah apa yang anda inginkan. Ubahlah gagasan yang merupakan buah cara berpikir anda dalam tindakan nyata. Libatkanlah saudara, teman, kerabat atau orang-orang yang menurut anda layak untuk menjadi bagian dari keinginan (mimpi) anda. Bersiaplah menanggung konsekwensi nyaman ataupun tidak menyenangkan dari pilihan tindakan anda. Resiko senantiasa ada. Akan lebih baik gagal karena melakukan dibandingkan tidak pernah salah apalagi gagal karena memang tidak pernah melakukan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, evaluasi apa yang telah anda lakukan, ambil yang bermakna, buang yang tak berguna, susunlah puzzle kesuksesan anda dari hal-hal yang positif yang telah anda kumpulkan, lakukan secara sabar dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, hapus kata berhenti dan menyerah dalam kamus kehidupan anda, maka tunggulah manusia baru yang diperhitungkan oleh kawan maupun lawan akan terlahir, dan itu adalah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta membuktikan, apapun yang anda rasakan saat ini bermula dari kata-kata yang pernah anda pikirkan, kemudian anda ucapkan, lalu anda kerjakan dengan tindakan nyata, dan jadilah anda sekarang sebagaimana yang anda rasakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah oleh-oleh dari Bapak Syahrul Komara, Direktur ABCO (Attitude Behaviour and Competence) Training Center Sumut pada Seminar Nasional dengan tema “Guru Jitu Selalu Dirindu; Perpaduan Otak Kiri dan Otak Kanan” di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut tanggal 11 Juli 2010 yang lalu. Makalah ini terdiri dari 11 halaman, supaya tidak ribet bacanya, saya penggal sampai disini. Tunggu Bagian keempatnya ya…! Semoga bermanfaat…!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7013885528403596529?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7013885528403596529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part_19.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7013885528403596529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7013885528403596529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part_19.html' title='Smart Teaching - For Great Teacher (Part Three)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TERd-crhOeI/AAAAAAAAARQ/CWdk7zI-hn0/s72-c/dahsyat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-9038040093127821192</id><published>2010-07-15T20:59:00.004+07:00</published><updated>2010-07-15T21:42:21.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Smart Teaching – For Great Teacher (Part Two)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TD8WPm2ntoI/AAAAAAAAARI/Eo0A8bLs2P4/s1600/Aula3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TD8WPm2ntoI/AAAAAAAAARI/Eo0A8bLs2P4/s320/Aula3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494134527798785666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Smart Teaching – For Great Teacher (Part Two)&lt;br /&gt;Oleh: Syahrul Komara&lt;br /&gt;(Direktur Eksekutif ABCO TRAINING CENTER Sumut)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tips Menjadi Guru Sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;8 langkah cerdas menjadi guru sadar yang berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Tangkap basah kebaikan anak didik anda. Tempa besi selagi panas. Berdasarkan pengamatan, hari ini lebih banyak guru yang lebih suka menangkap basah kekurangan dan kelemahan anak, sehingga anak menjadi semain jauh, kurang nyaman dan akhirnya merasa tidak dihargai. Tangkap basah kebaikan sebenarnya mudah, katakana saja hal baik yang dia lakukan, ungkapkan rasa senang anda dan tutuplah dengan ucapan terimakasih.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mulai dengan kata positip, sikap positip dan berita bahagia menyenangkan.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Hapuskan kata mengeluh, menunda, malas, menyalahkan dan banyak alasan dalam diri anda baik dihadapan anak didik maupun ketika sendirian.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Hindari perbandingan yang tidak adil.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Dengarkan ceritanya, pahami maksudnya, berikan kesan anak didik anda adalah orang yang penting.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Buktikan apa yang telah anda katakan adalah bagian dari apa yang anda lakukan. Minimal sedang dalam proses.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Kalaupun anda harus marah, maka marahlah yang membangun dan berdampak positif.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Hargai hasil karyanya, akui dan rayakanlah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Hal di atas adalah dasar bagaimana kita mampu mempengaruhi diri kita dan mampu mempengaruhi orang lain, khususnya anak didik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 pilihan dasar dalam mempengaruhi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai Pemain.&lt;br /&gt;2. Sebagai Penonton.&lt;br /&gt;3. Tidak Main dan Tidak Menonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berhak memilihnya, dan sejarah hanya dimiliki oleh pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anda adalah guru sukses. Anda suskes mencapai keberhasilan atau sukses mencapai kegagalan, itu yang membedakannya. Sukses dan gagal terkadang hanya dibedakan oleh sebuah garis tipis. Sejarah menunjukkan bahwa para bintang selalu menghadapi tantangan yang sangat keras sebelum akhirnya mereka berhasil keluar sebagai pemenang. Mereka menang karena menolak menyerah oleh kekalahan yang pernah mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pecundang pasti memiliki alasan untuk berhenti berjuang dengan rumus 4MB (Mengeluh, Menunda, Malas, Menyalahkan dan Banyak Alasan) setiap kali mendapat ujian. Sebaliknya para bintang memiliki alasan kuat mengapa mereka harus tetap tegar ketika menghadapi tantangan. Rahasia sang juara adalah kemampuan mereka menolak menyerah pada kekalahan yang mengancam mereka. Mereka selalu bangkit setiap kali jatuh dan mencoba kembali dengan cara yang berbeda. Sang pemenang selalu tahu bahwa bintang hanya muncul di tengah gelap malam, layang-layang akan terbang ketika menghadap angin, pohon besar karena pupuk yang bau, dan kemenangan hanya ada ketika kesabaran dan keteguhan lebih besar dibandingkan ujian dan masalah yang dihadapi. Semakin gelap sang malam semakin terang cahaya bintang begitupun semakin keras ujian yang dihadapi semakin besar tingkat kelas yang akan dinaiki. Selamat datang ujian dan semakin dekat kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru sukses senantiasa berusaha menjadi bukti,sedangkan guru gagal senantiasa menunggu bukti.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Guru sukses senantiasa optimis dengan melihat peluang dalam masalah, sedangkan guru gagal senantiasa melihat masalah dalam setiap peluang.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Guru sukses senantiasa berkata sulit tapi bias, sedangkan guru gagal senantiasa berkata bias tapi sulit.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Guru sukses berkeyakinan lebih baik mencoba lalu gagal dari pada tidak pernah gagal karena tidak pernah mencoba.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Guru sukses tahu apa yang dia tahu dan tahu apa yang tidak tahu sehingga dapat belajar untuk menjadi tahu. Sedangkan guru gagal tidak tahu apa yang dia tahu sehingga selalu lupa bahwa dia sebenarnya pernah tahu dan tidak tahu apa yang dia tidak ketahui, sehingga tidak mampu memperbaiki diri karena merasa tahu apa yang sebenarnya dia tidak ketahui.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Guru sukses senantiasa bangun kembali ketika gagal dan mencoba kembali dengan cara yang lebih cerdas, sedangkan guru gagal senantiasa menyerah setiap kali jatuh dan mencari pihak lain sebagai kambing hitam kegagalannya tanpa melakukan evaluasi diri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Karakter pemenang dan pecundang ternyata dibentuk oleh pola pikir (Mindset), semua diawali dari bagaimana anda berpikir yang kemudian bagaimana anda berkata lalu bagaimana anda berprilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============================================================&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah oleh-oleh dari Bapak Syahrul Komara, Direktur ABCO (Attitude Behaviour and Competence) Training Center Sumut pada Seminar Nasional dengan tema “Guru Jitu Selalu Dirindu; Perpaduan Otak Kiri dan Otak Kanan” di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut tanggal 11 Juli 2010 yang lalu. Makalah ini terdiri dari 11 halaman, supaya tidak ribet bacanya, saya penggal lagi sampai disini. Masih ada bagian ketiganya ya…! Semoga bermanfaat…!&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-9038040093127821192?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/9038040093127821192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part_15.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9038040093127821192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9038040093127821192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part_15.html' title='Smart Teaching – For Great Teacher (Part Two)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TD8WPm2ntoI/AAAAAAAAARI/Eo0A8bLs2P4/s72-c/Aula3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2735238086008982223</id><published>2010-07-13T19:50:00.004+07:00</published><updated>2010-07-13T20:03:19.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Smart Teaching - For Great Teacher (Part One)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDxjpZEajpI/AAAAAAAAARA/BA4KbPnnsmM/s1600/MDA+BLOG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDxjpZEajpI/AAAAAAAAARA/BA4KbPnnsmM/s200/MDA+BLOG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493375208240352914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Smart Teaching – For Great Teacher (Part One)&lt;br /&gt;Oleh: Syahrul Komara&lt;br /&gt;(Direktur Eksekutif ABCO TRAINING CENTER Sumut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tujuan inti dari pendidikan bukanlah sekedar memberi ilmu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;tetapi melatih agar berani melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;(Herbert Spencer)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Inti pembelajaran adalah berani belajar berani melakukan, kalau tujuan belajar hanya untuk sebuah gelar, maka belajar akan selesai setelah wisuda dilakukan. Kalau belajar hanya sekedar mendapatkan pekerjaan, maka belajar akan selesai ketika anda sudah memperoleh pekerjaan. Tujuan sebuah pendidikan yang sebenarnya adalah melatih keberanian anda untuk berani memutuskan apa yang ingin anda kerjakan, mengerjakan apa yang anda cita-citakan, dan berani mengambil resiko terberat dari apa yang anda pilih dan kerjakan. Selama anda masih mengikuti pendidikan yang tidak mengarahkan anda untuk berani melakukan sesuatu maka pendidikan itu hanya akan mengantarkan anda ketempat dimana guru-guru berlomba-lomba mengarahkan dan mendikte anda untuk melakukan keinginan-keinginan mereka tanpa peduli apakah anda menikmatinya atau tersiksa. Mereka hanya tahu bahwa anda layak menjadi bagian dari impian mereka tanpa harus bertanya apakah apa yang Anda kerjakan adalah bagian dari impian anda. Ketika anda berani melakukan apa yang anda impikan berarti pendidikan Anda selama ini tidaklah sia-sia. Namun ketika pendidikan yang Anda tekuni hanya mengantarkan Anda pada rasa takut, was-was atau bahkan minder melakukan sesuatu, maka segeralah cari pendidikan lain yang membuat Anda tahu makna hidup adalah berani melakukan sesuatu yang membuat Anda dikenang ketika Anda sudah dikuburkan. Sekali lagi tujuan inti dari pendidikan bukanlah sekedar memberi ilmu, melainkan melatih Anda agar berani melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perlu digagas sebuah kurikulum pendidikan Indonesia yang memompa hasrat ingin tahu dan ketakjuban siswa/mahasiswa adalah bagian dari proses pembelajaran, guru/dosen memberikan peluang keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru yang mungkin berbeda dengan kunci jawaban dari pengalaman sang dosen. Kemudian yang lebih penting adalah adanya kesadaran bahwa proses pencarian jawaban adalah lebih penting daripada jawaban itu sendiri.&lt;br /&gt;Realitas kehidupan adalah sebuah akumulasi kesadaran bergerak berdasarkan alur peta sukses yang Anda rencanakan. Sebagai seorang guru terdapat tiga pilihan rencana dalam hidup ini. Pilihan pertama adalah hidup sebagai guru nyasar, pilihan kedua adalah guru bayar, dan pilihan ketiga adalah guru sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;guru nyasar&lt;/span&gt; mendeskripsikan kehidupan yang Anda jalani bukanlah bagian dari apa yang sebenarnya Anda inginkan dan rencanakan. Anda hanya menjalankan keinginan, harapan, cita-cita dan impian guru atau pihak lain. Dalam kehidupan sehari-hari Anda hanya menjadi pelengkap penderita bagi guru lain. Anda merasa terperangkap dan terpedaya dari lingkungan , tapi tidak berani keluar dari perangkap itu. Anda merasa bosan yang berkepanjanan sehingga kehilangan rasa riang dan nikmat dalam hidup ini. Antusiasme Anda merosot entah kemana dan akhirnya merasa terkucilkan dan merasa tidak berarti. Anda merasa hidup sepi meskipun berada ditengah-tengah keramaian guru banyak. Anda mengalami gejala psikologis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lonely syndrome.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri sederhana guru nyasar adalah apabila energy anda mulai tersedot habis setiap kali anda mendekati setiap pekerjaan atau aktivitas anda. Ciri lain adalah adanya perasaan terbebas dan lepas ketika sebuah pekerjaan atau aktivitas kerja telah usai dan ingin segera pulang secepat mungkin sehingga terbebas dari belenggu pekerjaan. Ingat, hal yang anda lakukan sebenarnya hanyalah menuju kebebasan sementara. Kalau anda saat ini merasakan dalam keadaan seperti itu, maka anda harus segera sadar bahwa anda sedang nyasar hidup. Makalah ini sangat bermanfaat untuk menuntun anda memiliki keberanian optimal menentukan arah kehidupan ke depan dengan sadar dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Guru bayar&lt;/span&gt;, mendeskripsikan kehidupan anda yang hanya bersemangat melakukan setiap aktivitas pekerjaan jika dibalik aktivitas itu ada upah, duit atau bayarannya. Anda bekerja karena ada apa-apanya, bukan bekerja apa adanya. Seandainya tidak ada nominal uang yang bisa didapat, pilihan anda akan buru-buru kabur dan berpaling ke lain hati. Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori manusia kedua ini sebenarnya sama dengan nyasar, bedanya dia masih terhargai tenaganya sebagai sosok manusia. Kategori ini disebut sebagai hidup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyasar plus&lt;/span&gt;. Artinya ketika dia sudah merasa tidak dihargai secara material financial oleh mitra kerja atau atasannya maka dia tidak jauh beda dengan hidup nyasar. Tidak lagi memiliki antusiasme dan harapan yang menyala. Karena uang baginya bagaikan minyak pada lampunya, tidak ada minyak tidak ada terang. Hidup bayar dapat dianalogikan makna pulsa bagi sebuah handphone. Walaupun anda memiliki HP sekualitas Blackberry seri Onyx (9700), namun HP tersebut tidak akan pernah bisa menelpon kalau tidak ada pulsanya. Begitulah gambaran hidup nyasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Guru sadar&lt;/span&gt;, mendeskripsikan bahwa anda benar-benar tahu dan sadar bahwa anda sedang mengerjakan pilihan dan harapan hidup serta passion anda sendiri. Hidup sadar, bermakna anda menjadi tuan bagi diri anda sendiri. Dalam Wikipedia, passion didefinisikan sebagai : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feeling very strongly about a subject or person, usually referring to feelings of intense desire and attraction&lt;/span&gt; (rasa yang sangat kuat tentang sesuatu atau seseorang, biasanya berkenaan dengan perasaan dari keinginan dan daya tarik yang kuat/hebat). Merasakan bahwa anda mengerjakan tugas sesuai dengan bakat bahkan dari hobbi anda. Anda menyadari sepenuhnya bahwa anda mengerjakan perjalanan besar menuju titik finish yang anda gambarkan dalam blue print kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan tidak semata-mata diukur dengan berapa banyak harta, materi, deposito, rumah mewah, mobil bagus, istri cantik, anak cerdas dan hebat, jabatan tinggi atau popularitas yang bisa anda peroleh. Salah satu indikator kesuksesan adalah berapa banyak manusia di dunia yang menangisi kepulangan anda keharibaan-Nya kelak. Kesuksesan dapat pula diukur dengan berapa banyak guru yang tetap merasakan kehadiran anda serta terinspirasi perjalanan hidupnya ketika anda mengakhiri hidup ini. Kesuksesan adalah seberapa besar saham kita dalam mentransformasikan keberhasilan guru menuju kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah oleh-oleh dari Bapak Syahrul Komara, Direktur ABCO (Attitude Behaviour and Competence) Training Center Sumut pada Seminar Nasional dengan tema “Guru Jitu Selalu Dirindu; Perpaduan Otak Kiri dan Otak Kanan” di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut tanggal 11 Juli 2010 yang lalu. Makalah ini terdiri dari 11 halaman, supaya tidak ribet bacanya, saya penggal sampai disini. Tunggu bagian keduanya ya…! Semoga bermanfaat…!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2735238086008982223?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2735238086008982223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2735238086008982223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2735238086008982223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/smart-teaching-for-great-teacher-part.html' title='Smart Teaching - For Great Teacher (Part One)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDxjpZEajpI/AAAAAAAAARA/BA4KbPnnsmM/s72-c/MDA+BLOG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2016860574756642708</id><published>2010-07-04T22:03:00.004+07:00</published><updated>2010-07-04T22:20:23.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Dwilogi Padang Bulan  &amp; Cinta di Dalam Gelas - Andrea Hirata (Part Two)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDCl0N315lI/AAAAAAAAAQo/gNnXB6DO1y0/s1600/Cinta+d+dlm+gls.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDCl0N315lI/AAAAAAAAAQo/gNnXB6DO1y0/s320/Cinta+d+dlm+gls.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490070262260295250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Cinta di Dalam Gelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan itu tidak ada habis-habisnya untuk ditulis”. Demikian kata Andrea Hirata pada sebuah acara talk show di TV-ONE bulan lalu. Cinta di Dalam Gelas buku kedua Dwilogi Padang Bulan ‘pyur’ menceritakan derasnya arus perjalanan hidup perempuan-perempuan tangguh, diantaranya adalah Enong, sebagai tokoh sentral dalam novel ini. Merupakan kelanjutan kisah Enong di Padang Bulan. Enong yang tidak tamat SD tetapi memiliki semangat belajar luar biasa, sekalipun badai kehidupan terus menerus menerpa. Ia adalah Guru Kesedihan bagi Ikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Habis air mataku, lunas sudah kesedihan itu. Hidup harus berlanjut. Tantangan ada di muka. Masih banyak yang dapat disyukuri.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Berikan aku pelajaran yang paling sulit sekalipun, Boi. Aku akan belajar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas. Hlm. 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang telah membaca buku terakhir Tetralogi Laskar Pelangi, yaitu Maryamah Karpov, anda akan menemukan jawaban siapa sebenarnya Maryamah Karpov dalam buku ini. Enong sang pemilik nama lengkap Maryamah binti Zamzami, ya dialah sang Maryamah Karpov tersebut. Bagaimana pula hingga bisa mendapat julukan Karpov ? Apakah masih ada hubungan kekerabatan dengan Anatoly Karpov, grand master catur dunia itu ? Lalu apa hubungannya dengan falsafah Cinta di Dalam Gelas? Semua dituntaskan Andrea Hirata dalam buku ini, tentu saja dengan bahasa analogi dan humornya yang sungguh ‘berkelas’.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDCmSwgTq0I/AAAAAAAAAQw/NlC_os5XMis/s1600/Welly-Ardhana-Andrea-Hirata-7882.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDCmSwgTq0I/AAAAAAAAAQw/NlC_os5XMis/s400/Welly-Ardhana-Andrea-Hirata-7882.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490070786952899394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ‘Cultural Novelist’, Andrea Hirata memulai novel ini dengan tetap mengulas dan menganalisa tekstur masyarakat dan budaya melayu. Sebagai pengamat dan peneliti budaya melayu, Andrea menguraikan betapa orang melayu tidak dapat terlepas dari kebiasaan minum kopi. Bahkan bagi keluarga Zamzami, ayah Enong, minum kopi bukan hanya sebuah kebiasaan biasa, melainkan merupakan media untuk menunjukkan rasa cinta kasih antara ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Jika kuseduh kopi, ayahmu menghirupnya pelan-pelan lalu tersenyum padaku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas-membalas. Dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas. Hlm. 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan unik masyarakat melayu dalam hal minum kopi membuat mereka tidak terlepas dari dua hal. Yaitu warung kopi dan catur. Disinilah Andrea Hirata menunjukkan ‘kelas’-nya sebagai seorang pembelajar yang mumpuni. Warung kopi yang mungkin bagi sebagian orang dianggap bukanlah tempat yang eksklusif, namun justru menjadi laboratorium psikologi dan sosiologi bagi Ikal. Seorang lelaki muda yang telah menamatkan studi Master of Science di Universite de Paris, Sorbone, Prancis, yang masih menganggur lalu harus magang di warung kopi pamannya karena termotivasi kata-kata ibunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Lelaki muda, sehat wal’afiat, terang pikiran, dan punya ijazah, tidak bekerja ? Sepatutnya disiram dengan kopi panas!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas. Hlm. 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Ikal namanya jika tidak mengambil pembelajaran dalam setiap jengkal hidupnya. Begitu juga ketika ia magang di warung kopi pamannya. Seperti yang dikisahkan dalam buku ini pada halaman 37:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Semakin dalam aku berkubang di dalam warung kopi, semakin ajaib temuan-temuanku. Hal semacam ini tentu tak kutemukan jika aku bekerja di sebuah kantor di Jakarta seperti rencanaku dulu. Kopi bagi orang Melayu rupanya tak sekadar air gula berwarna hitam, tapi pelarian dan kegembiraan. Segelas kopi bak dua belas teguk kisah hidup. Bubuk hitam yang larut disiram air mendidih pelan-pelan menguapkan rahasia nasib. Paling tidak 250 gelas kopi kuhidangkan saban hari untuk para pelanggan tetap warung kami. Setelah sebulan, aku hafal takaran gula, kopi, dan susu untuk setiap orang, dan aku tahu semua kisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas. Hlm. 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil research-nya di warung kopi, Ikal mengidentifikasi karakter manusia dalam sosok sebagai &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;player&lt;/span&gt; (Orang yang tahan banting dalam menghadapi cobaan hidup, jatuh, bangun, jatuh dan bangun lagi) yaitu orang yang suka dengan kopi pahit. Sosok &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;safety player&lt;/span&gt; (Pegawai kantoran yang bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu saja. Mereka tak lain pria ‘do-re—mi’, dan mereka telah kawin dengan seseorang yang bernama ‘bosan’. Anti perubahan, melingkupi diri dengan selimut dan tidur nyenyak di dalam zona yang nyaman) yaitu orang yang menyukai takaran gula, kopi, dan susu secara proporsional. Sosok &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;semi-player&lt;/span&gt; (Orang-orang yang ahli dibidangnya. Mereka bertangan dingin dan penuh perhitungan. Mereka bukan tipe pegang-lepaskan-pegang-lepaskan. Mereka adalah tipe pegang-cengkeram-telan. Namun kadangkalan mereka adalah pecinta yang romantis) yaitu orang yang menyukai takaran kopi hingga 4 sendok ditambah gula setengah sendok saja, ini termasuk kental. Ada juga sosok &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ex-player&lt;/span&gt;. Seperti apa karakter sosok ini ? Silahkan baca bukunya. He he he…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta di Dalam Gelas sarat dengan falsah hidup dengan pengantar yang sederhana. Pengantar yang dalam kehidupan sehari-hari mungkin luput dari kebermaknaan kita. Misalnya saja tentang kopi di dalam gelas dan catur. Enong atau Maryamah yang kenyang dengan perjuangan hidup yang keras sejak kecil, dan ia juga sebagai wanita pendulang timah pertama di Belitong. Ia menjadi pendulang sejak umur 14 tahun (baca Padang Bulan). Kisah cintanya tidaklah berjalan semulus adik-adiknya. Demi memperjuangkan hidup adik-adiknya Maryamah menunda berumah tangga. Satu-persatu adiknya menikah. Ia ikhlas dilangkahi adik-adiknya. Hingga suatu hari demi meredam kegundahan ibunya, Maryamah menerima lamaran Matarom. Tapi sayang Matarom bukanlah lelaki yang bertanggung jawab. Akhirnya Maryamah memilih pisah dari Matarom. Namun disisi lain ia ingin ‘menaklukkan’ Matarom. Hingga muncul pemikiran ‘gila’, Maryamah ‘menantang’ Matarom tanding catur pada perayaan 17 Agustus. Selain itu dengan ikut lomba catur, berarti Maryamah bersiap-siap mendobrak budaya di kampung melayu Belitong yang tidak mengizinkan perempuan ikut bertanding catur. Karena dalam pertandingan catur sesama pemain akan beradu pandang dalam waktu yang tidak sebentar, dan jika lelaki dan perempuan melakukan ini, berarti melanggar syariat. Selain itu semua orang juga tahu bahwa Matarom adalah pemenang catur setiap lomba 17-an. Maryamah yang tidak pernah kenal permainan catur berusaha keras mempelajari permainan ini. Dengan bantuan Ninochka Stronovsky seorang grandmaster internasional perempuan, teman Ikal ketika kuliah di Prancis dulu, mulailah Maryamah berlatih catur. Juga dibantu Selamot, perempuan yang selalu dikalahkan nasib, yang kemudian didaulat sebagai manager Maryamah. Sungguh tidak ada kamus ‘menyerah’ dalam belajar bagi Maryamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pertemuan dengan Maryamah hari ini meletupkan semangatku. Aku telah melihatnya belajar bahasa Inggris dengan susah payah, tanpa merasa ragu akan usia dan segala keterbatasan, dan dia berhasil. Sekarang, ia siap berjibaku menguasai catur, dengan tekad mengalahkan seorang kampiun seperti Matarom. Ia tak dapat disurutkan oleh bimbang, tak dapat dinisbikan oleh gamang. Darinya, aku mengambil filosofi bahwa belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas, hlm. 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawasan penulis yang luas tentang catur ditambah dengan keintelektualannya dalam menyikapi hidup mengantar buku ini dalam deskripsi-deskripsi yang menarik. Falsah hidup yang menggigit. Seperti kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lalu, aku terpana mendapati dunia yang baru kukenal: catur. Telah kulihat bagaimana para pecatur menjadi jenderal, menjadi ahli strategi, raja-diraja, budak, atau terpaksa mengambil keputusan tanpa pilihan. Tak ada permainan lain seperti catur yang kemenangan dan kekalahannya dapat ditawar. Tak ada permainan lain yang dengan secangkir kopi tampak seperti bertunangan. Spirit catur melanda kaum ningrat hingga jelata, hitam dan putih sama saja. Catur kadangkala mirip persamaan matematika. Ada semacam konstanta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a&lt;/span&gt;, yakni nilai pertandingan. Konstanta itu agaknya adalah pengetahuan tentang kemampuan lawan. Catur tak sekadar permainan raja palsu dan tentara-tentara yang terbuat dari kayu, namun mengandung perlambang kekuasaan dan alat untuk menghina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas, hlm. 248)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kadang kala kulihat buah catur sebagai orang yang tersandera, politisi, seniman, komedian, dan spekulan. Di atas papan persegi empat itu telah kusaksikan orang mempertaruhkan martabat dan membakar kesumat. Bagi orang-orang tertentu, Maryamah dan Selamot misalnya, yang selama hidupnya selalu kalah, papan catur bak pusat putaran nasib. Di papan catur Selamot berjumpa lagi dengan Tarub dan Maryamah bertemu lagi dengan Maksum, Go Kim Pho, Overste Djemalam, dan Matarom, orang-orang yang dengan kebaikan dan keburukannya telah membentuk ia seperti adanya. Di papan catur itu Selamot dan Maryamah mendapati kerinduan menemukan penawarnya, utang budi menemukan terimakasihnya, ketidakadilan menemukan timbangannya, dan kedua perempuan yang selalu kalah itu menemukan kemenangan demi kemenangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cinta di Dalam Gelas, hlm. 249)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Maryamah dapat mewujudkan impiannya. Namun dalam upaya mewujudkan impian itu, ia tidak bergerak sendiri. Solidaritas yang tinggi, itulah proses keberhasilannya. Dibalik kemenangan Maryamah ada seorang grand master internasional perempuan sebagai arsitek caturnya,yaitu Ninochka Stronovsky. Dibantu dengan teknologi informasi-internet, sosiologi, referensi Buku Besar Peminum Kopi, yang semua ini dikelola Ikal, Ilmu Statistik Lintang, kerja keras seorang spionase Detektif M. Nur bersama Jose Rizal, Preman Cebol dengan burung merpatinya yang cerdik, serta lelaki norak yang mampu bersepeda 70 kilometer per jam alias Kapten Chip. Ternyata serumit apapun sebuah tujuan jika diselesaikan bersama-sama dapat terwujud juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya Maryamah menaklukan Matarom, ada satu pelajaran moral yang sangat berkesan dalam buku ini. Saya kutip pada halaman 250:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Melalui Maryamah, aku belajar menaruh hormat pada orang yang menegakkan martabatnya dengan cara membuktikan dirinya sendiri, bukan dengan membangun pikiran negatif tentang orang lain. Lalu aku berpikir, seumpama catur, hidup sedikit banyak seperti reaksi atas pilihan sulit yang silih berganti mem-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fait accompli&lt;/span&gt; manusia, dan rupanya alasan selalu lebih mudah dilupakan ketimbang akibat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwilogi Padang Bulan – Cinta di Dalam Gelas tidak hanya membuat kita hanyut dalam untaian Mozaik yang satu ke Mozaik berikutnya, namun novel ini menghanyutkan pola pikir kita untuk lebih cerdas dalam menyikapi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana Maryamah bisa mendapat gelar Karpov, sehingga ia dijuluki Maryamah Karpov? Hmm…untuk yang satu ini, baca saja bukunya ya….! Ha ha ha..!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2016860574756642708?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2016860574756642708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/dwilogi-padang-bulan-cinta-di-dalam.html#comment-form' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2016860574756642708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2016860574756642708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/dwilogi-padang-bulan-cinta-di-dalam.html' title='Dwilogi Padang Bulan  &amp; Cinta di Dalam Gelas - Andrea Hirata (Part Two)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TDCl0N315lI/AAAAAAAAAQo/gNnXB6DO1y0/s72-c/Cinta+d+dlm+gls.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-5969142530389313573</id><published>2010-07-02T15:31:00.002+07:00</published><updated>2010-07-02T15:42:45.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dibalik Kebijaksanaan UN 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TC2lxe_a8CI/AAAAAAAAAQg/3R_keWq0DQA/s1600/Ujian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TC2lxe_a8CI/AAAAAAAAAQg/3R_keWq0DQA/s200/Ujian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489225790385745954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Hasrat hati ingin mengulas Dwilogi Padang Bulan untuk buku kedua, yaitu Cinta di Dalam Gelas. Tetapi baru saja mendapat info by email yang sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan. Ya pending dululah. Artikel ini sudah mendapat izin dari sumbernya untuk dishare. Sungguh ada rasa miris bercampur ‘geram’ membacanya. Tetapi inilah Indonesia-ku…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================================================&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" class="fullpost" &gt;UN Mau Dibawa Ke Mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Heru Widiatmo, Ph.D.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Peneliti di American College Testing, USA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun selalu ada berita kejutan dengan Ujian Nasional (UN). Tahun ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tertanggal 13 Oktober 2009 pelaksanaan UN untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah umum (SMA dan SMK) akan dilaksanakan pada bulan Maret 2010. Jadwal ini satu bulan lebih cepat ketimbang jadwal tahun-tahun sebelumnya. Alasan perubahan jadwal, karena UN akan diadakan dua kali yaitu UN utama dan ulangan. Ujian ulangan diberikan hanya bagi siswa yang tidak lulus pada ujian utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita setuju dengan alasan ini dan menggunakan data tahun lalu sebagai acuan, maka sekitar 6%, 4%, dan 5% masing-masing siswa SMP, SMA, dan SMK akan mendapat keuntungan dengan adanya UN ulangan ini. Tetapi, melihat jadwal ujian utama dan ulangan hanya berselang 6 minggu dan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya pengumuman kelulusan bisa lebih dari empat minggu setelah pelaksanaannya, kecil kemungkinan mereka dapat mempersiapkan diri lebih baik dan lulus pada UN ulangan jika UN dilaksanakan sesuai kaidah standar tes yang berkualitas. Jadi assumsi UN ulangan dapat memberikan manfaat bagi siswa masih tanda tanya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mudarat perubahan jadwal dan kebijakan secara tiba-tiba ditengah-tengah tahun ajaran lebih banyak dan sudah pasti akan terjadi. Pertama, dengan memajukan jadwal UN memaksa sekolah mempercepat materi pembelajaran kelas III, agar sekolah dapat lebih cepat mempersiapkan siswanya menghadapi UN. Akibatnya, pembelajaran siswa kelas III menjadi tidak optimal. Kedua, pemerintah dan mereka yang terlibat akan menghabiskan tenaga, waktu, dan biaya lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya karena disibukkan pelaksanakan UN dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bagi mereka yang paham dengan ilmu testing tentu tidak sependapat dengan adanya ujian ulangan pada high stake exams yaitu tes skala besar yang menentukan kelulusan (seperti UN), karena akan menimbulkan ketidak adilan dan secara ilmiah tidak dapat diterima. Bagaimana, misanya, jika siswa ketika ikut UN ulangan mendapat nilai 9, apakah nilai ini akan dicantumkan di ijasah? Jika nilai ini digunakan, tentu tidak fair bagi siswa lain yang lulus pada UN utama tapi mendapat nilai lebih rendah dari 9. Sebaliknya, kalau nilai ini diabaikan tidak fair bagi siswa tersebut. Selain itu, penulis belum pernah memperoleh informasi adanya ujian ulangan pada high stake exams di negara lain. Model ujian ulangan seperti ini hanya mungkin diterapkan untuk classroom tests, tidak untuk tes seperti UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak pahaman bagaimana seharusnya UN diterapkan sesuai ilmu testing selama lima tahun terakhir ini tidak lepas dari peran BSNP yang mempunyai wewenang penuh dalam menentukan kebijakan, pelaksanakan, dan evaluasi UN. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Latar belakang 14 dari 15 profesor anggota BSNP yang tidak dari bidang penilaian pendidikan menyebabkan kebijakan-kebijakan BSNP tentang UN setiap tahun selalu menuai kontroversi. Apalagi mereka bekerja di BSNP tidak fulltime, tetapi hanya satu atau dua hari dalam satu minggu, mengingat mereka juga bekerja sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Belajar dari Negara Lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu mengamati profesionalisme dan keseriusan negara lain menangani sistim ujiannya. Terlepas dari apakah mereka menerapkan sistim ujian akhir nasional (seperti Indonesia) atau tidak, yang pasti mereka memiliki suatu lembaga penilaian independen yang khusus melakukan penelitian, mendesain, menerapkan, dan mengevaluasi sistim ujian yang tepat bagi negaranya. Lembaga ini beranggotakan dan memperkerjakan orang-orang yang memang pakar dibidangnya dan tentunya bekerja fulltime (bukan sambilan). Sebagai contoh Singapura dengan Singapore Examination and Assessment Board, Malaysia dengan Lembaga Peperiksaan Malaysia, di China ada National Education Examination Authority (NEEA), dan di United States of America (USA) ada dua lembaga testing yang terkenal di dunia testing yaitu Educational Testing Services (ETS) dan American College Testing (ACT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN di China dibawah kendali NEEA. Selain untuk menentukan kelulusan, nilai UN-nya digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi. Badan ini memperkerjakan puluhan pegawai lulusan S3 dari bidang penilaian pendidikan, dan setiap tahun mengirim stafnya ke lembaga-lembaga testing lain yang lebih maju untuk memperdalam ilmu testing dan penerapannya. Sebagai contoh, bulan September dan Oktober kemarin sejumlah 7 orang pegawai NEEA magang di ACT selama sekitar satu bulan. Dan sebagai bukti bahwa NEEA bekerja professional, mereka diberi wewenang mengadministrasikan pelaksanaan semua international standardized tests milik negara lain; seperti tes-tes milik ETS dan ACT yaitu Test of English as a Foreign Language (TOEFL), dan Graduate Record Examinations (GRE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Indonesia dan China, USA tidak mengenal UN. Kelulusan ditentukan oleh negara bagian (state) masing-masing. Banyak state memberlakukan kelulusan, tetapi ada juga yang tidak. Bagi state yang tidak menggunakan standar kelulusan, mereka tetap memberikan standardized tests pada tingkatan kelas-kelas tertentu hanya untuk mengukur perkembangan pendidikan siswa (tidak digunakan untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan). Untuk state yang memberlakukan kebijakan kelulusan, kelulusan ini (lebih tepatnya disebut sertifikasi) hanya berlaku di tingkat SMA tidak untuk SMP apalagi SD. Yang menarik, ujian sertifikasi ini boleh diambil setelah siswa menyelesaikan pendidikannya di kelas 9 (Kelas 3 SMP). Bagi yang tidak lulus tetap dapat terus belajar di kelasnya masing-masing, dan dapat mengulang tes ini satu semester kemudian. Karena di USA ada 3 semester dalam satu tahun ajaran, siswa mendapat 9 kali kesempatan menempuh tes ini untuk memperoleh sertifikat kelulusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak semua state mengenal ujian kelulusan, Department of Education atau DOE (Depdiknas-nya USA) mempunyai mekanisme memonitor perkembangan pendidikannya paling tidak melalaui informasi dari dua testing. Pertama, setiap tiga tahun DOE dibantu ETS dan ACT mengadministrasikan National Assessment of Educational Progress (NAEP). Tes ini merupakan survey-test yang dibuat untuk memonitor perkembangan kemampuan siswa USA dalam Reading, Matematics, dan Science. Kedua, setiap siswa SMA yang akan melanjutkan ke universitas di USA diharuskan mengambil ACT Assessment; yaitu tes yang mengukur kemampuan siswa dalam Reading, Matematics, science, dan English. Karena identitas siswa lengkap (mencantumkan asal sekolah) pada saat mengikut tes ditambah informasi dari NAEP, kualitas pendidikan di setiap sekolah, district (kecamatan, kabupaten/kotamadya ), dan state di USA dapat dipetakan dan dibandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lembaga Penilaian Profesional &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah UN di Indonesia, penulis tidak pro atau kontra dengan adanya UN. Masalahnya adalah dengan segala keterbatasan yang ada pada BSNP, penulis tidak yakin hasil UN dapat menjadi alat ukur (measurement tool) yang reliable (handal) dan valid (dapat dipercaya) untuk melihat perkembangan pendidikan di Indonesia. Sulit (atau mungkin juga mustahil) kita dapat memperbaiki dan meningkatan kualitas pendidikan negara kita melalui model dan penyelenggaraan UN seperti apa yang kita kerjakan selama ini. Waktu, tenaga, dan biaya ratusan milyar rupiah yang kita keluarkan setiap tahun, tidak sepadan dengan apa yang kita dapatkan. Sebagai informasi, UN tahun lalu menghabiskan dana sekitar 900 milyar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari negara lain, pemerintah melalui Depdiknas harus segera membentuk suatu lembaga penilaian pendidikan yang bekerja secara professional dan fulltime untuk meneliti, mendisain, merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi sistim ujian yang tepat bagi bangsa Indonesia. Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) BSNP perlu diperbaiki dan dibatasi. Tupoksi mereka hendaknya dibatasi hanya memikirkan masalah kebijakan yang berhubungan dengan mutu dan standarisasi pendidikan nasional, dan mereka tidak lagi terlibat dalam masalah-masalah teknis penilaian pendidikan (seperti menentukan jadwal, jumlah paket, jumlah soal, dan skoring UN). Harapan penulis, Indonesia masa depan memiliki lembaga penilaian khusus yang dikelola secara professional dan memperkerjakan para pakar penilaian pendidikan yang dapat memperbaiki sistim pengujian di Indonesia. Semoga ……………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iowa City, 29/11/2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-5969142530389313573?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/5969142530389313573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/dibalik-kebijaksanaan-un-2010.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/5969142530389313573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/5969142530389313573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/07/dibalik-kebijaksanaan-un-2010.html' title='Dibalik Kebijaksanaan UN 2010'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TC2lxe_a8CI/AAAAAAAAAQg/3R_keWq0DQA/s72-c/Ujian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2820150108117370301</id><published>2010-06-28T13:59:00.005+07:00</published><updated>2010-06-28T14:29:35.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Dwilogi Padang Bulan  &amp; Cinta di Dalam Gelas - Andrea Hirata (Part One)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TChOWuenc7I/AAAAAAAAAQQ/3wH3BgA4JXk/s1600/andrea+hirata.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 398px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TChOWuenc7I/AAAAAAAAAQQ/3wH3BgA4JXk/s400/andrea+hirata.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487722298291483570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Padang Bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tetralogi Laskar Pelangi karya Andea Hirata, yang terdiri dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov&lt;/span&gt; telah dibaca oleh jutaan orang di negri ini, bahkan telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris (sekarang juga sedang dipersiapkan dalam bahasa Jerman). Selain itu dua diantaranya telah naik ke layar lebar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laskar Pelangi&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang Pemimpi.&lt;/span&gt; Tetralogi Laskar Pelangi bukanlah novel biasa. Novel ini juga telah dipergunakan sebagai referensi tesis dan tulisan ilmiah lainnya. Sehingga tidaklah mengherankan jika Tetralogi Laskar Pelangi mampu go international. Setelah sukses dengan Tetralogi Laskar Pelangi, kini Andrea Hirata kembali menggebrak khasanah sastra kita dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dwilogi Padang Bulan&lt;/span&gt;-nya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dwilogi Padang Bulan&lt;/span&gt;, yaitu dua karya yang terdiri dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas&lt;/span&gt;, dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padang Bulan&lt;/span&gt; sebagai urutan pertamanya. Dua novel dalam satu buku yang saling berhimpitan secara terbalik. Sehingga membuat novel ini menjadi 500-an halaman. Akankah novel ini mampu mengulang kesuksesan yang sama ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TChO6L6iikI/AAAAAAAAAQY/u3z8YAraizw/s1600/padang+bulan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TChO6L6iikI/AAAAAAAAAQY/u3z8YAraizw/s320/padang+bulan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487722907488651842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dwilogi Padang Bulan&lt;/span&gt; semakin menguatkan eksistensi serta kapasitas seorang Andrea Hirata sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cultural Novelist&lt;/span&gt;, sebagai periset sosial dan budaya. Watak manusia yang penuh kejutan, sifat-sifat unik sebuah komunitas, parody, dan cinta, ditulis dengan cara membuka pintu-pintu baru bagi pembaca untuk melihat budaya, melihat diri sendiri, dan memahami cinta, hubungan keluarga, dan religi dengan cara yang tak biasa. Ya…tak biasa. Karena Andrea Hirata bukanlah novelist biasa. Sungguh…tak biasa…! Sebagaimana cinta Ikal pada A Ling yang bukan cinta biasa…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada novel pertama, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padang Bulan&lt;/span&gt; dibuka dengan mengisahkan tentang perjuangan seorang anak manusia yang bernama Enong. Enong yang begitu gigih mewujudkan keinginannya untuk belajar bahasa Inggris. Demi sebuah obsesi untuk menjadi “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;guru dari sebuah bahasa yang asing dari Barat&lt;/span&gt;”. Begitu Andrea Hirata mengungkapkannya dalam novel ini. Sebuah gaya bahasa yang menunjukkan kedalaman intelektualitas dan humor yang…lagi-lagi tak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Enong harus berhadapan dengan pusaran nasib yang menggiringnya menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya meninggal ketika ia masih bocah. Sugesti dari sang ayah sebelum meninggal berupa “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamus Bahasa Inggris Satu Miliar Kata&lt;/span&gt;” menjadi spirit yang tak pernah mematikan semangatnya. Walaupun badai kehidupan terus menerpa, tetapi semangat Enong untuk menjadi “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;guru dari sebuah bahasa yang asing dari Barat&lt;/span&gt;” tak pernah padam. Semangat Enong ini telah menjadi spirit bagi Ikal dalam meraih cinta A Ling yang harus kandas sesaat karena tiada restu dari lelaki yang tak banyak bicara, lelaki juara satu sedunia, itulah ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kisah Enong, Andrea juga memoles Padang Bulan dengan kisah cintanya pada A Ling. Tentu saja sebagai kelanjutan Tetralogi Laskar Pelangi. Karena pada Maryamah Karpov sangat jelas tergambar betapa novel ini belum usai. Jika pada Laskar Pelangi Ikal mulai mengenal cinta, maka pada Padang Bulan Ikal mulai mengenal cemburu. Cemburunya pada Zinar yang dipicu hanya karena informasi keliru dari sang detektif kampung nan kontet, Detektif M. Nuh yang berpartner dengan Jose Rizal (nama merpati pos-nya). Jose Rizal telah menjadi media komunikasi antara Ikal dan Detektif M. Nuh yang akan membuat pembaca tak dapat mengendalikan diri untuk tidak tertawa tebahak-bahak. Bahkan bisa dianggap orang sinting jika membaca buku ini di tempat sepi. Belum lagi teori-teori ‘penyakit gila-nya. Hi hi hi…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak novelist mengapresiasikan ‘Cemburu’ dengan bahasa metafora yang itu-itu saja. Tetapi hal ini tidak dilakukan Andrea. Salah satu hal yang membuat saya pertama kali ‘jatuh cinta’ dengan karya Andrea adalah gaya bahasa ilmiahnya yang begitu sarat. Bahasa yang menunjukkan intelektual religius yang tinggi dari seorang penulis. Berikut adalah bagaimana Andrea Hirata menganalogikan kata ‘Cemburu’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Cemburu adalah perahu Nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam. Lalu, naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan yakni perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana-rencana jahat-penyesalan, kesedihan-gengsi, kemarahan-keputusasaan, dan ketidakadilan-mengasihani diri.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Cemburu, adalah salah satu perasaan yang paling aneh yang pernah diciptakan Tuhan untuk manusia”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Lalu, sisa malam yang tak kunjung khatam itu, kulewatkan dengan satu bentuk siksaan lain, yaitu membenci Zinar dan A Ling, namun sekaligus pula menghormati kelebihan lelaki itu dan merindukan perempuan itu. Ah, repot sekali. Dalam keadaan itu, jika aku sempat tertidur, datanglah mimpi-mimpi. Ternyata, mimpi dalam bayang-bayang cemburu amat janggal dan canggih.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;(Padang  Bulan, hlm. 127) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sungguh sebuah ungkapan ‘cemburu’ dengan bahasa kedewasaan tingkat tinggi, yang membuat pembaca jadi tersenyum dan tetap semangat dalam menghadapi hidup. Padang Bulan memang sangat cocok dibaca oleh mereka-mereka yang sedang dilanda cemburu. Bagaimana menyikapi rasa cemburu dengan arif. Supaya cemburunya dapat terkendali, tidak bablas menjadi cemburu buta. Ha ha ha..!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebagaimana novel-novel-nya yang lalu, Padang Bulan juga dikemas dalam Mozaik-mozaik yang menggelitik. Namun ada sedikit perbedaan dengan Tetralogi Laskar Pelangi. Jika pada Tetralogi Laskar Pelangi setiap Mozaik dalam kemasan yang cukup panjang, maka pada Padang Bulan dikemas dengan Mozaik yang lebih singkat, namun ‘pesan’ penulis tetap sarat makna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Salah satunya adalah pada Mozaik 16; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Waktu Yang Hakikat&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, di sana, di balik jeruji yang dingin itu, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan. Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal, dan mahal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Para seniman kadang kala melihat waktu sebagai angin, hantu, bahan kimia, seorang putri, payung, seuntai tasbih, atau sebuah rezim. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh. Bagi para ilmuwan, waktu umpama garis yang ingin mereka lipat dan putar-putar. Atau lorong, yang dapat melemparkan manusia dari masa ke masa, maju atau mundur. Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka panggil-panggil, tak datang-datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bagi para petani, waktu menjadi tiran. Padanya mereka tunduk patuh. Kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memanen adalah titah dari sang waktu yang sombong. Tak bisa diajak berunding. Tak mempan disogok. Bagi yang tengah jatuh cinta, waktu mengisi relung dada mereka dengan kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta, waktu menjelma menjadi jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama itu menukik, jerat itu mencekik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Padang Bulan, hlm. 83-84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan kisah, kedalaman intelektualitas, humor dan histeria kadang-kadang, serta kehati-hatian sekaligus kesembronoan yang disengaja telah menjadi ciri gaya penulisan Andrea Hirata. Kemampuannya bereksperimen dalam bentuk ide tulisan yang kuat serta kemampuan menyeimbangkan mutu dan penerimaan yang luas dari masyarakat adalah daya tarik sekaligus misteri terbesar Andrea Hirata. Sehingga walaupun pada Padang Bulan terurai kisah cinta Ikal dan A Ling, namun kita tidak perlu khawatir jika buku ini dalam genggaman bocah-bocah usia 7 – 13 tahun. Mungkin inilah stu-satunya novel cinta edukatif yang tidak akan kita temukan kalimat-kalimat bernuansa ‘vulgar’ di dalamnya. Kenapa…? Karena ini bukan novel cinta biasa. Novel ini ditulis oleh seorang penulis yang memiliki cinta yang tak biasa…! Gak percaya..?? Baca aja deh bukunya, setelah itu kita bisa diskusi di kotak komentar. OK…??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2820150108117370301?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2820150108117370301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/dwilogi-padang-bulan-cinta-di-dalam.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2820150108117370301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2820150108117370301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/dwilogi-padang-bulan-cinta-di-dalam.html' title='Dwilogi Padang Bulan  &amp; Cinta di Dalam Gelas - Andrea Hirata (Part One)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TChOWuenc7I/AAAAAAAAAQQ/3wH3BgA4JXk/s72-c/andrea+hirata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-6964425155560584806</id><published>2010-06-17T22:15:00.005+07:00</published><updated>2010-06-17T22:41:06.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wise Words of The Day'/><title type='text'>Kata-kata 'Bijak' Dr Aidh al-Qarni</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TBo9EXXmwjI/AAAAAAAAAQI/FxVX_OZ20Zg/s1600/aidh+alqarni+2%281%29%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TBo9EXXmwjI/AAAAAAAAAQI/FxVX_OZ20Zg/s400/aidh+alqarni+2%281%29%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483762641478795826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengenal Dr. Aidh al-Qarni atau lengkapnya Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni ? Seorang penyair dan penulis yang buku-bukunya selalu menempati posisi best seller. Beliau berasal dari keluarga Majdu' al-Qarni, lahir di tahun 1379 H di perkampungan al-Qarn, sebelah selatan Kerajaan Arab Saudi. Meraih gelar kesarjanaan dari Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Imam Muhammad ibn Su'ud tahun 1403-1404 dan gelar Magister dalam bidang Hadits Nabi tahun 1408 H dengan tesis berjudul al-Bid'ah wa Atsaruha fi ad-Dirayah wa ar-Riwayah (Pengaruh Bid'ah terhadap ilmu Dirayah dan Riwayah Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar Doktornya diraih dari Universitas yang sama pada tahun 1422 H dengan judul disertasi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirasah wa Tahqiq Kitab al-Mafhum 'Ala Shahih Muslim li al-Qurthubi&lt;/span&gt;" (Studi analisis Kitab al-Mafhum 'Ala Shahih Muslim karya al-Qurthubi). Ia telah menghasilkan lebih dari delapan kaset rekaman yang memuat khotbah, kuliah, ceramah, sejumlah bait syair dan hasil seminar-seminar kesusatraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga penulis buku "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;La Tahzan", "30 Tips Hidup Bahagia", "Berbahagialah : Tips Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat", "Menjadi Wanita Paling Bahagia", "Muhammad Ka annaka Tara", "Bagaimana Mengakhiri Hari-Harimu"&lt;/span&gt;.dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa kutipan kata-kata ‘dahsyat’  dalam Buku-nya  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi Wanita Paling Bahagia".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Optimislah, walaupun engkau berada di tengah-tengah badai angin topan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Walaupun kelembutan Allah berlangsung  lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Namun bagai kedipan mata yang sayu bagi yang tak bersyukur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Emasmu adalah agamamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Perhiasanmu adalah budi pekertimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Dan hartamu adalah sopan santunmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tempat paling terhormat di dunia adalah pelana kuda (untuk berjihad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan sebaik-baik teman sepanjang waktu adalah buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Engkau akan puas dengan sepotong roti panggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Daripada orang yang menutup pintu untuk orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Aku turuti tamakku hingga ia memperbudakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Andai saja aku puas dengan apa yang ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Aku tetap orang bebas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Penyakit adalah sebuah pesan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;yang di dalamnya terdapat kabar gembira,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;sedangkan kesehatan adalah perhiasan yang sangat berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tanamkahlah setiap detik satu pujian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Setiap menit satu gagasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan setiap jam satu pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Terimalah apa yang telah Allah tetapkan buatmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Agar engkau menjadi orang paling kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Allah mencintai orang-orang yang bertobat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Karena mereka hanya kembali dan mengeluh kepada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Meninggalkan maksiat adalah perjuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Sedangkan keengganan meninggalkannya adalah pengingkaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Berhati-hatilah terhdap doa orang yang teraniaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan air mata orang yang tak berdaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Hati yang sehat adalah hati yang tidak ada syirik di dalamnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Tidak ada tipu daya, tidak ada rasa iri dan dengki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seorang wanita yang berpikir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Akan mengubah padang pasir menjadi kebun yang indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Debat kusir dan dialog yang pandir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Akan menghilangkan ketulusan hati dan keindahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ambillah dari musim semi segala kelembutannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dari minyak misik keharumannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan dari gunung kekokohannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Setiap bencana, walau saling menghimpit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Akan menuju kepada kelapangan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Terkadang Allah member nikmat lewat musibah yang dahsyat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan menguji sebagian kaum dengan  berbagai nikmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Peristiwa-peristiwa  tak mengenakkan yang menimpamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Itulah yang akan mengajarkanmu bagaimana menikmati anugerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jangan pernah menjadikan kesusahan dan kesedihanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sebagai tema pembicaraan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Karena dengan demikian engkau akan menjadikannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sebagai penghalang antara dirimu dan kebahagian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Rembulan saja tertawa dan bintang-bintang bertepuk tangan riang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Atas dasar apa kegelisahan membunuh dan mencekik kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seorang ibu yang anaknya jatuh  dari tempat  yang tinggi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tak seharusnya menghabiskan waktu dengan menangis dan berteriak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ia seharusnya segera membalut lukanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jangan menerima tempat-tempat yang gelap dalam hidupmu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Cahaya telah ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Engkau hanya cukup memencet tombol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dan semuanya akan meyala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-6964425155560584806?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/6964425155560584806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/kata-kata-bijak-dr-aidh-al-qarni.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6964425155560584806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6964425155560584806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/kata-kata-bijak-dr-aidh-al-qarni.html' title='Kata-kata &apos;Bijak&apos; Dr Aidh al-Qarni'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TBo9EXXmwjI/AAAAAAAAAQI/FxVX_OZ20Zg/s72-c/aidh+alqarni+2%281%29%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-6966762199425600760</id><published>2010-06-13T15:44:00.003+07:00</published><updated>2010-06-13T15:54:50.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><title type='text'>Five Main Causes of Stress</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TBScoUbproI/AAAAAAAAAQA/OeQGEzl73zQ/s1600/stress.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TBScoUbproI/AAAAAAAAAQA/OeQGEzl73zQ/s400/stress.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482178862910123650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Here, we will study the main causes of stress which arise due to external circumstances. We have seen elsewhere that stress can be caused by your external circumstances or your perceptions and attitudes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress is the reason for two thirds of the total visits to the Physician. It is also the leading cause of the coronary artery diseases, cancer, accidents and respiratory diseases besides some others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress aggravates following illnesses: Hypertension, insomnia, diabetes, herpes, multiple sclerosis, etc. Besides, stress that continues for long periods of time can lead to: poor concentration, irritability, anger, and poor judgment.&lt;br /&gt;Stress leads to marriage breakups, family fights, road rage, suicides and violence.&lt;br /&gt;What are the biggest causes of present day stress, and how do these lead to such high levels of tension?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The main causes of stress that arise due to the external environment were studied by Thomas H. Holmes and Richard H. Rahe, from the University of Washington. In 1967 they conducted a study on the connection between certain important life events and the illnesses. As a part of that study they also compiled a list of main reasons of stress in the society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the time the study was conducted there were 55 triggers of stress. The list was reviewed in 2006 and that list now contains 63 main causes of stress.&lt;br /&gt;From the studies conducted by Holmes and Rahe, and also other studies that have been conducted from time to time, it seems that following are the biggest causes of present day stress levels in modern societies:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. Financial Problems &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;This is the number one source of stress these days. You and your family are not be able to do what you want to due to lack of money. Debts are piling up. Credit Card payments, pending mortgage installments, rising costs of education, mounting expenditure on health concerns. Financial matters top the list of stressors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2. Workplace Stress &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stress at workplace is another of the main causes of stress. You may be worried about your next promotion. You might be facing the negative or bullying behavior of your boss. You might not be reaching your well-deserved career goals; you might be worried due to office politics. You might be stressed about some major change that is taking place in the organization, or, you might be under stress because of the prospect of losing your job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;3. Personal Relationships &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Studies of children, attitude of relatives, arguments with spouse or children, change of place due to requirements of your job, illness of a family member, moving in of parents or moving out of elder children are all main causes of stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;4. Health &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Heart diseases, hypertension, problems with eye sight and sugar afflict many people becoming a major cause of life stress for them. Maintaining good health, reducing weight, increasing weight, being able to lead a healthy life-style: all of these and a few more are the main causes of stress due to health concerns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;5. Irritants &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besides the ones that I have mentioned above there are those annoyances and irritations that you encounter in your daily lives which go on to become biggest sources of stress for you. Problems in commuting to workplace, balance of work and family life, PTMs at children’s schools, workload, visit to doctor, not enough sleep, no time to relax, no time to discuss some nagging problems – who is not aware of these stresses and strains of our lives? You fight with them every day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These main causes of stress are taking their toll on today’s urban man in the shape of stress related diseases that we mentioned at the top.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, do you let all of these get on your nerve, getting you all stressed up and making you prone to all the stress-related diseases? – Or have you found ways to live a stress-free and full life despite many problems that beset you?&lt;br /&gt;Develop resilience and never let stress get you down. It can be learnt. But, yes, you have to try.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You may like to take Dr. Rahe’s stress test to see how stressed you are.&lt;br /&gt;To break yourself out of the daily stresses, start by practicing stress releasing exercises, and you will be on your way to freedom from the main causes of stress afflicting our present day lifestyle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Newsletter from LiveHealthClub. I received on June,10,2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-6966762199425600760?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/6966762199425600760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/five-main-causes-of-stress.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6966762199425600760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6966762199425600760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/five-main-causes-of-stress.html' title='Five Main Causes of Stress'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TBScoUbproI/AAAAAAAAAQA/OeQGEzl73zQ/s72-c/stress.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-9042851323923285760</id><published>2010-06-07T20:37:00.004+07:00</published><updated>2010-06-07T20:50:12.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ketika Progress Murid Melebihi Gurunya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAz3rl-xZLI/AAAAAAAAAP4/KVyvZNkiHAw/s1600/guru+dan+murid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAz3rl-xZLI/AAAAAAAAAP4/KVyvZNkiHAw/s400/guru+dan+murid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480027174904882354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background:#fffff; text-align:justify; font-size:120%"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu uniknya menjadi guru adalah tidak pernah merasa kesepian. Dimana pun kita berada selalu ada yang menyapa. Apalagi bagi guru yang telah mengabdi dalam koridor profesi ini belasan tahun atau puluhan tahun. Seorang guru yang mampu menjalin relasi atau hubungan yang baik dengan murid-muridnya, hidupnya akan selalu penuh warna. Memang tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga dengan guru. Tidak ada guru yang di senangi oleh semua siswa tetapi tidak juga dijauhi oleh semua siswa. Ya fifty-fifty lah. Tetapi bagaimana hubungan atau relasi antara guru dan murid jika progress si murid jauh lebih melejit dari sang guru ? Tidak dapat kita pungkiri betapa banyak guru yang terjebak oleh rutinitas mengajar sehari-hari dengan style yang itu-itu saja, dengan paradigma statis, bahkan alergi dengan segala sesuatu yang dinamis. Ada kisah menarik yang berhubungan dengan kondisi ini teman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Budi. Seorang siswa cerdas, berpotensi bagus dan tidak gampang menyerah dengan keadaan. Baginya belajar itu asyik. Sebuah ‘sense’ yang tidak bisa dibeli dengan materi. Tinggalnya disebuah dusun yang jauh dari keramaian kota. Masa kanak-kanak dan remajanya (SD dan MTs) dilaluinya di sekolah yang ada di dusunnya. Setelah tamat MTs ia hijrah dari dusunnya, dan mulai beranjak ke kota melanjutkan ke sebuah Madrasah Aliyah Negeri. Tamat dari MAN, langkah pendidikannya terus dikayuh menuju Perguruan Tinggi. Alhamdulillah diterima di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di kota Medan. Penuh perjuangan masa pendidikan di Perguruan Tinggi usai sudah. Kembali ke dusun kelahiran, lalu mengajar di Madrasah Tsanawiyah Swasta tempat ia dulu belajar. Di madrasah ini Budi kembali bertemu dengan guru-gurunya. Jika dahulu mereka adalah gurunya dan ia sebagai siswa, tetapi sekarang selain mereka sebagai guru juga sebagai rekan sejawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun telah menjadi guru, naluri belajar Budi tetap menggelora. Pendidikannya kembali dilanjutkan ke Pascasarjana. Walaupun harus bekerja keras, masa-masa ini dilaluinya dengan gembira. Mengajar sambil kuliah. Jarak dusun tempat tinggal dengan ibukota Sumtatera Utara (kota Medan) yang cukup menyita waktu perjalanan bukanlah halangan baginya. Maka aktifitas mengajar sambil kuliah dijalani. Nah disinilah awalnya muncul problem relasi Budi dengan guru-gurunya di madrasah tempat dia dulu belajar yang menarik perhatian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mahasiswa Pascasarjana yang cerdas (terbukti dengan ia mendapatkan beasiswa), sering ia tidak dapat menerima kinerja kerja guru-guru MTs tempat ia mengajar. Guru-guru rekan sejawat yang notabene adalah guru-gurunya juga. Sehingga tanpa disadari sering ketidak terimaannya itu dituangkan dalam pertemuan-pertemuan (rapat dewan guru). Sudah bisa diduga, protes-protesnya mendapat sambutan yang tidak bersahabat dari rekan sejawat. Sebenarnya ide-idenya bagus, tetapi karena tidak bersambut ya seolah-olah ia berjalan sendiri dalam membenahi sistem pembelajaran di madrasah tersebut. Salah satu idenya yang patut saya acungi jempol adalah Budi tidak hanya mengajar menuangkan ilmu pengetahuan kepada muridnya, tetapi ia juga mulai menanamkan kepribadian yang berkarakter kepada muridnya. Ini yang sering kita sebut dengan pembentukan karakter di sekolah. Sementara guru-gurunya hanya sebatas mengajar member ilmu. Sayang sekali…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan guru dapat berbesar hati untuk menerima kelebihan murid sendiri mungkin suasana ini tidak terjadi. Jika disikapi dengan bijak justru kondisi ini adalah asset yang bagus demi kemajuan madrasah. Tapi sayang, sepertinya guru-guru Budi belum bisa menerima kenyataan bahwa anak didik mereka telah tumbuh menjadi pemuda dewasa yang berpikiran kedepan lebih maju dari mereka sendiri. Karena ia selalu dinamis, sedangkan gurunya lebih betah pada lingkaran statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang baik akan menghasilkan murid yang lebih baik dari dirinya. Itulah pepatah yang sering kita dengar. Tetapi bagi saya, lebih baik OK lah…. Tetapi lebih bijaksana….. tetap itu harus ada pada kita, guru-gurunya. Sehingga setinggi apa pun pendidikan si murid ia akan kembali ke gurunya untuk sharing. Maka beruntunglah seorang guru yang tetap dikunjungi murid-muridnya sekalipun pendidikan mereka telah melebihi pendidikan gurunya, apalagi jika tujuan kedatangannya selain tetap menjaga silaturahmi juga karena ada keinginan tetap ‘berbagi’ pada si guru. Tentu saja berbagi ilmu seperti layaknya dulu di bangku sekolah, walaupu dalam tatanan yang berbeda. Dengan kata lain, ketika si murid membutuhkan sesuatu, ia langsung teringat pada sang guru, dan mencarinya karena ingin bertemu…! Biasanya guru yang selalu menjaga kestabilan progress dirinya, maka akan selalu dicari muridnya. Sekalipun si murid tidak berada pada sekolah yang sama. Kalau sudah begini, pasti si guru akan merasakan betapa hidup seorang guru tidak pernah kesepian. Life is so colourfull...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-9042851323923285760?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/9042851323923285760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/ketika-progress-murid-melebihi-gurunya.html#comment-form' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9042851323923285760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/9042851323923285760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/ketika-progress-murid-melebihi-gurunya.html' title='Ketika Progress Murid Melebihi Gurunya'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAz3rl-xZLI/AAAAAAAAAP4/KVyvZNkiHAw/s72-c/guru+dan+murid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2442500100405660489</id><published>2010-06-02T19:47:00.004+07:00</published><updated>2010-06-02T19:56:43.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taushiah'/><title type='text'>Bagaimanakah Hari Tua Kita...?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAZULSE4M2I/AAAAAAAAAPo/ogoBD_hWsLw/s1600/orang+tua.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 101px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAZULSE4M2I/AAAAAAAAAPo/ogoBD_hWsLw/s400/orang+tua.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478158549550379874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tua itu pasti dan menjadi dewasa adalah pilihan. Kata-kata bijak ini sering kita baca dan kita dengar. Adakah manusia yang mampu menghindar dari masa tua? Cepat atau lambat kita semua bergerak mendekati fase tersebut. Cukup banyak pula para motivator memberikan tips-tips dalam menghadapi masa tua yang tetap bahagia. Kita pun sering tanpa sadar menabung dengan missi untuk persiapan di hari tua. Berikut ini ada sebuah kisah yang dialami seorang teman saya, namanya Rahmadsyah. Kisah ini dishare beliau pada sebuah milist. Sungguh sebuah kisah yang memiliki makna yang dalam bagi kita untuk merenung….. “Bagaimanakah hari tua kita nanti ?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;====================================================&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tadi siang tepatnya jam 11.00 wib. Saya masuk ke sebuah Bank di dramaga Bogor. Saya disapa ramah oleh pak Satpam. Kemudian, saya diberikan form dan no antrian. No antrian yang dilaminating kertas berwarna kuning, tertulis rapi hasil printing, font times new roman 118. Setelah saya mengisi no rek adik saya yang di Aceh, kemudian sambil menunggu giliran, saya mencari kursi kosong yang disediakan buat nasabah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Terdengar suara teller memanggil ”no antrian seratus tiga belas (113)”. Dalam hati saya, alhamdulillah tidak lama lagi. Panggilan antrian pun terus berlanjut. Hingga ke 116. Berdirilah seorang kakek, umurnya mungkin sudah diatas 70. Kulitnya sudah mengeriput. Rambutnya telah menunjukan perubahan warna menjadi putih. Memakai baju kemeja putih, dan celana bahan cokelat. Kepala nya tertutup kopiah hitam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pak Satpam menyapa ”Ada yang bisa saya bantu pak?” sang kakek mengeluarkan surat berukuran setengah A4, terlaminating, dari kejauhan saya dapat melihat ada pas photo backround merah dan berkopiah hitam, serta baju putih, dalam foto tersebut. ”Saya mau ambil pensiunan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pak satpam kemudian bertanya kepada atasannya, apakah bisa melalui bank ini? Karena kakek tersebut juga membawa buku nasabah atas nama beliau sendiri pada bank itu. Kemudian buku tabungan beliau di cek oleh teller. Karena si kakek mau tau berapa uang ditabungan beliau, sebab anaknya bilang sering transfer (tabung kata kakek) kerening kakek itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;”Antrian seratus delapan belas (118)” teller satunya lagi memanggil no antrian saya. Saya menuju meja teller, menyerahkan form transfer yang telah saya isi berserta dengan uangnya. Sekarang saya semakin dekat berdiri dengan kakek, sehingga terdengar pembicaraan teller dengan kakek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;”Bapak mohon maaf, uang ditabungan bapak tinggal (... tidak terdengar suara siteller) (saya tidak tau berapa persisnya, yang pasti tidak ada yang bisa diambil). Sikakek bilang ”Anak saya bilang dia sering nabung ke no rekening saya”. Teller kemudian menjelaskan ”Bapak, anak bapak bukannya menabung, tapi malah melakukan penarikan lewat ATM”. Teller kembali melanjutkan ”Ini tanda penarikan lewat ATM, 1 jt,1jt,500,50, 75,700 ...(sampai halaman terkhir) dan ini sisanya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sang kakek terdiam kaku, beliau sudah sangat tua. Berbicara saja terengah-engah, suara nya sudah tak terdengar. Teller menanyakan lagi ”ATM bapak siapa yang pegang?” kakek menjawab ”Anak saya, dulu saya pernah minta bantuan dia untuk mengambilkan uang satu juta”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;”Anaknya dimana sekarang?” Kakek hanya diam, dan terus bernafas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;”Terima kasih bapak, uang nya telah terkirim, masih ada yang bisa dibantu” Teller yang melayani transaksi saya, menyodorkan kertas warna kuning untuk saya simpan. Saya pun meninggalkan Bank tersebut, sambil melihat kepada sang kakek yang dipenuhi wajah kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAZUbpKvLjI/AAAAAAAAAPw/pj_U_VyLgvk/s1600/orang+tua+menung.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 128px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAZUbpKvLjI/AAAAAAAAAPw/pj_U_VyLgvk/s400/orang+tua+menung.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478158830626876978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sampai diluar, saya tidak langsung pulang, tapi duduk ditangga teras bank tersebut, membuka Netbook untuk cari tau info no telf travel perjalanan Bogor – Bandung. Beberapa saat kemudian, sang kakek keluar dan duduk ditangga juga, 2 meter dari kanan saya. Beliau sambil memasukkan surat-surat dan KTP nya, dalam sebuah amplop. Kepala nya menunduk, melihat keatas, kiri dan kanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Saya tinggalkan fokus dengan informasi di situs travel yang sedang saya cari, Dan saya lakukan konekting dengan sang kakek, untuk merasakan dan memahami apa yang beliau fikirkan. Saya langsung merasa (cepat konekting, mungkin karena didalam sudah saya lakukan sebelumnya) ”Perasaan sedih hadir dalam diri saya, mata saya berkaca-kaca, dan butiran bening mengaburi pandangan saya. Selain itu yang muncul dalam diri saya, sebuah pertanyaan mengapa seperti ini dan mengapa t.e.g.a”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sang kakek kemudian berdiri dan melangkah menuju keluar halaman bank, dan naik angkot menuju laladon/bubulak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ada kesedihan, haru, kasihan dan juga diselimuti marah dalam diri saya. Kesedihan merasakan apa yang dirasakan oleh sang kakek. Kasihan, usia nya yang sungguh sangat dan bukan lagi bisa dikatakan muda, uang yang mungkin bisa beliau nikmati dimasa tua habis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sementara kemarahan dalam diri, karena : Bagaimana bisa terjadi, bagaimana bisa t.e.g.a seorang anak berperilaku kepada bapaknya seperti itu? Tapi saya sadar, kemarahan kepada anak si kakek itu, tidak wajar saya marah kepadanya. Karena, pasti ada hal (informasi) yang belum lengkap saya dapatkan, untuk segera saya sikapi demikian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Saya duduk dan terdiam sejenak. Memory saya kembali kemasa saat-saat detik terakhir bersama keluarga sebelum tsunami. Setelah itu saya melakukan perenungan, bahkan muncul pertanyaan dalam diri, bagaimana dengan kehidupanku saat aku tua seperti beliau kelak? Ada pelajaran dan hikmah yang tersirat dalam diri. Sebuah pesan singkat, bertebaran berupa suara ”Jadilah orang baik”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Shahabat, mari kita kirimkan doa untuk si kakek, mudah-mudahan masalah yang sedang beliau alami saat ini, segera terbuka pintu penyelesaiannya. Semoga Allah mengangkat derajat, keimanan, ketaqwaan, terampuni dosa, dan diterima amal ibadah beliau, juga kita.. Amin ya Rabbal’alamin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bogor 26 mei 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kisahnya teman. Jadi teringat dengan salah seorang teman SMP saya pernah berkata: “There’s always reason for everything we do.” Apa pun ‘reason’ di balik prilaku anak si kakek, masih kah itu dapat dimaklumi ? Ternyata untuk mempersiapkan hari tua, tidak cukup dengan mempersiapkan tabungan dalam bentuk uang, teman. Mempersiapkan generasi yang mampu menyayangi, menghormati dan menghargai orang tuanya jauh lebih penting. Seperti kata Rasul: “Hormatilah orang tuamu, supaya kamu dihormati anakmu.” (Eiitss…tapi bukan berarti saya menganggap si kakek dulunya tidak menghormati orang tuanya sendiri lo. Seperti kata teman saya Pak Rahmadsyah itu, bahwa…… “pasti ada hal (informasi) yang belum lengkap saya dapatkan, untuk segera saya sikapi demikian”. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu’alam bishshawab…!   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2442500100405660489?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2442500100405660489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/bagaimanakah-hari-tua-kita.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2442500100405660489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2442500100405660489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/06/bagaimanakah-hari-tua-kita.html' title='Bagaimanakah Hari Tua Kita...?'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAZULSE4M2I/AAAAAAAAAPo/ogoBD_hWsLw/s72-c/orang+tua.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7801459870928509426</id><published>2010-05-31T20:48:00.003+07:00</published><updated>2010-05-31T20:56:37.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Kesadaran “Mengelola Pengetahuan” untuk Seorang Guru dari Pak Hernowo Hasim</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal Pak Hernowo Hasim, penulis buku dahsyat dengan judul sungguh bijaksana; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MENGIKAT MAKNA&lt;/span&gt;. Beliau adalah salah satu penulis negri ini yang saya kagumi. Maka ketika saya menemukan FB beliau beberapa bulan yang lalu, langsung deh saya add. Sungguh gembira hati ketika beliau confirm. Berikut ini saya ingin share Note yang ditulis oleh Pak Hernowo yang berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KESADARAN “MENGELOLA PENGETAHUAN” UNTUK SEORANG GURU.&lt;/span&gt; Saya merasa sangat beruntung ketika Note ini beliau tag ke FB saya. Karena isinya sangat bermanfaat, maka saya share disini. Tentu saja atas izin beliau. Ya…silahkan disimak temans… Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran “Mengelola Pengetahuan” untuk Seorang Guru….&lt;br /&gt;Oleh Hernowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini dimodifikasi dari sebuah materi yang ada di buku karya Anita Lie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAO_NWewM4I/AAAAAAAAAPg/wkAU51CzgW8/s1600/HERNOWO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAO_NWewM4I/AAAAAAAAAPg/wkAU51CzgW8/s400/HERNOWO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477431807906427778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkesempatan memberikan materi seputar strategi kegiatan belajar-mengajar bernama “contextual teaching and learning” (CTL), saya tentu membuka presentasi saya dengan sebuah gambar. Gambar itu sederhana. Hanya menunjukkan gambar cangkir dan tanaman yang keduanya sedang dituangi air. Gambar tersebut saya ambil dari buku Anita Lie, Cooperative Learning. Gambar cangkir dan tanaman tersebut menyimbolkan dua orang murid yang sedang belajar. Sementara itu, sang guru disimbolkan dengan sarana untuk menuang air. Air adalah pengetahuan—katakanlah jenis mata pelajaran—yang benar-benar dikuasai oleh sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sebuah kegiatan belajar-mengajar berlangsung, seorang guru dapat segera menentukan apakah para muridnya akan dijadikan “cangkir” atau “tanaman”. Jika dia menjadikan para muridnya sebagai cangkir, itu berarti dia sedang ingin menerapkan strategi “menuang” tanpa berupaya merangsang para murid untuk mengolah air secara bersungguh-sungguh. Keadaan ini bisa terjadi karena cangkir memang hanya berfungsi untuk menampung tuangan air itu. Cangkir, seakan-akan, tak punya kemampuan untuk mengaitkan air (pengetahuan) dengan diri masing-masing murid yang sedang belajar. Akhirnya, jika nanti para murid itu dites, cangkir-cangkir hanya akan mengeluarkan lagi apa yang diterima atau disimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu keadaan tersebut berbeda sekali jika seorang guru memilih agar para muridnya menjadi tanaman—dan Anda akan segera paham bahwa jenis tanaman itu bermacam-macam. Ada tanaman yang menghasilkan buah (tomat, papaya, cabe, dsb.), dan ada tanaman yang menghasilkan bunga (mawar, melati, anggrek, dsb.), serta ada tanaman yang tidak berbuah dan berbunga tapi memproduksi daun yang rimbun. Ketika si guru menuangkan air ke tetanaman, secara otomatis tetanaman itu tidak hanya menerima tetapi juga mengolah air (pengetahuan) tersebut. Tetanaman tentu akan menerima air dengan senang hati karena mereka sangat memerlukannya untuk hidup. Agar air itu bermanfaat bagi kehidupan mereka, tetanaman itu pun akan bersungguh-sungguh dalam menolah air yang mereka terima. Mereka akan mengolah sesuai dengan keperluannya—apakah air tersebut akan diolah untuk menumbuhkan dan memperkuat akar atau untuk merimbunkan daun-daun atau untuk memproduksi buah dan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga di sini, Anda, sebagai seorang guru, tentu dapat membayangkankan perbedaan sangat mendasar antara murid yang menjadi sekadar cangkir (benda mati) atau tanaman (makhluk hidup). Menarik sekali jika, pada saat ini, murid-murid yang sedang belajar di sekolah itu senantiasa dianggap tetanaman yang segar dan sedang mekar-mekarnya. Jenis tanaman, saya kira, sangat beragam sebagaimana keberagaman setiap makhluk bernama manusia. Sebaliknya dari menjadi tanaman, simbol cangkir akan tidak menarik karena seakan-akan seluruh murid itu sama (seragam) dan pasif. Jika yang seragam itu pakain sekolahnya tentu tidak ada masalah. Tapi jika yang seragam adalah otak atau dirinya, tentulah kegiatan belajar akan sangat tidak menarik. Lalu, siapa yang menentukan apakah seorang murid itu akan menjadi cangkir atau tanaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentulah yang menentukan apakah seorang murid itu akan menjadi cangkir atau tanaman, ketika akan menjalani sebuah kegiatan belajar, bukanlah si murid. Gurunyalah yang berperan sangat besar. Seorang guru akan dapat memilihkan dan menentukan apakah para murdinya akan menjadi tetanaman apabila dia memiliki kesadaran dalam mengelola pengetahuan (knowledge management). Dia sadar bahwa pengetahuan tidak bisa ditransfer begitu saja bagaikan seseorang sedang menuang air ke cangkir. Pengetahuan baru akan menjadi sebuah ilmu yang bermanfaat jika pengetahuan itu diolah—tepatnya diproduksi menjadi sesuatu yang sesuai dengan keperluan si penerima dan pegolah pengetahuan tersebut. Dan semua itu perlu proses, tidak bisa instan. Murid harus diberi kesempatan untuk merenungkan dan menuliskan setiap pengetahuan yang diterimanya. Dan seorang guru harus dapat mendorong si murid agar berani secara habis-habisan mengaitkan (mengontekskan) pengetahuan baru itu dengan keunikan pengalaman dirinya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca Note ini saya jadi ingat dengan falsafah &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;om_rame&lt;/a&gt; dalam artikel saya beberapa hari yang lalu. Persis banget.. Falsafah teko…! Hmm...jangan-jangan si om nemu falsafah ini dari buku Anita Lie juga.. he he he...! Piiss om...!&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7801459870928509426?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7801459870928509426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/kesadaran-mengelola-pengetahuan-untuk.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7801459870928509426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7801459870928509426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/kesadaran-mengelola-pengetahuan-untuk.html' title='Kesadaran “Mengelola Pengetahuan” untuk Seorang Guru dari Pak Hernowo Hasim'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAO_NWewM4I/AAAAAAAAAPg/wkAU51CzgW8/s72-c/HERNOWO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-153160404307073015</id><published>2010-05-29T20:35:00.004+07:00</published><updated>2010-05-29T20:44:30.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sekolah...Oh...Sekolah...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAEZWuhjBXI/AAAAAAAAAPY/pDFv_c-trYs/s1600/siswa+bingung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAEZWuhjBXI/AAAAAAAAAPY/pDFv_c-trYs/s400/siswa+bingung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476686500095788402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki kenangan tersendiri ketika ia sekolah. Kenangan yang terkadang justru membentuk paradigma seseorang tentang dunia pendidikan. Masih jelas dalam benak saya bagaimana perasaan saya ketika didaftarkan pada sebuah SD swasta, yaitu SD Muhammadiyah di kota kecil Pangkalan Brandan (Hmm…mirip Laskar Pelangi kan ? he he he). Hati berbunga-bunga, sumringah, dan penuh dengan sejuta angan-angan. Seperti apa aktifitas yang dijalani sudah menari-nari di depan mata. Padahal itu baru didaftarin lo, duh lebay memang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya belum mengerti bagaimana guru yang mengajar secara konvensional dan bagaimana pula yang professional. Yang saya tahu guru-guru saya menyenangkan. Orang yang tidak pernah berkeluh kesah sekalipun mereka bukan guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. Sehingga jangan harap saya rela diminta libur satu hari saja pada hari-hari sekolah. Jika pun harus libur, ya tentu saja karena sakit. Itu pun di rumah pikiran tetap menuju sekolah. Hati selalu bertanya-tanya.. Duh..lagi ngapain ini teman-temanku di sekolah. Mereka dapet tugas apa? Seru gak ya? Dengan kata lain Sekolah adalah sumber kebahagiaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini terus berlanjut hingga ke Perguruan Tinggi. Hanya saja ketika memasuki jenjang SMP dan SMA, mulai lah saya menemui guru yang ‘beraneka warna’. Tidak seperti guru-guru saya di SD lagi. Apakah karena mereka berstatus Pegawai Negeri Sipil (karena SMP dan SMA saya lalui di sekolah negeri), ntahlah. Tetapi justru di sinilah saya jadi lebih banyak belajar tentang hidup. Bahwa hidup itu memang full colour. Saya jadi mulai memilah-milah,mana guru yang patut saya gugu dan tiru, dan yang mana pula yang tidak patut digugu dan tiru, akan tetapi saya tetap mempunyai kewajiban menghormati mereka sebagai orang yang pernah mendidik saya, walaupun dengan style yang kadang membuat saya geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perjalanan itu, sedikitpun saya tidak pernah merasa bahwa sekolah adalah sebuah penjara. Tidak juga pernah rela libur untuk hal-hal yang gak penting pada hari-hari sekolah. Walaupun di SMP dan SMA guru-guru saya menerapkan disiplin ala militer (beberapa guru lo, tidak semuanya), saya selalu kangen ke sekolah. Bahkan hari Minggu pun doyan ke sekolah untuk mengikuti kegiatan PMR (Palang Merah Remaja). Jika pun ada yang sering saya keluhkan tentang sekolah akhir-akhir ini adalah system kelulusan ala UN. Seperti apa pemikiran saya tentang hal ini, silahkan baca &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2009/04/ktsp-vs-un.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2010/01/gonjang-ganjing-un-2010.html"&gt;di sini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah bolos mulai dilakukan di Perguruan Tinggi. Karena membagi waktu antara tugas mengajar dan kuliah bukanlah hal mudah. Jika tugas sekolah sudah menumpuk (karena pada saat itu selain mengajar saya juga terlibat dalam team managemen madrasah), terpaksalah bolos. Berangkat jam 7 pagi, dan pulang jam 18.30 menjelang maghrib. Seperti apa wajah kampung di siang hari nyaris saya tidak tahu. Hu hu hu. Tetapi entahlah, semua itu tetap dijalani dengan happy. Bahkan Insya Allah, rencana hari senin nanti 31 Mei 2010 saya akan mendaftar sekolah lagi. Semoga Allah mengizinkan, karena segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa izinNYA. Apakah saya termasuk orang yang maniak sekolah? Atau ‘gila’ belajar? Ntahlah…. Whatever…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi temans, dua hari lalu saya menerima email dari Mas Yudhistira Massardi yang tergabung dalam milis IGI (Ikatan Guru Indonesia), beliau memposting note putranya. Igamassardi (nama putranya) menumpahkan apa yang dirasanya ketika ia sekolah. Saya sangat tertarik dengan isi note itu (karena sangat bertolak belakang dengan apa yang saya rasa), lalu minta izin untuk dishare di sini. Alhamdulillah Mas Yudhistira mengizinkan. Banyak pembelajaran yang bisa kita peroleh dari note ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;January 26, 2010 by igamassardi | Edit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Saya adalah anak yang tidak pernah menyukai sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Orang tua saya, khususnya Ibu saya. Selalu kewalahan menghadapi masa-masa sekolah saya. Dari SD sampai SMA, saya bukanlah anak yang bisa diharapkan untuk mengerjakan PR atau menyelesaikan tugas tugas sekolah sendiri tanpa paksaan dari pihak sekolah dan orang tua. Saya sempet dibawa ke psikolog untuk memastikan bahwa tidak ada kelainan yang berlebihan dalam perilaku saya sebagai anak kelas 5 SD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bukan tanpa alasan saya nggak suka yang namanya sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pertama, mereka (sekolah) nggak pernah memberikan ruang agar kreatifitas saya dijadikan sesuatu yang berharga secara akademis. Saya sadar bahwa saya emang nggak pandai berhitung dan menghafal pasal pasal UUD yang menurut saya sampai sekarang nggak ada gunanya (paling tidak buat saya pribadi). Tapi saya yakin bahwa saya bisa berkesenian dengan baik dalam hal musik. Tapi alih alih mendukung bidang yang menjadi keunggulan saya, mereka justru memaksa setiap muridnya untuk pandai matematika dan ekonomi. Lalu kemudian diadakan olimpiade untuk kedua hal tersebut. Pemenangnya mendapat gelar murid teladan. Klise.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bukankah tidak ada satu bidang untuk semua orang? Semua orang adalah unik dan memiliki ketertarikan pada hal yang berbeda beda. Standarisasi akademis sering memaksa kita sebagai murid menjadi tidak memiliki pilihan lain untuk menuangkan prestasi. Semua dipukul rata. Dan kita harus melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Masa SMA saya adalah masa dimana pembelajaran menjadi tidak penting. Kenapa? Karena saya saat itu sudah tau apa yang saya ingin lakukan dalam hidup saya. Saya ingin jadi seorang musisi. Titik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Namun justru di masa itu, masa yang menurut saya adalah saat yang sangat krusial untuk memilih kemana kita akan berjalan dan melangkah, justru sering di sesatkan ke arah yang sama sekali lain dan bertolak belakang dengan keinginan kita. Beruntung saya adalah anak yang keras kepala dan nggak suka diatur kalo menurut saya anjurannya nggak logis. Jadi ini membuat saya bergelut untuk tetap melakukan apa yang saya mau. Apapun taruhannya saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kepala sekolah saya saat itu adalah orang yang memiliki apresiasi seni yang tinggi. Saya senang sama beliau. Namanya Pak Cecep. Orangnya sangat suportif. Beliau mengadakan ensemble gitar dan tari. Sungguh saya merasa senang saat itu. Namun entah kenapa kegiatan itu berhenti. Mungkin dianggap tidak bermanfaat untuk prestasi akademis oleh dewan yayasan sekolah saya saat itu. Berakhirlah kegiatan tersebut. Kegiatan satu satunya dimana saya bisa merasakan kesenangan dan gemilang ketika melihat dan melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan atas izin Pak Cecep juga saya dan teman teman bisa membawa nama sekolah saya ke festival musik antar sekolah dan memenangkannya. Sungguh sebuah momen yang menurut saya saat itu sungguh berharga. Ketika saya dan teman teman di panggil kedepan saat upacara hari Senin dan diberikan selamat langsung diiringi tepuk tangan dan sorak sorai satu sekolah, momen itu tidak pernah saya lupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Namun di akhir semester, yang nampak hanyalah eksekusi dari studi studi standar seperti IPA dan IPS. Tidak nampak penghargaan atas usaha saya dan teman teman membawa nama baik sekolah dalam bidang seni. Bahkan seni pun tidak masuk dalam daftar mata pelajaran. Sungguh memilukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lalu ketika kita selesai menunaikan pendidikan di SMA, kita langsung dihadapkan dengan kenyataan “Memilih Jurusan Kuliah yang Baik dan TIDAK SALAH PILIH.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bagaimana mungkin!?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Selama masa pendidikan 12 tahun kita tidak diberikan pilihan untuk melakukan ketertarikan di bidang masing masing. Ada yang suka otomotif, olahraga, musik, teater, tari, bahasa, namun jarang sekali ada penyuluhan untuk hal hal tersebut. Yang ada hanyalah ekstrakurikuler. Hal yang menjadi jalan hidup kita hanya dijadikan sebuah ‘ekstra’. Ironis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tidak heran banyak sekali orang yang ‘terpaksa’ masuk jurusan jurusan umum seperti ekonomi dan komunikasi. Bagus kalo memang mereka mau masuk sana, tapi realitanya adalah mayoritas orang yang mendaftar jurusan itu bukan karena memang mereka mau, tapi karena alasan klise “Ya daripada gue nggak kuliah?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dari tekanan pendidikan 12 tahun lalu kemudian dalam waktu kurang dari 6 bulan kita sudah harus menentukan arah hidup? Brillian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mungkin memang ada anak anak teladan yang sah sah saja dengan semua ini, tapi saya nggak mewakili mereka. Saya mewakili saya sendiri, dan kalian yang mungkin berpikiran sama dengan saya. Bahwa ada hal hal lain diluar pendidikan formal yang menjadi tujuan hidup kita namun tidak mendapat perhatian dan dukungan dari pihak yang memiliki andil besar dalam pendidikan kita, yaitu Sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sekolah sebenernya nggak buruk. Sistemnya aja yang udah harus berubah. Mereka harus bisa lebih interaktif dan reaktif terhadap bakat dan keunggulan tiap tiap siswa secara individu. Kalau sekolah msih terus main pukul rata bodoh dan pintar berdasarkan mata pelajaran. Maka selamanya jebolan pendidikan dasar di Indonesia tidak akan memiliki potensi berkembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Semoga semua perubahan dan perkembangan ini bisa terealisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jadi nggak ada lagi murid murid yang nge tweet..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Tujuan untuk sekolah tuh cuma untuk bergembira mendengar bel istirahat dan bel pulang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Selama mereka masih berpikiran seperti itu, berarti ada yang salah dengan sistem di sekolah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Its not our fault for being an education dissidents and disdain the academics, its their responsibility to make the grade based on our personal interest. Its your future not them.” -Iga Massardi-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"We don't need no thought control. No dark sarcasm in the classroom. We don't need no education." Pink Floyd - Another Brick in The Wall&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dituangkan Igamassardi adalah kenyataan yang tidak terbantahkan. Ini penting untuk dijadikan pemikiran dan pertimbangan oleh para pendidik, apalagi oleh para pengambil keputusan dunia pendidikan negri ini. Sebagai guru, terkadang kita sering terkontaminasi dengan cara guru-guru kita dulu. (Ingat petuah dari Ali bin Abi Thalib: Didiklah anakmu untuk masa yang bukan masamu). Itulah sebabnya mengapa saya selalu mengambil yang baik, dan mengesampingkan yang buruk dari guru-guru saya, namun tetap menghormati mereka sebagai guru. Tidak ada istilah BEKAS guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak dapat dinafikan ada yang jomplang dalam sistim pendidikan kita. Tidak sinkronnya KTSP dengan sistem kelulusan ala UN membuat sebahagian pendidik menangis tanpa suara (termasuk saya) dan mengantarkan mereka ke dalam shaf serendah-rendahnya iman (karena hanya mampu DIAM…termasuk saya juga). Sampai kapan system ini dipertahankan pemerintah ? Ntahlah….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti apa persepsi temans tentang sekolah…? Silahkan share di kotak komentar ya. Komentar teman sangat bermanfaat sebagai input untuk perbaikan diri para pendidik kita. Guru juga manusia yang selalu perlu di up-date. He he he….!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-153160404307073015?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/153160404307073015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/sekolahohsekolah.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/153160404307073015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/153160404307073015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/sekolahohsekolah.html' title='Sekolah...Oh...Sekolah...!'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/TAEZWuhjBXI/AAAAAAAAAPY/pDFv_c-trYs/s72-c/siswa+bingung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-6238252024403427460</id><published>2010-05-26T15:40:00.005+07:00</published><updated>2010-05-26T16:32:42.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award dari aRya Bayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_zoOa04_3I/AAAAAAAAAPQ/QjLpecJrJlQ/s1600/award+arya+bayu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_zoOa04_3I/AAAAAAAAAPQ/QjLpecJrJlQ/s400/award+arya+bayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475506581392654194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bulan Mei ini memang sangat special bagi my lovely blog &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sharing is Fun&lt;/span&gt;. Pada bulan ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sharing is Fun&lt;/span&gt; banyak mendapat sobat-sobat blogger baru. Sobat blogger dengan ‘pesona’ content mereka masing-masing. Tetapi dari perbedaan ‘pesona’ tersebut ada satu persamaan. Mereka semua baik hati lagi tidak sombong (suwer tiada maksud tebar pujian). Salah satu buktinya adalah kembali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sharing is Fun&lt;/span&gt; mendapat anugerah Award (biasa pake kata anugerah..supaya dramatis gicu..!).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diawal Mei ada Award dari &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.aanworld.blogspot.com/"&gt;Aan&lt;/a&gt; (idiiiihhhh…bisa gak sih buat postingan yang gak bawa-bawa nama si Aan….???), kemudian menyusul yang mengaku gak ganteng tapi ngangenin alias &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;om_rame&lt;/a&gt;, eehh….tiada disangka and tiada diduga kini &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.nak4michi.blogspot.com/"&gt;aRya Bayu&lt;/a&gt; bagi-bagi Award, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sharing is Fun&lt;/span&gt; juga kecipratan. (Gak tau kenapa doi slalu buat teks namanya dengan huruf capital di R dan B…. seperti merk sesuatu gicu ya..?). Ada yang unik pada logo Award-nya aRya Bayu kali ini. Itu lo…logonya iso muter-muter. Iiihhh keren euy..! Akan tetapi karena bu guru yang lemot ini rada bingung masukin ke postingan, walopun Aan yang berbaik hati telah kasi advice. (Haiiyyaaa…. Aan lagi…Aan lagi.. bisa gak siiiihhh… yak terusin aja sendiri….! Wkkk…)tapi gagal juga. Maka Award itu dipajang di sidebar waelah. Please dong kasi tau cemana cara masukin ke postingannya. Sumpe lo gaptek itu gak enaakkkk...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aRya Bayu dengan title weblognya &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.nak4michi.blogspot.com/"&gt;Vista84&lt;/a&gt; (mungkin ntar lagi doi buat weblog dengan title Windows 7 kali ye.. he he he… just kidding friend) dari profile blognya mengaku mulai aktif Maret 2010, tetapi content blognya uaaappiikkk tenan. Banyak info IT di tini, buat diriku jadi mulai ‘melek’ teknologi. Salut friend. Semoga semakin Berjaya and sukses Vista84-mu. (Ssstt…tapi kadang diriku rada ‘risi’ lihat beberapa gambar di sidebar Vista84…ups..maaf yo..mungkin mata ‘udik’ kali. Tapi apa mau dikata, terlanjur telah dicap sebagai ‘Perhiasan Dunia’. Hiikks..!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Award ini akan menambah motivasi plus semangat diriku di dunia blogger, walaupun pada dasarnya setiap artikel, jika ada yang berkenan baca apalagi komen saja sudah cukup lah membahagiakan diriku. (upss…colly melo mode is on now..!) Konon lagi Award..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih teman untuk semuanya, semoga pemberian ini jadi amal ibadah jika diiringi dengan keikhlasan. (Jadi malu…title blog &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sharing is Fun&lt;/span&gt;, tapi belum pernah Sharing Award… maybe oneday friends..!). Jazakillahi Khairan Katsira…!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-6238252024403427460?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/6238252024403427460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/award-dari-arya-bayu.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6238252024403427460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6238252024403427460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/award-dari-arya-bayu.html' title='Award dari aRya Bayu'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_zoOa04_3I/AAAAAAAAAPQ/QjLpecJrJlQ/s72-c/award+arya+bayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-5691109649244142458</id><published>2010-05-24T10:44:00.004+07:00</published><updated>2010-05-24T10:55:55.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award dari yang Mengaku 'Ngangenin'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_n2xPileEI/AAAAAAAAAOo/PTXNiEOmSLs/s1600/AWARD+OM_RAME.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_n2xPileEI/AAAAAAAAAOo/PTXNiEOmSLs/s400/AWARD+OM_RAME.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474678147891165250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-size: 120%;"&gt;&lt;br /&gt;‘Gak Ganteng tapi Ngangenin’, demikianlah jargon sobat blogger ku yang satu ini. Dengan nick name ‘&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;om_rame&lt;/a&gt;’ telah membuktikan pada dunia blogger memang sungguh rame lah dirinya. Ke-rame-annya juga lah yang selalu ngangenin. Cucok banget antara jargon dengan nick name (kecuali ‘Gak Ganteng-nya itu… karena dari potonya… hmm… handsome bo’. Semoga masih cecah ke bumi tu kaki jika si om baca ini. Hue he he he…!).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain ngangenin beliau juga baik hati (ehemm….). buktinya minggu lalu berbagi kebahagian dengan bagi-bagi Award untuk sahabat blogger-nya. Sharing is Fun pun kebagian pada nomor urut 17. (Bu Guru Sriayu). Wow…tau aja si om, jika diriku sweetseventeen (Whaattt….?? Oh no..lebay makin kronis). Katanya sih Award ini diberikan sebagai apresiasi karena posting coment pada artikel-artikelnya. Jadi malu, karena sebenarnya lebih sering si om yang send coment di blog diriku. Apa lagi dengan ulasannya yang wuiihh…mirip kupas tuntas deh. He he he…! Pokoke coment si om_rame… Te…O…Pe…Be…Ge…Te…lah…! Mantrab wal gud-gud…! Big syukron om..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua sahabat blogger mohon maaf jika Sriayu jarang berziarah ke rumah maya sahabat-sahabat. Harap maklum, PR bu guru terkadang lebih banyak dari PR muridnya. Ketika senggang menyapa, justru jaringan yang tidak bersahabat. Yeaahh…beginilah tinggal di kampung friends, teknologi cenderung tidak berhati nurani. Demikian kata sahabat blogger-ku &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.aanworld.blogspot.com/"&gt;Aan&lt;/a&gt;. Hikss…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Award ini akan semakin menambah semangat diriku untuk keep posting. Semoga juga postingan yang gentayangan di Sharing is Fun dapat memberikan kontribusi positif bagi siapa saja yang mampir dan menyempatkan diri baca-baca di sini. Sebagaimana motto pemiliknya: "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Fastabiqul Khairat&lt;/span&gt;". Bagi yang sudah send comment, there’s only one that I wanna say…. Thanks friends….! Jazakillahi Khairan Katsira.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-5691109649244142458?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/5691109649244142458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/award-dari-yang-mengaku-ngangenin.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/5691109649244142458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/5691109649244142458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/award-dari-yang-mengaku-ngangenin.html' title='Award dari yang Mengaku &apos;Ngangenin&apos;'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_n2xPileEI/AAAAAAAAAOo/PTXNiEOmSLs/s72-c/AWARD+OM_RAME.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-1762461469351162442</id><published>2010-05-18T17:54:00.008+07:00</published><updated>2010-05-18T19:23:38.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Sang Dermawan dari Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_J0iPF_EiI/AAAAAAAAAN4/N9q8VjEO4gQ/s1600/KONTES+BLOG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_J0iPF_EiI/AAAAAAAAAN4/N9q8VjEO4gQ/s200/KONTES+BLOG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472564628724584994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Writing is magic&lt;/span&gt;. Ya menulis itu memiliki daya tarik yang luar biasa. Sejarah telah membuktikan betapa banyak hasil tulisan seseorang yang mampu merubah pemikiran dan paradigma orang lain. Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, La Tahzan-nya Dr. ‘Aidh al Qarni, Ayat-ayat Cinta-nya Habiburrahman, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Teaching&lt;/span&gt;-nya Bobbi DePorter, dan masih banyak tulisan-tulisan hasil karya penulis besar lainnya yang telah mampu mengobrak-abrik motivasi hidup berjuta manusia dan memberi spirit kepada sesama. Setiap tulisan tentu memiliki power sendiri-sendiri. Maka ketika saya mengetahui &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.anazkia.blogspot.com/"&gt;Anazkia aja&lt;/a&gt; dengan sponsornya &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.denaihati.com/"&gt;denai hati&lt;/a&gt; mengadakan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kontes Blog Berbagi Kisah Sejati&lt;/span&gt;, saya pun ingin ikutan. Saya sangat tertarik dengan jargonnya Berbagi Kisah Sejati. Kebetulan saya juga memiliki kisah sejati yang tidak terlupakan seumur hidup saya. Seseorang yang begitu dermawan membaca tulisan saya di dunia maya dan hanya mengenal saya melalui dunia yang serba maya itu begitu percaya menitipkan amanah kepada saya. Sungguh ini adalah training ESQ secara live…!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari aktifitas sehari-hari yang selalu berinteraksi dengan ratusan siswa dari berbagai ‘warna kehidupan’ yang berbeda, maka pada tanggal 10 November 2009 saya mem-posting sebuah artikel di blog saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sharing is Fun&lt;/span&gt; yang berjudul &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2009/11/gadis-kecil-itu-bernama.html"&gt;Gadis Kecil itu Bernama Halimatussakdiyah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Tulisan ini menceritakan tentang kerasnya kehidupan yang dialami seorang anak yang berasal dari keluarga yang memprihatinkan baik secara ekonomi maupun pendidikan. Apalagi ibu Halimah bisu. Ketika mem-posting tulisan ini tidak ada niat untuk mengekspos kepapaan seseorang ataupun mengundang rasa iba berbagai pihak. Yang ada hanya niat ingin berbagi kisah kehidupan untuk diambil pembelajarannya sehingga kita dapat menjadi manusia yang mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan oleh sang Maha Hidup kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_KEzxS_QaI/AAAAAAAAAOQ/ScS5gkkKX3Q/s1600/Rmh+dr+dpn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_KEzxS_QaI/AAAAAAAAAOQ/ScS5gkkKX3Q/s320/Rmh+dr+dpn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472582522149749154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mulanya artikel itu mendapat sambutan komentar pengunjung blog saya biasa-biasa saja, dan tidak begitu ramai. Sampai tepat pada tanggal 23 November, ketika saya sedang membersihkan inbox email, tiba-tiba muncul sebuah email dengan subject Salam Kenal dari seseorang yang tidak begitu saya kenal. Begini isi emailnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Apa kabar Bu! Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya juga sudah berkunjung ke blog Anda dan telah membaca kisah Halimatussa'diyah yang sangat menyentuh tersebut. Saya ingin membantunya. Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubraakkk…! Mata saya terbelalak. Seolah-olah saya tidak percaya dengan apa yang saya baca. Langsung saya beranjak ke TKP, ya tentunya ke blog sendiri… Sharing is Fun. Tepat pada artikel &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2009/11/gadis-kecil-itu-bernama.html"&gt;Gadis Kecil itu Bernama Halimatussakdiyah&lt;/a&gt; saya lihat ada tambahan komentar. Begini komentarnya teman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Anonim &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mengatakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Tulisan yang sangat menyentuh, Bu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Kalau saya ingin membantu halimatusssa'diyah bagaimana caranya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Senin, November 23, 2009 11:12:00 AM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OMG…tanpa sadar keharuan yang dahsyat menerpa sanubari. Langsung saya reply email tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Subhanallah... Salam kenal kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jika Bapak percaya dengan saya, Bapak bisa membantunya dalam bentuk uang dan barang keperluan sekolah. Jika ingin membantu dalam bentuk uang, saya akan kirim no. rek saya tapi confirm dulu. Jika bapak ingin membantu dalam bentuk barang keperluan sekolah nanti saya tanyak dia dulu, keperluan sekolah seperti apa yang dia butuhkan. Supaya bantuan tersebut menjadi efisien dan efektif....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pak, sungguh ketika saya mengetik email ini, saya tidak mampu menahan keharuan. Allah Maha Adil. Waduh jadi berair ni mata. Nanti saya kirim poto2 rumahnya dan keadaan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya nge-net di warnet. Mata benar-benar basah ketika saya mengetik email tersebut. Saya coba-coba ingat beberapa blog yang saya kunjungi akhir-akhir ini. Sampai saya menemukan kembali blog sang dermawan itu. (Maaf, saya tidak dapat menyebutkan nama beliau, karena ini permintaan beliau untuk dirahasiakan. Beliau tidak ingin publikasi). Beberapa menit setelah email itu saya posting, ya Allah pada menit itu juga saya menerima balasannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Terima kasih atas jawaban kilatnya. Saya senang sekali. :  Anda tinggal dimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Saya ingin membantu Halimatusssa'diyah dalam bentuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. memberinya kursus-kursus yang bermanfaat bagi masa depannya. Bisa kursus komputer, kursus memasak, menjahit, atau apa saja. Sila tanyakan padanya pengetahuan dan ketrampilan apa yang ia ingin kuasai dan cari tahu dimana bisa memperolehnya dan berapa biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2. buku-buku bacaan. Saya ingin ia membaca buku-buku bermanfaat. Anda bisa membantunya mencari buku-buku yang ia sukai. Kalau ada alamatnya saya mungkin juga akan emngirimkan buku-buku yang bermanfaat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;3. peralatan sekolah yang ia butuhkan dan juga kebutuhan pribadi. Saya ingin ia tampil percaya diri di hadapan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Saya juga ingin ia bisa berkomunikasi dengan saya baik melalui SMS atau email. Untuk itu ia perlu belajar menggunakan internet. Tolong ajari ia menggunakan komputer dan internet. nanti biaya dari saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tolong kirimkan alamat Anda, no HP, dan no rekening di mana saya bisa mengirim dana.  Sykur-syukur kalau ada no rek BCA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_KFSsxqYfI/AAAAAAAAAOY/2lhuqAuWG8s/s1600/Rmh+sampg+kiri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_KFSsxqYfI/AAAAAAAAAOY/2lhuqAuWG8s/s320/Rmh+sampg+kiri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472583053512172018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hu hu hu…. Lengkaplah sudah keharuan ini, kejadian deh tragedy termehek-mehek di warnet. Masih setengah terbengong-bengong, karena masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada saya balas email tersebut pada saat yang sama. Saya kirimkan alamat plus nomor HP. Tetapi nomor rekening belum. Selain masih ragu (maafkan saya Pak, jika Bapak membaca kisah ini. Maafkan jika awalnya sempat meragukan niat tulus Bapak), juga karena tidak hafal nomor rekening sendiri. Setelah email dikirim, saya log out dan siap-siap pulang. Karena harus berkemas untuk tugas sore hari. Ya back to school lah. Namun dalam perjalanan pulang, sambil bersepeda pikiran saya masih ke email dari sang dermawan itu. Apa iya..? Apa beliau gak salah kirim…? Menerima amanah di alam nyata itu sih saya sudah biasa, tetapi ini amanah itu datangnya dari dunia maya ? Ah…entahlah…semua pertanyaan muncul begitu saja tanpa bisa dicegah…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya tiba di rumah, HP saya berbunyi. Sebuah SMS masuk. Langsung saya buka… wow….dari sang dermawan. Isinya beliau minta saya segera mengirimkan nomor rekening. Subhanallah…semuanya begitu cepat terjadi. Sehingga saya tidak dapat lagi berpikir secara sistematis. Yang ada di kepala hanya pertanyaan…. Duh…bagaimana ini…?? SMS saya balas dengan pesan bahwa saya ingin sang dermawan berbicara langsung dengan Halimah terlebih dahulu. Nomor rekening tetap masih saya pending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya niat itu terlaksana. Setelah Halimah berbicara langsung dengan sang dermawan barulah saya mengirimkan nomor rekening. Kira-kira beberapa jam kemudian, saya terima lagi SMS yang isinya bahwa uang sudah ditransfer sejumlah Rp 500.000,- untuk keperluan sekolah Halimah (sampai saat kisah ini saya posting, beliau sudah memberikan bantuan sejumlah 1 juta). Subhanallah…saya menghela nafas panjang dan tiada henti-hentinya memanjatkan doa syukur. Namun tetap saja di hati masih muncul seribu satu pertanyaan… Mengapa sang dermawan ini begitu percayanya pada saya ? Diera digital, dunia maya yang penuh dengan trik penipuan, krisis kepercayaan dimana-mana, tetapi saya justru mendapat kepercayaan begini mudahnya ? Sambil mikir begitu ya aktifitas termehek-mehek masih berlanjut. Lebay memang. Tetapi saya menyadari semua ini adalah rezeki buat Halimah dan ujian buat saya. Sugguh rezeki itu tidak pernah salah kamar dan selalu datang dari pintu yang tidak terduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai menepati janji dan menambah kepercayaan sang dermawan maka beberapa hari kemudian saya kirimkan poto-poto keadaan rumah Halimah. Itulah poto-poto yang terserak pada postingan ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_KF5WNMGtI/AAAAAAAAAOg/0FHTOK1e99A/s1600/Ruang+tamu+dgn+ltr+blkg+dapur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_KF5WNMGtI/AAAAAAAAAOg/0FHTOK1e99A/s400/Ruang+tamu+dgn+ltr+blkg+dapur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472583717468510930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi saya dengan sang dermawan pun berlanjut lewat email. Harapan-harapan beliau pun saya penuhi, seperti mengajak Halimah jalan-jalan ke toko buku Gramedia dan membelikan dia buku-buku yang ia sukai. Melengkapi keperluan sekolahnya dan lain-lain. Yang belum saya penuhi adalah mendaftarkan Halimah ke salah satu kursus, karena Halimah belum memberikan jawaban yang pasti kursus apa yang dia inginkan, dan menyediakan fasilitas email untuk berkomunikasi dengan sang dermawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga detik ini, ketika saya mengetik tulisan ini, saya belum pernah bertemu dengan sang dermawan tersebut. Yang saya tahu beliau tinggal di Balik Papan, Kalimantan. Tetapi komunikasi masih berlanjut lewat email. Saya jadi teringat dengan sebaris kata-kata yang terdapat pada novel Tetralogi Laskar Pelangi, yang berjudul Edensor:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistic yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt; Ini fakta penciptaan yang tak tebantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;- Diinterpretasikan dari pemikiran agung Harun Yahya  -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Begitu juga dengan Halimah. Jika dahulu ia bersekolah dengan hati gundah karena memikirkan biayanya, sekarang Halimah sudah dapat bersekolah dengan gembira. Apa yang dialami Halimah merupakan desaign kehidupan yang tidak seorangpun dapat menduganya. Allah SWT adalah Maha Adil. Ada orang yang membuang anak, tetapi ada juga yang memungut anak, ada orang yang tidak perduli dengan pendidikan anaknya sendiri, tetapi justru ada juga yang perduli bukan hanya dengan pendidikan anaknya sendiri, melainkan juga dengan pendidikan anak orang lain. Begitu banyak orang jahat di dunia ini, tetapi tidak sedikit pula orang baik di dunia ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Life is balance.&lt;/span&gt; Semoga orang-orang baik seperti sang dermawan ini selalu mendapat lindungan dan keberkahan hidup dari Allah SWT, dan semoga juga Allah SWT selalu menjaga hatiku untuk tetap istiqomah dalam menjaga amanah. Amin…!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-1762461469351162442?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/1762461469351162442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/sang-dermawan-dari-dunia-maya.html#comment-form' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1762461469351162442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1762461469351162442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/sang-dermawan-dari-dunia-maya.html' title='Sang Dermawan dari Dunia Maya'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S_J0iPF_EiI/AAAAAAAAAN4/N9q8VjEO4gQ/s72-c/KONTES+BLOG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-6111633912446713103</id><published>2010-05-13T11:29:00.005+07:00</published><updated>2010-05-13T11:43:41.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Quantum Learning (Part Six)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uBftL_XmI/AAAAAAAAANg/W_O81nsk990/s1600/CD3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uBftL_XmI/AAAAAAAAANg/W_O81nsk990/s200/CD3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470608554077412962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Teori Kecerdasan Ganda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sejauh mana kita mengenal diri sendiri? Apakah kita telah mampu mengidentifikasi apakah kita cenderung berpikir dengan mengandalkan otak kiri atau otak kanan? Apakah kita juga telah mengenal kecenderungan modalitas belajar kita? Visual, Auditorial, Kinestetik, atau gabungan ketiganya? Jika semua pertanyaan itu telah mampu kita jawab, mari kita lanjutkan dengan menyeimbangkan kekuatan pikiran yang menuju munculnya kecerdasan ganda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita telah mengetahui cara berpikir kita, maka kita akan menjadi pemikir yang lebih seimbang dengan sesekali memaksa diri untuk menggunakan cara berpikir dan menyerap informasi yang kurang sesuai bagi kita. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ned Herrman&lt;/span&gt; seorang ahli dalam dominasi otak mengajukan beberapa latihan untuk membantu mengembangkan kuadran-kuadran yang tidak begitu kita sukai. Maksudnya yang bertentangan dengan cara berpikir kita. Berikut adalah latihan-latihan yang dianjurkan beliau:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uCEW5RqKI/AAAAAAAAANo/S5Unv_sBJHA/s1600/CD6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uCEW5RqKI/AAAAAAAAANo/S5Unv_sBJHA/s200/CD6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470609183748499618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;1. Jika Anda adalah Pemikir Dominan Otak Kanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pelajarilah bagaimana sebenarnya cara kerja mesin yang sering Anda gunakan.&lt;br /&gt;• Aturlah foto-foto anda ke dalam album&lt;br /&gt;• Usahakanlah untuk tepat waktu sepanjang hari&lt;br /&gt;• Aturlah pengeluaran pribadi&lt;br /&gt;• Rangkaikanlah rakitan model berdasarkan instruksi&lt;br /&gt;• Bergabunglah dengan klub investasi&lt;br /&gt;• Atasi masalah yang ada dan analisis bagian-bagian utama.&lt;br /&gt;• Belajarlah untuk mengoperasikan komputer pribadi&lt;br /&gt;• Tulislah tinjauan kritis terhadap film favorit anda.&lt;br /&gt;• Aturlah buku-buku Anda menurut urutan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;2. Jika Anda adalah Pemikir Dominan Otak Kiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Usahakanlah untuk memahami perasaan binatang peliharaan Anda&lt;br /&gt;• Temukan resep masakan dan siapkanlah&lt;br /&gt;• Bermainlah dengan tanah liat dan temukan hakikatnya&lt;br /&gt;• Buatlah lima ratus foto tanpa mengkhawatirkan biayanya.&lt;br /&gt;• Ciptakan logo pribadi anda&lt;br /&gt;• Kemudikan mobil “ke mana saja” tanpa merasa bersalah.&lt;br /&gt;• Bermain-mainlah dengan anak-anak Anda dengan cara yang mereka inginkan (jika belum punya anak….ya main dengan anak orang lain lah.. he he he… ini apresiasi ku saja temans)&lt;br /&gt;• Sisihkan waktu jeda “perasaan” sepuluh menit setiap hari.&lt;br /&gt;• Pasang musik yang anda suka ketika Anda ingin mendengarkannya.&lt;br /&gt;• Alami spiritualitas Anda dengan cara non-religius.&lt;br /&gt;• Ambilah “belokan keliru” dan telusurilah lingkungan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uCxx64FXI/AAAAAAAAANw/5MH4t3sxCwg/s1600/CD+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uCxx64FXI/AAAAAAAAANw/5MH4t3sxCwg/s200/CD+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470609964097082738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ned Herrman jika kita ingin mengukur seberapa besar kita dapat mengendalikan dominasi otak kita, maka cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas ini selama dua atau tiga minggu, lalu lakukan tes lagi. Eiiittsss…ini saran beliau lo, bukan saran ku. He he he…! Do You wanna try…? Just do it…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berbakat tampaknya dapat belajar dengan cara yang sama baik secara visual, auditorial, dan kinestetik (Aiihhh…kok tiba-tiba jadi inget &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;om_rame&lt;/a&gt; ya….? Kan beliau tu yang ngaku-ngaku gabungan dari 3 komponen itu… berarti &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www.om-rame.blogspot.com/"&gt;om_rame&lt;/a&gt;…. B**B***T…! Sengaja gak dilengkapi… Ntar ‘terbang’ doi… hi hi hi..!). Mereka lebih seimbang dalam menggunakan belahan otak kanan dan otak kiri. Kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk belajar dan berhubungan dengan orang lain dengan mengembangkan modalitas yang paling tidak kita sukai. Karena pada dasarnya tidak ada satu cara berpikir atau modalitas mana pun yang lebih baik atau lebih buruk daripada yang lainnya. Mereka hanya berbeda saja. Setiap cara dapat berhasil. Kuncinya menyadari yang mana yang paling berhasil untuk kita, dan juga mengembangkan yang lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobbi DePorter &amp;amp; Mike Hernacki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-6111633912446713103?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/6111633912446713103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/quantum-learning-part-six.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6111633912446713103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/6111633912446713103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/quantum-learning-part-six.html' title='Quantum Learning (Part Six)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-uBftL_XmI/AAAAAAAAANg/W_O81nsk990/s72-c/CD3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7981498101689615580</id><published>2010-05-08T15:35:00.001+07:00</published><updated>2010-05-08T15:40:26.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Quantum Learning (Part Five)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-size: 120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mengenal VAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap aktifitas yang kita lakukan biasanya membutuhkan modal. Minimal modal kemauan. Begitu juga dengan belajar. Hal inilah yang disebut Modalitas Belajar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Learning Modalities&lt;/span&gt;). Modalitas Belajar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Learning Modalities&lt;/span&gt;) adalah cara-cara terbaik yang ditempuh oleh seseorang ketika dia sedang belajar. Atau secara sederhana adalah gaya belajar seseorang. Untuk menyerap sebuah informasi setiap orang memiliki style (gaya/cara) masing-masing. Ini sifatnya unik dan tidak dapat dipaksakan kepada seseorang untuk menggunakan gaya tertentu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada 3 Modalitas belajar seseorang, yaitu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Visual&lt;/span&gt; (Belajar dengan cara melihat), &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Auditorial&lt;/span&gt; (Belajar dengan cara mendengar) dan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kinestetik&lt;/span&gt; (Belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;A. Ciri-ciri orang-orang Visual:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rapi dan teratur&lt;br /&gt;2. Berbiara dengan cepat&lt;br /&gt;3. Perencanaan dan pengaturan jangka panjang yang baik&lt;br /&gt;4. Teliti terhadap detail&lt;br /&gt;5. Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi&lt;br /&gt;6. Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka&lt;br /&gt;7. Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar&lt;br /&gt;8. Mengingat dengan asosiasi visual&lt;br /&gt;9. Biasanya tidak terganggu oleh keributan&lt;br /&gt;10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering kali minta bantuan orang untuk mengulanginya.&lt;br /&gt;11. Pembaca cepat dan tekun&lt;br /&gt;12. Lebih suka membaca daripada dibacakan&lt;br /&gt;13. Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek&lt;br /&gt;14. Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat&lt;br /&gt;15. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain&lt;br /&gt;16. Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak&lt;br /&gt;17. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato&lt;br /&gt;18. Lebih suka seni daripada music&lt;br /&gt;19. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata&lt;br /&gt;20. Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;B. Ciri-ciri Orang Auditorial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja&lt;br /&gt;2. Mudah terganggu oleh keributan&lt;br /&gt;3. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca&lt;br /&gt;4. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan&lt;br /&gt;5. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara&lt;br /&gt;6. Merasakan kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita&lt;br /&gt;7. Berbicara dalam irama yang terpola&lt;br /&gt;8. Biasanya pembicara yang fasih&lt;br /&gt;9. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat&lt;br /&gt;10. Suka bebicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar&lt;br /&gt;11. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain.&lt;br /&gt;12. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya&lt;br /&gt;13. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;C. Ciri-ciri Orang Kinestetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berbicara dengan perlahan&lt;br /&gt;2. Menanggapi perhatian fisik&lt;br /&gt;3. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka&lt;br /&gt;4. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang&lt;br /&gt;5. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak gerak&lt;br /&gt;6. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar&lt;br /&gt;7. Belajar memulai memanipulasi dan praktik&lt;br /&gt;8. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat&lt;br /&gt;9. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca&lt;br /&gt;10. Banyak menggunakan isyarat tubuh&lt;br /&gt;11. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama&lt;br /&gt;12. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu&lt;br /&gt;13. Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi&lt;br /&gt;14. Menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot-mereka mencerminkan aksi dengan  gerakan tubuh saat membaca&lt;br /&gt;15. Kemungkinan tulisannya jelek&lt;br /&gt;16. Ingin melakukan segala sesuatu&lt;br /&gt;17. Menyukai permainan yang menyibukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang mulailah mengidentifikasi yang manakah modalitas belajar anda ? Bagi seorang pendidik mengidentifikasi ketiga cirri-ciri ini pada diri peserta didik akan menemukan keasyikan tersendiri. Karena setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobbi DePorter &amp;amp; Mike Hernacki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7981498101689615580?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7981498101689615580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/quantum-learning-part-five.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7981498101689615580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7981498101689615580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/quantum-learning-part-five.html' title='Quantum Learning (Part Five)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7807167922111897645</id><published>2010-05-06T15:43:00.006+07:00</published><updated>2010-05-06T15:57:43.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Tiga Award Dari Maulana Firmansyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KDlqlnj6I/AAAAAAAAANQ/u01T-KZrQjM/s1600/THE+BEST+COMENT+AWARD.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KDlqlnj6I/AAAAAAAAANQ/u01T-KZrQjM/s400/THE+BEST+COMENT+AWARD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468077580691672994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KDMx3HbDI/AAAAAAAAANI/LsRclDAaO38/s1600/BLOG+WALKING+AWARD.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KDMx3HbDI/AAAAAAAAANI/LsRclDAaO38/s400/BLOG+WALKING+AWARD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468077153147382834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Memang asyik ya jika teman yang ulang tahun, tetapi kita yang kebagian kado Award…he he he. Ya sahabat blogger ku yang bernama Maulana Firmansyah alias Aan yang meng-create weblog &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.aanworld.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coretanku&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.aan-aquestion.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A Question&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; 2 Mei 2010 kemarin ulang tahun. Begitu juga dengan blog-nya genap satu tahun berkibar. Di hari bahagianya, beliau juga berbagi kebahagiaan dengan menganugerahkan tiga award kepada Sharing is Fun, my lovely blog (sengaja menggunakan kata ‘menganugerahkan’, supaya dramatis aja… wkkk…!)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KD4EGAmoI/AAAAAAAAANY/FOtmHXtJU80/s1600/THE+BEST+FOLLOWER+AWARD.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KD4EGAmoI/AAAAAAAAANY/FOtmHXtJU80/s400/THE+BEST+FOLLOWER+AWARD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468077896776063618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga award tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blog Walking Award"&lt;br /&gt;"The Best Coment Award "&lt;br /&gt;“The Best Follower Award”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sobat, bagiku Award-award ini sebagai symbol support darimu untuk terus eksis di dunia maya. Saling berbagi segala sesuatu yang bermanfaat untuk perbaikan diri siapa saja yang mengunjungi rumah maya kita umumnya, dan rumah mayaku khususnya (halaaahhh jadi lebay deh bahasanya..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus buat Maulana Firmansyah alias Aan, usia adalah anugerah. Ada &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/setahun-sudah.html"&gt;4 metode dalam menghitung usia&lt;/a&gt;. Metode penjumlahan (cara anak TK), metode pengurangan (metode yang sedikit lebih dewasa), metode perkalian (metode yang cerdas), dan metode pembagian (metode yang bijaksana). Silahkan pilih mau menggunakan metode yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, sebagai sahabat yang cukup pengertian (harap maklum, narcis lagi kumat…hue he he he), semoga segera menemukan jawaban yang bijak jika your mom mengajukan pertanyaan sepihak…. “kapan n***h..?” Ha ha ha ha..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah kalo begeto… akhirul kalam… Big syukron friend for everything…and God Bless You….!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7807167922111897645?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7807167922111897645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/tiga-award-dari-maulana-firmansyah.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7807167922111897645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7807167922111897645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/05/tiga-award-dari-maulana-firmansyah.html' title='Tiga Award Dari Maulana Firmansyah'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S-KDlqlnj6I/AAAAAAAAANQ/u01T-KZrQjM/s72-c/THE+BEST+COMENT+AWARD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7597226014848931494</id><published>2010-04-29T21:09:00.003+07:00</published><updated>2010-04-29T21:18:32.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Quantum Learning (Part Four)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dahsyatnya AMBAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini kita tentu memiliki berbagai keinginan. Segala sesuatu yang ingin kita lakukan tentunya harus menjanjikan manfaat bagi kita. Jika tidak, maka kita tidak akan termotivasi untuk melakukannya. Motivasi ini dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt; disebut AMBAK (Apa Manfaatnya BAgi Ku). Kadang-kadang AMBAK sangat jelas dalam benak kita, dan kadang-kadang kita harus mencarinya, atau bahkan menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak situasi, menemukan AMBAK sama saja dengan menciptakan minat dalam apa yang sedang kita pelajari dengan menghubungkannya dengan “dunia nyata”. Kita akan bertanya pada diri kita sendiri…”Bagaimana aku dapat memanfaatkannya dalam kehidupanku sehari-hari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan minat, mudah untuk beberapa subjek dan lebih sulit untuk subjek-subjek yang lainnya. Namun, kita selalu dapat menemukan sesuatu yang menarik. Peluangnya adalah bahwa kita sudah termotivasi mempelajari suatu informasi untuk beberapa alas an. Mungkin itu akan meningkatkan karier, atau membantu agar lebih mudah berkomunikasi, atau mungkin merupakan batu loncatan menuju pendidikan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan minat juga memiliki keuntungan intrinsiknya. Ketika kita menciptakan minat dalam suatu subjek, kerap kita mendapati bahwa hal itu membawa kita kepada minat baru di bidang lainnya. Mengembangkan bidang-bidang baru ini menimbulkan kepuasan tersendiri, dan juga minat baru lainnya-reaksi berantai yang berjalan terus menerus. Misalnya saja ketika kita belajar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oseanografi&lt;/span&gt;, mungkin akan membuat kita tertarik pada akuarium air laut, yang selanjutnya membuat kita tertarik pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scuba diving&lt;/span&gt;, yang selanjutnya membuat kita tertarik pada fotografi dasar laut, terus menerus sehingga dunia bawah laut menjadi sumber eksplorasi dan kepuasan yang tak ada akhirnya. Segera, tantangan terbesar kita adalah menemukan waktu untuk mencapai semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dipermukaan belajar aktif mungkin kedengarannya melelahkan, tetapi sebenarnya itu memberi kekuatan. Berikut adalah perbandingan antara Belajar Aktif dan Belajar Pasif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR AKTIF:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belajar apa saja dari setiap situasi&lt;br /&gt;2. Menggunakan apa yang kita pelajari untuk keuntungan kita&lt;br /&gt;3. Mengupayakan agar segalanya terlaksana&lt;br /&gt;4. Bersandar pada kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR PASIF:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak dapat melihat adanya potensi belajar&lt;br /&gt;2. Mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar&lt;br /&gt;3. Membiarkan segalanya terjadi&lt;br /&gt;4. Menarik diri dari kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bertanggung jawab atas hidup kita, kita akan mulai membuat segalanya terjadi dan bukan sekedar membiarkannya. Tempatkan diri kita dalam posisi “Pencari” dan mulailah pencarian Ilmu. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin banyak pilihan yang kita miliki ketika menghadapi situasi yang menantang. Semakin banyak pilihan kita, semakin besar kekuatan pribadi yang kita miliki. Maka temukanlah atau ciptakanlah….AMBAK…itu… Apa Manfaatnya BAgi Ku…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobbi DePorter &amp;amp; Mike Hernacki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7597226014848931494?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7597226014848931494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/quantum-learning-part-four.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7597226014848931494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7597226014848931494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/quantum-learning-part-four.html' title='Quantum Learning (Part Four)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-548687245027643446</id><published>2010-04-26T19:21:00.001+07:00</published><updated>2010-04-26T19:25:10.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Quantum Learning (Part Three)</title><content type='html'>&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Cara Berpikir Otak Kanan dan Otak Kiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang Otak Reptilia, Sistem Limbik atau Otak Mamalia, dan Neokorteks atau Otak Berpikir, ketiga bagian otak ini dibagi menjadi dua belahan. Kedua belahan ini lebih dikenal dengan sebutan Otak Kanan dan Otak Kiri. Masing-masing belahan bertanggung jawab terhadap cara berpikir, dan memiliki spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara kedua sisi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses berpikir otak kiri adalah Logis, Sekuensial, Linier dan Rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan proses berpikir otak kanan adalah Acak, Tidak teratur, Intuitif dan Holistic. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat non verbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau organ), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya ilmu pengetahuan melalakukan dikotomi terhadap dua belahan otak ini. Akan tetapi seiring perkembangan ilmu pengetahuan saat ini sudah beranjak dari dikotomi otak kanan/kiri ke pandangan yang lebih luas tentang lima sistem pembelajaran. Kelima sistem itu ialah emosional, sosial, kognitif, fisik dan reflektif. Tidak ada sistem pembelajaran yang berdiri sendiri. Tindakan setiap sistem mempengaruhi sistem lain sebagai bagian dari keseluruhan yang lebih besar, ibarat riak-riak dari sejumput batu yang dilemparkan ke kolam. Ketika setiap batu membentuk riaknya sendiri yang bertabrakan dan mengganggu riak yang lain, kombinasi hasilnya menciptakan gelombang yang secara keseluruhan memiliki pola baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dapat dinyatakan bahwa kedua belahan otak ini sama pentingnya. Seseorang yang dapat memanfaatkan kedua belahan otak kiri dan kanannya dengan baik maka ia akan mendapatkan keseimbangan dan tidak mudah stress. Untuk menyeimbangkan otak kiri, perlu dimasukkan musik dan estetika dalam pengalaman belajar, music dan estetika adalah ‘konsumsi’ otak kanan. Hal ini memberikan umpan balik positif bagi diri sendiri. Semua itu menimbulkan emosi positif, yang membuat otak kita lebih efektif. Maka emosi positif meningkatkan kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Barbara K. Given, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brain-Based Teaching&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. I, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bobbi DePorter &amp;amp; Mike Hernacki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-548687245027643446?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/548687245027643446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/quantum-learning-part-three.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/548687245027643446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/548687245027643446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/quantum-learning-part-three.html' title='Quantum Learning (Part Three)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-3986601849733677900</id><published>2010-04-24T21:48:00.003+07:00</published><updated>2010-04-24T21:54:45.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Quantum Learning (Part Two)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S9MFjkIWzHI/AAAAAAAAANA/3lzXpXVWtUs/s1600/otak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S9MFjkIWzHI/AAAAAAAAANA/3lzXpXVWtUs/s400/otak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463716881482828914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;Teori Otak Triune ( 3 in 1 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak manusia adalah massa protoplasma yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta ini. Inilah satu-satunya organ yang sangat berkembang sehingga ia dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika dirawat oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbulkan rangsangan, otak yang berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Otak kita mempunyai tiga bagian dasar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Batang atau Otak Reptilia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku otak reptilia berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan spesies. Perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan perlindungan wilayah. Ketika kita merasa tidak aman, otak reptile ini spontan bangkit dan bersiaga melarikan diri dari bahaya. Inilah yang disebut reaksi “hadapai atau lari”. Pada masa-masa perkembangan awal manusia, inilah reaksi yang merupakan keharusan. Sayangnya, jika otak reptile ini dominan, kita tidak dapat berpikir pada tingkat yang sangat tinggi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Sistem Limbik atau Otak Mamalia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di sekeliling otak reptile, sangat luas dan kompleks. Dalam istilah evolusioner, system ini sangat canggih dan merupakan bagian yang juga dimiliki semua mamalia. System limbic terletak dibagian tengah dari otak kita. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif; yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu system ini juga mengendalikan bioritme, seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, detak jantung, gairah seksual, temperature dan kimia tubuh, metabolisme, dan system kekebalan. System limbik merupakan bagian yang penting dalam mempertahankan hidup manusia. (Kenyataan bahwa bagian otak yang mengendalikan emosi, juga mengendalikan semua fungsi tubuh. Ini menjelaskan mengapa emosi dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan). System limbik adalah panel control utama yang menggunakan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh dan yang tak begitu sering, indra peraba dan penciuman sebagai input-nya. Kemudian, informasi tersebut didistribusikan ke bagian pemikir di dalam otak, yaitu neokorteks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Neokorteks atau Otak Berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neokorteks terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi-sisi system limbik, yang membentuk 80% dari seluruh materi otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan. Inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui pengihatan, pendengaran, dan sensasi tubuh. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik sadar, dan ideasi (penciptaan gagasan) nonverbal. Dalam neokorteks semua kecerdasan yang lebih tinggi berada, yang membuat manusia unik sebagai spesies. Mungkin kecerdasan tertinggi dan bentuk terbaik dari pikiran yang kreatif adalah intuisi. Intuisi adalah kemampuan untuk menerima atau menyadari informasi yang tidak dapat diterima kelima indra manusia. Kemampuan ini sangat kuat pada anak-anak usia 4 – 7 tahun. Seringkali kemampuan ini ditekan dan dihentikan oleh orang-orang bekuasa yang memandangnya sebagai perilaku irasional. Orang khawatir dengan intuisi karena mereka pikir intuisi bisa menghalangi pemikiran rasional. Sebenarnya, intuisi justru berdasarkan pada pemikiran yang rasional dan tak dapat berfungsi tanpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kecerdasan yang lebih tinggi, termasuk intuisi, ada dalam otak sejak lahir. Dan selama lebih dari tujuh tahun pertama kehidupan, kecerdasan ini dapat disingkapkan jika dirawat dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kecerdasan ini terawat secara baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Struktur saraf bagian bawah harus cukup berkembang agar energy dapat mengalir ketingkat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;b. Anak harus merasa aman secara fisik dan emosional.&lt;br /&gt;c. Harus ada model untuk memberikan rangsangan yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan poin ‘c’ jelaslah bahwa dalam perkembangannya seorang anak membutuhkan model atau figur keteladanan. Mungkin hal inilah yang sulit didapat anak dari orang-orang dewasa disekelilingnya saat ini. Semoga kita dapat menjadi model yang baik bagi Laskar Pelangi di sekeliling kita. Amin..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Bobbi DePorter &amp;amp; Mike Hernacki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-3986601849733677900?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/3986601849733677900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/teori-otak-triune-3-in-1-otak-manusia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/3986601849733677900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/3986601849733677900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/teori-otak-triune-3-in-1-otak-manusia.html' title='Quantum Learning (Part Two)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S9MFjkIWzHI/AAAAAAAAANA/3lzXpXVWtUs/s72-c/otak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7014543768794192771</id><published>2010-04-22T20:49:00.003+07:00</published><updated>2010-04-22T20:55:39.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Quantum Learning (Part One)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur. Metode ini tidak hanya diberlakukan untuk peserta didik, tetapi juga untuk pendidik (guru). Karena seseorang yang telah memutuskan jalan hidupnya untuk menjadi seorang guru, maka ‘diharamkan’ berhenti belajar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tantangan muncul kepermukaan bagaikan metafora untuk mempelajari terobosan-terobosan baru, termasuk pergeseran paradigma yang mengubah pemahaman tentang belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quantum learning berakar dari upaya Dr. Georgi Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“suggestology”&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“suggestopedia”&lt;/span&gt;. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apa pun memberikan sugesti positif maupun negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neurolinguistik&lt;/span&gt; (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Dengan NLP kita menggali bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang, dan menciptakan ‘pegangan’ dari saat-saat keberhasilan yang meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda masih ingat hukum kekekalan energy ala Einstein? Quantum Learning menganut paham ini. Menurut yang meng-create metode ini, Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, mereka mendefiniskan Quantum Learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energy menjadi cahaya”. Semua kehidupan adalah energy. Rumus yang terkenal dalam fisika kuantum adalah Massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan Energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kita secara fisik adalah materi. Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya; interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energy cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quantum learning memadukan berbagai konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori otak kanan/kiri&lt;br /&gt;2. Teori otak&lt;span style="font-style: italic;"&gt; triune&lt;/span&gt; ( 3 in 1 )&lt;br /&gt;3. Pilihan modalitas ( Visual, Auditorial, dan Kinestetik)&lt;br /&gt;4. Teori kecerdasan ganda.&lt;br /&gt;5. Pendidikan holistic (menyeluruh)&lt;br /&gt;6. Belajar berdasarkan pengalaman.&lt;br /&gt;7. Belajar dengan symbol (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metaphoric Learning&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;8. Simulasi/permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Quantum Learning:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap positif.&lt;br /&gt;2. Motivasi.&lt;br /&gt;3. Keterampilan belajar seumur hidup&lt;br /&gt;4. Kepercayaan diri.&lt;br /&gt;5. Sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobbi DePorter &amp;amp; Mike Hernacki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quantum Learning&lt;/span&gt;, Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka, Bandung, Cet. XXVII, 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7014543768794192771?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7014543768794192771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/quantum-learning-part-one.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7014543768794192771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7014543768794192771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/quantum-learning-part-one.html' title='Quantum Learning (Part One)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2944679692622747737</id><published>2010-04-11T15:29:00.004+07:00</published><updated>2010-04-11T15:38:50.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Menjelajah Pembelajaran Inovatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S8GKgiZIMfI/AAAAAAAAAM4/F0xm4UFJKHI/s1600/Bk+menjljah+pemb+inovtf.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S8GKgiZIMfI/AAAAAAAAAM4/F0xm4UFJKHI/s200/Bk+menjljah+pemb+inovtf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458796514942398962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Menjelajah Pembelajaran Inovatif merupakan salah satu buku yang tepat untuk dijadikan referensi bagi teman-teman yang sedang menyusun skripsi dengan topik Pembelajaran Kooperatif. Buku ini ditulis oleh Dr. Suyatno, M.Pd. Diterbitkan oleh Masmedia Buana Pustaka pada Oktober 2009 sebagai cetakan pertama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini diulas seputar paradigma baru pendidikan yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembelajaran Inovatif&lt;br /&gt;2. Cara Kreatif Memilih Metode Pembelajaran&lt;br /&gt;3. Aneka Metode Pembelajaran Inovatif&lt;br /&gt;Terdiri dari:&lt;br /&gt;a. Metode Quantum&lt;br /&gt;b. Metode Partisipator&lt;br /&gt;c. Metode Kolaboratif&lt;br /&gt;d. Metode Kooperatif&lt;br /&gt;e. Sadapan Ringkas&lt;br /&gt;f. Aneka Model Pembelajaran Inovatif&lt;br /&gt;4. Contoh RPP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik pada buku ini ialah setiap awal bab diberikan intro sebuah kisah inspiratif, yang membuat kita jadi merenung sebelum menyimak setiap kalimat di buku ini. Misalnya kisah berikut ini yang terdapat pada halaman 38 mengawali Bab III dengan judul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minum Kelapa Muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Nak, minumlah kelapa muda itu”, ajak Mbok Siti sambil menunjuk ke depan tempat dudukku. Rupanya, hari itu Mbok Siti telah menyiapkan kelapa muda untuk suguhan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Iya, Mbok”, jawabku sambil mengangkat kelapa muda segar yang sudah dibuka porosnya sehingga mudah diseruput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Segar kelapa muda ini, Mbok”, komentarku basa-basi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Setiap kelapa muda pasti segar karena berada di tengah pertumbuhan menjadi tua”, kata Mbok Siti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kesegaran itu dapat diraih setelah kita membuka sabut kelapa dan mengupas batok kayunya. Usaha mengupas itu memerlukan waktu, usaha, dan tenaga yang terjalin dalam sebuah proses. Karena mengupasnya penuh rencana, inti kelapa muda itu dapat diraih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Begitu pula seorang guru, untuk mendapatkan hasil yang menyegarkan bagi kita, perlu upaya dalam memproses siswanya melalui usaha, waktu, dan tenaga pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Kadang, banyak guru yang tidak ada waktu dalam memproses siswa”, kata Mbok. Hasilnya, siswa tidak menunjukkan perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Begitu pula, ada guru yang mempunyai waktu tetapi tidak bertenaga, hasilnya sama saja mengecewakan kita. Lalu, ada guru yang punya waktu dan tenaga, tetapi tidak punya usaha, hasilnya juga tidak maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Jadi, guru juga harus mempunyai waktu, usaha, dan tenaga dalam berproses”, kata Mbok pelan sambil mengangkat kelapa muda untuk diminumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah kisah sederhana, tetapi mengandung wise words yang bermakna dalam temans. Secara pribadi mengakui belum mencapai taraf guru seperti yang dimaksud pada kalimat-kalimat bijak di atas. Tetapi seiring waktu akan tetap berusaha berproses mencapai taraf tersebut. Insya Allah..!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2944679692622747737?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2944679692622747737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/menjelajah-pembelajaran-inovatif.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2944679692622747737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2944679692622747737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/menjelajah-pembelajaran-inovatif.html' title='Menjelajah Pembelajaran Inovatif'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S8GKgiZIMfI/AAAAAAAAAM4/F0xm4UFJKHI/s72-c/Bk+menjljah+pemb+inovtf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-4181457395398194620</id><published>2010-04-03T20:50:00.005+07:00</published><updated>2010-04-03T21:04:07.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dari Seorang Guru tentang Hati Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S7dJMiOJL_I/AAAAAAAAAMo/bWNsPmtRHhM/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S7dJMiOJL_I/AAAAAAAAAMo/bWNsPmtRHhM/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455909953276030962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Gayus Tambunan tiba-tiba saja namanya terdengar di seantero nusantara. Pagi siang malam pemberitaan tentang dirinya bagaikan air bah yang jebol dari tanggul. Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Gara-gara ulah Gayus Tambunan rusaklah citra petugas dinas perpajakan negri ini. Sehingga muncul Facebooker boikot bayar pajak, juga muncul Facebooker yang membersihkan nama dinas perpajakan. Ini suatu bukti bahwa dalam hidup ini segala sesuatu memiliki dua sisi. Sisi terang dan sisi gelap. Tinggal bagaimana kita mampu menempatkan diri di sisi mana kita seharusnya berpijak. Melawan arus memang sulit, jika tidak mampu melawannya, minimal…bertahanlah…agar tidak terbawa arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan profesi guru. Tidak dapat kita pungkiri, melalui media massa sering kita jumpai kinerja guru yang tidak patut di gugu dan ditiru. Bahkan cenderung berprilaku yang aneh-aneh. Tak ubahnya seperti orang stress ataupun sakit jiwa. Tetapi alangkah naifnya jika kita anggap semua guru begitu. Berikut saya share sebuah tulisan jeritan hati nurani seorang guru yang diungkapkannya pada note Facebook-nya. Saya share di sini karena saya tau, masih banyak guru yang seperti beliau. Seperti Ibu Faradina Izdhihary, demikian namanya. Untuk share tulisan ini, saya sudah mendapat izin dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian isi note Ibu Faradina Izdhihary…!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;=====================================================================================&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;SURAT TERBUKA BUAT PRINGADI, PARA MURID, DAN WALI MURID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Dari Seorang Guru tentang Hati Guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;: &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;di notes ISU GAJI PNS NAIK &gt; 100 % Pringadi mengomentari kalau gaji BPK layak besar sebab mereka datang jam 8, pulang jam 5 sore, telat gaji dipotong, sedang guru kalau malas ngajar ngasih tugas muridnya buat ngerangkum. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Mewakili para guru, Pring..... aku menolak, aku tidak terima, sebagai guru rasanya kehormatan kami tertampar. Apalagi kamu menjadi seperti sekarang tak pernah dan tak akan bisa tanpa jasa guru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Adalah pendapat umum, bahwa pekerjaan guru itu ringan, saat libur sekolah, guru juga libur panjang. Sudahkah Anda melihat dari dekat bagaimana seorang guru yang benar-benar guru menghabiskan berjam-jam waktunya untuk menyiapkan materi pembelajaran, tugas untuk siswa, mengoreksi pekerjaan siswa, dan kemudian menyiapkan perbaikan untuk siswanya. Pekerjaan kami yang itu, tak pernah kami catatakan sebagai lembur yang layak dihargai dengan uang lembur. Apakah ada pekerjaan lain yang dalam pekerjaannya dipenuhi dengan doa-doa untuk orang yang dilayaninya, air mata keprihatinan, rasa cinta kasih yang kuat, dan hubungan silaturrahmi yang tak putus, selain pekerjaan guru? Barangkali ada yang menyisakan jasa tak terputus semisal dokter. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Adalah sangat menyakitkan menggebyah ubyah, menyamakan semua guru dengan knerja yang ditulis oleh Pringadi. Berapa persen jumlah guru yang demikian? Pring... aku yakin, andai pada guru juga diterapkan sistem penggajian yang sangat manusiawi, dan menghargai tingginya nilai ilmu (bandingkan dengan di Singapura, gaji guru tertinggi, jauh lebih tinggi dari bankir atau lawyer sampai masa kerja 12 tahun), maka penerapan punishment yang ketat saya yakin juga akan diikuti kinerja yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Pring... Sayang, pernah kamu tanya berapa gaji guru SD-mu dulu? Pernah kamu tanya, cukupkah mereka hdup layak dan membiayai putra-putri mereka hingga perguruan tinggi? Kita coba hitung-hitungan matematika ya. Kamu kan dulu pernah masuk jurusan Matematika ITB meski cuma setahun, pernah menjuarai olimpiade Matematika (aku berani bersumpah, di situ peran gurumu takkan bisa kau hapus hingga kiamat sekali pun). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ambil contoh gaji tertingg guru SD mu golongan III -c, sebab banyak guru SD dulu menjadi PNS dgn ijasah SPG. Gajinya kira-kira kalau sekarang ya 2.600.000 gitu ya. Anak dua. Sekolah semua. Anggap biaya kedua anaknya sebulan paling banter 700 ribu (termasuk uang transpot, penggandaan tugas, dsb). Biaya hidup untuk konsumsi sehari-hari per bulan kira-kira 10.000 X 4 orang X 30 hari = 1.200.000. bberart sudah berkurang 1.900.000. Ini belum kehitung bayar listrik, telpon, transport ke sekolah yang kira-kira sebulan mnimal 500.000. Jadi sudah kepotong 2.400.000. Tinggal berapa, Pring? Rp 300.000. Sementara kami mungkin harus membayyar cicilan rumah, sepeda motor bukan untuk bermewah-mewah tetapi benar-benar karena kami membutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Jangan salahkan kami, bila di antara kami banyak yang berpikir banyak bagaimana harus menambah penghasilan di luar mengajar? Ini kami yang PNS, bagaimana dengan yang non-PNS. Aapakah kami layak digaji jauh lebih rendah dibandingkan PNS lain hanya karena anggapan kami bekerja seenak sendiri, kinerkja kami rendah, gak berkualitas, atau karena jumlah kami terlalu banyak? Atau karena tanggung jawab kami tak mengandung resiko besar seperti jaksa, polisi, atau bagian perpajakan? Atau karena pekerjaan kami bukan pekerjaan produktif yang menghasilkan keuntungan seperti pertambangan atau perum/BUMN lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Sakit sekali rasanya. Bukan... bukan maksud kami menuntut gaji besar, Pring. Andai kamu, pembaca semua, para murid, para orang tua wali murid tahu, betapa kami mengajar dilandasi perasaan cinta yang berlimpah-limpah, disertai doa dan harapan yang bermekaran meski kadang dilipiuti kecemasan atas keberhasilan anak-anak didik kami, Kalian akan mengerti bahwa KEBERHASILAN murid-murid kami adalah BAYARAN TERTINGGI yang tak ternilai bagi kami. Kami cukup bahagia, kami akan bersyukur ribuan kali bila melihat atau mendengar nama murid kami disebut orang, berhasil menjadi sukses dan menjadi orang baik. Demi Allah, saya menangis menuliskan bagian ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Jangan salhakan kami semata dengan tuduhan kami tak memiliki kinerja tinggi. Bila pun ada keraguan atas kompetensi kami, seharusnya pemerintah dan masyarakat ikut bertanggung jawab untuk membantu kami meningkatkannya hingga kami mampu memberikan pelayanan terbaik pada para murid. Menjadi ujung tombak dalam menyiapkan generasi muda, penerus perjuangan bangsa yang berkualitas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Pernahkah Anda berpikir bahwa kami masih terus dan terus butuh untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengajar kami. Di luar sana, kemajuan teknologi, informasi, melesat-lesat, sedang kami hanya berkutat pada buku-buku paket seadanya. Saat suami saya bertugas di Kalimantan Tengah untuk melakukan verifikasi SD yang mengajukan anggaran pembangunan gedung baru atau pembangunan SATAP(SD smp satu atap), saya menangis mendengar ceritanya, saya tersedu melihat foto-fotonya. Teman-teman guru kami mempunyai tanggung jawab moral sangat besar untuk menyiapkan generasi penerus bangsa, dalam kondisi sangat memprihatinkan, serba kekurangan. Tetapi keikhlasan teman-teman kami itu luar biasa. Banyak yang sudah IV-a ke atas, hampir pensiun, belum mendapat jatah sertfikasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;(maaf saya terpaksa menangis lagi. Ya Robb, berilah balasan terbaik atas keikhlasan teman-teman guru mengajar di daerah terpencil itu dengan pwrhitungan- Mu yang jauh lebih adil)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Nah... bagaimana mungkin kami mampu meningkatkan kompetensi, misal kuliah lagi, melakukan penelitian, bila dana tak ada. Waktu mungkin bisa ditata, tetapi bila pada saat yang sama kami masih harus memikirkan perekonomian keluarga kami, apakah kami sanggup? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Pring... dan Pembaca yang budiman, sungguh maafkan. Banyak rumor yang beredar bahwa orang yang memilih profesi guru adalah masyarakat kelas dua, yang kemampuan nya kalah jauh dengan mereka yang memilih profesi lain seperti dokter, akuntan, peneliti, teknokrat, dan sebagainya. Lebih tegasnya, yang masuk PTK (perguruan tinggi keguruan) itu anak-anak yang kurang pandai. Mungkin benar. Tapi tak seluruhnya. Masih banyak juga yang memilih jadi guru karena panggilan nurani. Mengapa? Sebab gaju guru tak segede gaji profesional lainnya. Menyedihkan sekali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Bila saja, profesi guru dihargai seperti di Singapura atau Malaysia atau negara lain, maka anak-anak pandai, high quality akan berbondong-bondong masuk PTK, dan kelak akan muncul guru-guru yang hebat. Tapi beranikah dan mampukah pemerintah mengambil kebijakan ini? Saat kuliah di NTU Singapura (berkat beasiswa PMPTK dan BPKLN, terima kasih untuk kedua lembaga tersebut), saya mendengar, bahkan berbincang-bncang langsung dengan beberapa bankir dan lawyer yang memilih pindah profesi jadi guru. Disini mana ada, yang ada malah sebaliknya sebab gaji guru ya demikianlah adanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;sungguh, sekali lagi, tulisan ini tak hendak dan tak ingin memberontak apalagi menuntut gaji kami para guru, dinaikkan sejajar dengan gaji PNS di perpajakan atau kejaksaan. Alhamdulillah kami lebih terjaga dan aman dari godaan korupsi karena memang tak ada yang bisa kami korupsi. Kalaupun ada itu adalah waktu. Bahkan untuk menjual LKS yang sangat dibutuhkan oleh siswa, seringkali kami dapat protes dari orang tua. Padahal LKS 1 buku maksimal 10.000, masa pembayaran satu semester 6 bulan, kami biasanya harus melunasi dulu di awal. Berapa sih keuntungan kami bila dibandingkan dengan kewahjiban kami melunasinya, belum terhitung siswa yang tidak membayar dengan berbagai alasan. Tak jarang kami berikan buku itu cuma-cuma. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Pringadi, Sayang....aku jadi ingat gurauanku dengan beberapa teman saat hari guru, sambil mentertawakan nasib Oemar Bakri, kami meringis mendengar hymne guru. Pantas nasib guru melas, wong hymnenya saja melas. Maka sambil bergurau, kami berseloroh, ganti ya hymnenya , "Guru juga manusia....." dengan gaya ngerok gitu deh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Penutup tulisan ini, selalu ingatlah salah satu kunci keberhasilan menuntut ilmu yang diajarkan oleh guru TK-mu, "Hormati gurumu, sayangi teman.....," &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Untuk rekan guru, saya percaya sepenuhnya, seperti juga saya menjalankan tugas keguruan saya, menjadi guru adalah pilihan, panggilan hati. Insya Allah gaji yang kita terima itu berkah, dan Allah akan mencukupkan. Bukankah kita seringkali masih harus sangat bersyukur meskipun juga sambil menangis bila membandingkan nasib kita dengan teman-teman guru non-PNS? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Namun, bila saya tulis sebuah kesaksian, teman SMA saya bapak dan ibunya adalah guru SD, keduanya PNS. Namun ketiga anaknya hanya berpendidikan sampai SMA sebab tak cukup biaya untuk menguliahkan. Mereka butuh kredit rumah dan sepeda motor. Adakah yang mau merenungkan betapa kami para guru bekerja sepenuh kemampuan pikiran dan tenaga, juga doa-doa dan cinta untuk para murid (anak orang lain), namun di sisi lain kami harus meringis sebab anak-anak kami tak mampu mengenyam pendidikan tinggi seperti yang kami ajarkan pada murid-murid kami????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Addition, bukan rahasia bila di antara kami mampu menguliahkan anak-anak kami, karena kami menyekolahkan SK kami ke BRI, BNI, atau Mandiri? hehehe coba siapa yang tidak melakukannya? Angkat tangan teman-teman. ..?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah teman, jika guru yang PNS saja seperti itu perjuangannya, jangan tanya lagi bagaimana yang non PNS. Ingat lo, terkadang ada guru non PNS yang kinerja kerjanya lebih baik dari yang PNS. Walaupun budget-nya seper sekian dari yang PNS mereka tetap loyal bekerja dan tetap tersenyum pada dunia. Bagi mereka madrasahku bukan hanya surgaku tetapi ladang amalku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-4181457395398194620?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/4181457395398194620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/dari-seorang-guru-tentang-hati-guru.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4181457395398194620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4181457395398194620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/04/dari-seorang-guru-tentang-hati-guru.html' title='Dari Seorang Guru tentang Hati Guru'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S7dJMiOJL_I/AAAAAAAAAMo/bWNsPmtRHhM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-1686525201187427587</id><published>2010-03-22T20:51:00.005+07:00</published><updated>2010-03-23T21:05:58.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>What the Dog Saw</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S6jKsl3hGgI/AAAAAAAAAMg/lbChWo1AEjQ/s1600-h/What+dog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S6jKsl3hGgI/AAAAAAAAAMg/lbChWo1AEjQ/s200/What+dog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451830216360008194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;What the dog saw merupakan hasil karya Malcolm Gladwell setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Tipping Point, Blink&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Outliers.&lt;/span&gt; Ketiga buku tersebut menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt;. What the dog saw judul yang unik. Apa yang dilihat anjing.&lt;br /&gt;Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan terbaik Malcolm Gladwell yang dimuat di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The New Yorker&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;What the dog saw&lt;/span&gt; mengajak kita untuk melihat suatu masalah bukan hanya dari mata dan kepala kita sendiri, melainkan juga dari mata dan kepala orang lain. Inilah yang dimaksud Malcolm Gladwell dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;other minds&lt;/span&gt; (akalbudi lain). Sungguh buku ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full of inspiring.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Keingintahuan mengenai apa yang ada di balik pekerjaan harian orang lain adalah salah satu dorongan paling mendasar pada manusia, dan dorongan itulah yang menyebabkan ditulisnya buku yang sekarang Anda pegang.” Demikian ungkapan Malcolm Gladwell pada kata pengantar bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What the dog saw&lt;/span&gt; merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clue&lt;/span&gt; yang dilemparkan Malcolm Gladwell untuk membuat semua orang ‘melirik’ bukunya. Beliau memang paling piawai dalam hal ini. Seperti yang diungkapkannya masih pada kata pengantar seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kuncinya menemukan gagasan adalah meyakinkan diri sendiri bahwa semua orang dan segala hal punya cerita. Saya bilang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kunci&lt;/span&gt; tapi yang saya maksud adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tantangan&lt;/span&gt;, karena amat sulit melakukannya. Bagaimanapun, naluri kita sebagai manusia adalah menganggap sebagian besar hal tidak menarik. Kita gonta-ganti saluran televisi dan menolak sepuluh sebelum menonton satu. Kita pergi ke toko buku dan melihat dua puluh novel sebelum memilih satu yang kita mau. Kita menyaring dan menyusun peringkat dan menilai. Kita harus melakukan itu semua. Ada banyak hal di luar sana. Tapi jika mau jadi penulis, Anda harus melawan naluri itu saban hari. Sampo tidak menarik? Sebodo amat, pokoknya sampo itu harus menarik, dan kalau tidak, saya harus percaya bahwa ujung-ujungnya sampo akan membawa saya ke sesuatu yang memang menarik. (Saya biarkan Anda menilai benar tidaknya saya dalam contoh itu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulisnya sendiri, buku ini terbagi menjadi tiga kategori. Yang pertama adalah mengenai orang-orang yang terobsesi atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“obsesif” (obsessives)&lt;/span&gt;. Orang-orang dalam kategori ini disebutnya sebagai Genius Minor. Bukan seperti Einstein, Winston Chuschill, Nelson Mandela, atau tokoh besar arsitek dunia. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Para obsesif, Perintis, dan Macam-macam Genius Minor Lainnya&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kategori kedua (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori, Prediksi, dan Diagnosis&lt;/span&gt;) membahas teori, cara-cara menata pengalaman. Bagaimana sebaiknya kita berpikir tentang tunawisma atau skandal keuangan, atau kecelakaan seperti jatuhnya pesawat antariksa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chalengger&lt;/span&gt;? Khusus pada bagian ini kita akan menemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wise words&lt;/span&gt; yang tidak biasa, yang membuat saya jadi tersenyum bahkan terkadang tertawa sendiri (Entah kenapa terkadang saya cenderung begitu jika membaca buku yang menurut sebahagian orang termasuk buku ‘berat’. Secara pribadi saya membaca buku karena tertarik, bukan karena mempersoalkan kategori ‘berat’ dan ‘ringan’. Suatu kategori yang tidak memiliki indikator yang valid. Menurur saya lo…!). Misalnya saja begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Sebanyak apapun pengamatan atas angsa putih tak memperkenankan pengambilan kesimpulan bahwa semua angsa berwarna putih, tapi ditemukannya satu angsa hitam sudah cukup untuk membatalkan kesimpulan tersebut.”&lt;/span&gt; (hal. 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Mengapa mengaku belajar dari pengalaman, kalau percaya bahwa pengalaman tak bisa dipercaya?”&lt;/span&gt; (hal. 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada bagian ketiga (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepribadian, Sifat, dan Kecerdasan&lt;/span&gt;) menelusuri perkiraan-perkiraan yang kita buat mengenai orang. Bagaimana cara kita tahu seseorang jahat, atau pintar, atau sangat jago melakukan sesuatu? Seperti akan Anda lihat, saya meragukan ketepatan kita dalam membuat penilaian seperti itu. Demikian tutur sang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya dalam buku ini, kita akan menemukan berbagai kisah ataupun petualangan yang mengharu biru dan penuh dinamika. Antara lain bagaimana kreasi menakjubkan pionir saus pasta Howard Moskowitz. Raja dapur Amerika Ron Popeil yang menjual oven &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rotisserie&lt;/span&gt;-nya sembari ngobrol dengan Gladwell. Juga mengungkapkan rahasia Cesar Millan, sang pawang anjing, yang dapat menenangkan anjing galak dengan sentuhan tangannya. Ketika Millan melakukan keahliannya, apa yang ada di dalam kepala si anjing? Itulah yang benar-benar ingin diketahui – apa yang dilihat anjing…. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;What the dog saw…!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak kisah-kisah petualangan lainnya yang ‘menggelitik’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Tulisan yang bagus dinilai berhasil bukan dari kekuatannya untuk meyakinkan. Tulisan yang yang baik dinilai berhasil jika tulisan tersebut mampu membuat Anda terlibat, berpikir, member Anda kilasan pikiran seseorang.”&lt;/span&gt; Demikian menurut seorang Malcolm Gladwell.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-1686525201187427587?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/1686525201187427587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/03/what-dog-saw.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1686525201187427587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1686525201187427587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/03/what-dog-saw.html' title='What the Dog Saw'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S6jKsl3hGgI/AAAAAAAAAMg/lbChWo1AEjQ/s72-c/What+dog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7560081424989004666</id><published>2010-03-14T20:47:00.003+07:00</published><updated>2010-03-14T20:51:58.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><title type='text'>What is Blog...?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S5zpoQgsYxI/AAAAAAAAAMM/jTOQvIFtLug/s1600-h/blogger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 85px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S5zpoQgsYxI/AAAAAAAAAMM/jTOQvIFtLug/s400/blogger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448486527047590674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:120%;"&gt;&lt;br /&gt;Blog is one of many new words that have come into the English language because of new technology such as the internet. With blogs, anyone can be published on the internet.&lt;br /&gt;Language doesn’t get any more inventive than in the world of computers and one new word that you may have heard a lot recently is blog, along perhaps with blogger, blogging, and even blogosphere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blog is an online diary, a journal that’s available on the web and it’s short for weblog.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Blog can be a noun, a blog, or a verb; to blog. The activity of updating a blog is "blogging" and someone who keeps a blog is a "blogger." The world of blogs is often referred to as the blogosphere.&lt;br /&gt;Today, a blog is created every second and at the end of last year there were over 60 million blogs worldwide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are many blogs about the news, written by journalists, editors and members of the public, but when are blogs themselves in the news? After the shooting in Virginia Tech in April 2007 it came out that students were kept informed through blogs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"News of the Virginia Tech tragedy has dominated US media outlets and mainstream blogs, while student blogs and social networking websites gave information online as the drama unfolded."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And another story from academic life:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Academics who say they have been bullied are using a blog to record their experiences of alleged unfair treatment within universities."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here’s a story about a blog that went wrong and didn’t have the desired effect. The headline was “Diplomat blog pulled after abuse.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A British diplomat's blog offering his thoughts on Thailand has been withdrawn after insults and accusations were posted on it by members of the public."&lt;br /&gt;And look out for blogs that contain video as well as text; called, inventively blogs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or maybe you have something to say to the world, and want to start your own online diary. If so Happy Blogging!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So we heard there that there are a huge number of blogs on the internet. They are personal accounts or diaries, but other people can also add comments to them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some are just for fun, a personal account of someone’s life, or relating to a topic such as a hobby or interest. For example, there are blogs discussing computer games and music. Other blogs are more serious, talking about the news, politics or other issues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogs are part of the world of internet communities. This means that people can communicate with their friends, and with strangers all around the world, using the internet. Blogs can also include sharing pictures, music and video with others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some other forms of online communities are message boards and chat rooms, which let people talk to others about all sorts of things, and social networking sites.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Social networking sites have become very popular recently. They allow people to share their thoughts and activities with their friends online. Each person has an area which they can update as often as they like, to tell friends what they are doing, and share photos, music, video and links to websites they enjoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people want their blogs and social networking pages to be visible only to their friends, while other people want to use them to make new friends on the internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes internet communities are in the news because of misuse of them, such as people spreading information about terrorist activities, or because of children having access to inappropriate material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/bahasa_inggris/2010/03/100308_newswords_blog.shtml"&gt;http://www.bbc.co.uk/indonesia/bahasa_inggris/2010/03/100308_newswords_blog.shtml&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7560081424989004666?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7560081424989004666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/03/what-is-blog.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7560081424989004666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7560081424989004666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/03/what-is-blog.html' title='What is Blog...?'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S5zpoQgsYxI/AAAAAAAAAMM/jTOQvIFtLug/s72-c/blogger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-7514341920616108989</id><published>2010-03-06T20:23:00.002+07:00</published><updated>2010-03-06T20:27:10.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ketika Dunia Maya 'Meresahkan'</title><content type='html'>&lt;div size="120%" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jejaring sosial yang begitu familiar adalah Facebook. Ia telah mampu menyentuh segala strata usia dan stara sosial. Bahkan tukang becak pun ada yang mencari pelanggan melalui Facebook. Akan tetapi sekarang telah muncul lagi ‘penantang’ baru jejaring sosial ini. Google mulai memperkenalkan Google Buzz-nya. Hm…tentu khasanah dunia maya akan semakin seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan hal itu pula, berbagai media massa dan media elektronik mengorbitkan berita betapa Facebook telah memperdaya generasi muda kita, terutama remaja putri yang menjadi korbannya. Saya jadi teringat dengan kata-kata bijak yang dilontarkan khalifah terakhir dari jajaran Khulafaur Rasyidin, yaitu Ali bin Abi Thalib RA. Beliau mengingatkan kita dengan nasehatnya: &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Didiklah anak-anakmu untuk masa yang bukan masamu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dinyatakan beliau tidak kurang dari 13 abad yang lalu. Tetapi sungguh relevan dengan kondisi di masa kini. Begitu besar tantangan yang dihadapi remaja kita sekarang, dimana tantangan tersebut mungkin belum terpikirkan di jaman orang tuanya maupun gurunya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjangan media elektronik dan dunia maya yang begitu rentan menghantam para ABG kita, haruskah kita mengambil sikap untuk menjauhkan mereka dari dunia tersebut? Tidakkah akan lebih bijak jika kita memperkenalkan dunia yang satu itu secara sehat, arif dan benar. Untuk melaksanakan itu ya tentunya terlebih dahulu para orang tua dan guru meng-up date dirinya sendiri, sebelum meng-up date anak-anaknya/siswanya. Ibda’ binafsih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah peranan orang tua di rumah. Di sekolah tentu saja guru yang mengambil peranan. Masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab guru yang mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saja, melainkan tanggung jawab semua guru yang mengajar mata pelajaran apa pun. Apalagi sekarang para guru dihimbau untuk mengaplikasikan pembelajaran berbasis IT. Sosialisasi dan apresiasi yang sehat tentang dunia maya akan membawa pengaruh yang sehat pula kepada siswa/anak. Sehingga mereka tidak keliru dalam menyikapi segala kemungkinan dari dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana konsep dari quantum teaching:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah tantangan yang akan dihadapi remaja kita 10 atau 20 tahun kedepan ? Wallahu’alam bishawab..!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-7514341920616108989?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/7514341920616108989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/03/ketika-dunia-maya-meresahkan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7514341920616108989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/7514341920616108989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/03/ketika-dunia-maya-meresahkan.html' title='Ketika Dunia Maya &apos;Meresahkan&apos;'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-3393981455224738083</id><published>2010-02-21T17:58:00.003+07:00</published><updated>2010-02-21T18:08:45.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Menteladani Metode Pendidikan Rasulullah SAW (Part Two)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Memberikan Hadiah Untuk Meningkatkan Motivasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentu akan merasa berarti dan melonjak semangatnya jika segala upayanya dihargai. Begitu juga dengan anak didik. Tentu belum hilang dibenak kita ketika kita masih berstatus murid. Bagaimana berbunganya hati ketika mendapat penghargaan dari Bapak/Ibu guru kita. Jangankan penghargaan, dipuji saja sudah sumringah. Tanpa kita pernah mengkaji-kaji harganya. Bagi kita pemberian/penghargaan itu lebih berharga dari apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendidik muslim hendaknya memberikan imbalan/penghargaan kepada siswa yang bersungguh-sungguh dan berprestasi dengan berbagai hadiah dan pemberian yang islami. Tentu saja pemberian tersebut dapat bermanfaat bagi mereka dengan seijin Allah (manfaat dunia akhirat)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai hadiah, pemberian itu juga dapat berdampak positif, misalnya hubungan menjadi lebih erat karena ada rasa saling menyayangi dan mengasihi karena Allah, serta dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits-nya yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;“Salinglah  memberikan hadiah di antara sesama kalian sebab hadiah dapat menghilangkan kedengkian dan dendamnya hati”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang guru melihat ada siswanya yang komitmen terhadap Islam dan ia juga seorang siswa yang tekun belajar, maka tidak ada salahnya untuk memuji dan memberinya hadiah di depan teman-temannya. Hal ini bertujuan agar teman-temannya yang lain terdorong ingin mengikuti langkah siswa tersebut (Fastabiqul Khairat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" class="fullpost"&gt;“…Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang  berlomba-lomba.”&lt;br /&gt;(Q.S 83; 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nilai-nilai Pembelajaran dari Sejarah Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;A. Menggembalakan Kambing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia lima tahun, Rasulullah mempunyai tugas untuk menggembala kambing. Menggembala kambing adalah profesi para Nabi dan Rasul. Nabi Ibrahim a.s, Nabi Musa, a.s dan Nabi Muhammad SAW adalah penggembala kambing.&lt;br /&gt;Menggembala kambin yang dilakukan para Nabi sebelum diberi tugas risalah bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah scenario Allah yang harus dilakoni para Nabi. Kendati profesi tersebut tidak membutuhkan kecerdasan dan ketrampilan memimpin seperti layaknya memimpin umat atau bangsa, profesi tersebut menjadi keharusan dalam sejarah perjalanan hidup para Nabi karena beberapa hikmah Illahiah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menggembala kambing adalah suatu fase pendidikan kejiwaan yang harus dilalui oleh para Nabi, agar dapat menyampaikan dakwahnya kepada seluruh manusia dengan santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika calon Nabi keluar menggembalakan kambingnya di padang rumput, ia berhadapan langsung dengan alam raya yang luas. Ia dengan leluasa dapat memperhatikan langit dan bintang, menyaksikan pergantian siang dan malam, merenungi gerak alam, kehidupan dan manusia. Dari proses perenungan ini terbentuklah aqidah di dalam dirinya. Secara prikis ia siap menerima risalah ilahiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, menggembalakan kambing adalah suatu fase pendidikan ideology, disamping pendidikan psikologi bagi para Nabi sebelum menerima risalah ilahiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;B. Berdagang ke Bushra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen ini merupakan tarbiyah ilahiyah yang menuntun beliau memahami wawasan dan cakrawala luas tentang kondisi masyarakat yang serba plural. Saat itu kota Bushra adalah pusat perdagangan di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi. Pelajaran yang beliau dapatkan adalah Allah memberikan pengalaman hidup di Negara asing. Pengalaman hidup ini dapat dibandingkan dengan adat, tradisi, dan keadaan social dengan lingkungan tanah airnya sendiri. Beliau dapat mengetahui ilmu berdagang dan berbisnis yang menguntungkan, mempelajari watak dan prilaku masyarakat Negara asing beserta adat istiadatnya. Tarbiyah ilahiyah inilah yang mewujudkan sikap afektif beliau dalam memahami sikap sosial positif dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dari pengalaman tersebut adalah ketika beliau diangkat menjadi Nabi, maka beliau menetahui kondisi masyarakat yang harus digarap sebagai sasaran dakwahnya. Dengan pengalaman tersebut seakan-akan Allah menunjukkan beginilah kondisi masyarakat dunia yang sebenarnya, pelajari mereka, dan carilah cara yang tepat untuk mengajak mereka pada Islam kelak. Oleh karena itu, ketika diutus menjadi Nabi, beliau sudah mengetahui kondisi masyarakat, terutama akidahnya. Apalagi Bushra pada waktu itu menjadi dareah jajahan Romawi yang beragama Nasrani. Hal ini bisa menjadi PR beliau saat itu, bagaimana seharusnya beliau menghadapi orang Nasrani, Yahudi dan para penyembah berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;C. Ikut Perang Fijar Pada Usia 14 Tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Fijar adalah peperangan antara Suku Quraish dan Suku Qais ‘Ailan. Beliau ikut membantu mempersiapkan alat-alat perang kawan-kawannya. Perang ini merupakan upaya untuk mempertahankan kesucian bulan-bulan haram (Dzulqa’idah, Dzulhijah, Muharram dan Rajab) dan Tanah Suci Makkah yang berlangsung selama empat tahun.&lt;br /&gt;Tarbiyah ilahiyah yang beliau peroleh adalah tentang pentingnya pendidikan psikomotorik, yaitu kemampuan menggunakan potensi fisik, tenaga, ketangkasan dan keberanian dalam menghadapi kondisi yang keras dan penuh tantangan. Dalam perang ini Allah mengajari beliau bagaimana menggunakan fisiknya untuk bisa lepas dari kondisi yang mendesak dan berbahaya. Ketrampilan dan ketangkasan beliau diuji dalam menghadapi musuh. Seakan-akan Allah mengajarkan untuk selalu menjadi seorang yang pemberani dalam menghadapi manusia, jangan berputus asa, selalu berjuang dan tabah dan menggunakan potensi fisik untuk hal-hal yang positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu’alam bishawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dr. Abu Bakar Ahmad As Sayyid, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada Para Pendidik Muslim&lt;/span&gt;, Gema Insani Press, 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nasiruddin, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cerdas Ala Rasulullah&lt;/span&gt;, A+Plus,2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-3393981455224738083?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/3393981455224738083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/menteladani-metode-pendidikan_21.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/3393981455224738083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/3393981455224738083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/menteladani-metode-pendidikan_21.html' title='Menteladani Metode Pendidikan Rasulullah SAW (Part Two)'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-1922312114411448256</id><published>2010-02-19T20:24:00.006+07:00</published><updated>2010-02-19T21:24:45.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Pembelajaran'/><title type='text'>Prediksi Soal UN SMP 2010 dan Silabus Plus RPP PAI</title><content type='html'>Hasrat hati ingin meneruskan artikel Menteladani Metode Pendidikan Rasulullah SAW, akan tetapi apa lah daya begitu banyak request dari teman-teman dan para Laskar Pelangi untuk sharing Prediksi Soal UN 2010 serta Silabus and RPP PAI. Maka berlakukah skala prioritas (taelah....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sekedar membantu yang merasa rada repot searching by googling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan akses link-link berikut ini. Ini adalah link-link dari member milist KGI.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://nhidayat62.wordpress.com/2010/01/28/soal-soal-prediksi-un-smp-2010/#comments"&gt;Prediksi Soal UN SMP/MTs 2010&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://ktspkoe.blogspot.com/2009/09/silabus-fiqih-quran-hadist-dll.html"&gt;Silabus dan RPP Fiqih, Al Qur'an Hadits dan Bahasa Arab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-1922312114411448256?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/1922312114411448256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/prediksi-soal-un-2010-dan-silabus-plus.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1922312114411448256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/1922312114411448256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/prediksi-soal-un-2010-dan-silabus-plus.html' title='Prediksi Soal UN SMP 2010 dan Silabus Plus RPP PAI'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-4387322469765180670</id><published>2010-02-15T12:44:00.004+07:00</published><updated>2010-02-16T16:20:02.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model dan Metode Pembelajaran'/><title type='text'>Menteladani Metode Pendidikan Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok pemimpin dengan multi talenta. Baginda Rasul bukan hanya seorang pemimpin (kepala negara), tetapi juga seorang panglima perang, pedagang (ekonom), Psikolog, dan seorang pendidik (guru). Selaku seorang pendidik Rasulullah SAW telah membuktikan keprofesionalan-nya dalam mendidik para sahabat dan generasi Muslim. Kesungguhan Rasulullah SAW dalam mendidik para sahabat, terurai dalam salah satu sunnahnya, yaitu pada hadits berikut ini:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Tidaklah dikatakan kuat atau gagah orang yang cepat naik darah ketika marah, tapi yang dikatakan kuat adalah orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di kalangan bangsa Arab pernyataan ini benar-benar merupakan sesuatu yang baru, karena ‘cepat naik darah’ ketika marah justru merupakan slogan mereka, seperti terungkap dalam syair Amr bin Kaltsum berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;“Ingatlah…,janganlah sekali-kali menganggap remeh kepada kami, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Maka kami akan menganggapnya remeh melebihi orang-orang Jahiliyah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selaku pendidik muslim sudah sepatutnya dan semestinya kita menteladani metode-metode pendidikan yang diterapkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya tidak ada metode mengajar yang sempurna. Setiap metode memiliki nilai plus dan minus sendiri-sendiri. Oleh sebab itu guru yang professional dan kreatif ia akan memilah dan memilih metode mengajar yang paling tepat setelah menentukan tujuan pembelajaran dan indikator dari kompetensi yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa metode mengajar yang dipandang representatif dan dominan yang digunakan oleh Rasulullah untuk meningkatkan potensi anak didik. Metode-metode tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. Membawakan Kisah yang Mengandung Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kisah dapat memainkan peran penting dalam menarik perhatian, kesadaran pikiran dan akal anak (menanamkan motivasi). Rasul biasa membawakan kisah di hadapan para sahabat, yang muda maupun yang tua. Tujuannya adalah untuk mengambil pelajaran oleh orang-orang sekarang dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut dicatat adalah bahwa kisah-kisah yang disampaikan oleh Nabi itu bersandar pada fakta riil yang pernah terjadi di masa lalu. Jauh dari kurafat dan mitos dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Semua kisah tentang Rasul-rasul itu, Kami ceritakan kepadamu untuk meneguhkan hatimu dengannya. Dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.”&lt;/span&gt; (Q.S 11:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”&lt;/span&gt; (Q.S 12:111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita memiliki pengaruh terhadap pendidikan, sosiologi dan keilmuan secara mendalam pada diri (jiwa) pendengarnya dan penontonnya. Pengaruh ini berkolerasi dengan berbagai elemen maupun sumber secara terpadu dan terpisah dalam tiga sumber dasar yang signifikan, yaitu sumber psikologi, sumber imajinasi dan sumber rasio kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2. Memberi Bimbingan dan Uraian Langsung (Ceramah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berbicara langsung kepada anak tanpa basa-basi, menjelaskan hakikat-hakikat kepadanya dan menyampaikan informasi-informasi pengetahuan dan pemikiran, akan menjadikan anak mudah sekali menerima pesan yang disampaikan kepadanya. Rasulullah selalu menanamkan kaidah-kaidah ideologis yang mendasar kepada anak. Perhatikan kata-kata yang diajarkan Rasul berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;“Jagalah Allah niscaya Ia juga akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan kemanfaatan kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan, andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan kemudaratan terhadapmu, mereka tidak akan bisa memberikan kemudaratan itu terhadapmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Rasul selalu mengawali pembicaraan dengan anak dengan kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Nak!”&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ya bunayya&lt;/span&gt; (wahai anakku saying). Hal ini membangkitkan perhatian dan membuat anak merasa mendapat perhatian dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;3. Berkomunikasi Sesuai Kemampuan Rasio Anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setiap manusia memiliki keterbatasan yang tidak bisa dilampauinya. Begitu juga dengan seorang anak. Akal dan pikirannya masih dalam tahap perkembangan dan perluasan. Pengetahuan kedua orang tua dan para pendidik mengenai tingkat perkembangan anak-anak akan memudahkan bagi mereka untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi anak. Sebab mereka mengetahui kata-kata seperti apa yang digunakan, dan gagasan yang bagaimana yang mesti mereka sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;4. Dialog (Hiwar) Qurani dan Nabawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dialog (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hiwar&lt;/span&gt;) adalah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih mengenai suatu topic, dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki (dalam hal ini oleh guru). Metode ini pada jaman sekarang disebut Metode Diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;5. Metode Pengalaman Praktik Langsung (Metode Demonstrasi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Melatih indra anak akan menghasilkan pengetahuan dan ilmu. Ketika ia mulai tumbuh dan bisa memfungsikan kedua tangannya untuk melakukan suatu pekerjaan, maka ketika itu pula akalnya mulai berfungsi sebagaimana mestinya. Setelah itu, ia akan melihat bagaimana ia akan melatih indranya serta menyiapkan dirinya untuk melakukan sesuatu. Demikianlah ia menekuni suatu pekerjaan dan akan melakukannya secara baik setahap demi setahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah melihat seorang anak yang sedang menguliti kambing namun salah dalam mengerjakannya. Lalu Rasulullah menyingsingkan lengan bajunya dan mulai menguliti kambing dihadapannya. Ia pun memperhatikan bagaimana Rasulullah menguliti kambing. Ia memfungsikan akal dan memusatkan perhatiannya pada pengajaran yang diberikan Rasulullah.&lt;br /&gt;Melalui penglaman nyata dan praktis seperti ini, wawasan dan pengetahuan anak akan terbuka luas. Jangan harap anak menjadi kreatif jika dirinya tidak pernah bersosialisasi dengan orang lain. Berinteraksi dengan lingkungan memudahkan anak mendapatkan gambaran tentang bagaimana seharusnya dirinya berbuat dan bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kaidah-kaidah yang termuat dalam Contextual Teaching and Learning (CTL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Najib Khalid al-'Am, Mendidik Cara Nabi SAW, Pustaka Hidayah, 1990&lt;br /&gt;2. Nasiruddin, Cerdas Ala Rasulullah, A+Plus Books, 2009&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-4387322469765180670?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/4387322469765180670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/menteladani-metode-pendidikan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4387322469765180670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/4387322469765180670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/menteladani-metode-pendidikan.html' title='Menteladani Metode Pendidikan Rasulullah SAW'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-2856224343394600200</id><published>2010-02-08T10:36:00.005+07:00</published><updated>2010-02-08T11:12:50.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>'Warisan' dari Aan: Tag About Your Self</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya memang nyaris tak berbatas. Segala sesuatu tumpah ruah di sana. Kedinamisannya terkadang membuat diri tercengang. Mulai dari informasi jitu hingga berbagai kasus muncul kepermukaan. Seperti kasus Prita Mulia Sari yang harus berurusan dengan meja hijau hanya gara-gara curhat lewat email. Kasus Luna Maya yang berawal dari ‘coretan’-nya mengungkapkan kekecewaannya di Twitter. Dan sebagai-sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam hal ini bukan kasus-kasus itu yang ingin saya sharing teman. Melainkan suatu trend yang begitu marak muncul akhir-akhir ini. Apakah itu lewat Facebook ataupun Weblog. Mungkin teman juga kebagian wabah tersebut, yaitu mewabahnya Tag. Apa itu Tag? Tidak perlu lah diuraikan lagi. Toh ada Om Google and Mas Wikipedia. He he he…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saya. Beberapa hari yang lalu, lihat-lihat blog sendiri, eh ada pesan dari si &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://aanworld.blogspot.com/"&gt;Aan&lt;/a&gt;. “Mbak ada tag di…..dst”. begitu di klik link dimaksud, ternyata “Tag About Your Self…!!”&lt;br /&gt;Walah blogger satu ini. Ayak-ayak wae idenya. Begaya kasi ‘warisan’ segala. Tapi gak pa-pa lah. Dengan senang hati plus bernuansa narcis ‘warisan’ digarap.  Siapa atut..!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;OK… Let’s start…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Where is your cell phone ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;There’s no special place. Kadang di atas rak buku, kadang di saku baju, kadang di saku tas. Pernah juga ding kecarian (ini tulisan bener gak sih menurut EYD ?), setelah di-call dengan HP si Mbakyu….. eh ternyata di dalam sarung bantal. Nah lo…..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Relationship.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Everybody who takes me as I am. Ya selagi bisa terima diriku apa adanya, bukan ada apanya....hayyyuuukkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Your Hair ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lihat aja sendiri. Toh tampang terpampang di blog ini. Cari sendiri ya, yang mana rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Work ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Still Partikelir. Yang penting jiwa merdeka. Alaaaah…idealis.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Your Sister ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 4. Rupa-rupa warnanya. Eh maksudnya karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Your Favorit Thing ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengeja lembaran-lembaran yang ada hurufnya. Konon kata orang namanya BACA BUKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Your dream last night ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmmm….so sweet, saking sweet-nya gak bisa bobok ampek subuh. Yeee..mau tau aja…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Your favorit drink.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aqua and the gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Your dream car ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa ya? Limocyn (haiyaaa bener gak ne tulisannya…) seperti punya almarhum Jaco kali ye. Yang didalemnya ada perpustakaannya. Wuiiihhhh…’ntahlah…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Your Shoes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa saja asalkan bisa buat kaki nyaman melangkah and tidak merasakan panasnya aspal. So merk no problem lah. (Emang ada merk no problem ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Your fear?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Murka sang Khalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. What do you want to be in 10 years ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Be a patient teacher. Aiiihhhh…dah sering diprotes untuk yang satu ini. He he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Who did you hang out with last night?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wow saya lebih sering hang in dari pada hang out. So what must I say?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. What are you not good at?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baca Kitab Kuning. Hu hu hu, masih teringat bagaimana seorang teman menertawakan diriku yang melongo membuka Kitab Bulughul Maram (jika tulisannya salah mohon koreksi ya) ketika diajaknya belikitab. Duh serasa jadi orang buta jika sudah berhadapan dengan Kitab Kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15. One of your wish list item ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengen eksis menjadi pemburu JASA TANPA TANDA yang berkarakter kuat. Wei…karakter itu apa sih? Gak sengaja itu terketik, males delete-nya. Gak pa-pa lah ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16. Where you grew up?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Klik About Me aja ya. Itu tu menu warna merah di atas, disebelah kanan Home. Nemu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17. Last thing you did?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya posting ni ‘warisan’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18. What are you wearing?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmm…yang pasti bukan yang serba minimalis lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;19. Your computer?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;My lovely Lappy. Lappy itu sebutan dari seorang teman untuk komputerku. Karena enjoy dengan nama itu jadi lupa dengan merk-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20. Your pet?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 ekor, Si Blondy and Bundel. Tapi lebih sering si Emak yang kasi makan. Bukan diriku yang males (nge-les.com), tapi jika mereka nungguin diriku pulang, bisa mati kelaperan. He he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;21. Your Life.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmmm….My life is still alive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;22. Missing (hilang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Duuhhh….sepertinya bentar lagi bakal kehilangan seorang teman. Karena dia harus mengemban tugas di luar Sumatera Utara. Teman satu ini yang selalu menyebut diriku ‘egois’, kemudian setelah itu dia akan sebutin sifat jelekku satu persatu setiap ketemu. Alahmak….!! Siapa lagi yang ikhlas cela diriku ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23. What are you thinking right now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menggarap ‘warisan’  ini as soon as possible, karena PR laen sudah tereak-tereak tu ! Duuhhh Aan tega deh elu…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;24. Your car.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wim Cycle. Itu merk car terbaru. Bingung ? Yak, anda bingung kami bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;25. Your Kitchen ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seminggu hanya dua kali dikunjungi. Yang 5 hari lagi….just passing by. Gak ladies banget ya..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;26. Your favorit color ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;White and Blue. Eh katanya sih Biru itu setia lo. Ho ho ho..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;27. Last time you laugh ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waduh kapan ya tepatnya? Akhir-akhir ini sering ketawa ‘mulu sih. Nyaris sinting memang. Tapi yang ditertawakan diri sendiri lo. Selama garap ‘warisan’  ini juga ketawa terus. Hi hi hi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;28. Last time you cried ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi di dapur. Waktu ngupas bawang plus giling bumbu. Hare gene masih giling bumbu ? Aih..manual banget ya..!! Ciaannn deh..!!&lt;br /&gt;Tapi kalo yang NYARIS NANGIS ada sih, kira-kira dua bulan yang lalu. Ketika seorang teman mengabari diriku by SMS bahwa ia kecelakaan. Ditabrak dari belakang. Ketika di call, duh suaranya lemah banget. Biasanya ketawa ceria, waktu itu nyaris tiada daya. Apalagi saya gak bisa melakukan apa-apa. Tapi NYARIS lo, so nangisnya ya gak jadi. Hi hi hi… Walah cemana sih ini kisah sedih kok masih di barengi hi hi hi. Gak matching banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29. Love ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ho ho ho….kalo yang ini posisi puncak masih Cinta Allah dan Rasul-Nya.Selebihnya selalu dibagi-bagi. Habisnya beraneka warna sih. Universal gicu loh !. Bukankah Sharing is Fun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;30. So who wants to share their ONEs? How about ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sharing is Fun. Narcis will never dies..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Person elected to the Tag&lt;br /&gt;(tag ini saya wariskan kepada)&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://ahhi82.blogspot.com/"&gt;Asep-Bogor&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://aulad-15.blogspot.com/"&gt;Rae-Zen&lt;/a&gt;(jika berkenan), &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://brandanese.blogspot.com/"&gt;Beranda Brandan&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://pangkalansusu.blogspot.com/"&gt;Anak Susu&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://aishalife-line.blogspot.com/"&gt;Aishalife line&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://arumsekartaji.blogspot.com/"&gt;Arum Sekartaji&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://blekenyek.blogspot.com/"&gt;Gubuk Blekenyek&lt;/a&gt;, &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://yanharasitompul.blogspot.com/"&gt;Yan Hara Patia&lt;/a&gt;, &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://serba-seru.blogspot.com/"&gt;Serba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut yang mewariskan Tag ini ke saya (duh warisan turun temurun nih) aturan mainnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Isikan daftar pertanyaan seperti di atas, jawabannya sesuaikan dengan fakta yang ada. Pokoke fill with your own words lah. Don’t look at your friend’s paper. Ok ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepada sahabat yang namanya tidak tercantum di atas jika ingin ikutan main, monggo…silahkan. Gak dilarang. Makin rame makin seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika ada hal yang membingungkan jangan sungkan, silahkan posting pertanyaan di kotak komentar. Malu bertanya sesat di jalan, banyak nanyak gak jalan-jalan. Hayooo…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yo wes enjoy this game. Special call to &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://aanworld.blogspot.com/"&gt;Aan&lt;/a&gt;, ‘warisan’ telah digarap, youngman..!! What next..??&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-2856224343394600200?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/2856224343394600200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/warisan-dari-aan-tag-about-your-self.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2856224343394600200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/2856224343394600200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/warisan-dari-aan-tag-about-your-self.html' title='&apos;Warisan&apos; dari Aan: Tag About Your Self'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-182269143781242227</id><published>2010-02-01T10:36:00.003+07:00</published><updated>2010-02-01T10:49:35.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Setahun Sudah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S2ZOcaAJmvI/AAAAAAAAALk/dS_3YYCnMdY/s1600-h/friend.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 116px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S2ZOcaAJmvI/AAAAAAAAALk/dS_3YYCnMdY/s400/friend.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433116250392337138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” Begitulah kata Ali bin Abi Thalib, khalifah terakhir dalam jajaran Khulafaur Rasyidin. Pramoedya Ananta Toer juga pernah menegaskan: "Sepandai apa pun seseorang, jika tidak menulis, ia akan dilupakan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua statemen itu dinyatakan oleh dua tokoh yang hidup pada era yang sangat jauh berbeda. Tetapi maknanya yang begitu dalam sungguh fleksibel dengan kondisi jaman yang bagaimana pun juga. Tanpa terasa waktu yang begitu cerdas, terus bergulir secara dinamis tanpa pernah mau menunggu dan tak dapat dicegah oleh pihak mana pun untuk berpacu telah menyadarkan saya bahwa diawal Februari 2010 ini genaplah setahun lamanya saya menulis di blog minimalis ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat dari milist Klub Guru Indonesia pernah memberikan tips cara menghitung waktu seperti berikut ini:&lt;br /&gt;Ada 4 cara menghitung waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cara Penjumlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari ini kita berumur 17 tahun, maka tahun depan umur kita akan bertambah 1 tahun menjadi 18 tahun. Ini adalah cara menghitung umur yang paling sederhana, paling sesuai bagi anak kecil. (kalau anda masih menghitung umur dengan cara ini, anda masih anak-anak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara Pengurangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semakin sering kita berulang tahun, akhirnya kita sadar bahwa setiap kali kita ulang tahun, sebenarnya umur kita bukannya bertambah, tapi berkurang! Setiap kali ulang tahun maka sisa umur kita semakin sedikit, kita semakin dekat pada akhir hayat. Orang yang sudah menyadari bahwa sisa hidupnya makin hari makin sedikit&lt;br /&gt;adalah orang yang sudah dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara Perkalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar bahwa umur kita terus berkurang, maka kita harus tahu cara menghitung waktu yang ketiga yaitu bagaimana caranya melipatgandakan waktu yang kita miliki. Misalnya saat kena macet dijalan, kita membaca buku (bisa dong kalo punya supir). Ini adalah contoh bagaimana kita melipatgandakan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya adalah dalam waktu yang sama, kita memperoleh lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ketiga ini adalah cara yang dipakai oleh orang-orang yang paling pandai diseluruh dunia. Mereka memikirkan bagaimana agar dalam hidup yang singkat bisa melakukan produktifitas yang lebih besar, bisa memperoleh sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berhasil memahami cara menghitung waktu yang ketiga maka kita adalah orang pandai! Tapi kita belum bisa dikatakan sebagai orang yang bijaksana bila belum mengerti cara menghitung waktu yang keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cara Pembagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil melipatgandakan waktu yang kita miliki dan mendapat begitu banyak hal dalam hidup kita, maka yang harus kita lakukan kemudian adalah membagikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mendapat banyak ilmu, sebarkan semua sebelum kita mati, kalau kita mendapat banyak harta, bagikan semua sebelum ajal menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang filsuf berkata, "orang yang mati dalam keadaan kaya adalah orang yang paling bodoh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, uang itu buat apa? Kan tidak bisa dibawa mati bukan? Memang sudah menjadi tugas kita untuk membagikan semua berkat yg pernah kita peroleh kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami cara menghitung waktu yang keempat maka hidup kita menjadi bermakna. Maka kita tak akan menyesal kapanpun kita harus mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh salah satu missi meng-create blog ini adalah belajar menghitung waktu dengan cara yang ketiga dan  ke-empat. Untuk sementara karena harta yang dipunya belum seberapa, ya sharing informasi saja lah dulu. Hu hu hu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pernah muncul kekhawatiran di hati. Khawatir aktifitas nge-blog akan menyita waktu, sehingga PR terbengkalai. Karena saya termasuk orang yang gampang penasaran plus keranjingan dengan sesuatu yang baru. Lalu kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Untunglah hanya sesaat. Walau bagaimanapun harus komit dengan skala prioritas. He he he… Lebai memang…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih melekat dibenak saya blogger pertama yang send komen di blog saya ini, yaitu &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://brandanese.blogspot.com/"&gt;Beranda Brandan&lt;/a&gt;. Kemudian blogger pertama yang follow blog ini adalah &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://md-jobs.blogspot.com/"&gt;mdjobs&lt;/a&gt;. Silaturrahmi diantara kami bahkan berlanjut by email. Tetapi akhir-akhir ini terhenti. Konon kabarnya beliau busy menyelesaikan studi Pasca Sarjana-nya di ITB. Selain itu blogger pertama yang mengenalkan saya dengan bisnis dunia maya, yaitu  &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://ahhi82.blogspot.com/"&gt;Asep Bogor&lt;/a&gt; (salut buat kang Asep, sampai sekarang masih setia berkunjung, dan selalu menyapa jika ketemu di FB. Makasi teman untuk semuanya).  Tapi sampai sekarang saya belum juga melibatkan diri di dunia tersebut. Maybe oneday. Bukan karena keterbatasan waktu, tetapi keterbatasan ‘modal’ untuk browsing. Ha ha ha… Duh..lebai memang. Kemudian sahabat blogger pertama (dan satu-satunya) yang memberikan award kepada blog ini, yaitu &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://aanworld.blogspot.com/"&gt;aan&lt;/a&gt;. Thanks for all and success for you, guys.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada moment ini, ingin juga saya mengungkapkan rasa terimakasih dari lubuk hati terdalam kepada:&lt;br /&gt;1. Seluruh sahabat blogger yang dengan ikhlas telah meletakkan potonya di kotak Follow.&lt;br /&gt;2. Seluruh sahabat yang telah mengapresiasi tulisan di blog ini, baik melalui kotak komentar, buku tamu, email,in box FB, SMS atau langsung face to face.&lt;br /&gt;3. Seluruh sahabat blogger yang telah meletakkan link Sharing is Fun (dalam bentuk nama lengkap saya atau nick name saya) di blognya.&lt;br /&gt;4. Seluruh sahabat yang telah berkunjung ke blog ini baik itu disengaja maupun tidak disengaja (searching by google)&lt;br /&gt;5. Seluruh sahabat yang telah memberikan kontribusi inspirasi tulisan-tulisan di sini.&lt;br /&gt;Tanpa anda semua blog ini bukan lah apa-apa. (La wong memang gak ada apa-apa nya. Ha ha ha…)&lt;br /&gt;Secara pribadi banyak hal-hal positif yang saya dapat selama setahun nge-blog. Bagi saya blog bukan hanya sebagai media untuk sharing, melainkan tempat saya menyimpan berbagai arsip yang dapat saya akses dimana saja dan kapan saja selagi masih terjangkau jaringan internet. Bahkan tanpa disadari blog tak ubahnya open diary. Melalui nge-blog saya juga mendapatkan sahabat-sahabat baru, ilmu baru dan menjelajahi rumah maya para blogger yang content blog nya menakjubkan. Terkadang belajar banyak dari mereka. Wow….It’s fantastic…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada dampak negatifnya mungkin cuma satu, yaituuuu…….budget untuk browsing jadi membengkak. Ha ha ha… tapi gak pa pa lah. Uang bisa dicari, namun kepuasan batin tidak dapat di beli. Terkadang melalui blog ini sering saya menemukan sesuatu yang membuat saya merasa LEBIH BERHARGA dari pada sekedar ditanya…..BERAPA..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi terimakasih untuk sahabat semua dan semoga blog ini mampu eksis….till the end of my life. Alahmak….jadi mendadak mello…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakillah Khairan Katsira…!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5517227847812031783-182269143781242227?l=pelawiselatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/feeds/182269143781242227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/setahun-sudah.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/182269143781242227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5517227847812031783/posts/default/182269143781242227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelawiselatan.blogspot.com/2010/02/setahun-sudah.html' title='Setahun Sudah'/><author><name>Sriayu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06305172152055129269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-IVLRJDzPDD0/Tjd_gnGRD0I/AAAAAAAAAWM/9iNzMfGrhvg/s220/PhotoFunia-34d81c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlAxsCTKnzA/S2ZOcaAJmvI/AAAAAAAAALk/dS_3YYCnMdY/s72-c/friend.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5517227847812031783.post-4455000931278957408</id><published>2010-01-11T10:14:00.007+07:00</published><updated>2010-01-11T11:02:23.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Gonjang-ganjing UN 2010</title><content type='html'>Polemik tentang UN sepertinya tidak ada habis-habisnya. Keputusan MA agar pemerintah meninjau kembali pelaksanaan UN tidak memberikan pengaruh yang berarti. MA dan masyarakat peduli pendidikan berkicau, Diknas tetap dengan kebijaksanaannya, yang sungguh jauh dari 'bijak' di sini.Sistem kelulusan ala UN will go on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tanya jawab seputar Ujian Nasional yang sering jadi perbincangan yang......ntahlah...seperti apa ending-nya nanti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;1. Perlukah kita akan sebuah Ujian yang berstandar Nasional?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya. perlu. Kita memiliki sebuah sistem pendidikan yang berstandar nasional. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional tersebut mencakup&lt;br /&gt;* Standar Kompetensi Lulusan&lt;br /&gt;* Standar Isi&lt;br /&gt;* Standar Proses&lt;br /&gt;* Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan&lt;br /&gt;* Standar Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;* Standar Pengelolaan&lt;br /&gt;* Standar Pembiayaan Pendidikan&lt;br /&gt;* Standar Penilaian Pendidikan&lt;br /&gt;Baca di http://bsnp-indonesia.org/id/?page_id=61&lt;br /&gt;Jika kita telah memiliki standar pelayanan pendidikan yang berskala nasional seperti ini maka kita juga memerlukan adanya sebuah ujian yang berstandar nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;2. Perlukah Ujian Nasional (ujian yang berstandar atau berlevel nasional) itu diterapkan di seluruh Indonesia (berskala nasional)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak! Hanya daerah-daerah yang telah mampu menerapkan semua standar nasional tersebut yang perlu diuji dengan sebuah ujian nasional. Sekolah-sekolah yang belum bisa menerapkan ke delapan standar pelayanan minimum tersebut tentu tidak perlu diuji dengan sebuah ujian yang berstandar nasional. Ujian yang berstandar nasional SEMESTINYA hanya boleh diberikan JIKA instrumen masukan dan proses pendidikannya SUDAH berstandar nasional juga. Jadi Ujian Nasional itu UJUNG dari sebuah proses panjang dari sebuah upaya peningkatan kualitas pendidikan yang berstandar nasional pula. Jika instrumen masukan dan proses yang diberikan tidak berstandar nasional maka mengukurnya dengan sebuah ujian nasional adalah kesalahan fatal. Menjadikannya sebagai syarat kelulusan adalah sebuah kekejaman dan ketidakadilan (bagi mereka yang tidak memperoleh pelayanan pendidikan yang berstandar nasional).&lt;br /&gt;Di negara-negara maju dan besar seperti Amerika Serikat, Australia, New Zealand, dan China TIDAK ADA ujian nasional yang diterapkan pada semua siswa di semua negara bagian mereka. Negara dengan kualitas pendidikan terbaik seperti Finlandia malah tidak punya ujian nasional dan kelulusan siswa mereka ditentukan oleh sekolah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;3. Siapa sajakah yang mesti ikut ujian nasional tersebut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hanya siswa-siswa yang telah mendapatkan pelayanan pendidikan berstandar nasional saja yang SEMESTINYA boleh mengikuti ujian nasional ini dan siswa-siswa dari sekolah yang belum mencapai standar minimal seperti yang ditetapkan oleh BSNP ini selayaknya TIDAK DIPERBOLEHKAN mengambil ujian nasional. Tapi di Indonesia ujian nasional ini diwajibkan kepada semua siswa kelas 6, 9 dan 12 di seluruh Indonesia tanpa perduli apakah siswa-siswa tersebut telah memperoleh standar pendidikan yang nasional atau belum. Dan itu adalah sebuah kesalahan fatal dalam prinsip pengujian atau evaluasi. Prinsip ‘test what you teach’ tidak digunakan dengan pemberlakuan ujian nasional kita saat ini. Sebagian besar siswa di daerah-daerah terpencil (bahkan di P. Jawa) belum memperoleh haknya akan sebuah pendidikan yang berstandar nasional tapi mereka telah dievaluasi dengan sebuah ujian yang berstandar nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;4. Apa tujuan dari Ujian Nasional?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan UAN adalah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik serta untuk mengukur mutu pendidikan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai tingkat sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;5. Apakah Ujian Nasional bisa dipakai sebagai perangkat untuk meningkatkan kualitas pendidikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Ujian nasional adalah salah satu alat pengukuran output pendidikan dan bukan perangkat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;6. Apakah UN dapat memberikan gambaran kualitas pendidikan secara komprehensif di sebuah sekolah (atau daerah)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak. UN hanya menunjukkan hasil pengukuran dari materi yang diujikan saja. UN tidak dapat memberikan informasi tentang keimanan dan ketakwaan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa. UN juga tidak menguji tingkat kreativitas dan kemandirian peserta didik. UN tidak tahu bagaimana tanggung jawab anak dalam kehidupan di sekolah. UN tidak mau tahu apakah siswa mampu berkejasama dalam tim atau tidak.  UN tidak memberikan semua informasi tentang tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. UN hanya mengukur pemahaman kognitif siswa pada materi yang diujikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;7. “Pentingnya Ujian Nasional untuk menciptakan kultur kerja keras, tidak lembek di kalangan peserta didik,” kata Bambang Sudibyo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti mengingkari fungsi dan tujuan sebuah evaluasi pendidikan. Jika kita menginginkan agar peserta didik memiliki kultur kerja keras dan tidak lembek maka jelas bukan ujian nasional resepnya. Itu hanya pendapat pribadi yang tidak didukung oleh bukti. Tidak ada hasil riset yang mendukung pernyataan tersebut. Jika UN bisa membuat peserta didik memiliki kultur kerja keras dan tidak lembek coba terapkan itu pada perguruan tinggi. Beri mereka sebuah ujian kesarjanaan yang berskala nasional. Bukankah perguruan tinggi juga menginginkan lulusan yang memiliki kultur kerja keras dan tidak lembek? Berdasarkan pernyataan anggota BSNP Mungin Edi Wibowo “UN dilakukan untuk meningkatkan pemetaan mutu program satuan pendidikan dan juga sebagai proses seleksi, juga UN bisa sebagai bahan pertimbangan dan pemberian bantuan kepada yang sudah lebih ataupun masih kurang,” http://www.detiknews.com/read/2009/11/25/124428/1248524/10/bsnp-un-penting-untuk-tingkatkan-mutu-pendidikan. Jadi tidak benar bahwa UN digunakan untuk menciptakan kultur kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;8. Apakah untuk memetakan kualitas pendidikan di Indonesia kita HARUS menggunakan sebuah ujian yang berskala nasional pada SEMUA siswa di seluruh Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Kita bisa menggunakan metoda sampling untuk keperluan pemetaan kualitas pendidikan tersebut. Metoda sampling bisa kita lihat pada metode “Quick Count” pilpres kapan hari. Dengan mengambil sample secara tepat kita bisa melihat peta kualitas pendidikan Indonesia tanpa harus melibatkan semua siswa di Indonesia. Dengan metoda sampling kita bisa memperoleh hasil pemetaan kualitas pendidikan di tanah air dengan cepat, murah dan tanpa ekses seperti sekarang ini. Lagipula bukankah kita sudah melakukan pemetaan (UN) setiap tahun? Untuk apa pemetaan setiap tahun jika tidak digunakan sebagai pertimbangan untuk mulai memperbaiki kualitas sekolah yang buruk? Lagipula, jika hanya untuk kepentingan pemetaan, mengapa harus mengikutsertakan SELURUH INDONESIA dalam evaluasi tersebut? Metode sampling jauh lebih murah dan tidak kalah efektifnya kalau hanya untuk mengetahui peta kualitas siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;9. Apakah UN adalah satu-satunya penentu kelulusan siswa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukankah berdasarkan Peraturan Pemerintah No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan kelulusan siswa dinilai berdasarkan nilai ujian nasional, ujian sekolah, kehadiran, dan sikap/akhlak mulia? Secara tertulis memang dinyatakan bahwa UN hanyalah salah satu dari tiga syarat lainnya. Tapi dalam faktanya UN adalah SATU-SATUNYA penentu kelulusan. Tidak ada SATU PUN siswa yang lulus UN tapi tidak diluluskan oleh sekolahnya karena tidak memenuhi salah satu dari tiga ketentuan lainnya. Jadi meski siswa sering bolos, ujian sekolahnya jeblok, dan tidak berakhlak mulia, tapi kalau ia lulus UN maka sekolahnya PASTI akan meluluskannya. Sebaliknya kita bisa melihat banyak siswa yang sudah lulus semua persyaratan dari sekolah bahkan dengan nilai baik dan sudah diterima di PMDK tapi karena nilai matematikanya kurang sedikit saja dalam UN maka semua nilai-nilai bagus yang diperolehnya di sekolah tidak bisa menolongnya untuk lulus. Nilai UN menjadi SATU-SATUNYA penentu dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;10. Bukankah dalam syarat kelulusan sebanarnya UN berperan hanya 25 % alias satu dari empat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Memang tertulis 1 diantara 4 tapi bukan berarti bobotnya 25%. Meski ada 4 persyaratan untuk lulus UN tapi UN tetap nilainya paling menentukan. Jadi biar pun yang 3 sudah lolos tapi jika UN tidak lolos (meski nilainya hanya kurang 0,1) maka siswa tetap tidak lulus. Kalau bilang 25% itu artinya bobotnya sama. Faktanya tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;11. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa menghapuskan pelaksanaan ujian nasional (UN) akan membodohi jutaan anak Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini pendapat pribadi yang tidak didukung oleh riset sama sekali. Beliau juga bukan seorang pakar pendidikan, apalagi dalam bidang psikometri. Dulu beliau bisa menetapkan UN karena jabatannya wapres, yang menguasai bidang social dan pendidikan, dan bukan karena pertimbangan akademik. Jadi penetapan UN untuk seluruh Indonesia adalah petimbangan politik (kekuasaan) dan bukan akademik. Sama sekali tidak ada riset yang mendukung pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;12. “Orang bisa menjadi pintar itu karena belajar. Kenapa belajar, karena akan diujikan. Kalau tidak ada ujian dan semua bisa lulus, untuk apa belajar?” kata Kalla.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini pernyataan yang tidak benar samasekali. Memang orang pintar karena belajar, tapi orang tidak pintar karena mengikuti ujian. Jelas sekali bahwa fungsi evaluasi pendidikan tidak difahaminya. Pendapat bahwa orang belajar hanya karena ada ujian adalah tidak benar. Di negara lain tidak ada UN dan mereka tetap belajar dengan baik. Bahkan di Finlandia, negara dengan kualitas pendidikan terbaik, justru tidak menerapkan ujian nasional bagi siswa-siswanya. Baca http://satriadharma.wordpress.com/2005/10/05/kualitas-pendidikan-terbaik-di-dunia/#more-114. Kita juga tidak belajar hanya karena akan diuji, Tujuan belajar jelaslah bukan sekedar untuk diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;13. UN, lanjut JK, merupakan sarana untuk membuat seluruh siswa di Indonesia sama pintarnya, karena memakai satu standar. “Siswa di Kendari, Ternate, maupun di mana saja di seluruh pelosok negeri di-set pengetahuannya sama dengan siswa di Jakarta maupun kota besar lainnya,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan ujian yang membuat kualitas pendidikan meningkat tapi pelayanan pendidikan yang berkualitas yang bisa membuat kualitas pendidikan meningkat. UN itu hanya alat untuk MENGUKUR pencapaian materi siswa, dan bukan alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ujian yang standar tidak akan membuat pengetahuan siswa menjadi sama pengetahuannya. Tidak mungkin input dan proses yang berbeda TIBA-TIBA menjadi sama outputnya hanya karena diuji dengan pengukuran yang sama. Juga tidak ada bukti bahwa setelah mendapat UN maka anak-anak daerah BISA BERSAING dengan anak-anak P. Jawa. TIDAK ADA data yang bisa digunakan untuk menyatakan bahwa dengan mengikuti UN akan bisa membuat anak-anak daerah bisa bersaing dengan anak-anak di P. Jawa. Belum pernah ada penelitian semacam itu karena menggunakan logika yang salah. Ujian Nasional hanyalah alat ukur dan bukan obat atau solusi untuk peningkatan kualitas pendidikan. Hal itu sama saja artinya dengan menyatakan bahwa sejak digunakannya termometer maka penyakit demam bisa dikurangi, atau lebih ekstrim lagi dengan menyatakan ‘Sejak digunakannya termometer ini untuk mengukur panas anak-anak di Papua maka alhamdulillah kesehatan anak-anak Papua sudah sama baiknya dengan anak-anak P. Jawa!’ Tentu saja itu konyol. Jika anak-anak di daerah ingin bisa bersaing dengan anak-anak di P. Jawa maka KUALITAS PENDIDIKANNYA yang harus ditingkatkan (bukan standar ujiannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;14. Penghapusan UN adalah kemunduran, karena saat ini, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, juga sudah mulai menerapkan UN. “Tanpa itu, siswa akan santai-santai saja belajarnya. Mungkin akan ada yang stres karena UN, tapi lebih baik beberapa yang stres daripada membuat jutaan anak menjadi bodoh,” ucap JK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini informasi yang tidak akurat. DI Amerika Serikat TIDAK ADA ujian nasional yang berlaku untuk semua siswa di semua negara bagian. Meski telah ada upaya untuk membuat sebuah standardized exit exams yang ditawarkan kepada semua negara bagian tapi banyak negara bagian yang tidak bersedia. Tak ada pakar pendidikan yang berani meramalkan bahwa AS akan menerapkan sebuah UN yang berlaku untuk semua siswa di semua negara bagian (Ujian Nasional AS) suatu saat. Lagipula karakteristik ‘ujian nasional’ AS itu sungguh berbeda dengan UN di Indonesia yang serampangan tersebut. Standardized exit exams yang berlaku di beberapa negara bagian itu telah dimulai sejak kelas 10 dan bisa dilakukan 5 kali selama di SLTA (1 kali di kelas 10, kalau tidak lulus bisa diulangi 2 kali di kelas 11 dan 2 kali lagi di kelas 12). Kalau tetap tidak bisa lulus masih boleh mengulangi setelah lulus SLTA kalau mau dapat sertifikat. Kalau tidak mau ya gak&lt;br /&gt;apa-apa dan tetap boleh lulus. Jadi ujian tersebut tidak digunakan untuk MENGHUKUM siswa seperti UN-kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;15. Mengapa kita tidak melihat upaya Pak JK itu sebagai usulan dan niat baik yg positif untuk kemajuan pendidikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya menghargai KEINGINAN BAIK dari JK tersebut tapi saya menentang CARA yang dipilihnya. Tujuan baik yang dilakukan dengan cara yang buruk akan berbuah buruk pula. Menerapkan sebuah standardixed test yang high stakes sebagai exit exams bagi siswa kelas 6, 9, dan 12 sebagai syarat keluluisan serta mewajibkannya ke seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke adalah keputusan yang salah karena sangat gegabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;16. Pendidikan di Papua, NTT dan Sumba harus sama dengan yang di Jakarta. Itu sebabnya UN diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jelas bukan UN yang dibutuhkan oleh pendidikan Indonesia saat ini. UN itu cuma instrumen untuk mengukur hasil pendidikan kita secara nasional yang memang sangat tidak adil jika dipakai sebagai standar kelulusan yang disamakan antara Jakarta dan Papua. Bagaimana mungkin Papua yang masih menghadapi masalah buta huruf diwajibkan memiliki standar kelulusan yang sama dengan Jakarta? Bagaimana mungkin kinerja sekolah di pelosok Indonesia yang gedungnya mau roboh dan gurunya sangat kurang dan jarang datang, tak punya buku, siswa-siswanya masih belum lancar membaca diminta bisa bersaing dengan sekolah di Jakarta?&lt;br /&gt;Semestinya Ujian Nasional pertama-tama dijadikan sebagai tolok ukur untuk menilai kinerja pemerintah (dalam hal ini dinas pendidikan) dalam menyelenggarakan pendidikan. Jadi bukan untuk mengukur kinerja siswa dulu. Siswa itu kan hanya menerima pelayanan pendidikan dan bukan pelaku yang menentukan kualitas pelayanan pendidikan itu sendiri. Lantas kenapa siswa yang harus menerima resiko dan hukumannya jika pelayanan pendidikan di daerah atau sekolahnya buruk? Kenapa bukan Dinas Pendidikannya yang dicopot jabatannya lebih dahulu? Mereka lebih pantas untuk menerima resiko dari buruknya pelayanan pendidikan kita ketimbang siswanya yang tidak tahu harus berbuat apa agar bisa mengejar ketertinggalan dengan siswa Jakarta.&lt;br /&gt;Mayoritas Siswa Papua belum butuh UN agar dianggap setara dengan siswa di Jakarta. Mereka masih berjuang untuk membuat siswanya bisa membaca. http://tabloidjubi.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2408:tingginya-buta-aksara-di-papua–hukum-karma-buat-guru&amp;amp;catid=82:lembar-olah-raga&amp;amp;Itemid=94&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://pendidikanpapua.blogspot.com/2009/07/230-ribu-orang-papua-buta-aksara.html&lt;br /&gt;Siswa si NTT juga sama nasibn
